Perempuan Kuat itu Bernama Bunga Citra Lestari - Jurnal Hati

Selasa, 18 Februari 2020

Perempuan Kuat itu Bernama Bunga Citra Lestari

Cr : Instagram @bclsinclair

Masyarakat Indonesia dikejutkan dengan berita meninggalnya Ashraff Sinclair, seorang aktor yang merupakan suami dari penyanyi Bunga Citra Lestari. Sehari sebelumnya keluarga Sinclair baru saja melakukan perjalanan dari luar negeri. Malamnya pun Unge, panggilan akrab Bunga Citra Lestari masih menjadi juri Indonesian Idol. Beberapa jam kemudian ia harus menerima takdir Allah menghendaki kembalinya sang belahan jiwa.

Saya hanya mengetahui mereka lewat media. Namun ternyata saya juga bersedih mendengar berita tersebut. Keluarga Sinclair relatif sepi dari berita miring. Couple goals mereka digadang-gadang menjadi pengganti pasangan Widyawati dan Sophan Sophiaan. Sebagian masyarakat Indonesia menganggap mereka adalah Indonesia' sweetheart. 

Mereka sering membagi kebersamaan bersama keluarga di sosial media. Saya sampai stalking instagram keduanya. Bahkan sampai IG uminya Ashraff. Mereka terlihat saling menyayangi. Bahkan ibu Ashraff pun tak segan memuji menantunya. Mereka keluarga besar yang harmonis. Melihat channel youtube BCL pun saya merasakan kehangatan hubungan keluarga mereka. Ketulusan senyum dan tawa yang hadir di antara mereka. Sentuhan ringan selalu hadir dalam bahasa tubuh mereka. 

Hari ini seperti sebuah mimpi buruk bagi keluarga Sinclair. Begitu mengagetkan ketika sebelumnya Ashraff masih bercanda dengan BCL sebelum Ashraff tidur. Laki-laki berasal dari Malaysia ini pergi dalam tidurnya. 

Saya membayangkan betapa shock nya BCL. Bisa jadi ia pingsan berkali-kali. Apalagi pernah dalam tayangan berita entertainment ia mengatakan tak bisa hidup tanpa Ashraff. Namun tayangan di sebuah liputan berita entertainment yang saya tonton tadi jauh dari bayangan saya. Di parkiran rumah sakit, BCL berdiri kuat. Ia memeluk Noah sang buah hati. Diciumnya berkali-kali pucuk kepala Noah yang terdiam dalam pelukan ibunda. 

Benar, wajahnya sembab. Masih terlihat basah oleh air mata. Langkahnya gontai. Namun ia masih kuat berjalan dengan menggandeng tangan Noah. 

Saya pun mencari berita lain hari ini. Terlihat BCL tabah menerima tamu. Ia masih bisa bercakap dengan pentakziah di sisi jenazah sang suami. Tangannya memegang tasbih. Ia menggerakkan butir tasbihnya dalam keterdiaman. Saya yakin, di hatinya ia sedang berdzikir. Memanggil asma-Nya. Memohon kekuatan. Bahkan saat berada di dalam mobil saat hendak mengantar sang suami dalam beberapa detik pun terlihat tangan lentiknya masih menggerakkan butir tasbihnya. Dengan tatapan kosong. Sesekali memejamkan mata. Saya yakin mata masyarakat yang sedang tertuju padanya pasti meneteskan air mata melihat adegan ini sekilas.

Bunga Citra Lestari tetap begitu kuat berjalan mendekati 'rumah' baru kekasihnya. Ia sangat tegar menerima ucapan dan pelukan sahabat-sahabatnya. Duduk di samping Noah ia sering membisikkan sesuatu di telinga putra satu-satunya ini. Terlihat Noah mengusap air matanya. Ekspresi kehilangan tampak di wajahnya. Namun kekuatan sang ibu menular padanya. Ia mewarisi ketegaran sang ibunda. 

Sungguh luar biasa kekuatannya. Sama sekali ia tak meratap. Saya tak melihat histeria kehilangan nampak di dirinya. Cukup dengan tetesan air mata yang tak berhenti mengalir, semua orang sudah tahu. Kehilangan suami sungguh memukul hati dan jiwanya.

Dalam Islam memang tak dianjurkan seorang perempuan hadir di pemakaman karena dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Di masa Rasulullah banyak wanita di pemakaman yang menangis menjerit-jerit dan berteriak-teriak karena kesedihannya. Bahkan tak jarang seorang wanita merobek-robek pakaiannya karena hilang kendali. Itulah mengapa perempuan dianjurkan untuk berada di rumah saat pemakaman jenazah dilakukan. Namun jika perempuan mampu mengendalikan dirinya, hal itu dibolehkan. 
Hal itu diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yang disampaikan oleh Ummu Athiyah :
“Kami (para perempuan) dilarang mengiringi jenazah. Namun larangannya tidak terlalu keras bagi kami.”


