Maret 2020 - Jurnal Hati Irfa Hudaya

Minggu, 29 Maret 2020

Curhatan Jadi Cuan

Niat awal saya bikin blog sebenarnya sekadar jadi catatan aja. Makanya dulu sebelum ngedandanin blog jadi seperti sekarang, tagline blog saya adalah 'serpihan kisah kisah yang terserak.' Alay banget kan ya? Hehehe
Makanya blog ini  kebanyakan ya tulisan organik. Maksudnya curhatan melulu. Soalnya apa-apa ditulisin. Apa-apa diceritain. Kalau dulu anak-anak belum tahu kalau polah mereka dibikin postingan. Kalau sekarang anak-anak hafal semua
"Bunda itu apa-apa distatusin. Kalau nggak distatusin ya dibikin postingan blog. Kayak nggak ada rahasianya aja," kata si Kakak.

Saya nyengir aja sih kalau dia ngomong begitu. Bukan apa-apa. Ya beginilah cara saya berbagi cerita. Niat saya berbagi cerita kan supaya orang lain bisa memetik hikmah dari apa yang saya tuliskan. Siapa tahu, orang lain memiliki masalah yang serupa dengan saya. Kalau ternyata saya punya solusi, kenapa enggak dibagiin ke orang lain? Yang membuat manusia bahagia salah satunya kan jika bermanfaat untuk manusia lain bukan?

Awal ngeblog
Saya pernah bikin postingan beberapa kali tentang awal mula ngeblog. Namun saya kurang serius ngeblognya. Jadi semuanya curhat melulu lah. Saya kaget juga curhatan saya saat menunggu Ibuk alm di rumah sakit dibaca oleh editor. Curhatan itu kemudian mau dibukuin. Wow banget kan rasanya? Setelah itu memang ada proses menulis buku yang lumayan lama sehingga blog pun lumutan karena lama saya tinggalin.

Yang paling gencar nyemangatin saya ya mbak Uniek. Beliau cerita pendapatan yang didapat dari menulis di blog. Cukup menggiurkan sebenarnya. Namun waktu itu saya lagi fokus di komunitas menulis di Jogja dengan beberapa proyek menulis yang dipercayakan ke saya. Baru di tahun 2017 saya fokus menulis di blog setelah proyek yang dipasrahkan ke saya selesai. Di tahun 2017 saya mulai membangun blog saya. Padahal blog saya sudah TLD sejak dua tahun sebelumnya.

Saya sih yakin, namanya membangun blog itu ya nggak ujug-ujug langsung menghasilkan banyak. Sama seperti saat saya menulis buku, saya pun butuh proses panjang sampai buku saya terbit pertama kali. Jadi ngeblog saat itu ya super santuy. Curhat-curhat aja. Pokoknya ngisi aja.

Kadang  pengen banget bisa nulis artikel seperti teman-teman yang lain. Apa daya gaya penulisan saya udah begini banget. Saya masih belum bisa melepas gaya menulis buku yang melow galaw begini meski bertahun-tahun ngeblog. Mau mikirin SEO biar bisa page one di google ya kayaknya jauh dari bayangan deh. Udah pusing duluan mau ngerjain yang rumit-rumit.

Akhirnya saya biarin aja. Pokoknya saya ngeblog ya ala-ala saya. Ternyata ngeblog ala saya begini bisa mendatangkan cuan yang lumayan juga tuh. Memang awalnya sedih juga dapet Content Placement dengan fee kecil. Namun itu nggak matahin semangat. Saya yakin, semua blogger juga melewati hal itu. Nah ... Seiring waktu akhirnya nemuin berbagai jalan sehingga sampai di posisi ini. Alhamdulillah ... Rasanya seneng deh kalau dapet kerjaan gini. Kayak punya gaji heheheh..

Manfaat dan Tips ngeblog

Ada beberapa manfaat ngeblog setelah saya melalui puluhan purnama sebagai blogger.

1. Healing
Saya sering menulis tentang kesedihan di blog saya. Karena apa? Saya butuh healing, untuk melepas sesak hati saya. Saya bisa nangis berhari-hari kalau kesedihan saya tidak tersalur lewat tulisan. Mungkin karena sudah kebiasaan dari kecil ya, kalau sedih ya nulis surat yang ditujukan entah buat siapa. Jadi terbawa sampai sekarang.

2. Menebar manfaat
Pengalaman dan pengetahuan itu sayang banget kalau nggak dibagi orang lain. Bukannya untuk pamer atau riya. Tapi berpikir positif bahwa orang lain bisa bahagia membaca tulisan kita. Orang lain siapa tahu membutuhkan referensi apa yang telah kita tuliskan. Atau orang lain mendapatkan manfaat dan mengambil hikmah dari apa yang kita tuliskan.

3. Portofolio
Jejak digital yang kita torehkan bisa menjadi semacam CV untuk kita. Coba deh, googling nama kita sendiri. Kira-kira yang berada di halaman pertama dan paling atas apa ya?
Saya kalau googling nama Irfa Hudaya, maka yang langsung terlihat ya si Jurnal Hati ini. Nah, orang bisa mengenal kita dari apa yang kita perbuat di dunia digital. Saya pernah dihubungi editor sebuah penerbit mayor. Ternyata sebelum menghubungi, si editor sudah membaca tulisan-tulisan saya di blog. Ternyata si editor merasa cocok dengan tulisan saya yang melow. Sayangnya tema yang ditawarkan kurang saya kuasai jadinya pending dulu. Nunggu ada tema yang cocok.

