Jurnal Hati Irfa Hudaya: Pendidikan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Agustus 2024

Digital Psychology, program studi baru yang resmi dibuka di Binus University Semarang
Binus University Semarang


Assalamualaikum temans
Rabu 21 Agustus 2024 saya dan beberapa teman blogger mengikuti Studium Generale yang bertajuk Leveraging Technology and People Culture for A Connected Future.Acara yang digagas oleh Binus University Semarang ini menghadirkan Pak Nucki Prasastia, S.T, M.M Vice President Marketing Strategy Insight Smartfren dan Pak Raymond Godwin S.Psi,M.Psi., Deputy Dean Faculty of Humanities BINUS University sebagai narasumber kuliah umum kali ini. Selain Studium Generale Binus University juga mengadakan Launching New Program. Sebuah program studi baru yang nantinya bakal dibutuhkan oleh masyarakat di masa yang akan datang.

Binus University



Dalam acara ini Pak Nucki maupun Pak Raymond berbicara mengenai perilaku konsumen yang saat ini terjadi dalam masyarakat dan bagaimana teknologi merespon berbagai perilaku tersebut. Disadari atau tidak teknologi yang terus berkembang dan berinovasi dipengaruhi oleh kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang semakin hari terus bertambah. Teknologi digital saat ini begitu memudahkan kehidupan. Namun di sisi lain mengubah kebiasaan masyarakat.

Untuk itu dibutuhkan dua bidang keilmuan yang sebenarnya bertolak belakang. namun bukan tidak mungkin kedua ilmu tersebut pada akhirnya bisa menjadi sebuah keilmuan baru yang akan lebih memberikan manfaat yang jauh lebih besar ketika terus dikembangkan. Dua ilmu tersebut adalah teknologi dan psikologi.

Teknologi dan psikologi itu sebenarnya dua ilmu yang bertolak belakang. Teknologi adalah sistem yang dirancang oleh manusia untuk memberikan kemudahan supaya pekerjaan ataupun segala aspek kehidupan menjadi lebih efisien dengan sedikit tenaga. Sementara itu psikologi merupakan ilmu yang mempelajari pikiran, perilaku dan proses mental manusia. Dalam psikologi selalu mencari jawaban dari setiap tindakan manusia. psikologi pun Mempelajari bagaimana manusia berkomunikasi dan berinteraksi dengan sekitarnya.

Psikologi Digital


Dalam masyarakat perkembangan teknologi tak hanya memberikan kesenangan namun juga mempengaruhi kondisi mental juga. Hal itu sangat menarik dan perlu adanya perhatian dan dipelajari secara serius. Saat ini ada beberapa universitas yang mengembangkan keilmuan ini sebagai jurusan atau program studi tersendiri yaitu psikologi digital.

Digital Psychology

Binus University Semarang


Digital Psychology (Psikologi Digital) adalah satu bidang disiplin ilmu yang mengkaji dampak teknologi dan media digital terhadap aspek psikologis kehidupan manusia seperti perilaku, tindakan, motivasi, pembelajaran dan lain-lain. menariknya lagi keilmuan ini juga mempengaruhi perkembangan dan evolusi media dan teknologi digital yang memiliki pengaruh terhadap kinerja bisnis juga pertumbuhan ekonomi. Dalam psikologi digital ini mengeksplorasi hubungan dua arah antara manusia dan teknologi serta media digital yang memiliki pengaruh luar biasa satu sama lain.

BINUS University pun menjawab kebutuhan masyarakat akan keilmuan ini. Setelah Studium Generale Bp. Dr. Fredy Purnomo, S.Kom., M.Kom resmi meluncurkan program studi baru yaitu Digital Psychology (Psikologi Digital). Studi ini dirasakan perlu ada karena beberapa hal :

Pengaruh Media Sosial yang besar
Adanya media sosial yang mampu mengalihkan cara manusia berkomunikasi dan berinteraksi membuat perlu belajar bagaimana memahami dampak sosial media yang terkait dengan hubungan sosial, identitas juga kesehatan mental. Digital Psychology bisa membantu manusia untuk merancang langkah yang diperlukan untuk mengintervensi penggunanya untuk mendukung kesejahteraannya.

Teknologi yang berkembang tanpa henti
Perkembangan teknologi terus bergerak tanpa henti. sebagai manusia yang menciptakan teknologi sudah semestinya mampu mengontrol diri dalam penggunaan dan penciptaannya. Harus ada batasan dalam diri manusia yang memiliki tanggung jawab pada berbagai inovasi yang diciptakan atau digunakan. Jangan sampai perkembangan teknologi menghilangkan etika dan nurani manusia sehingga merugikan pengguna yang lain

Ketergantungan manusia pada dunia digital
Saat ini teknologi yang memudahkan manusia mengakibatkan ketergantungan yang begitu besar pada dunia digital. Ha ini bisa jadi mempengaruhi kesehatan fisik maupun mental bagi penggunanya. Perlu adanya studi tentang berbagai dampak yang terjadi akibat penggunaan teknologi dalam jangka pendek maupun panjang.

Pengaruh perilaku konsumen dengan banyaknya perkembangan teknologi
Dengan berbagai pergerakan teknologi membuat perilaku masyarakat sebagai konsumen pun sering kali berubah begitu cepat. Hal ini membuat industri pun perlu memahami perubahan perilaku konsumen dalam penggunaan produk ataupun jasa. Digital Psychology memiliki studi bagaimana sebuah teknologi mampu mengubah pikiran dan motivasi konsumen baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang sehingga kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh konsumen pun dipahami oleh teknologi. Dengan begitu industri bakal memiliki strategi dalam berbagai perencanaan supaya mengubah mindset dan perilaku konsumen sehingga mampu mengubah berbagai keputusan.

Keunggulan Program Studi Digital Psychology di BINUS University

Program Studi Digital Psychology ini merupakan double program dimana mahasiswa akan mendapatkan dua keilmuan sekaligus yaitu ilmu psikologi dan juga ilmu komputer. Sehingga dalam dalam masa studi 9 semester lulusan Program Studi Digital Psychology akan mendapatkan double degree.

Diharapkan mahasiswa yang mempelajari dua bidang sekaligus ini yaitu akan menjadi tenaga-tenaga ahli dibidang Psikologi dan Sains Komputer dan memiliki andil dalam perkembangan masa depan bangsa.

Studi tentang digital psychology memberikan wawasan yang penting bagi para mahasiswa untuk menciptakan lingkungan digital yang mendukung, aman, dan bermanfaat bagi pengguna. Tak lupa mereka juga bisa membantu masyarakat dalam memahami dan mengelola dampak teknologi dalam kehidupan sehari-hari.

Peluang Kerja bagi lulusan Digital Psychology

Sering kali orang tua bakal mempertanyakan bagaimana peluang lulusan dari sebuah program studi perkuliahan. Nah, bagi orang tua yang masih bimbang bagaimana peluang kerja bagi lulusan Digital Psychology. Ada berbagai profesi yang bisa dijalani oleh lulusan program ini :
  • Konsultan profesional di berbagai industri maupun pendidikan
  • Konselor Psikologi
  • Data Scientist
  • Behavioral Scientist
  • UX Designer
  • Software Developer
  • Social Media Analyst
Binus University Semarang akan membuka program studi baru ini pada tahun 2025. Akan tetapi pendaftaran telah dibuka mulai bulan ini. Bagi orang tua yang anaknya bakal masuk dunia perkuliahan tahun depan program studi baru ini perlu dipertimbangkan bagi putra dan putri anda. Apalagi yang memiliki minat khusus pada psikologi dan ilmu komputer. Dimana lagi bisa memperoleh double degree hanya dengan 4,5 tahun masa pembelajaran?


