Jurnal Hati Irfa Hudaya

Kamis, 24 November 2022

5 Alasan Mengapa Penulis Buku Perlu Ngeblog
Penulis buku perlu memiliki blog


Assalamualaikum temans.
Tahun ini rasanya banyak waktu saya tersita untuk berurusan dengan penulisan naskah buku. Hal ini membuat saya agak keteter menulis blog. Ada beberapa waktu saya skip ngeblog karena deadline menulis naskah novel rapet banget. Hal ini membuat blog saya sepi dari traffic pembaca.

Lalu saat Gandjel Rel, Komunitas Blogger Semarang yang saya ikuti membuat aktivitas one week one post, saya pun langsung ikutan. Kali ini saya berusaha meluangkan waktu untuk menulis artikel sesuai dengan tema supaya nggak nunggak posting. Nggak ada hukumannya sih. Tapi lebih pada tanggung jawab dan konsekuensi jika saya sudah menyanggupi sesuatu maka saya harus melakukannya tanpa ada alasan apapun. Apalagi waktu seminggu menurut saya ya sudah lebih dari cukup untuk mencari ide dan menuliskan satu artikel minimal 300 kata.

Alasan Penulis Buku Perlu Ngeblog

Ada beberapa alasan yang membuat saya berusaha mengikuti one week one post ini.

Memperlancar kepenulisan
Menulis novel memang beda dengan menulis artikel di blog. Kalau menulis novel banyak metafora bahkan kadang hiperbolik. Sementara menulis artikel adalah memberikan informasi pada pembaca dengan bahasa yang lugas dan jelas supaya pembaca paham apa yang dimaksud oleh penulis. Akan tetapi tujuan menulis sama. Memperkaya diksi dan memperlancar penulis untuk mempraktekkan apa yang dimiliki dalam kepenulisan

Melepas writer’s block
Banyak penulis yang bilang bahwa writer’s block itu nggak ada. Semacam males doang dan alasan supaya penulis nggak perlu susah-susah berusaha kembali menulis. Buat saya, menulis blog di sela-sela menulis novel itu semacam refreshing saat sudah merasa kehabisan imajinasi. Pokoknya asal nulis dan ninggalin rutinitas menulis dengan diksi-diksi indah.

Etalase karya
Di blog, saya bisa mempromosikan karya-karya yang sudah saya tuliskan. Saya juga bisa bercerita tentang behind the story dari sebuah novel yang saya tuliskan. Di blog saya, calon pembaca buku bisa mendapatkan gambaran karya-karya saya lebih dari sekadar blurb di cover belakang buku.

Personal Branding
Di setiap buku selalu ada profil penulis. Jika saya menuliskan profil penulis, semua media sosial yang saya miliki akan saya cantumkan. Mulai dari akun instagram, facebook, twitter, tiktok, dan tak ketinggalan alamat blog selalu saya cantumkan. Pembaca bisa melihat gambaran lengkap saya dari semua media sosial dan web yang saya punya. Dari berbagai tulisan dan gaya bahasa yang saya pakai, pembaca bisa mengenal gambaran seperti apa penulis yang punya nama Irfa Hudaya ini.

Sumber pendapatan lain
Nggak ada salahnya kan, kalau penulis buku memiliki sumber pendapatan lain melalui blog yang dimiliki? Jika konsisten dalam menulis blog tentunya banyak klien maupun agency yang mempercayakan produknya untuk direview. Walaupun sekarang banyak banget blogger di penjuru nusantara ini. tentu saja masih tetap ada celah dimana kita mendapatkan sumber pendapatan dari blog maupun media sosial yang dimiliki.

Tahun ini saya masih akan berkutat dengan naskah buku. Salah seorang relasi yang berprofesi sebagai pendidik sekaligus psikolog anak akan mengajak bekerja sama. Selain itu penerbit yang akan menerbitkan ulang The Beloved Aisyah yang nantinya akan berganti judul menjadi Aisyah, Sirah Kasih Istri Tercinta Rasulullah sudah meminta saya menulis novel biografi wanita pejuang Islam berikutnya.

Akan tetapi jika aktivitas one week one post ini akan dilaksanakan lagi, saya bakal ngacung pertama kali. Kapan lagi nulis postingan tanpa repot mikirin tema karena udah ditentukan. Itu kalau saya sih. Kalian gimana? masih terus kan?