4. Mendapatkan pendapatan
Bohong banget kalau saya bilang pengen curhat doang di blog. Buat saya blog adalah rumah dan kantor saya. Bisa bersenang-senang dan menghasilkan sekaligus.

Saya bingung nih kalau ditanya tips ngeblog. Karena apa? Saya nulisnya suka-suka saya. Namun meski suka-suka saya tetap profesional dalam mengerjakan segala pekerjaan yang sudah dipercayakan. Sebisa mungkin pekerjaan selesai sebelum DL. Nggak papalah mepet DL. Manusiawi kok #membeladiri

So, hayuklah ngeblog suka-suka kayak saya. Mau kan, kalau curhatan jadi cuan?

Kamis, 26 Maret 2020

Percaya Diri dengan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash

Assalamualaikum Temans 

Yang paling saya rindukan di masa social distancing ini adalah mengajar kelas jurnalistik. Sudah dua tahun ini saya mengajar jurnalistik di SD Muhammadiyah Karangwaru Yogyakarta dan SD Muhammadiyah Gunungpring, Kabupaten Magelang. Peserta kelas jurnalistik itu klas 3-5 SD. 

Mengajar level yang sama di SD yang berbeda, karakteristik anak tidak jauh berbeda. Mereka sama-sama memiliki keingintahuan yang tinggi dan memiliki semangat belajar menulis yang kuat. Banyak bertanya, komunikatif, dan seru. Komunikasi yang bagus di antara kami inilah membuat beberapa anak-anak di dua SD yang berbeda ini sering meminta waktu untuk curhat. Kalau di SD Muhammadiyah Karangwaru curhatnya privat banget, nggak mau didengerin teman lain. Permasalahan dan bahasa yang digunakan memang remaja banget, persis seperti menghadapi Adek, anak bungsu saya. Sementara di SD Muhammadiyah Gunungpring lebih kalem menghadapi permasalahan. Karakter mereka pun masih terlihat pra ABG sehingga tidak malu untuk curhat barengan. Permasalahan yang dihadapi pun lumayan mirip, sehingga sering kali di kelas jurnalistik saya menyampaikan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat maupun agama yang kami anut. 




Akhirnya, setiap kali kelas jurnalistik, 30 menit saya pergunakan untuk memperkuat karakter anak, 30 menit lagi untuk menulis. Sering kali hal-hal yang sedang viral kami diskusikan lantas saya jadikan materi menulis. Misalnya ketika wabah Corona baru saja muncul di Cina, anak-anak pun ramai bertanya. Terkadang mereka mempertanyakan berita-berita hoax yang berseliweran di dunia maya. Kami pun membincangkan say no to hoax dan tak membagi berita hoax di media manapun. Jadilah artikel dan cerpen tentang say no to hoax serta wabah Corona dari diskusi 30 menit itu. 

Tak hanya kejadian viral yang kami bicarakan. Satu hari ketika berada di kelas jurnalistik SD Muhammadiyah Gunungpring yang pesertanya sebagian besar perempuan. Kami bicara tentang standar kecantikan perempuan Indonesia. Kok bisa? 

Bisalah ... di kelas jurnalistik saya memang membebaskan anak-anak berbicara. Biasanya setelah kelas jurnalistik di hari Sabtu, mereka melakukan kegiatan pramuka. Semua anak yang tergabung di kelas jurnalistik adalah anak-anak yang tak menyukai pramuka. Alasannya capek dan panas. 

“Kalau panas kulit bisa item, Bu. Kan kalau kulitnya item jelek, Bu,” begitu kata Arin. 
“Eh ... kata siapa kulit item itu jelek?” tanya saya. 
“Banyak, Bu. Aku aja suka diejek karena kulitku item. Kan malu, Bu,” kata si manis Keyla. 
“Iya Bu, ada yang bilang aku mirip sama pantat panci. Jadi minder kan, Bu?” celetuk Pratistha. 
“Siapa yang bilang gitu?” saya sangat ingin tahu. 
“Ada, temen sekelas. Anak laki-laki.” 

Ya ampun ... Separah itu ya, mulut anak sekarang ngatain temennya? 

Keyla itu anaknya manis sekali. Bagi saya kulitnya eksotis, garis wajahnya bagus. Sementara Pratistha itu anaknya menyenangkan dan tegas kalau jadi pemimpin. Kulit mereka sebenarnya ya sama seperti kulit orang Indonesia pada umumnya, sawo matang. Kalau saja pandangan kecantikan itu tak hanya mendasarkan pada standar kecantikan industri hiburan, tentu saja banyak yang takkan peduli apa warna warna kulitnya. Dan krim pemutih bakalan nggak laku ya? 



Lalu saya mengajak anak-anak ini berdiskusi. Bahwa kecantikan perempuan itu tak hanya berdasarkan ‘look’ nya semata. Menarik itu bukan hanya berdasarkan pada kecantikan lahiriah atau warna kulit semata. Namun pada akhlak mulia dan hati yang baik. 

“Bagaimana menurut kalian, misalnya wajahnya kayak Lisa Blackpink, tapi hatinya jahat, suka berkata kasar, tak mau berbagi, hobinya nggosipin orang, dan nggak suka kalau temennya berprestasi. Kira-kira masih terlihat cantik nggak?” tanya saya. 
“Enggaaaaakkk,” sahut anak-anak jurnalistik ini kompak. 
“Ada kan, lagunya tentang cantik itu berasal dari hati?” 
“Lagunya siapa, Bu?” tanya Syifa. 
“Lagunya Cherrybelle, judulnya Beautiful. Tahu kan?” 

Mereka berpandangan, kemudian menggeleng. Kok mereka nggak tahu ya, batin saya. 