BCL dan stigma yang melekat
Orang mengenal Bunga Citra Lestari adalah perempuan yang suka mengenakan baju terbuka. Banyak laki-laki mengagumi tubuh dan wajahnya. Saya yakin dalam posisinya saat Ashraff masih berada di sisinya perempuan cantik ini masih banyak yag mencoba mendekat. Namun BCL begitu menjaga hati. Sebelas tahun pernikahan tanpa berita miring merupakan sebuah prestasi dalam dunia entertainment Indonesia yang penuh gimick dan drama. Kesaksian tetangga pun menyebutkan bahwa keluarga Sinclair sering shalat berjamaah di masjid dekat rumah. Itu artinya Unge yang sering dianggap negatif oleh sebagian masyarakat karena pakaian terbukanya masih menegakkan tiang agamanya. 

Ketegarannya menerima takdir Allah inipun menurut saya juga bagian dari pemahaman yang baik tentang agamanya. Walaupun masyarakat akan memaklumi jika saja ia menangis histeris atau meratapi kepergian Ashraff, ia tak melakukan itu. Ia tak hanya menguatkan dirinya sendiri. Ada Noah yang harus ia jaga. Ada orang tua Ashraff yang tak kalah kehilangannya. Dan bagi saya pribadi, semua yang terlihat hari ini adalah Unge tanpa gelar diva Indonesia. Seorang ibu, seorang istri yang memahami bahwa yang ia miliki sesungguhnya hanya titipan Allah. 

Unge, my heart goes with you. Be strong and be brave with Allah. 




13 komentar:

Inung Djuwari mengatakan...

Aku juga ikutan mbrebes mili, nggak bisa bayangin kalo aku ada diposisi dia....tapi aku liat tegar banget BCL.

Dewi Rieka mengatakan...

Ya Allah, ikutan nangis lihat beritanya, semoga Allah memberi kekuatan pada Unge, Noah dan keluarga besar mereka aamiin, semoga Almarhum mendapat tempat terbaik aamiin

Ika Puspita mengatakan...

Aku kmrn berkali-kali mewek liat beritanya, liat tatapan kosong BCL, liat anaknya yg nangis di pemakaman. Aku nggak bisa membayangkan betaoa hancurnya hati BCL kehilangan separuh jiwanya. Aku aja mungkin ga bisa sekuat BCL

Vita Pusvitasari mengatakan...

Liat live pemakamam asraf kemarin di karawang, bcl dan noah anaknya sedih sekali..sampai diriku pun meneteskan air mata..memang usia itu rahasia Ilahi..

nia nurdiansyah mengatakan...

Sigaraning nyowo ya Mba Irfa, tatapn BCL saat di pemakaman itu kliatan gimana dia harus melepas separuh dirinya dia...di dlm hari hancur bgt meski hrs terlihat strong untuk Noah

Prananingrum mengatakan...

Seorang ibu mmg hrs tegar ya mb di depan anaknya meskipun sebenarnya hatinya hancur dan syok... selamat jalan Ashraf

Hidayah Sulistyowati mengatakan...

Semalam aku gak bisa tidur gara-gara nonton pemakaman Ashraff. Melihat BCL nangis ikut nangis, apalagi anaknya juga mewek. Tapi BCL tegar ya, dulu sepupu ku aja pingsan karena gak kuat menahan tangis. Semoga dia diberikan kekuatan membimbing anaknya

Ochabi mengatakan...

Aku tau berita ini di grup GRes pas keluar ruangan langsung kaget, kakiku rasanya langsung lemes. Hal yang langsung kebayang di kepalaku "lah mbak BCL gimanaa...".
Seharian itu aku ikutan kepikiran, sedih, it was like " ya Allah.. mereka gitu loh, pasangan yg biasa ku lihat sempurna, mereka sangat baik tanpa cela, tiba2 Kau uji kayak gini, yallah gimana rasanya mereka, semoga mereka tetep kuat" .
Setelah itu baca2 berita, dan lihat mbak BCL, yallah dia itu iya sedih cuman enggak meratap dan gak menderita.. sedih iya sangat sedih tapi dengan rasa ikhlas karena Allah... ga ngerti lagi luar biasa memang... semoga almarhum diterima kebaikannya sama Allah dan ditepatkan di surga terbaiknya dan semoga Allah selalu mendampingi dan memberi mereka ketabahan, aamiiin :')

Tira Soekardi mengatakan...

aku termasuk pengagum berat BCL, jd sedih lihat dukanya

Uniek Kaswarganti mengatakan...

Kagum dengan ketabahan Unge dalam menghadapi hal ini. Padahal bisa dibayangkan betapa sedihnya dia ya. Mana malamnya masih bercanda gitu, kok beberapa jam kemudian sudah harus kehilangan belahan jiwanya. Semoga Unge diberi ketegaran dalam menghadapi hal ini.

Weny Dyah M. mengatakan...

sedih bgt klo lihat proses pemakamannya. betapa hancur dan kehilangan separuh jiwa. tapi tetap harus tegar dan melanjutkan perjuangannya sbg single parent utk Noah. alhamdulillah bcl dikelilingi org2 tersayang yg kuat imannya dan bisa saling menguatkan satu sama lain.

wuri nugraeni mengatakan...

Iyo lho, BCL itu terlihat seterooong, aku aja yang nggak kenal merasa sedih lihatnya, dulu pernah wawancara BCL dan memang orangnya ramaaaahhh banget

Hapsari Adiningrum mengatakan...

Pernah mengalami keadaan yang sama 4 tahun yang lalu. Semoga kedepan diberikan kemudahan dalam segalanya.. Keep strong Unge..