Rabu, 16 November 2022

Kebaya Merah dan Pornografi
mencegah anak terpapar pornografi



Beberapa waktu yang lalu jadi trending topic nih tentang kebaya merah. Kirain tuh tentang pelestarian budaya. Nggak tahunya film bokep yang dibuat secara amatir oleh pasangan kekasih di sebuah hotel di Surabaya. Katanya sih, mereka bikin film bokep itu berdasarkan pesanan. Sudah ada 92 video lagi yang siap diunggah di dunia maya. Satu link video seharga 750 ribu rupiah.

Teknologi informasi yang semakin berkembang sejalan dengan kemudahan akses yang didapat saat ini membuat pornografi bukan lagi hal yang sulit didapatkan. Berbagai cara untuk menanggulangi pornografi tetap saja masih bisa jebol hanya dengan satu kata keyword.

Pernah ngobrol nih dengan salah satu kepala sekolah di SMP yang berbasis agama. Dari survey yang dilakukan pihak sekolah untuk klas 7-9 ternyata 95% anak-anak sudah terpapar pornografi . Ada yang memang sengaja mencari konten pornografi, atau tak sengaja melihat unggahan yang ada di media sosial. Dari 95% anak yang terpapar itu sekitar 2% mereka dapatkan dari laptop atau ponsel milik orang tuanya.

Yang menyedihkan. Orang tua anak anak ini merasa bersalah bukan karena menyimpan konten pornografi akan tetapi hanya karena ketidakhati-hatian dalam menyimpan atau memasang sandi untuk ponselnya. Apa yang salah dengan orang tua zaman sekarang ya, sampai merasa perlu menyimpan konten pornografi di laptop atau ponsel. Kan jadi pertanyaan baru lagi. Ada apa dengan para orang tua ini?

Bagi saya pribadi rasanya kok tak masuk akal bagi orang tua yang masih membutuhkan konten pornografi. Apakah alasannya untuk untuk keharmonisan rumah tangga? Benarkah jika menonton pornografi lantas kehidupan suami istri di tempat tidur dijamin bakal sejahtera? Di luar dari sisi agama yang sudah pasti ada larangan menonton aurat orang lain dan dosa yang akan didapatkan. Apakah akan mendapatkan kepuasan dari pengalaman seksual via virtual saja?

Bagi saya yang pernah ngalamin anak terpapar pornografi di usia SD. Pornografi seperti monster yang tak terlihat namun siap menghancurkan otak anak-anak kita. Meski hanya dalam hitungan detik, ingatan terhadap pornografi itu kuat mencengkeram di benak anak-anak. Keingintahuan terhadap hal-hal yang berbau seksualitas jadi makin besar. Bahkan dulu si Kakak sampai bisa bikin cerita tentang pornografi yang memaparnya. Ceritanya bisa dibaca DISINI

Itu dulu, 8 tahun yang lalu saat akses internet tidak semudah sekarang. Sementara saat ini jika mendengar cerita murid-murid saya di ektra jurnalistik rasanya pengen ngelus dada. Mereka sering sekali cerita jika anak laki-laki di kelas sering kali ngobrolin tentang dirty mind. Sedih nggak sih dengernya?

Apa sih yang bisa kita lakukan sebagai orang tua yang terkait dengan pornografi ini?


Yang terpenting tentu saja memperhatikan pola asuh yang kita berikan untuk anak-anak. Apakah sudah tepat pola asuh kita? Pola asuh yang keliru bisa membuat anak-anak menjadi tak dihargai, pemarah, jenuh, tertekan atau kesepian. Masih banyak lagi hal negatif yang diakibatkan oleh pola asuh yang tak tepat bagi anak-anak kita. Jika pola asuh kita sudah tepat anak-anak akan bersikap asertif. Semua hal dikomunikasikan dengan orang tua, bahkan untuk hal-hal buruk sekalipun.

Lantas saat anak-anak mengakses internet usahakan untuk melakukan pendampingan meskipun sudah melakukan pembatasan akses internet. Berikan pemahaman tentang internet sehat dan aman bagi anak. Buatlah aturan dan kesepakatan saat anak hendak menggunakan gawai. Jika anak hendak menggunakan komputer maupun ponsel, usahakan pengunaan itu berada di ruang keluarga sehingga memudahkan orang tua melakukan pengawasan.