“Masa kalian nggak tahu? Lagunya Cherrybelle lho. Kan terkenal banget.” 

Saya masih berusaha membangkitkan ingatan anak-anak peserta jurnalistik ini. Namun nampaknya sia-sia. Eh ... tunggu... Cherrybelle itu eksis waktu si Kakak, anak saya yang sulung SD, sekitar tahun 2012 lah. Berarti kan anak-anak ini baru berusia 2 atau 3 tahunan. Ya pantaslah anak-anak ini nggak paham. Saya pun ngikik dalam hati. Kemudian saya memutarkan lagu tersebut via youtube. Beberapa kali saya putar anak-anak pun mulai berdendang dengan lagu ini. 

Jangan memaksakan diri untuk terlihat cantik menurut pandangan orang lain. Namun berusahalah menjadi anak yang menarik karena mencintai kebersihan. Mandi minimal sehari dua kali, memakai pakaian yang bersih dan menutup aurat. Mau kulitnya berwarna apapun namun jika selalu bersih maka akan selalu terlihat menarik. Begitu pesan saya pada anak-anak. mereka yang awalnya terlihat tak bersemangat mengikuti pramuka pun menjadi lebih ceria. 

Ternyata anak-anak pun menginginkan penampilan yang menarik ya? Apalagi orang dewasa? 



Mandi dengan Vitalis Body Wash 

Adanya wabah infeksi Virus Covid 19 ini membuat banyak orang berlomba-lomba menjaga kebersihan. Begitu juga dengan saya. Kapanpun saya habis keluar rumah, apalagi membawa motor untuk bepergian lebih dari satu jam. Sampai rumah pun saya langsung mandi setelah terlebih dulu cuci tangan enam langkah seperti yang diajarkan di berbagai tutorial ,mencuci tangan yang benar. Nggak bisa dipungkiri dengan adanya pandemi ini membuat saya cemas sehingga terkadang jadi over menyikapi banjir informasi yang datang tanpa kendali. 

Disamping demi kebersihan, mandi menjadi alternatif untuk mendinginkan hati. Badan menjadi lebih segar karena bersih dan membaui aroma sabun yang disukai. Karena itu saya selalu memilih sabun yang wanginya saya suka. Kalau hati sudah nyaman saya pasti lebih percaya diri mau melakukan apapun. Nggak serba salah ataupun cemas. 

Wangi sabun saya yakini mempengaruhi mood seseorang. Saya ingat banget, waktu kehamilan dua anak saya. Pas anak pertama saya benci banget dengan aroma salah satu sabun merk terkenal. Dari Kejauhan saja hidung saya bisa membaui aroma tersebut. kalau sudah membauinya, saya bisa muntah muntah. Padahal tidak dengan sabun merk lain. 

Lain halnya dengan kehamilan anak kedua. Saya suka mengendus-endus badan suami. Kalau suami nggak bau sabun, saya bisa marah. Alhasil suami jika di rumah bisa mandi berkali-kali untuk menyenangkan saya. 

Kebetulan yang menyenangkan adalah ketika saya mendapatkan kesempatan mencoba produk dari PT. Unza Vitalis ini. Saya tuh udah nggak asing lagi sama produk-produk Vitalis karena adik saya pernah bekerja sebagai quality control di pabrik Unza Vitalis Salatiga sekitar dua belas tahun lalu. Waktu itu ia sering membawa produk Vitalis, Sumber Ayu dan Enchanteur. Saya dan Ibuk almarhumah suka sekali dengan aroma parfum produk Unza Vitalis. Kalau Ibuk almarhumah paling suka dengan Vitalis body Scent Glamorous varian Dream. Sementara saya suka sekali produk Enchateur baik body lotionnya ataupun Eau De Cologne dengan varian Romantic. Sayangnya setelah adik saya menikah sepuluh tahun lalu dan mengikuti suaminya, saya tidak menemukan produk tersebut di kota kecil saya. 

Nah, saya nyobain nih sensasi mandi keharuman dari Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash


Pagi hari untuk membangun mood tuh saya pakai Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash Fresh Dazzle. Varian berwarna hijau ini diperkaya dengan ekstrak Yuzu Orange dan anti oksidant dari Green tea memberikan manfaat Skin Refreshing sehingga menjaga kulit terasa lebih segar, wangi, halus dan lembut. 


Parfum yang digunakan untuk varian ini diawali dengan segarnya wangi Bergamot, diikuti wangi Floral Bouquet yang elegan feminin dan disukai wanita, ditutup dengan Musk Amber yang longlasting. 

Nah, kalau anak saya yang cowok nyobain sensasi mandi menggunakan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash Soft Beauty. Kebetulan sabun yang biasa dia pakai habis. Di masa anjuran semua orang diminta untuk di rumah aja kan saya juga ngurangin keluar rumah kalau nggak terpaksa. Saya pikir sabun tuh nggak urgen banget karena masih ada yang bisa dipakai. Ngapain juga saya keluar rumah kalau masih ada alternatif lain yang bisa digunakan?


Varian berwarna ungu ini diperkaya ekstrak Avocado dan Vitamin E sehingga memberikan manfaat Skin Nourishing. Kulit pun terasa halus, lembut dan kenyal. Parfumnya dibuka dengan wangi segar yang clean dari Fruity Aldehydic, dilanjutkan dengan wangi Rose & Violet yang feminin, diakhiri dengan manisnya Tonka Bean & Sandalwood yang premium. 


Menurut anak saya yang cowok, wanginya bikin tenang. Saking bikin tenangnya kalau mandi sore pakai vitalis ungu ini nggak lama kemudian ngantuk. 