Kamis, 13 Juni 2024

Mengembangkan Kepercayaan Diri Melalui Talent & Bazaar Yogyakarta Independent School
sekolah internasional di Yogyakarta

Assalamualaikum temans
Mulai klas 3 SD saya tertarik dengan tari Jawa. Kakak sepupu saya bergabung dengan sebuah sanggar tari. Ketika menjemput dan melihatnya menari saya pun ikutan berlenggak lenggok di pintu sanggar. Hal itu membuat bude pun mengikutkan saya ke sanggar tari. Senangnya saya bisa belajar tari. Mulai langkah langkah kaki seperti debeg dan gedrug. Atau gerakan dasar tangan seperti ngruji, nyekithing, nyempurit, ukel dan berbagai istilah tari Jawa lain.

Saya menikmati belajar Tari Bondan, Tari Gambyong, dan Tari Sri Rejeki. Saya pun ingat pernah pentas tari-tari itu. Sayangnya tak terdokumentasi dengan baik. Rasanya bangga banget saat tepuk tangan menggema. Mengapresiasi apa yang dikerjakan. Dan itu menumbuhkan kepercayaan diri yang tinggi. Dari hal itu saya banyak belajar bahwa mengapresiasi kemampuan anak itu memiliki efek yang besar bagi tumbuh kembang anak. Makanya sekecil apapun bakat dan minat Kakak dan Adek saya tetap berusaha untuk menyalurkannya. Supaya anak-anak pun berkembang dengan baik karakternya.

Talent & Bazaar Yogyakarta Independent School

Talent Performance

Selasa, 11 Juni 2024 saya kembali menyaksikan pertunjukan siswa dari Primary Years Programme Yogyakarta Independent School. Acara ini diadakan setiap tahunnya saat menutup tahun ajaran. Hal yang selalu saya suka saat berkunjung ke sekolah yang berkurikulum International Baccalaureate ini adalah keterlibatan wali murid dalam mempersiapkan segala hal yang terkait dengan pembelajaran anak-anak.

Di pendopo sekolah saya disambut oleh para guru yang bertugas. Senyum yang tulus itu membuat saya merasa betah berada di sana. Kekeluargaan yang terjalin di YIS membuat saya merasa senang. Bahkan anak-anak pun ada yang suka menyapa saya.

Acara dimulai sekitar jam 08.00. anak-anak antusias duduk di bangku yang sudah dipersiapkan. Saya suka dengan kata-kata Ibu Anna yang mengantar pementasan saat itu.

“Talent can be hidden. Talent can be shared.”

Menurut saya itu sebuah kata-kata memotivasi anak-anak untuk tampil percaya diri. Dan itu terlihat pada mereka yang menunjukkan bakat dan kemampuan mereka dalam bidang akting, musik, dan tari modern.

Di mulai dengan Steffie dan teman-teman berperan dalam sketsa Hansel dan Gretel. Kostum mereka disesuaikan dengan cerita. Ada yang memakai kostum tukang sihir, ada juga yang memasang properti kumis di atas bibirnya. Beberapa guru menyapa anak itu dan mengatakan bahwa anak itu kelihatan keren dengan kostum itu. Anak itu pun tersenyum lebih lebar. Mereka melakukan akting dengan percaya diri. Tepuk tanganpun bergema saat penampilan mereka selesai.

International Baccalaureate

Setelah itu ada Prisha dan teman-temannya tampil dengan K-Pop dance nya. Salah satu lagu yang dipakai adalah “Spot” sebuah lagu yang cukup viral dinyanyikan oleh Zico dan Jennje dari Black Pink. Dance covernya pun fyp di tiktok maupun youtube sehingga saat anak-anak PYP ini nge-dance saya pun ikut berdendang. Beberapa anak yang ngedance ini tergabung dalam PYP dance team dan pernah menjadi judge favourite dalam K-Pop dance competition Mei lalu.

Sekolah internasional di Yogyakarta

Ada Benjiro dengan biolanya. Ia memainkan biolanya dua kali. Yang kedua ia berduet dengan Pak Ino memainkan lagu anak-anak. Lalu pertunjukan kungfu yang ditampilkan oleh tiga anak laki-laki. Sungguh menarik apa yang mereka lakukan. Saya yakin mereka benar-benar berlatih. Gerakannya pun terlihat lentur dan keren. Yang terakhir Helena dan teman-teman dengan modern dance. Dengan pom pom nya mereka terlihat lebih meriah. Anak-anak ini menggabungkan antara modern dance dan gerakan senam. Gerakan lincah diiringi musik yang nge-beat.

Ada yang istimewa untuk penampilan kali ini. Penampilan dari Bu Linda dan duet Ibu Kinta dan Pak Ino. 


Ibu Linda menyanyikan lagu “Some Where Out There” dengan suara tokoh boneka yang dibawanya. 


Duet Bu Kinta dan Pak Ino dengan If Ain’t Got You nya Alicia Keys mendapatkan applause yang meriah. Bahkan beberapa terdengar kata-kata ‘we want more’

Bazaar Yogyakarta Independent School

Kurikulum International Baccalaureate

Bazaar dibuka setelah talent performance selesai. Anak-anak pun berlarian menuju selasar tempat bazaar dilakukan. terlihat para orang tua yang sibuk membantu anak mempersiapkan booth nya.

Anak-anak dan orang tua pun terlihat hilir mudik jajan produk-produk temannya. Mereka yang tak pernah membawa uang jajan di sekolah terlihat excited membeli barang dagangan milik temannya. Saya tertawa geli aja melihat salah satu walimurid yang expatriat jualan gorengan. Kearifan lokal banget.

Ada satu yang sangat menarik dari kegiatan bazaar ini. booth nya Noa terlihat imut tapi lucu banget. orang tua Noa membuat vending machine mini. Dan anak-anak bisa belajar menggunakan vending machine di booth Noa.

Saya sempat chat dengan mbak Atik, salah satu teman yang menjadi wali murid di sana. Kami belum sempat bertemu karena beliau sedang mempersiapkan Burito, dagangan Nayla putrinya. Memang seantusias itu para wali murid bekerjasama dengan pihak sekolah dalam mempersiapkan segala kegiatan di civitas akademika Yogyakarta Independent School. Dan itu jarang ditemukan di sekolah-sekolah saat ini.

25% yang dihasilkan dari Talent & Bazaar Yogyakarta Independent School ini akan didonasikan kepada yayasan sosial yang sudah bekerjasama dengan Sekolah internasional di Yogyakarta ini. Tentunya yang dilakukan oleh YIS mengajarkan pada anak-anak untuk selalu berbagi dan berempati bagi mereka yang membutuhkan.

Tentang Yogyakarta Independent School


Setiap kali saya mengikuti kegiatan di sekolah IB ini saya selalu memiliki kesan yang berbeda. Saya melihat mulai ada beberapa anak yang menutup kepala dengan hijabnya. Setelah beberapa kali berada di sana terkesan dengan sopan santunnya. Kali ini saya melihat betapa toleransi dijunjung tinggi di sekolah internasional di Yogyakarta ini,

Tentunya yang saya lihat itu sesuai dengan kurikulum yang dipakai oleh Yogyakarta Independent School. Sekolah serasa bermain ini menggunakan Kurikulum International Baccalaureate yang berasal dari Swiss. Kurikulum ini ditujukan untuk anak dengan usia 3-18 tahun.

Program IB yang ditawarkan oleh YIS adalah:
- IB Primary Years Programme (PYP) untuk usia 3-12 tahun (setara TK dan SD)
- IB Middle Years Programme (MYP) untuk usia 11-14 tahun (setara SMP)
- IB Diploma Programme (DP) untuk usia 15-18 tahun (setara SMA)

Kelebihan dari kurikulum ini adalah mengeksplorasi kemampuan anak di berbagai bidang dan mendorong siswa untuk berwawasan global, kreatif, mengembangkan kemampuan emosi, intelektual dan sosial. Harapannya mereka berkontribusi positif terhadap lingkungan dan budayanya dan main mengembangkan minat dan bakatnya saat berada di YIS.

Jika teman-teman yang menginginkan putra putri bersekolah di sekolah internasional langsung aja ke kampusnya untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat.