Mengenali teman dan lingkungan serta melatih anak berkata tidak untuk ajakan pornografi. Berikan pengetahuan tentang pendidikan seksual sesuai dengan perkembangannya. Jika anak terlanjur ketahuan mengakses pornografi ajak anak untuk berdialog dan diskusi tentang dampak pornografi.

Pendidikan agama dan moral sangat penting ditanamkan sejak dini sehingga anak-anak paham mengenai konsep benar salah. Agama dan moral akan membentengi anak-anak kita dan membentuk anak-anak memiliki karakter tangguh dan mulia.

Pornografi tuh nggak kerasa langsung dampaknya. Awalnya cuma pengen jadi suka. dari suka jadi kecanduan. Dan kecanduan akan membentuk kebiasaan. hati dan pikiran yang kotor tentu saja menjadikan tubuh dan jiwa tak sehat. 
Kalau menurut kalian gimana?

Minggu, 06 November 2022

3 Film Favorit di Tahun 90an
film-film tahun 90an yang ngehits

Assalamualaikum temans
Di tahun 90an saat saya masih kuliah saya seneng banget nonton film. Selalu apdet film-film terbaru sehingga hampir seminggu sekali saya nonton bareng temen-temen. Seandainya temen nggak ada yang mau pun saya tetap berangkat ke bioskop sendiri.

Jenis film yang saya tonton pun beragam. Mulai romantic film model while you were sleeping yang dibintangi oleh Sandra Bullock, Film Kolosal macam Brave Heart, atau action drama kayak Independence day. Nggak nolak juga nonton L.A Confidential yang dibintangi oleh Russel Crowe dan Guy Pierce. Dan saya juga suka nonton film animasi Seperti Toy Story ataupun Anastasia.

Film-film favorit saya di tahun 90an

Dari sekian banyak film yang saya tonton ada beberapa film yang saya anggap sebagai film favorit selama saya menjalani kehidupan sebagai mahasiswa

English Patient (1997)
Film yang dianugerahi sebagai film terbaik tahun 1997. Besutan Anthony Minghella ini memenangkan 9 dari 12 nominasi dalam 69th Academy Awards. Film yang diangkat dari sebuah novel karya Michael Ondaatje.
Buat saya film ini memberikan penonton tontonan yang ciamik. Perpaduan visual yang cantik dengan alur cerita yang keren dan bikin emosi penonton naik turun ini memberi saya kesan yang dalem. Buktinya sampai sekarang saya masih menganggap film ini adalah salah satu film terbaik yang pernah saya tonton di masa itu.
Film ini memberikan Juliette Binoche sebagai penerima Piala Oscar untuk kategori Best Supporting Actress. Tapi saya kok jatuh cinta sama si Ralph Fiennes yang berperan sebagai si English Patient ini. film yang bercerita tentang Hana seorang perawat di masa Perang Dunia kedua. Ia mengalami kesedihan yang mendalam karena kehilangan kekasih dan sahabatnya. Ia bertemu dengan seorang pasien yang sekarat bernama Count Almasy karena pesawat yang ditumpanginya jatuh. Hana pun merawat pasien ini di sebuah gereja yang terlantar. Mengenal si pasien ini membuat Hana pun kembali menemukan cinta yang hilang dan makna hidup yang pernah terenggut darinya.
Alur cerita yang maju mundur, setting di Gurun Sahara yang indah. Cerita yang tak tertebak. Menyisipkan sisi-sisi religius masyarakat setempat yaitu ibadah shalat. Menurut saya film ini terlihat begitu kaya akan keragaman.


Bird Cage (1996)
Walaupun saya tidak setuju dengan LGBT, namun film ini dulu sempat memberikan value tentang sebuah keluarga yang semestinya diberikan pada seorang anak. Mungkin ini adalah film bertema LGBT pertama. Itulah kenapa saya dulu penasaran seperti apa sih film yang temanya nggak biasa ini.
Film ini bergenre film komedi. Armand Goldman dan Albert pasangan gay yang diperankan oleh Robbie Williams dan Nathan Lane mengadopsi seorang anak. Saat anak mereka tumbuh besar dan memiliki seorang kekasih dan ingin melangkah ke jenjang yang lebih serius. Si anak ingin mereka bertemu dengan orang tua pasangannya.
Untuk memberikan kesan pada orang tua kekasih anak mereka Albert pun berdandan seperti layaknya perempuan. Awalnya pertemuan tersebut berjalan seperti rencana. Namun begitu banyak kejadian kecil yang memicu kekacauan sehingga terbongkarlah bahwa anak mereka bukanlah berasal dari keluarga yang normal.
Kondisi-kondisi yang tak biasa memang memicu kelucuan. Dari dialog, barang-barang mereka yang seharusnya disembunyikan namun malah tak sengaja muncul membuat penonton terbahak-bahak. Komedi situasi ini menurut saya sukses memberikan perenungan bahwa keluarga adalah sebaik baiknya rumah bagi penghuninya.