Kalau saya pribadi, saya paling suka menggunakan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash White Glow. Varian yang berwarna pink ini memberikan manfaat skin britening.



Dengan kandungan ekstrak licorice dan susu yang dimiliki membantu merawat kulit hingga tampak bersih, cerah, terasa halus dan lembut. aroma fruity dari paduan manisnya Cherry & Raspberry, disusul dengan wangi Marshmallow & Gardenia yang lembut dan elegan, dibungkus dengan kombinasi Woody & Suede yang glamour dan long lasting 



Kok bisa ya, Vitalis Body Wash ini parfumnya bisa tahan lama? 
Ternyata Development research di bidang fragrance mengembangkan produknya dengan memberikan tiga lapis wewangian atau yang lebih dikenal dengan top notes, middle notes dan dry notes. Top notes adalah wewangian yang keharumannya berlangsung sekitar 15 menit. Middle notes merupakan wewangian yang keharumannya memiliki ketahanan sampai 30 menit setelah wangi top notes menguap. Sedangkan dry notes, harumnya bertahan kurang lebih 24 jam. Jadi mandi parfum kan ya?

Saya sudah nyobain tiga-tiganya nih. Ada yang istimewa ketika saya memakai Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash ini. Saya merasakan bahwa moisturizernya terasa di kulit setelah mandi. Terkadang jika sehabis mandi menggunakan sabun merk tertentu kulit terasa kasar bahkan gatal karena sensitifnya kulit saya. Namun menggunakan Vitalis Body Wash ini kulit saya terasa lebih lembab. Bisa jadi  karena Vitalis menambahkan high quality moisturizer ya? 

Mengapa saya paling suka Vitalis pink?
Menurut saya, aroma parfumnya yang kayak permen ini sesuai banget dengan saya yang cheerful dan gampang ketawa. 


O ya, saya dan suami kan menjalani long distance marriage nih. Ketemuannya seminggu sekali. Pas banget ketika weekend kemarin saya mandi mepet Maghrib. Suami pulang sekitar jam 20.00 sampai rumah, aroma parfum Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash masih nempel di tubuh. Dikirain beli parfum baru hihihi ... 
Kalau seperti ini jadi makin percaya diri, kan?


#MandiParfum , #MandiKeharuman
#Vitalisbodywash, #sabunkecantikan, #glamor. 



Referensi : 

Press release Vitalis Body Wash 

Rabu, 18 Maret 2020

Tips Sehat Menghadapi Corona Virus


Assalamualaikum temans

Tak bisa dipungkiri wabah virus Corona ini mengubah segala aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Banyak usulan untuk lockdown untuk menghambat wabah virus ini. Namun pemerintah baru memberikan imbauan untuk masyarakat melakukan social distancing, menjaga jarak bagi mereka yang terpaksa untuk bepergian.

Sekolah di berbagai tingkatan dari SD sampai universitas memberlakukan sekolah online selama 14 hari dimulai tanggal 16-28 Maret 2020. Mau tak mau semua kegiatan KBM pun dilaksanakan via online. 

Berbagai aplikasi belajar online seperti Ruang Guru, Zenius atau Quipper pun memberikan fasilitas pembelajaran gratis selama masa social distancing ini. Berbagai provider pun berlomba memberikan quota gratis pada pengguna. Tentunya hal ini memberikan fasilitas bagi pelajar dan mahasiswa saat belajar di masa 14 hari self isolation ini. Tak ada hal yang perlu dikhawatirkan lagi tentang pembelajaran anak-anak dan kesehatannya. Selama menaati imbauan Insya Allah bisa terhindar dari virus yang sedang mewabah di dunia. Namun bagaimana dengan kesehatan mental kita?

Tak bisa dipungkiri, kecemasan dan kekhawatiran membanjiri pikiran masyarakat. Kepanikan berlangsung di beberapa daerah sehingga memicu kesulitan di berbagai pihak. Belum lagi perdebatan tak berujung baik di dunia nyata maupun dunia maya dalam menyikapi adanya wabah ini. Ada yang menganggap bahwa hal ini berlebihan sehingga bersikap nyinyir pada mereka yang mencoba menaati social distancing ini. Ada pula yang mencoba memberikan pemahaman dengan berbagai informasi sehingga yang terjadi adalah banjir informasi sehingga sulit memilih informasi yang valid. Kalau saya memilih untuk menghindari perdebatan dan memilih bersikap preventif terhadap keluarga saya. Bisa saja kan meski pola hidup sehat dijalankan namun abai terhadap wabah ini akan mengakibatkan hal yang lebih buruk lagi. 

Ini menjadi PR tersendiri bagi orang tua. Orang tua harus memiliki mental yang lebih setrong untuk menguatkan anak-anak. Kalau saya sih, ada beberapa tips sehat lahir dan batin saat berada dalam social distancing yang akan saya lakukan.

Menyediakan makanan sehat untuk keluarga
Menyediakan makanan sehat untuk keluarga berarti memberikan gizi seimbang. Apalagi dengan kondisi yang mengharuskan kita memiliki imunitas tubuh yang lebih dibanding hari-hari sebelumnya. Buah dan sayur akan disajikan lebih banyak dibanding sebelumnya. Mau tak mau sekarang mesti stok sayur dan buah lebih banyak lagi. Jika stok sayur lebih banyak di rumah tentunya sudah nggak kepikiran makan di luar rumah kan ya? 