YOGYAKARTA INDEPENDENT SCHOOL (YIS)
Jl. Tegal Mlati No. 1, Jombor Lor, Sinduadi, Mlati, Sleman,
Daerah Istimewa Yogyakarta, 55284, Indonesia
Phone: +628112632442 // (0274) 5305147

Minggu, 26 November 2023

BERTERIMA KASIH ALA YOGYAKARTA INDEPENDENT SCHOOL
International baccalaureate


I’m thankful for the flowers.
I’m thankful for the trees.
I’m thankful for the birds.
I’m thankful for the bees.
I’m thankful for my teachers.
I’m thankful for my family.
I’m thankful for my friends.

I’m thankful that you play with me.
I’m thankful for the hugs you give.
I’m thankful for the things you do.
I’m thankful for the love you share.
I’m thankful that you are you.

Thank you, thank you, thank you, thank you.
Thank you, thank you, thank you.


Saya meleleh banget melihat dan mendengar lagu ini. Lagu yang berjudul I’m Thankful ini dilantunkan oleh anak-anak dari Primary Years ProgrammeYogyakarta Independent School dalam rangka perayaan Thanksgiving. Anak-anak yang menggemaskan dari berbagai negara ini menyanyi diiringi oleh petikan gitar Pak Ino, guru musik di YIS, sekolah internasional di Yogyakarta. Anak-anak yang nyanyinya natural banget, dengan ketidakfokusannya atau tingkah mereka yang terlihat excited ketika perform di depan banyak orang. Penampilan ini pun menjadi pembuka dari puncak acara thanksgiving di sekolah ini.

Yogyakarta Independent School



Anak-anak di seluruh jenjang mulai dari Primary Years Programme (Pre School) sampai dengan anak-anak yang berada di jenjang Diploma Years Programme (Grade 12) harus menampilkan karya mereka berupa puisi. Puisi ini dinilai oleh tiga pengajar dari seluruh jenjang pendidikan di Yogyakarta Independent School. Lantas puncak acara Thanksgiving ini dilaksanakan pada tanggal 23 November 2023 lalu.

Saya sempat bertanya pada salah satu teman saya yang menjadi anggota komite di Yogyakarta Independent School. Mengapa sekolah memilih lomba menulis puisi dibanding yang lain. Kalau menurut mbak Atik menulis puisi itu lebih challenging. Setiap anak harus bisa menyusun kata-kata yang tak hanya baik namun juga indah dibaca.

Tema acara kali ini adalah menumbuhkan rasa syukur di dalam diri anak-anak siswa Yogyakarta Independent School. Mereka mengekspresikan rasa syukur mereka terhadap orang tua, sekolah, guru, teman, karyawan dan pada apapun yang membuat mereka mensyukuri atas keberadaan mereka di muka bumi. Bahwa mereka begitu bahagia bisa mendapatkan berbagai cinta dari semua pihak yang mereka sayangi dan juga menyayangi mereka.

Sebelum acara dimulai, saya sempat bertemu dengan Ibu Benedikta Setiyani dari Yayasan Pendidikan Internasional Yogyakarta, yayasan yang menaungi Yogyakarta Independent School. 

Yogyakarta Independent School


Beliau menyampaikan beberapa harapan yang diinginkan dengan adanya acara ini.
  1. Untuk orang tua yang sudah mengirimkan anak-anak ke Yogyakarta Independent School yang memiliki kurikulum International Baccalaureate dan menjadi satu-satunya sekolah yang memiliki kurikulum ini di Yogyakarta.
  2. Untuk yayasan, para guru dan juga staf dimana mereka sudah bekerja dengan luar biasa. Mereka tak hanya memberikan ilmu akan tetapi juga memberikan kasih sayang serta pengajaran akan perilaku dengan baik.
  3. Untuk seluruh teman-teman. Bagi siswa siswi Yogyakarta Independent School mereka bukan lagi teman, akan tetapi keluarga. YIS merupakan sekolah terpadu mulai dari pre school hingga Grade 12 sehingga kedekatan antar tingkatan siswa begitu terasa seperti saudara.
  4. Untuk Security dimana mereka selalu siap siaga untuk keamanan maupun keselamatan siapapun yang berada dalam wilayah Yogyakarta Independent School.
  5. Untuk Gardener yang sudah merawat lingkungan hijau Yogyakarta Independent School. Jika tak ada gardener takkan mungkin terwujud lingkungan sekolah yang indah, pohon pohon yang begitu terawat sehingga sedap dipandang oleh siapapun yang hadir di kampus YIS ini.

Thanksgiving ini dilakukan bukan hanya sekadar bertemu. namun juga memiliki makna berbagi. Berbagi secara ilmu, berbagi dalam hal lain yaitu bekerjasama, juga berbagi semangat bagaimana mewujudkan sebuah mimpi.

Perayaan Thanksgiving ini hanya satu diantara sekian banyak perayaan yang ada di Yogyakarta Independent School. Sekolah dengan multikultural, ras serta keagamaan membangun toleransi melalui perayaan yang selalu diadakan di sekolah. Semua anak pun bergembira ketika ada berbagai macam perayaan di sekolah. Mereka juga antusias ikut serta dalam setiap perayaan sederhana yang dilakukan di sekolah.

Biasanya menyemarakkan thanksgiving ada sajian kalkun panggang. Akan tetapi kali ini sekolah mempersiapkan sajian berupa pumpkin soup yang disajikan bersama garlic bread. Sajian ini boleh dimakan setelah seluruh acara selesai.

Sekolah Internasional di Yogyakarta



Saat pengumuman pemenang terdengar sorak sorai anak-anak menyambut mereka yang mendapatkan hadiah. Saya tak melihat ada yang iri atas keberhasilan pemenang. Mereka saling support satu sama lain. Bergembira saat nama temannya disebut. Bahkan mengelu-elukan. Setelah semua pemenang di berbagai tingkatan diumumkan. mereka pun membacakan puisi yang karya mereka. Puisi sederhana yang dibacakan oleh anak-anak PYP. Atau puisi yang memiliki rasa emosional serta diksi indah yang dituliskan oleh anak-anak dari Diploma Years Programme. 

Di luar pemberian hadiah untuk pemenang, sekolah juga memberikan penghargaan bagi siswa yang mengikuti lomba berupa sertifikat. Lantas acara pun ditutup dengan acara foto bersama.

Catatan kecil tentang YIS

KUrikulum IB



Saya beberapa kali menghadiri acara di sekolah berkurikulum international baccalureate ini. Di luar toleransi yang begitu tinggi di sini. Saya tak pernah melihat indikasi ada anak yang melakukan bullying pada anak yang lebih kecil atau terlihat lemah. Mereka benar-benar saling menghormati satu sama lain.

Saya juga mencatat sopan santun yang diajarkan di sekolah ini. Kemarin saya disapa oleh seorang anak Kindergarten. Ia mencolek saya, kemudian menyalami dan mencium tangan saya. Saya langsung meleyot diperlakukan begitu oleh anak ini.

“My name is Ihsan, Nice to meet you, Ibu.”

Saya yang hanya memiliki kemampuan Bahasa Inggris pasif jadi grogi disapa anak ini.

“Hi Ihsan, nice to meet you too.”

Tak hanya itu. Salah satu teman Ihsan , sepertinya berkebangsaan India pun menyapa dan menanyakan siapa nama saya dan saya lagi ngapain di sekolah mereka. Sebuah percakapan kecil namun cukup membuat hepi karena saya diterima oleh mereka dengan senang hati.

Bagi teman-teman yang ingin tahu tentang Yogyakarta Independent School bisa baca tulisan saya di beberapa artikel di blog ini. Ada tulisan saya saat YIS melakukan open house, memperkenalkan berbagai budaya lewat pertunjukan maupun kegiatan lain seperti memasak, ada juga yang seru saat graduation.