Face Off (1997)
Film ini diperankan oleh dua bintang besar yaitu Nicholas Cage dan John Travolta. Film yang dibesut oleh John Woo ini menurut saya jadi salah satu film action terbaik di masanya. Meski film ini adalah film action, akan tetapi di sisi dramanya dua pemeran utama itu begitu nampak natural memainkan perannya. Bagaimana dua orang ini bertukar peran dan karakter bagi saya itu luar biasa.
Seorang polisi hendak menangkap pembunuh anaknya. Namun karena kelihaiannya si pembunuh mampu menghindar. Si pembunuh ini memasang bom di pusat kota. Saat hendak menangkap di pembunuh ini penjahat mengalami koma karena tindakan yang berlebihan dari si polisi. Belakangan abru diketahui bahwa pemasang bom adalah adik si pembunuh yang ada dalam penjara. Sementara itu si pemasang bom tak mau bicara kalau tidak dengan kakaknya.
Si polisi cari akal untuk menyelamatkan kota. Ia memiliki ide gila untuk melakukan face off. Bertukar muka dengan si penjahat untuk masuk ke penjara supaya bisa mengorek keterangan dari adik si penjahat. Dan yang tak pernah dibayangkan oleh si polisi penjahat ternyata sadar dari koma dan berkeliaran dengan wajah dirinya.
Adegan kejar-kejaran, banyak peledakan dan kekerasan yang ada dalam film ini ditambah bumbu percintaan, serta akting apik dari pemeran utamanya. Saat itu bikin saya nonton nggak cuma sekali deh.

Pastinya teman-teman pernah nonton film-film itu kan? Ada yang jadi salah satu film favorit kalian nggak?

Minggu, 30 Oktober 2022

Saat anak sudah nggak badmood lagi
tips mengatasi badmood


Assalamualaikum temans

Ngadepin anak-anak yang sudah SMA dan kuliah memang tak serepot waktu anak-anak masih SD. Banyak banget yang berubah. Saat anak mulai SMA tuh sudah kudu banyak negosiasi kalau ada hal-hal yang nggak pas aja antara orang tua dan anak. Semuanya masih bisa diobrolin.

Tapi tetep aja ada tuh yang kadang bikin kesel. Kalau mereka pas bad mood sedikit aja bikin mereka kesel, langsung menarik diri dan mengeram di kamar. Nggak bisa nyalahin juga sih. Daripada marah-marah nggak jelas kan ada baiknya juga mereka masuk kamar menenangkan diri.

Dulu sayanya suka nggak peka. Anak-anak lagi badmood malah saya ajak bercanda. Jadinya kan kesel banget. makanya daripada saya berusaha tapi nggak berhasil bikin anak-anak baikan. Mendingan saya nunggu mood mereka membaik dengan sendirinya.

Saya jadi hapal kebiasaan anak-anak kalau lagi bad mood. Si Adek kalau bad mood biasanya akan tidur lebih banyak daripada biasanya. Kalau pulang sekolah langsung masuk kamar langsung tidur, biasanya dia lagi nggak mau diganggu. Saya biarin aja, ntar dibangunin pelan-pelan kalau sudah Maghrib.

Sementara kalau Kakak, dia bakal makan lebih banyak dari biasanya. Tiba-tiba aja dia keluar rumah trus balik-balik bawa jajanan segambreng lalu dimakan sendiri di ruang tamu. Dia akan menyendiri untuk beberapa lama. Dan saya biasanya ngebiarin sampai dianya yang datang ke saya.