Membiasakan cuci tangan lebih sering daripada sebelumnya.
Meski dalam agama saya diwajibkan berwudhu lima kali dalam sehari, namun mencuci tangan dengan sabun menjadi keharusan bagi kami para penghuni rumah. Saya yang biasanya cuek karena anak-anak sudah menginjak remaja sehingga tak banyak diingatkan, sekarang lebih cerewet lagi mengingatkan cuci tangan dan langsung ganti baju seandainya mereka terpaksa keluar rumah, misalnya beli sesuatu di warung atau fotokopi. 

Mengajak anak-anak berkegiatan di rumah dengan hepi.



Meski sekolah di rumah itu anak-anak harus mengerjakan tugas jauh lebih banyak, setiap pagi saya mengajak anak-anak bermain atau memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk bersantai melakukan apapun yang mereka suka. 'Kelas' di rumah dimulai jam 08.00 dan diakhiri jam 12.00. Empat jam belajar itu diselingi waktu istirahat yang ditentukan mereka sendiri. Alhamdulillah, sampai harj ketiga ini mereka tertib meski si Adek mulai rewel pengen main sepak bola sama temen-temennya.

Menularkan pikiran positif pada anak-anak
Kalau si ibu ngeluh melulu karena nggak bisa melakukan berbagai kegiatan, bagaimana dengan anak-anak? Pasti anak-anak pun memandang negatif dan banyak protes kan? Ini adalah saat-saat dimana orang tua membangun bonding yang lebih dibanding hari-hari biasa. Ajak anak-anak untuk lebih banyak bersyukur memiliki tempat yang nyaman, makanan tak pernah kurang, bahkan mau ngenet secapeknya pun bisa. Pada akhirnya anak-anak bosan dengan gadget dan memilih bersama dengan orang tua melakukan berbagai kegiatan

Mengambil hikmah
Saya yakin semua orang mengambil hikmah dengan adanya Corona virus ini. Setiap orang pasti mengambil hikmah dari berbagai sudut pandang. Begitu juga dengan saya. Apalagi mendengar di kecamatan tempat saya tinggal ada 55 orang yang berada dalam pengawasan. Memang belum tentu juga mereka positif terpapar virus ini setelah mereka melakukan ibadah umrah. 

Bismillahirrahmanirrahiim ... Semangat sehat, selalu waspada, jangan panik karena kepanikan akan menurunkan imunitas tubuh kita. 

Stay strong, keep on spirit ya?

Selasa, 10 Maret 2020

Wisata Impian  di Sulawesi


Assalamualaikum temans,

Dulu saya sangat takut dengan wisata yang berkaitan dengan air dan pantai. Serius, saya tuh kayak takut aja lihat pantai dengan ombak yang bergulung-gulung. Saya kayak nggak bisa melihat indahnya pantai. Waktu kecil saya sering baca berita-berita tentang anak yang tenggelam di pantai sehingga saya takut main ke pantai. Bahkan sampai saya dewasa sekalipun. Saya lebih baik jauh-jauh dari apa yang namanya pantai. Bahkan saat kuliah ada mata kuliah fotografi sunset, saya bingung bukan kepalang. Musibah yang terjadi di pantai ternyata mencengkeram benak saya begitu lama. 

Dan di suatu waktu akhirnya saya dikenalkan pada wajah pantai yang menyenangkan dan indah. Pasir putih, air yang bening, karang yang kokoh, dan cakrawala yang membiru membuat mindset saya pun berubah. Saya mulai berani mendekat pada riak-riak air yang bermain di sekitar kaki saya. Berani berjalan di pantai dengan pasir putih di sepanjang mata memandang. Menikmati ombak yang berkejaran di kejauhan. Saya pun jatuh cinta pada pantai. Lantas menjadikan pantai sebagai salah satu pilihan destinasi wisata jika liburan tiba. 

Sayangnya, pantai yang saya datangi masih seputar Jogja saja. Mau melakukan perjalanan jauh kok masih agak kesulitan menunggu suami mengambil cuti panjang. Ada pekerjaan yang tak bisa dilakukan oleh rekannya sehingga saya dan anak-anak pun kudu sabar menunggu. Akhirnya yang bisa dilakukan adalah wisata online, melihat berbagai tempat wisata di dunia maya. Berbekal foto-foto ciamik yang tergelar di internet, mau tak mau jadi punya wishlist berwisata ke suatu tempat. Pengen tahu traveling impian keluarga kami nggak?


Traveling Impian

Saya punya beberapa saudara dan sahabat yang tinggal di Sulawesi. Jarang banget bisa ketemu kalau lebaran. Akhirnya pun berandai-andai seandainya sampai di pulau satu ini. ada beberapa tempat yang ingin kami kunjungi, dan semuanya wisata di perairan. Mana saja yang pengen kami kunjungi? Cus lanjut baca yak?



Pulau Sombori


Gara-gara obrolan dengan seorang teman tentang wisata ini, saya langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Pulau Sombori meski baru lewat dunia maya. Pulau Sombori ini berada di Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah. Pulau ini memiliki keindahan alam yang nggak bisa diucapkan dengan kata-kata. Banyak wisatawan lokal maupun mancanegara mengunjungi tempat ini. 

Di Pulau Sombori tidak ada sinyal ataupun listrik yang memadai. Jadi kalau berwisata di daerah itu siap-siap tak bisa dihubungi atau menghubungi orang lain. Namun keindahannya bisa bikin lupa dengan hal itu. Di gugusan Pulau Karang yang ditumbuhi pepohonan rimbun pasti akan mengingatkan kita dengan Raja Ampat di Papua. Meski hanya dikenal dengan miniaturnya saja, Pulau Sombori gak kalah keren dibandingkan dengan Raja Ampat. 