Jika anda berada di Yogyakarta dan menginginkan pendidikan dengan kurikulum internasional untuk putra putri anda. Saya sarankan kunjungi Yogyakarta Independent School sebelum memutuskan akan menyekolahkan anak di sekolah internasional lain. Melihat dengan mata kepala sendiri akan jauh lebih baik dan bisa membandingkan dengan sekolah yang lain. Jika anda merupakan orang tua yang meyepakati dengan pendidikan tak hanya sekadar akademik kunjungi saja


YOGYAKARTA INDEPENDENT SCHOOL (YIS)

Jl. Tegal Mlati No. 1, Jombor Lor, Sinduadi, Mlati, Sleman,
Daerah Istimewa Yogyakarta, 55284, Indonesia
Phone: +6282241044242 // (0274) 5305147 dan 5305148



Sabtu, 03 Juni 2023

Belajar Berkreasi dan Berempati Melalui Talent Bazaar di Yogyakarta Independent School
Sekolah internasional di Yogyakarta


Assalamualaikum temans,
Sejak anak-anak berada di Kelompok Bermain, saya berusaha menemukan apa yang menjadi bakat kedua anak saya. Saat anak-anak usia balita belum terlihat apa yang benar-benar disukai. Keduanya masih mengikuti apa yang menjadi arahan saya ketika melakukan hal-hal yang menyenangkan untuk mengeksplorasi kemampuan anak-anak.

Sampai kemudian keduanya di usia SD. Saya menemukan bakat si Kakak. Sejak kecil dia sangat menyukai buku. Bacaannya beragam. Mulai dari pengetahuan umum hingga fiksi. Lama lama saya melihat kecenderungannya menyukai bacaan fiksi. Di luar membaca, ia juga suka menulis cerita. Cerita-cerita sederhana saja sebenarnya. Menulis ulang dari apa yang ia baca atau bercerita tentang kesehariannya. Beberapa kali saya ikutkan lomba belum menuai hasil.

Ketika ia berada di bangku SMP klas tujuh ia mengikuti seleksi Akademi Remaja Kreatif Indonesia (ARKI) yang diadakan Kemdikbud. Ternyata ia lolos. Prestasi tertingginya sebagai finalis kepenulisan skenario. Ia pun berangkat ke Jakarta untuk mengikuti serangkaian acara ARKI. Kebiasaan menulisnya tetap dilakukan. Hingga di bangku SMA klas 10 ia menulis naskah tentang motivasi remaja dan naskahnya diterbitkan oleh penerbit nasional saat ia klas 11. Buku motivasi remaja islami itulah menjadi karya pertamanya.

Sementara Si Adek begitu aktif kinestetiknya. Ia suka dengan kegiatan luar ruang. Memang ia juga suka membaca. Namun rasa sukanya pada buku tak sebesar kakaknya. Semakin lama ia terlihat lebih menyukai kegiatan olah raga. Beberapa kali ia lolos menjadi tim futsal sekolah dan bertanding di mengikuti berbagai kejuaraan. Suatu saat, ia mengikuti seleksi sekolah untuk mengikuti lomba tapak suci. Ternyata ia lolos dan mengikuti kejuaraan di berbagai tingkat. Sampai kemudian ia menjadi juara 1 lomba tapak suci se kabupaten Magelang. Ia pun mewakili Tapak Suci untuk mengikuti lomba Pencak Silat untuk Pekan Olah Raga Daerah dan mendapat peringkat III se Kabupaten Magelang saat di SD maupun SMP.

Jadi orang tua emang kudu sabar mengeksplorasi kemampuan anak-anak. Dan saya suka banget kalau ada sekolah yang support banget dalam mengeksplorasi minat dan bakat siswa dan siswinya.

Talent Bazaar di Yogyakarta Independent School.


Sekolah internasional di Yogyakarta


Setiap kali berkunjung ke Yogyakarta Independent School selalu saja ada yang baru buat saya. Beberapa bulan lalu saya sempat melihat pembelajaran sains dan multikultural melalui kegiatan memasak. Kali ini sekolah internasional di Yogyakarta tersebut mengadakan talent bazaar. Penasaran nggak ada apa di talent bazaar ini?

Talent bazaar adalah sebuah kegiatan bersama antara anak dan orang tua. Kegiatan ini dibuat sebagai penutup ujian akhir tahun akademik untuk anak-anak yang berada di Middle Years Programme. Selain itu talent bazaar menjadi salah satu kegiatan untuk memperkuat ikatan antara orang tua dan anak, juga mempererat civitas akademika Yogyakarta Independent School.

Pada kesempatan ini YIS memberikan ruang kepada semua yang tergabung dalam keluarga Yogyakarta Independent School untuk memperlihatkan minat dan bakat anak-anak serta berbagai kreasi. Mereka pun bisa mengumpulkan dana untuk kegiatan amal.

Siswa, guru dan orang dua pun didorong untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mereka mengisi stan-stan yang disediakan baik secara individu maupun kelompok. Mereka bisa memamerkan dan menjual produk yang mereka buat.

Ada berbagai macam produk yang dijual di talent bazaar tersebut. Ada makanan, minuman, asesoris, buku, mainan, pakaian, bahkan saya melihat ada yang menjual semacam bonsai. Semuanya antusias ketika melakukan berbagai persiapan pagi itu. Dari sekolah menyediakan meja dan kursi untuk masing-masing booth. Mereka pun menghias dan memberikan berbagai properti untuk menarik hati calon konsumen.

Pelaksanaan Acara Talent Bazaar Yogyakarta Independent School

Sekolah internasional di Yogyakarta


Saat sampai di sekolah internasional ini saya disambut oleh gerbang dengan balon-balon yang cukup meriah. Beberapa siswa dan orang tua sedang menata booth-booth yang sudah disediakan. Masuk ke area event saya sudah merasakan vibes dari kemeriahan talent bazaar ini.

Saya senang melihat antusiasme anak-anak berpartisipasi dalam acara ini. Entah dari anak-anak yang tergabung di Primary Years Programme sampai anak-anak yang berada di Diploma Programme sibuk mempersiapkan apa yang akan mereka tampilkan.

Acara dimulai jam 09.00. Penampilan dance dari anak-anak PYP grade 4 membuat acara jadi lebih meriah. Tiga dance dengan lagu-lagu dari Korea menghangatkan suasana. Salah satunya yang sedang viral yaitu Flower dari Jisoo Black Pink membuat beberapa anak dan orang tua bersorak. Diselingi permainan drum dari anak PYP yang mendapatkan applause dari siapapun yang berada di sana.

Setelah itu bazaar dibuka. Para orang tua saling membeli produk anak-anak. Begitu juga anak-anak yang kelihatan excited jajan produk yang dijual temannya. Saya pun ikut larut dalam kegembiraan hari itu. Senang melihat Jian dan Soo Min yang cekatan membuat fruit snacks. Tertawa geli melihat Natyo, Paarth dan Jeevan sibuk membuat burger. Anak-anak ini menyusun burger saking excitednya menumpuk keju slice sampai tiga helai.

Ada Sinyo dan Priyanka di booth tarot. Ternyata cukup rame booth ini. Anak-anak remaja bergantian dibaca nasib percintaannya. Bahkan saya lihat ada orang dewasa pun yang dibaca nasibnya di booth ini. Si pembaca kartu tarot pun maksimal aksinya. Kostum dan make up mendukung banget penampilannya.

Anak-anak yang tak terbiasa jajan pun terlihat begitu hepi belanja dari satu booth ke booth yang lain. Saling membeli antar pemilik booth. Dengan uang sepuluh ribu rupiah mereka bisa mendapatkan produk yang ada di sana.

Hasil dari Talent Bazaar ini sebanyak 10% didonasikan ke Yayasan Hati Gembira Indonesia. Organisasi Nirlaba ini bergerak memperjuangkan pendidikan untuk anak-anak yang berada di daerah tertinggal. Ini menjadi bagian dari MYP Service as Action and DP CAS (Creativity, Activity, Service) dalam belajar melakukan kebaikan. Meskipun ini adalah hal kecil, namun akan menimbulkan manfaat yang besar buat orang lain.

Sebuah pembelajaran bagi anak-anak Yogyakarta Independent School untuk selalu memberikan makna di setiap aktivitas. Mereka belajar untuk berkreasi, membuat inovasi namun juga belajar berempati bagi mereka yang membutuhkan.