Anak sudah nggak badmood


Ciri-ciri mood Kakak sudah lebih baik :
1. Bernyanyi mengikuti musik kesukaannya
Kalau pas moodnya jelek rumah jadi sepi banget karena dia nggak nyalain musik kesukaannya yang cenderung up beat. K-pop yang dia suka cenderung lagu dengan notasi tinggi jadi kalau ngikuti dia bakal mengencangkan suara mengikuti musiknya. Kalau dia sudah nyanyi-nyanyi berarti moodnya nya udah balik.
2. Nonton film di ruang keluarga
Kamar jadi tempat privacy buat dia. Jadi ketahuan banget kalau lagi bad mood dia bakal nutup pintu kamar meskipun nggak dikunci. Kalau sudah asik di ruang keluarga berarti dia udah nggak papa.
3. Masak
Masaknya bukan yang ribet-ribet. Seringnya bikin camilan no bake yang gampang dan cepet dimakan. Kalau udah gitu, dia bakal bikin sejumlah orang yang berada di rumah.
4. Olah raga
Kalau udah denger gedebak gedebuk di ruang tamu, berarti dia lagi work out. Dia bakal ngikutin gerakan-gerakan yang ada di channelnya Emy Wong.
5. Ngajak ngobrol
Dia anak yang receh banget. Apa aja bisa bikin dia ketawa. Makanya kalau dia sudah mulai ngereceh berarti dia sudah baik-baik saja.

Sementara kalau Adek sudah moodnya membaik :
1. Tiduran di sofa ruang tengah
Sofa di ruang tengah sering jadi rebutan buat ngapain aja. Apalagi wifi paling kenceng ya di ruang tengah. Kalau Adek udah tiduran di situ ya berarti dia baik-baik aja.
2. Dengerin musik
Bedanya Adek sama Kakak pas dengerin musik ya kalau Adek dengerin doang nggak ngikutin lagunya kayak Kakak. Bahkan kadang dia make headset pas dengerin lagu-lagu kesukaannya.
3. Nge-game
Adek nggak bakalan ngegame kalau nggak enak hati. Salah satu pertanda dia baikan ya dia sudah ngegame meskipun berada di di kamar.
4. Main futsal bareng temen
Dia punya jadwal futsal secara reguler dengan temannya. Kalau pas badmood dia nggak bakal ikutan futsal. Katanya mainnya nanti jelek.
5. Mendekati ibunya dan minta saya bercerita apa aja
Kalau pas saya lagi berbaring di kamar, dia bakalan berbaring di sisi saya. Sesekali memeluk kemudian dia akan meminta saya bercerita apa aja yang bisa bikin dia ketawa. Sejak SMP Adek memang lebih tertutup dibanding saat SD. Akan tetapi setiap kali punya masalah ia akan datang ke saya meskipun tak harus ada solusi. Biasanya dia hanya butuh support yang membuatnya lebih tenang.

Gimana dengan buah hati teman-teman? Ada yang sama dengan anak-anak saya nggak?





Minggu, 23 Oktober 2022

5 Hal Yang Membuat Novel Romance Menjadi Buku Favorit Saya
mengapa perempuan suka novel romantis

Assalamualaikum temans, 

Dari enam karya solo saya empat di antaranya sudah terbit. Satu karya sedang dalam proses terbit. Sementara satu naskah non fiksi mangkrak di penerbit. Tiga di antaranya adalah novel biografi Islami.

Sebenarnya proses ini tidak saya sengaja. Sebelumnya karya saya berupa antologi dan mejeng di jaringan toko buku se Indonesia cukup membanggakan. Namun saat karya antologi ketiga terbit saya merasa sudah saatnya harus naik kelas. Saya bertekad untuk membuat naskah solo.

Proses Menulis Karya Solo

Qodarullah, di komunitas IIDN Jogja ada seorang penulis yang membuka bimbingan menulis gratis. Tentunya nggak mau rugi dong. Saya pun mendaftar dan menyetorkan contoh tulisan. Nah, mentor saya ini sebenarnya penulis naskah non fiksi islami. Peserta bimbingan beliau biasanya juga penulis naskah non fiksi islami. Beliau tertarik memberi mentoring ke saya karena dari tulisan saya terasa sekali fiksinya. Lalu beliau mengajak saya diskusi. Tentang genre buku yang saya sukai dan keinginan buku solo seperti apa yang saya inginkan

Jujurly saat itu saya masih galau. Melihat si Kakak yang hobi baca novel. Saya kekurangan referensi. Saya ingin memberikan bacaan sehat untuk anak saya. Lalu beliau menyarankan saya membaca sirah nabawiyah.