Warna airnya berwarna tosca dan juga pulau karang di sekitarnya membuat pulau ini disebut Phi Phi Island versi Indonesia. Ada juga spot foto yang populer dinamai rumah nenek. Hal itu dikarenakan tempat itu dihuni seorang diri oleh nenek-nenek. Rumah yang dibangun di atas air ini punya view air yang bening banget kayak kristal. Jadi pengen nyebur kan ya?

Banyak yang memprediksi jika Pulau Sombori ini akan jadi destinasi wisata populer di Indonesia karena keindahan yang tak kalah dengan tempat wisata lain. Mantul banget kan ya?


Tanjung Bira


Tanjung Bira berada di Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan, tepatnya 0 km dari Kota Bulukumba. 

Tanjung Bira tak hanya terkenal karena keindahan pantainya saja, namun dikenal sebagai tempat pembuatan kapal tradisional khas Sulawesi Selatan. Wisatawan bisa melihat proses pembuatan kapal tersebut di pinggiran pantai.

Kawasan wisata Pantai Tanjung Bira sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Ada persewaan perlengkapan menyelam, rumah makan, kamar mandi yang nyaman, persewaan motor, dan pelabuhan kapal ferry yang digunakan untuk mengantar para wisatawan yang ingin menyelam di Pulau Selayar. Untuk penginapan pun tersedia villa maupun penginapan yang bisa disewa dengan harga yang variatif, tergantung fasilitas yang ditawarkan.

Wisatawan di kawasan wisata Tanjung Bira bisa melakukan banyak hal di sana. Yang paling diminati tentu saja snorkeling maupun diving menikmati keindahan bawah laut. Ada beberapa spot keindahan bawah laut di pantai ini. Spot di kisaran Pulau Liukang Loe, sebuah pulau kecil di seberang barat Tanjung Bira merupakan salah satu spot terbaik. 

Selain menikmati keindahan bawah laut wisatawan juga bisa saja menghabiskan waktu di Tanjung Bira sekedar berjemur di bawah matahari atau menyaksikan sunrise maupun sunset. .


Wakatobi


Siapa yang tak kenal Taman Nasional Wakatobi. Wisatawan mancanegara pun mengakui bahwa Wakatobi merupakan salah satu surga dunia bawah laut yang berada di Indonesia. Pemandangan yang memukau itu membuat Wakatobi menjadi salah satu destinasi wisata populer di Pulau Sulawesi. 

Keanekaragaman hayati laut dan karang menjadi prioritas konservasi laaut di Indonesia, termasuk di Taman Nasional Wakatobi ini. Apalagi ada 112 jenis karang dan 13 famili yang ditemukan di Wakatobi. Belum lagi kekayaan ikan yang dimiliki taman nasional ini sebanyak 93 jenis ikan yang jarang dimiliki oleh laut lain. Tak ketinggalan beberapa jenis burung laut seperti Angsa batu Coklat, Cerek Melayu, serta Raja Udang Erasia bersarang di sana. Beberapa jenis penyu pun menjadikan taman nasional ini sebagai rumah mereka. 

Mupeng ke sana? Nabung yuk?











Jumat, 06 Maret 2020

Mendampingi Tumbuh Kembang Anak bersama Jogja Medical Center

Assalamualaikum temans, 

29 Februari 2020 lalu saya dan beberapa teman berkesempatan untuk mengikuti sharing session yang diadakan oleh Jogja Medical Center, sebuah one stop family Center for health yang berlokasi di Jl. Gondangraya no 17 Condong Catur Depok Sleman Yogyakarta ini. Tempat ini berada di bawah naungan Budi Mulia Dua Foundation. Begitu masuk ke Entrance hall nuansa modern, comfy dan homy sudah terasa. Harapan dari pengelola adalah pasien bisa merasakan atmosfer positif dalam melakukan upaya prefentif maupun kuratif.



Miss Tazniem Fauzia Rais Direktur Jogja Medical Center dalam pembukaan acara ini menambahkan bahwa keramahan menjadi prioritas bagi staf dan karyawan JMC dalam memberikan pelayanan konsumen. Hal ini sejalan dengan slogan JMC, Peace At Heart. 

Sebelumnya saya hanya tahu jika pelayanan tumbuh kembang anak terlengkap itu hanya tersedia di rumah sakit besar. Namun mengikuti sharing session diteruskan room tour ini membuat saya acung jempol dengan konsep JMC dengan berbagai macam program pelayanan yang mengutamakan upaya tumbuh kembang anak. Hal ini jarang sekali saya temui sebuah klinik memiliki layanan tumbuh kembang anak dengan berbagai macam program yang hanya bisa saya temui di sebuah rumah sakit besar. Bahkan rumah sakit tipe B pun tak selengkap ini. 

Sharing session Sabtu lalu memperkenalkan pada kami tentang layanan yang ada di Jogja Medical Center. Kami pun diperkenalkan dengan para profesional yang menangani tumbuh kembang anak sebelum room tour. 

Yuk kita kulik apa saja yang ada di sana. 

Layanan Poli Gigi 


Dalam pengenalan layanan poli gigi, Dr Ireka Dyah Kusuma Agustina, Sp. Ort menyampaikan tentang kepercayaan diri yang meningkat dikarenakan gigi yang sehat dan rapi. Mengapa? Yang pertama karena gigi yang rapi itu akan menunjang estetika wajah. Kedua gigi yang rapi akan memaksimalkan fungsi pengunyahan secara sempurna. Pengunyahan yang sempurna akan membantu sistem pencernaan yang baik tentunya. Di JMC layanan poli gigi sendiri ditangani oleh spesialis orthodonti yang menangani malokusi (gigi tidak rapi) mengawasi pertumbuhan dan perkembangan gigi serta struktur anatominya. 