Senin, 30 Januari 2023

Kurikulum International Baccalaureate : Pembelajaran yang Menyenangkan di Yogyakarta Independent School
Sekolah Internasional di Yogyakarta


Assalamualaikum temans

Buat saya memilih pendidikan yang tepat buat anak-anak tuh susah susah gampang. Sering kali ideal menurut orang tua namun tak sejalan dengan feelingnya anak. Menurut saya kayaknya sekolah buat anak itu sudah oke banget, ternyata pas anaknya nyoba di situ merasa nggak nyaman. Atau si anak sudah cocok banget, eh terkendala oleh biaya yang nggak masuk budget orang tua. Akhirnya mulai lagi deh nyari sekolah yang pas. Pas buat anak untuk kenyamanannya dalam belajar, pas juga untuk kantong orang tua.

Anak-anak saya termasuk cukup mudah beradaptasi saat memulai sekolahnya di tingkat pendidikan usia dini sampai dengan SMA. Meskipun saat masuk SMA agak terkaget kaget karena terbiasa di sekolah yang berbasis agama lantas ke sekolah milik pemerintah. Pada akhirnya sebagai orang tua saya mencoba mencarikan fasilitas dan perhatian lebih pada apa yang tak diberikan oleh sekolah.

Open House Yogyakarta Independent School

Sekolah internasional di Yogyakarta


Mengunjungi Yogyakarta Independent School buat saya seperti refreshing di tengah padatnya kegiatan saya. Bagaimana tidak, sekolah yang mudah diakses darimana saja memiliki lapangan sepak bola yang luas, danau buatan yang langsung terlihat dari luar pagar sekolah dan hijaunya lingkungan sekolah sungguh berbeda dari sekolah manapun yang pernah saya kunjungi. Terbayang dari lingkungan sekolah saya bisa melihat Gunung Merapi di kejauhan. Definisi sekolah rasa resort bukan?

Seperti biasa saat saya berkunjung disambut oleh keramahan civitas akademika Yogyakarta Independent School yang biasa disingkat YIS. Senyum tak pernah lepas dari bibir mereka yang menyambut para tamu sudah memberikan poin tersendiri. Tentu saja membuat para tamu pun betah berada di situ bukan?

Jumat, 27 Januari 2023 lalu saya menghadiri Open House yang diadakan oleh Yogyakarta Independent School. Acara diadakan di Joglo YIS yang biasa digunakan untuk berbagai kegiatan sekolah berkurikulum International Baccalaureate ini. Saat saya datang sudah ada beberapa keluarga dengan pernikahan campur berada di sana.

Acara dibuka oleh pertunjukan musik yang disajikan oleh anak-anak dari Middle Year Programme (MYP). Anak-anak yang memiliki bakat musik ditampilkan menyambut tamu-tamu pagi itu. Lagu ‘Lost Boy’ yang dipopulerkan oleh Ruth B dibawakan oleh anak-anak MYP dengan apik.

Sekolah dengan kurikulum International Baccalaureate


Setelah itu ada anak-anak dari Primary Years Programme menyanyikan lagu milik The Chainsmokers dan Cold Play, “Something Just Like This.” Cute banget, dan bikin hati meleleh melihat anak-anak ini terlihat begitu ceria dan genuine banget sikapnya. Khas anak-anak lah.

Bapak Ismail Sumantri selaku kepala sekolah membuka kegiatan hari itu. beliau memperkenalkan para koordinator program serta pengajar di YIS. Yang saya suka, di Yogyakarta Independent School ini tetap menggunakan panggilan Bapak dan Ibu kepada para pengajar meskipun pengajar tersebut bukan warga asli Indonesia. Saya cukup amaze ketika Ibu Jen menyodorkan snack box ke saya dan berkata, “Monggo, ibu.”

Sekolah Internasional di Yogyakarta


Setelah Bapak Ismail, ada Ibu Swanti, koordinator Primary Years Programme yang mengenalkan pola pembelajaran di sekolah internasional di Yogyakarta ini.

Ibu Swanti menyampaikan bahwa Yogyakarta Independent School ini menggunakan kurikulum International Baccalaureate yang bertujuan untuk mengembangkan rasa ingin tahu dengan berbagai pengetahuan serta kepedulian anak dan membantu anak menciptakan perdamaian yang lebih baik melalui pemahaman antar budaya dan saling menghargai sesama manusia.

Sekolah internasional ini mengajarkan anak-anak berkomunikasi dengan baik, peduli sesama teman, terbuka, dan tentunya memiliki pengetahuan yang tinggi. Mereka diajarkan memiliki sikap dan berani mengambil resiko. Namun juga mengajak anak untuk berpikir panjang, bisa merefleksi dan seimbang secara emosi.

Primary Years Programme di YIS ini dimulai dari anak usia tiga tahun sampai 12 tahun. Dalam satu kelas hanya diisi beberapa anak saja karena guru akan menjadi fasilitator sehingga fokus untuk kelas kecil. Mereka diajari untuk percaya diri di setiap kesempatan. Di program ini kolaborasi antara siswa, guru, orang tua dan lingkungan sekitar selalu diupayakan

Anak-anak di PYP ini melakukan pembelajaran mulai pukul 08.00 sampai 14.00. Ada banyak fasilitas yang dapat diakses oleh anak-anak. Mulai tempat bermain, lapangan bola, lapangan basket, perpustakaan, studio musik, studio seni, laboratorium sains, klinik dan mushala.

Pembelajaran di PYP ini menggunakan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan akan ada pendamping bagi anak yang belum menguasai keduanya. Berbagai keilmuan akan diajarkan oleh pengajar di Yogyakarta independent School. Matematika, Sains, Seni, Musik, dan masih banyak lagi. Ada pelajaran Pancasila dan agama yang bisa dipilih para siswa.

Di sekolah internasional ini saat ujian tidak seperti sekolah yang lain dengan soal-soal yang memusingkan. Ujian di sekolah ini anak-anak membuat paper dari penelitian sederhana yang mereka lakukan. Lalu mereka akan mempresentasikan temuan-temuan yang mereka lakukan. Tentunya hal itu dilakukan dengan cara yang menyenangkan.

Saat tanya jawab ada seorang ibu yang bertanya mengenai bullying. Pak Ismail menjamin bahwa di Yogyakarta Independent School ini tidak ada yang namanya bullying. No Bullying Area. Anak-anak sudah terbiasa dengan perbedaan. Mereka saling menghormati semua perbedaan yang ada.

Bagaimana dengan special needs children? Ibu Swanti menyatakan bahwa Yogyakarta Internasional School ini merupakan sekolah inklusi. Setiap anak adalah spesial. Jika ada anak yang memiliki kebutuhan khusus akan dilihat dan dikomunikasikan terlebih dahulu dengan orang tua dan profesional sehingga akan menemukan pola pembelajaran yang tepat bagi si anak.

Selesai tanya jawab kami pun diajak untuk mengunjungi kelas-kelas yang ada di YIS. Setelah itu kami juga diajak ke mini farm yang dimiliki oleh sekolah ini. Wah ... anak-anak tentunya seneng banget bisa belajar lifeskill di sekolah ini



Mengapa Yogyakarta Independent School ini menggunakan kurikulum International Baccalaureate?


Kurikulum ini mengajarkan anak mengeksplorasi kemampuan di semua bidang. Bukan hanya keilmuan matematika atau sains saja. Kurikulum ini mendorong siswa untuk memiliki wawasan global. Mereka dididik untuk kreatif, cerdas secara emosional dan mampu mengembangkan inteletual dan sosialnya. Harapan dari pihak sekolah mereka bisa berkontribusi positif terhadap lingkungan dan budaya. Tentunya dengan kurikulum ini bakat dan minat anak-anak makin berkembang.

Saya melihat hubungan siswa dan guru dan karyawan begitu akrab, namun tetap sopan. Ngobrol dan bercanda sudah menjadi kegiatan sehari-hari. Saya melihat anak-anak begitu happy saat berada di lingkungan sekolah. Dan tentunya anak-anak tumbuh dengan percaya diri yang tinggi membuat mereka terlihat begitu nyaman berada di sekolah.