Saya disarankan menulis novel biografi. Akan tetapi ambil sisi romantismenya saja. Saya pun memilih profil Aisyah RA, istri Rasulullah yang usianya paling muda. Pertimbangan saya waktu itu, dengan kemudaan yang dimiliki Aisyah tentunya sejalan dengan semangat anak saya yang menginjak usia remaja.

Novel yang telah dan akan terbit

Singkat cerita novel The Beloved Aisyah terbit. Sambutan novel tersebut cukup bagus. Lantas karya saya yang lain terbit, meskipun bukan novel biografi. Sayangnya penjualan novel tersebut kurang nendang meskipun materi novel itu menurut saya layak mendapatkan apresiasi. Setelah Cherish You dan memoar saya Ya Allah Aku Rindu Ibu, kembali terbit novel biografi istri Rasulullah lagi. Kali ini saya memilih Khadijah sebagai tokoh yang saya tuliskan. Khadijah, First Love Never Dies ini di tahun 2020 menjadi nominasi lima novel islami terbaik versi Islamic Book Fair. Nggak nyangka juga bisa bareng-bareng jadi nominasi dengan penulis penulis besar seperti Kang Abik.

Tahun ini saya menulis novel biografi lagi. Kali ini salah satu dari khulafaurrosyidin. Berat banget rasanya menulis novel tersebut. Meskipun ada bumbu romance nya. Tapi tetap saja sisi maskulinitas yang lebih dikedepankan. Saya membaca tak kurang dari 10 buku yang jadi referensi saya dalam menulis. Tiga bulan proses kepenulisan ditambah sebulan revisi itu sungguh melelahkan.

Apakah setelah menuliskan novel bertema sejarah lantas membuat saya jatuh cinta pada buku sejenis?

Ternyata enggak juga. Pilihan buku favorit saya tetap jatuh pada genre romance. Ada beberapa hal yang membuat saya menyukai novel romance :
1. Cerita yang mengaduk emosi
Hampir semua novel romance memberikan gelombang emosi di hati pembaca. Ada bahagia, sedih, kecewa, marah, dan terharu bercampur jadi satu. Membuat pembaca gemes dengan alurnya.
2. Bahasanya ringan dan mudah dicerna
Novel romance tak membuat pembaca kening berkerut karena pilihan diksi yang simpel dan manis. Meski ada bahasa yang bermajas metafora, namun tak membuat pembaca mikir terlalu dalam. Cukup mengikuti yang tertulis di novel tersebut.
3. Karakter di novel romance lebih realistis meski kadang terlihat begitu sempurna.
Banyak novel yang memiliki karakter hitam dan putih. Protagonis dan antagonis. Namun tak jarang juga novel romance yang memperlihatkan sisi abu-abu di setiap karakternya. Hal itu banyak kita temukan di real life sehingga terasa lebih dekat dengan pembaca.
4. Adegan-adegannya manis sering kali menghanyutkan pembaca.
Saya paling tersentuh saat membaca adegan romantis tanpa skinship. Tidak mudah bagi penulis menuliskan adegan seperti itu. Diksinya pasti jempolan jika penulis mampu menuliskan adegan tersebut
5. Pesan moral yang diselipkan tidak menggurui dan terasa ringan.
Pesan moral dalam novel romance terselip dalam adegan atau dialog. Bagi pembaca itu lebih berpengaruh dibandingkan ayat kitab suci maupun motivasi dari motivator paling hebat manapun.

Kalau kalian gimana?

Senin, 17 Oktober 2022

Bisakah Drama Korea Menjadi Referensi dalam Menulis Novel?
alasan apa yang membuat orang suka drama korea


Drama Korea masuk ke Indonesia sekitar tahun 2000. Seingat saya Winter Sonata adalah drama korea pertama yang tayang di Indonesia. Setelah itu berturut turut ada Endless Love (Autumn In My Heart) yang dimainkan oleh Song Seung Hun, Song Hye Kyo dan Won Bin. Lalu ada What Happened in Bali, Hotelier lalu sekitar tahun 2004 ada Jewel in The Palace, Queen Seon Deok dan banjirlah drama-drama Korea tayang di saluran televisi di tanah air

Di sekitar tahun 2010-2012 saya masih gila gilaan nonton drakor. Mantengin blog-blog yang mengulas tentang drama korea terbaru. Jika ada serial yang pengen banget saya tonton lagi on going. Saya pun buru-buru nyari link nya. Kalau sudah ketemu nggak cuma satu saya bisa begadang nonton serial drakor yang lagi tayang di KBS dan teman-temannya. Ada beberapa drakor yang bener-bener nyantol di hati saat itu. pernah saya tulis di blog juga. BACA DI SINI

Di saat gila-gilaan nonton drama korea, si Kakak yang waktu itu usia SD udah mulai ketularan suka nonton drama korea. Saat itu saya belum ngefilter apa yang Kakak tonton. Dalam pikiran saya kalau didampingi pasti aman. Egoisnya saya saat itu. Hanya karena saya ngejar momen saya ngorbanin anak terpapar tontonan yang seharusnya belum ia lihat.