Jadi jika kita ke poli gigi di JMC maka kita bisa berkonsultasi mengenai ortodontik preventif untuk menghindarkan pengaruh perkembangan normal gigi, ortodontik interseptif yaitu mengenali adanya malokusi yang sedang berkembang dan mengambil tindakan untuk mencegah malokusi yang semakin parah, dan ortodontik korektif yaitu mengoreksi malokusi yang sudah terbentuk. 

Akan menyenangkan bukan jika gigi kita terlihat rapi, bersih dan sehat? 

Layanan Tumbuh Kembang Anak dan Psikologi 

A. Layanan psikologi dan assesment/screening tumbuh kembang anak 



Miss Raninta Wulanwidanti, M.Psi, Psikolog yang merupakan psikolog klinis akan memberikan layanan psikologi dan assesment bagi tumbuh kembang anak di JMC. Beliau memberikan informasi bahwa assesmen psikologis itu dapat diberikan dalam beberapa konteks yaitu Pendidikan, asesmen yang dilakukan di sekolah atau lembaga pendidikan tertentu untuk mengetahui hasil belajar anak, jurusan pendidikan dan bakat tertentu dari seorang anak. Dalam hal pekerjaan, asesmen bisa dilakukan untuk mengetahui pekerjaan yang sesuai, kenaikan jabatan atau penempatan. Sementara asesmen Klinis bertujuan untuk mendiagnosis, prognosis dan penentuan intervensi secara klinis. Dalam asesmen psikologi klinis pada anak aspek perkembangan menjadi hal utama yang perlu diperhatikan. 

Apa sih yang dimaksud dengan asesmen tumbuh kembang anak? 

Asesmen tumbuh kembang anak adalah serangkaian tes yang bertujuan untuk melihat perkembangan si anak apakah sesuai dengan usia kronologisnya atau belum. Aspek yang diukur dalam rangkaian ini adalah motorik kasar, motorik halus, kemampuan berpikir, keterampilan sosial, kemandirian, serta bahasa-sosial. Itu akan diobservasi lebih lanjut bagaimana perkembangan anak ini. 

Asesmen tumbuh kembang anak itu ada baiknya dilakukan sejak dini. Mengapa? Karena di masa golden age ini pertumbuhan anak sedang pesat-pesatnya sehingga jika ada gangguan tumbuh kembang diketahui sejak dini akan mendapatkan penanganan yang lebih cepat dan tepat. 

Keuntungan melakukan asesmen sejak dini yaitu : 
  • Mendiagnosa atau mengidentifikasi masalah anak sejak awal 
  • Mendapatkan gambaran mengenai tingkat pencapaian kompetensi anak 
  • Mengetahui faktor resiko dan perlindungan yang anak miliki 
  • Membantu dalam menetapkan program atau penanganan yang diberikan 
  • Membantu dalam memberikan gambaran arah akademis 
Berdasarkan penelitian ditemukan bahwa intervensi sejak dini memiliki keberhasilan yang cukup tinggi. 

Proses asesmen ini diperlukan dalam tumbuh kembang anak untuk menentukan apakah anak memerlukan terapi atau tidak. Jika diperlukan maka jenis terapi manakah yang paling tepat untuk membantu perkembangan anak itu sendiri. Jadi asesmen merupakan gerbang untuk mengetahui dan memahami kondisi anak yang sebenarnya. 

Di JMC sendiri selain konsultasi mengenai tumbuh kembang anak juga memberikan layanan lain seperti konsultasi psikologi, Tes Kesiapan SD, Tes IQ, serta tes minat dan bakat untuk semua jenjang pendidikan. 

B. Layanan terapi 

1. Terapi bermain (Play Theraphy) 

Sejujurnya saya belum familiar dengan apa yang dinamakan dengan terapi bermain. Pernah sih membaca postingan salah satu teman blogger mengenai hal ini. Namun saya masih awam juga karena anak-anak sudah gede sehingga saya hanya membaca sekilas. 

Ternyata sang teman blogger adalah terapist di JMC ini. Mbak Grace Melia merupakan play therapist pertama dan satu-satunya yang bersertifikat internasional dari Academy of Play & Child Psychotheraphy (APAC). Beliau terdaftar dalam play therapy international and proffesional standart authority. 



Terapi bermain merupakan intervensi berdasarkan riset yang didesain demikian rupa untuk membantu klien agar bertumbuh dan berkembang sebahagia mungkin dan mampu beradaptasi dengan perubahan dalam hidup sebaik mungkin melalui bermain. 

Mengapa terapi bermain ini cocok untuk anak-anak? Hal ini dikarenakan fitrahnya anak adalah bermain. Mau usia seberapapun anak akan sangat menikmati apa yang dinamakan dengan bermain. Anak-anak belum bisa mengeluarkan perasan secara verbal sehingga mereka membutuhkan bahasa untuk medianya. Ini akan memudahkan anak-anak untuk mengungkapkan apa isi hati dan pikiran dari anak-anak.Terapi bermain ini diperuntukkan pada anak usia 4-16 tahun dengan gangguan perilaku, sosial dan emosional. 

Bagaimana efektivitas dari terapi bermain ini? 
Hal ini terkait dengan berat dan ringannya masalah gangguan yang dimiliki klien. Selain hal itu, support orang tua pun menentukan keberhasilan dari terapi ini. Semakin besar support yang diberikan maka keberhasilan dari terapi ini pun makin meningkat. Dari klien yang pernah melakukan terapi bermain 83% menunjukkan perubahan yang positif. 