O ya, yang bersekolah di sini tuh nggak cuma anak-anak ekspatriat atau hasil dari pernikahan campur saja. Saya lihat banyak juga kok anak-anak WNI yang bersekolah di sini. Salah satunya sahabat saya yang menyekolahkan ketiga putra putrinya di Yogyakarta Independent School. Saya jadi paham mengapa mbak Atik, nggak mau pindah ke lain sekolah.

Jika anda yang berada di Yogyakarta dan menginginkan pendidikan dengan kurikulum internasional untuk putra putri anda. Saya sarankan kunjungi Yogyakarta Independent School sebelum memutuskan akan menyekolahkan anak di sekolah internasional lain. Melihat dengan mata kepala sendiri akan jauh lebih baik dan bisa membandingkan dengan sekolah yang lain. Jika anda merupakan orang tua yang meyepakati dengan pendidikan tak hanya sekadar akademik kunjungi saja



YOGYAKARTA INDEPENDENT SCHOOL (YIS)

Jl. Tegal Mlati No. 1, Jombor Lor, Sinduadi, Mlati, Sleman,
Daerah Istimewa Yogyakarta, 55284, Indonesia
Phone: +6282241044242 // (0274) 5305147 dan 5305148

Minggu, 18 September 2022

Pengenalan Sains dan Keragaman Budaya (Multikultural) Melalui Cooking Demo di Yogyakarta Independent School
YIS sekolah internasional di Yogyakarta

Assalamualaikum temans,
Dulu, saat Kakak berusia tiga tahun kami pernah menitipkan anak di sebuah sekolah sekaligus penitipan anak. Bayangan saya waktu itu sangat bagus baginya mengenal teman-teman yang berbeda-beda baik dari ras, suku dan agama. Namun sayangnya waktu itu pengajar mengajarkan doa-doa tak menurut kepercayaan masing-masing. sehingga si Kakak hafal doa agama lain dan menerapkannya di rumah.

Karena saya tak sepakat dengan pengajaran tersebut akhirnya saya pun memindahkannya di sebuah sekolah yang berbasis agama. Usia tiga tahun masuk dalam usia golden age. Apapun bakal diserap olehnya.

Hal-hal yang terkait dengan perbedaan saya mengajarkannya di rumah. Saya membeli beberapa buku bergambar yang saya pilih sebagai alat pembelajaran. Selain itu dalam pertemanan saya memiliki sahabat yang berbeda ras, suku dan agama. Saya sering mengajak anak-anak mengunjungi sahabat saya sehingga dari kecil anak-anak pun terbiasa bagaimana mereka bertoleransi tanpa harus mencampuradukkan perbedaan.

Mengunjungi Yogyakarta Independent School.

Sekolah IB di Yogyakarta
Hari Kamis lalu saya datang ke sebuah sekolah internasional di Yogyakarta. Setiap kali datang ke sekolah ini rasanya adem. Begitu masuk ke dalam gerbang utama sebuah danau buatan menjadi pemandangan saya. Tak ketinggalan pepohonan yang rimbun tertata rapi di areal sekolah tersebut. Kalau kata saya sih, sekolah rasa resort. Udah berasa refreshing tiap kali datang ke sekolah ini.

Masuk ke area halaman joglo yang biasanya digunakan untuk berbagai kegiatan bendera dari berbagai negara berbaris rapi. Mungkin lebih dari lima belas bendera negara yang berbeda berkibar di sana. Sepertinya ini menunjukkan bahwa siswa sekolah internasional ini berasal dari negara-negara tersebut. Bendera Indonesia terlihat menonjol. Ia terkibar dalam tiang yang tertinggi. Saya rasa ini sebuah attitude yang bagus. Dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung.

Saya rasa setiap kali berbicara tentang sekolah IB di Yogyakarta, masyarakat pun sudah tahu sekolah yang dimaksud. Di mana lagi ada sekolah yang memiliki area begitu luas dan bisa memandang Gunung Merapi di kejauhan saat cuaca cerah kalau bukan Yogyakarta Independent School.

Di sekolah ini saya melihat langsung pembelajaran Primmary Years Programme terutama untuk grade 3-6. Kebayang nggak sih teman-teman bagaimana Yogyakarta Independent School (YIS) memberikan pemahaman tentang sains bagi anak-anak?

Awalnya saya kira ada praktikum di lab atau apa gitu. Kira-kira apa ya yang dilakukan pendidik di sana untuk mengenalkan sains pada anak-anak?

Sains dalam keragaman budaya di Yogyakarta Independent School

Meski sudah melakukan pertemuan tatap muka 100% YIS tetap menerapkan protokol kesehatan. Pemakaian masker tetap digunakan oleh pengajar dan anak-anak. Fasilitas cuci tangan dengan sabun pun ada di sana. Tak kurang-kurangnya pengajar mengingatkan pada anak-anak untuk mencuci tangan. Sama sekali masker tak dilepas kecuali pada saat anak-anak makan, minum atau kegiatan luar ruang. Itu pun jika benar-benar memerlukan banyak udara yang dihirup lari-larian atau bermain bola.

Hari Kamis, 15 September 2022 anak-anak kelas 3-6 Yogyakarta Independent School belajar tentang sains. Mengenalkan anak-anak tentang sensorik pada tubuh manusia. Mereka belajar tentang indra penglihatan, penciuman, pendengaran, perabaan (sentuhan) serta indra perasa. Bagaimana sekolah yang menerapkan kurikulum International Baccalaureate ini mengenalkan kelima indra itu dipadukan dengan pembelajaran sains untuk anak-anak klas 3-4 dan multikulturalisme (keanekaragaman budaya) untuk anak-anak klas 5-6?

Poori Bhaji

Cooking demo. Tadinya saya belum ‘ngeh’ bagaimana sains dihubungkan dengan memasak. Namanya saya produk generasi X dalam pikiran saya sains ya laboratorium beserta gelas-gelas ukurnya. Namun saat ngobrol dengan pihak sekolah mengenai pembelajaran menghargai keberagaman itu saya baru paham bahwa pembelajaran di YIS ini memang disesuaikan dengan kondisi anak-anak yang berasal dari berbagai kebudayaan di dunia.

Saya jadi ikutan excited. Ibu Lata Duseja, wali murid dari Prisha salah satu siswa di Yogyakarta Independent School ini menjadi narasumber tentang keberagaman budaya yang tertuang dalam makanan India. Menurut Ibu Lata Duseja orang-orang India kebanyakan suka dengan sayur-sayuran karena ada larangan makan daging sapi. makanya di India banyak sekali makanan yang berbahan baku sayuran. Seperti hari Kamis lalu. Ibu Lata Duseja mengajak anak-anak dan para pendidik untuk memasak Poori Bhaji.

Poori Bhaji merupakan kuliner India yang biasanya disajikan untuk sarapan. Roti goreng yang disajikan dengan kentang yang dimasak dengan sayur lainnya. Kentang dan sayur lain yang dimasak dengan rempah-rempah khas India benar-benar menggoda indra penciuman kami yang berada di area sekolah.

Anak-anak begitu excited mengikuti tahap demi tahap Ibu Lata Duseja mengajak mereka memasak. Setelah mengolah kentang dan sayuran anak-anak diajak untuk menggiling bahan roti sampai tipis dan bulat.

YIS

Tak hanya anak-anak. Para pengajar pun mencoba menggiling roti hingga tipis. Pembelajaran yang begitu menyenangkan. Bahkan anak-anak yang tak mau pun tak dipaksa untuk mencoba melakukan yang tak ingin mereka lakukan.

sekolah international di Yogyakarta

“I’m so hungry.”
Teriak beberapa anak membaui masakan yang belum selesai untuk disajikan. Beberapa anak berusaha mendekat ingin melihat lebih dekat lagi. Saat masakan semua telah selesai. Anak-anak pun bergiliran mengambil roti dengan tertib dan makan bersama.