Saya pun menyapih diri sendiri untuk tak melihat drama korea setelah melihat perkembangan yang kurang baik karena terpapar budaya asing. Saya benar-benar stop menonton drama korea. Akan tetapi si Kakak sudah kadung jatuh cinta pada budaya Korea melalui K-Pop nya. Lalu mulailah Kakak belajar menulis dan membaca huruf hangeul. Sekarang si Kakak dikit-dikit bisa nonton Drama korea tanpa harus baca subtitle nya.

Kenapa dulu suka banget nonton drama korea? Ada beberapa alasan mengapa saya suka nonton drama korea :

Jumlah episode yang tidak terlalu panjang.
Di Indonesia jumlah episode dalam satu sinetron bakal sampai ratusan. Sementara di drama korea rata-rata sekitar 16 episode. Kalau toh akan berlanjut tentunya ada sequelnya. Tak lantas digeber terus-terusan sehingga penonton bosan.
Para pemain enak dipandang
Bukan berarti semua cantik dan ganteng. Akan tetapi pemain terasa pas dengan usia tokoh yang dimainkan. Tak tampak make up yang terlalu dituakan sehingga terasa aneh saat dilihat. Kemampuan aktingnya pun bagus dan tak dibuat-buat. Nggak kayak di Indonesia kalau pas akting marah pasti melotot seperti bola mata siap menggelundung.
Alur cerita yang jelas
Karena jumlah episode terbatas, alur cerita pun terasa kuat dan tak bertele-tele. Benar-benar bisa merasakan alur saat mencapai klimaks lalu anti klimaks. Tentunya hal itu didukung oleh skenario yang bagus dan pemilihan cerita yang diminati oleh penonton.
Setting yang bagus dan karakter yang kuat
Di drama korea kayaknya selalu aja dapet pemandangan-pemandangan yang bagus meskipun itu sekadar di cafe atau tempat tinggal. Selalu ada yang menarik dan eye catching banget settingnya drama korea. Karakter si tokoh selalu berbeda satu dengan yang lainnya. Mereka memiliki karakter khas yang tak dimiliki tokoh lain meskipun peran mereka peran kecil.

Sejak saya menyapih diri sendiri, saya termasuk jarang menonton drama korea lagi. Sesekali nonton di saat saya membutuhkan referensi ketika hendak menulis naskah novel bergenre romance. Bisa ya drama korea jadi referensi untuk menulis cerita bernapas panjang?

Apa aja sih yang bisa menjadikan drama korea menjadi referensi saat menulis novel romance?

Tema drama korea sangat beragam. Mulai dari drama rumah tangga, cerita anak sekolah, bahkan sampai drama sejarah begitu apik diolah menjadi tema besar

Penokohan yang kuat. Karakter dari tokoh-tokoh itu selalu berbeda satu dengan lainnya. Bahkan tokoh-tokoh pendamping pun tak ada satupun kemiripannya sehingga mudah dikenali oleh penonton.

Alur cerita kadang tak tertebak. Sering kali plot twist di drama korea bikin gemas para penonton

Gaya bahasa. Di drama korea ini diksi-diksi yang digunakan begitu berwarna. Sering kali apa yang diucapkan oleh tokoh tak terpikirkan oleh para penonton.

Settingnya selalu keren. Dimanapun tempat yang menjadi latar sebuah cerita selalu divisualkan begitu cantik dan detil.

Sudut pandang cerita berganti-ganti sehingga penonton bisa membayangkan seandainya menjadi si tokoh yang ada di dalam drama korea

Pesan moral meskipun ringan pasti ada dalam setiap drama korea yang ditayangkan.

Drama korea banyak adegan-adegan romantis yang minus skinship. Buat saya yang lebih sering menulis novel Islami adegan tanpa sentuhan sangat penting

Itu menurut saya sih. Kalau kalian bagaimana?