Terapi bermain ini bukan bengkel bagi anak yang memiliki gangguan perilaku, sosial dan emosional. Semua terkait dengan mindset yang dimiliki oleh orang tua untuk memperbaiki hubungan dengan anak, bagaimana keinginan orang tua untuk meningkatkan bonding dan kedekatan dengan anak. 

Metode yang digunakan dalam terapi ini adalah : 
  • Tidak memberikan arahan : terapi tidak memberikan instruksi maupun koreksi apapun. Dalam terapi bermain anak melakukan permainan yang mereka sukai. Terapist hanya mengikuti dan mengamati. 
  • Tidak menghakimi : Terapist akan menampung perasaan klien tanpa ada penghakiman sama sekali. 
  • Tidak interpretatif : Terapist tidak bisa langsung memberikan penilaian terhadap klien. Harus melalui 12 kali sesi pengamatan. Setelah selesai bermain maka terapist akan memberikan laporan dan diproses. 
Selain terapi bermain dengan anak, ada tiga kali sesi terapi bermain dengan orang tua. Hal ini untuk interview, asesmen terhadap orang tua. Ini bersifat parents review karena terapist harus menyampaikan perkembangan anak karena orang tua pun ikut berbagi pendapat atau pikiran. 


2. Terapi Wicara 
Miss Titis Hardian Wijaya, S.Tr.Kes, adalah terapist wicara alumni dari DIV Terapi Wicara Poltekkes Kemenkes Surakarta. Disini beliau menyampaikan mengenai salah satu layanan tumbuh kembang anak yang ada di JMC. Layanan terapi wicara merupakan terapi yang digunakan untuk mengatasi permasalahan komunikasi dan menelan. Terapi wicara sebaiknya dilakukan jika kemampuan berbicara atau berbahasa anak tidak berkembang sesuai usia. Hal ini bisa terlihat sejak anak berusia 18 bulan. Jika di usia ini anak belum mampu mengucapkan 10-20 kata dan lebih banyak menggunakan bahasa non verbal seperti menunjuk dan bernyanyi maka ada baiknya segera membawanya untuk berkonsultasi. 


3. Terapi Okupasi 
Untuk layanan ini Miss Stefani Fera Arista menyampaikan mengenai terapi okupasi. Alumni Poltekkes Kemenkes Surakarta ini menginformasikan bahwa terapi ini merupakan pelayanan kesehatan yang membantu orang dalam segala usia agar bisa mandiri secara individu dengan aktivitas yang bermakna serta meningkatkan kemampuan fungsional dan meningkatkan kualitas hidup klien. 

Sebelum dilakukan terapi okupasi biasanya dokter sudah mengidentifikasi sejauh mana pasien mengalami kesulitan menjalani kehidupan sehari-harinya. Dokter akan menentukan diagnosis penyakit yang menyebabkan pasien mengalami hambatan fisik, mental atau sosial. Apabila kehidupan sehari-harinya terganggu, misalnya berpakaian atau makan sulit dilakukan tanpa bantuan orang lain maka terapi okupasi ini bisa dilakukan. Biasanya terapi okupasi ini dibawah pengawasan dokter spesialis rehabilitasi medik. 

Terapi Okupasi yang dilakukan untuk anak-anak diberikan pada kondisi tertentu misalnya: 
  • Anak yang mengalami sindrom Down : Kondisi yang dialami akibat kelainan genetik ini menyebabkan gangguan dalam perkembangan fisik dan mental sehingga mengalami kesulitan dalam belajar apapun. 
  • Anak dengan Cerebral Palsy : Pada anak yang mengalami kelainan pada otak dan sistem syaraf sehingga gerak dan koordinasi tubuh anak menjadi tidak normal pun membutuhkan terapi okupasi. 
  • Anak dengan gangguan Dispraksia : Anak yang mengalami gangguan pada gerakan tubuh dan kemampuan koordinasi tubuh pun memerlukan terapi okupasi. 
  • Anak dengan ketidakmampuan belajar : Anak-anak yang mengalami gangguan tumbuh kembang pun membutuhkan terapi okupasi. Anak-anak dengan kebutuhan khusus ini akan dipandu oleh dokter, psikolog, terapis dan guru di sekolah untuk melakukan aktivitas sehari-hari. 

Selain itu Jogja Medical Center pun memiliki layanan poli umum sehingga orang dewasa pun bisa menikmati layanan di JMC ini. 

Room Tour 

Setelah sharing session kami pun diajak untuk mengunjungi ruang terapi. Menyenangkan rasanya melihat ruangan ramah anak dan nyaman juga untuk orang dewasa. Bisa dilihat deh ruangan yang ada di JMC ini. 



Poli Gigi 



Poli Umum 



Pharmacy 





Mushala 



Ada free snack juga loh di sini. Anak-anak pasti suka 



Consultation Room 



Play Theraphy Room (Ruang Terapi bermain) 



Speech Theraphy Room (Ruang Terapi Wicara) 



Sensory Prosessing Intervention (Ruang Terapi Okupasi) 



Ada ruang laktasi juga loh. Buat para mamah muda yang masih menyusui bisa ke ruang ini untuk lebih leluasi mengASIhi.



Tempat bermain anak 




Jika teman-teman ingin mengetahui informasi lebih detil lagi silakan menghubungi : 
Jogja Medical Center 
Jl. Gondangraya no 17 Condong Catur Depok Sleman Yogyakarta 
Telp. 0811-295-4800