Saya pun ikut mencicipi Poori Bhaji. Rasanya seperti kare, namun ada beberapa rempah yang saya nggak familiar rasanya. Saya pribadi suka dengan roti goreng yang hampir mirip dengan rasa tortilla. Enggak yang crunchy, tapi tetap garing dan tak menyerap minyak.

Beberapa anak makan Poori Bhaji ini sampai tambah tiga kali. Bahkan ada yang makan roti gorengnya sampai 5 buah. Menyenangkan sekali anak-anak ini.

Sekilas Yogyakarta Independent School

Saya selalu terkesan setiap kali mengikuti kegiatan di sekolah internasional ini. Di tahun 2020 saya begitu terkesan dengan sopan santun anak-anak di sekolah ini. Kemarin saya melihat bagaimana seorang pengajar menjadi seorang teman bagi siswa di Primary Years Programme. Saat seorang siswa ingin bicara dengan pendidik, beliau pun berjongkok, supaya sejajar dengan anak didik. Berbicara dengan pelan dan banyak tersenyum.


Apa yang saya lihat itu sesuai dengan kurikulum yang dipakai oleh Yogyakarta Independent School. Sekolah serasa bermain ini menggunakan Kurikulum International Baccalaureate yang berasal dari Swiss. Kurikulum ini ditujukan untuk anak dengan usia 3-18 tahun. Kurikulum ini diterapkan untuk pre-school sampai high school. Program IB yang ditawarkan oleh YIS adalah:
  • IB Primary Years Programme (PYP) untuk usia 3-12 tahun (setara TK dan SD)
  • IB Middle Years Programme (MYP) untuk usia 11-14 tahun (setara SMP)
  • IB Diploma Programme (DP) untuk usia 15-18 tahun (setara SMA)
Kelebihan dari kurikulum ini adalah mengeksplorasi kemampuan anak di berbagai bidang. Kurikulum ini mendorong siswanya untuk berwawasan global, kreatif, mengembangkan kemampuan emosi, intelektual dan sosial. Mereka juga diharapkan berkontribusi positif terhadap lingkungan dan budayanya. Diharapkan anak-anak makin berkembang minat dan bakatnya saat berada di YIS.

Ada empat alasan lain mengapa orang tua yang berada di Yogya perlu mempertimbangkan YIS sebagai sekolah untuk pembelajaran anak-anak di luar kurikulum International Baccalaureate yang dipakai oleh sekolah-sekolah di dunia.
  1. Ada 6,5 Hektar area sekolah yang bisa dijadikan laboratorium alam bagi anak-anak. Luasnya tempat menjadikan anak merdeka dalam bereksplorasi.
  2. Lingkungan belajar yang menarik dan aman tentunya akan mempermudah siswa dalam pembelajaran. Selain itu orang tua pun tak lagi khawatir jika anak-anak melakukan atau mendapatkan sesuatu yang buruk di sekolah
  3. Biaya sekolah yang terjangkau. Untuk fasilitas-fasilitas sekolah yang disediakan dan seluruh pembelajarannya saya rasa masih masuk akal dibandingkan dengan sekolah-sekolah internasional lain.
  4. Masuk ke universitas-universitas dunia. Hal ini dikarenakan kurikulum yang dipakai sesuai dengan pembelajaran sekolah-sekolah terbaik di dunia sehingga alumni Yogyakarta Independent School lebih mudah mendapatkan kesempatan itu.
Sekolah ini emang reccomended banget. Buat teman-teman yang menginginkan putra putri bersekolah di sekolah internasional langsung aja ke kampusnya untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat.

YOGYAKARTA INDEPENDENT SCHOOL (YIS)
Jl. Tegal Mlati No. 1, Jombor Lor, Sinduadi, Mlati, Sleman,
Daerah Istimewa Yogyakarta, 55284, Indonesia 
Telp: (0274) 5305147 | WhatsApp: +628112632442

Sabtu, 25 Juni 2022

   The Sounds Of Music : Wisuda siswa siswi Yogyakarta Independent School 2022
International Baccalaureate


Tahun 2021 Adek dan Kakak sama-sama lulus dari baju putih biru dan putih abu-abu. Namun sayangnya pandemi merenggut keceriaan mereka menyongsong proses pendewasaan. Sekolah Adek tak seperti biasanya merayakan sebuah kelulusan. Wisuda yang biasanya diadakan begitu meriah di tempat yang spesial, saat itu sekolah mengambil keputusan untuk mengadakan wisuda drive thru. Wisudawan dan wisudawati di drop di depan panggung, menerima bukti kelulusan dan sekadar foto di panggung. Padahal sebelumnya begitu banyak rangkaian acara, termasuk membaca hafalan surah terpanjang yang sudah dihafalkan oleh mereka.

Masih mendingan Adek yang melaksanakan prosesi wisuda. Sekolah si Kakak sama sekali tak mengadakan wisuda dikarenakan saat itu Corona varian Delta sedang rame-ramenya menyerang. Begitu banyak kasus paparan corona virus yang membuat masyarakat kehilangan orang-orang tercinta. Pandemi saat itu yang sudah berlangsung 1.5 tahun memangkas begitu banyak rencana. Padahal ia sudah menyiapkan kebaya cantik warna dusty pink untuk wisudanya saat SMA. Sayang sekali.



Yogyakarta Independent School Graduation Ceremony 2022


Tahun 2022 ini setelah berbagai kasus coronavirus mereda sekolah-sekolah yang berada di Indonesia menggelar acara wisuda bagi siswa yang sudah selesai menempuh jenjang pendidikan terakhir. Begitu juga dengan Yogyakarta Independent School. Sekolah IB di Yogyakarta yang sebagian besar siswanya adalah anak-anak dari ekspatriat menggelar wisuda untuk seluruh jenjang pendidikan mulai dari TK B sampai dengan klas 12.

Rabu, 22 Juni 2022 bertempat di Grand Ballroom Sheraton Hotel Yogyakarta perayaan pesta wisuda tahunan ini diselenggarakan. Seluruh undangan yang hadir menggunakan dresscode ala-ala vintage. Seru banget lihat para undangan menggunakan pakaian zaman oldies namun tetep keren.

Selain merayakan wisuda, Yogyakarta Independent School atau biasa disebut YIS memberikan penghargaan kepada para siswa atas prestasi yang telah diraih sekaligus merupakan awal dimulainya fase khusus setelah dua tahun melaksanakan pembelajaran secara online.

Pelaksanaan wisuda ini masih dilakukan dengan protokol kesehatan. Para undangan yang datang pun masih tetap memakai masker dan mencuci tangan dengan hand sanitizer yang disediakan di pintu masuk. Ada juga termometer otomatis untuk mengukur suhu badan para undangan. Sebelum masuk banyak undangan yang memanfaatkan photobooth untuk mengabadikan kebahagiaan ini.

Wisuda di Sheraton Hotel



Pukul 17.30 acara pun dimulai. Dibuka dengan lagu Indonesia Raya menunjukkan bahwa sebagai sekolah satuan pendidikan kerjasama YIS tetap menjunjung tinggi nilai kebangsaan dan nasionalisme untuk membentuk siswa memiliki wawasan global namun tak melupakan identitas diri meskipun dalam pendidikan menerapkan kurikulum internasional. Sementara bagi siswa yang berkewarganegaraan asing momen ini menjadi bagian pembelajaran terhadap bumi yanhg dipijak, Indonesia.

Parade bendera dari negara para siswa YIS yang diikuti oleh para wisudawan masuk ke ruangan. Ada lebih dari 10 bendera yang berkibar di ruangan itu. 23 siswa berbaris rapi mengikuti bendera-bendera tersebut.

Sekolah internasional di Yogyakarta


Kepala Sekolah Yogyakarta Independent School, Bapak Ismail Sumantri, mengantar wisuda kali ini dengan ucapan terima kasih kepada siswa, wali murid dan seluruh stakeholder yang ada. Tahun ini adalah transformasi dari pembelajaran secara daring menjadi pembelajaran tatap muka. Anak-anak dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab terlibat dalam proses belajar. Tanpa dukungan keluarga tentunya yang dicapai oleh siswa siswi YIS takkan seluar biasa ini.

Wisuda sekolah international di Yogyakarta 2022



Setelah itu sambutan dari Bapak Elia Nugraha Ekanindita selaku Diploma Programme Coordinator. Dalam sambutannya Beliau mengatakan bahwa YIS memiliki siswa yang memiliki bakat yang begitu bagus di bidang akademik dan sangat berkomitmen. Di luar itu YIS juga memberikan fasilitas bagi anak-anak yang memiliki bakat luar biasa di bidang lain. Dan itu adalah tantangan bagi satu-satunya sekolah yang menggunakan kurikulum International Baccalaureate supaya lebih banyak yang terlibat dalam pengembangan aksi dan kreativitas dari segenap civitas akademika Yogyakarta Independent School.

Disusul sambutan oleh Ibu Kencana Devia Candra selaku Middle Years Programme Coordinator. Beliau menyampaikan bahwa anak-anak YIS yang mengikuti pendidikan setara dengan sekolah menengah pertama ini memiliki pencapaian yang sangat bagus di tahun ini dan berprestasi di hampir semua kurikulum. Beliau menyadari bahwa beberapa waktu ini dengan pembelajaran hybrid begitu berat dengan adanya pemberian tugas dan tenggat waktu. Namun yang dilakukan oleh pihak sekolah adalah mempersiapkan anak-anak di MYP ini untuk membangun dasar yang kuat dalam mempersiapkan anak-anak ke jenjang berikutnya.

Pesan beliau kepada anak-anak yang telah menyelesaikan pendidikan di Middle Years Programme ini bahwa tantangan yang terkait dengan ketrampilan dan pengetahuan menanti anak-anak. Harapan beliau dan pihak sekolah supaya anak-anak memiliki tujuan dan gigih meraih mimpi yang tinggi meskipun jalan yang akan dilalui menguji kesabaran.

Sebuah quote dari Greta Thunberg dikutip oleh Ibu Veronica Swanti sebagai Primary Years Programme Coordinator: “You are never too small to make a difference.” Hal itu mewakili bagaimana siswa yang setara dengan pendidikan anak usia dini dan sekolah dasar belajar dalam berbagai kegiatan di Yogyakarta Independent School. Mereka diajak untuk berpikir kritis dalam berinisiatif maupun melakukan tindakan. Mereka bekerjasama dalam pembelajaran dan berbagi dengan apa yang mereka miliki.

Prosesi wisuda anak-anak YIS menurut saya seru banget. Musik yang digunakan untuk pengiring membuat yang hadir di sana ikut bergembira. Misalnya untuk anak-anak usia TK menggunakan lagu Roar yang dipopulerkan oleh Katty Perry. Terlihat anak-anak pun begitu senang berjalan di panggung bersama teman-temannya.

Sekolah internasional di Yogyakarta


Selesai prosesi wisuda anak-anak Preschool sampai kelas 11 menyajikan pertunjukan musikal yang bertajuk Sound of Music. Hal ini memberi pesan akan harapan dan optimisme yang ingin dibagikan kepada orang lain.

Siswa-siswi sekolah internasional di Yogyakarta ini memberikan penampilan yang seru. Ada gerak dan lagu dari anak-anak Preschool yang mengundang tawa. Mengundang semangat dengan musik dari Queen, lagu We Will Rock You. Ada juga mash up beberapa lagu tiktok yang dibawakan secara bergantian oleh siswa dari MYP dan DP. Terlihat banget vibes generasi Z dan generasi Alpha dalam pertunjukan mashup ini.

Sekolahj internasional yang menggunakan kurikulum IB

Semakin malam semakin seru. Ada beberapa dance yang dibawakan oleh anak-anak MYP. Mulai Dance Cover dengan lagu Fearless dari Le Sserafim, girlband dari Korea, Uptown Funk dari Bruno Mars, serta yang mengundang banyak applause adalah dance yang menggunakan lagu dari Christina Aguillera, Moulin Rouge dan lagu I Feel Good dari James Brown. Kostum dan gaya dance yang dipakai membawa kami para penonton kembali ke tahun 60-an. Dengan wig dan celana cutbray mereka bergoyang diiringi tepuk tangan para penonton.

Pertunjukan berakhir sekitar pukul 19.30. Rangkaian acara yang diakhiri dengan penampilan seluruh peserta yang menyanyikan sebuah lagu perpisahan. Setelah itu dilanjutkan dengan gala dinner dan ramah tamah.

Raut kegembiraan terpancar dari seluruh hadirin yang ada di situ. Raut kebanggaan dari wajah wali murid dari YIS membuat saya banyak belajar. Penghargaan dan apresiasi terhadap apa yang dilakukan anak-anak akan membuat mereka menjadi pribadi yang percaya diri dan matang.

Terima kasih Yogyakarta Independent School. Selamat menebar kebaikan untuk siapapun yang ada di sana.


Tentang Yogyakarta Independent School.

Sekolah internasional di Yogyakarta



Berbicara mengenai Yogyakarta Independent School saya jadi ingat anak Mbak Atik, sahabat saya, Ribie yang telah berpulang karena pandemi ini. Ribie dan adiknya Nayla pun bersekolah di YIS sejak kepulangan mbak Atik dari Madrid. Beliau beberapa kali bercerita mengenai anak-anak yang berkembang dan tumbuh bersama YIS.

Yogyakarta Independent School telah berdiri sejak tahun 1989. Sebelum tahun 2014 YIS menggunakan nama Yogyakarta International School. Pergantian nama tersebut membuat YIS menjadi sekolah yang lebih terbuka dalam menerima siswa dengan keragaman negara, budaya, suku maupun agama. Sebelumnya lebih banyak warga asing yang bersekolah di YIS. Akan tetapi sekarang banyak juga WNI yang bergabung bersama YIS dalam pelaksanaan pendidikannya.

Yogyakarta Independent School beroperasi di bawah yayasan dan berbadan hukum. Izin resmi sudah dimiliki dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Selain itu YIS juga sudah terakreditasi. Sekolah yang berada di kawasan Jombor ini merupakan anggota East Asia Regional Council of Overseas School (EARCOS). EARCOS merupakan organisasi dewan sekolah untuk regional Asia Timur dimana anggotanya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama selama program pendidikan.

Yis merupakan satu-satunya sekolah berkurikulum International Baccalaureate (IB) di Yogyakarta. Kurikulum ini berasal dari Swiss dan ditujukan untuk anak-anak dengan usia 3-18 tahun. Program IB yang ditawarkan oleh Yogyakarta Independent School adalah :

  1. IB Primary Years Programme (PYP) untuk anak usia 3-12 tahun (setara dengan preschool dan SD)
  2. IB Middle Years Programme (MYP) untuk usia 11-14 tahun (setara SMP)
  3. IB Diploma Programme (DP) untuk usia 15-18 tahun (setara SMA)

Apa yang menjadi kelebihan kurikulum ini sehingga digunakan oleh Yogyakarta Independent School?

Kurikulum ini lebih mengeksplorasi kemampuan anak di berbagai bidang. Tak hanya menitikberatkan pada kemampuan sains, matematika atau bahasa saja. Namun kurikulum ini mendorong siswa untuk berwawasan global, kreatif mampu mengembangkan kemampuan emosi, intelektual dan sosial. Harapannya siswa bisa berkontribusi positif terhadap lingkungan dan budayanya. Dengan kurikulum ini minat dan bakat anak akan semakin berkembang sesuai dengan yang diinginkan.

Kebetulan banget nih sekarang tahun ajaran baru kan? Kalau buat saya YIS ini reccomended banget buat teman-teman yang pengen mengeksplorasi anak-anak tak hanya di bidang akademik saja. Jika teman-teman pengen tahu dan langsung melihat area sekolah yang ramah anak banget silakan datang aja ke

Yogyakarta Independent School

Jl. Tegal Mlati No 1 Jombor Lor, Sinduadi, Mlati, Sleman

Daerah Istimewa Yogyakarta, 55284, Indonesia

Telp. +6282241044242 / (0274) 5305147 dan 5305148