Oktober 2022 - Jurnal Hati Irfa Hudaya

Minggu, 30 Oktober 2022

Saat anak sudah nggak badmood lagi
tips mengatasi badmood


Assalamualaikum temans

Ngadepin anak-anak yang sudah SMA dan kuliah memang tak serepot waktu anak-anak masih SD. Banyak banget yang berubah. Saat anak mulai SMA tuh sudah kudu banyak negosiasi kalau ada hal-hal yang nggak pas aja antara orang tua dan anak. Semuanya masih bisa diobrolin.

Tapi tetep aja ada tuh yang kadang bikin kesel. Kalau mereka pas bad mood sedikit aja bikin mereka kesel, langsung menarik diri dan mengeram di kamar. Nggak bisa nyalahin juga sih. Daripada marah-marah nggak jelas kan ada baiknya juga mereka masuk kamar menenangkan diri.

Dulu sayanya suka nggak peka. Anak-anak lagi badmood malah saya ajak bercanda. Jadinya kan kesel banget. makanya daripada saya berusaha tapi nggak berhasil bikin anak-anak baikan. Mendingan saya nunggu mood mereka membaik dengan sendirinya.

Saya jadi hapal kebiasaan anak-anak kalau lagi bad mood. Si Adek kalau bad mood biasanya akan tidur lebih banyak daripada biasanya. Kalau pulang sekolah langsung masuk kamar langsung tidur, biasanya dia lagi nggak mau diganggu. Saya biarin aja, ntar dibangunin pelan-pelan kalau sudah Maghrib.

Sementara kalau Kakak, dia bakal makan lebih banyak dari biasanya. Tiba-tiba aja dia keluar rumah trus balik-balik bawa jajanan segambreng lalu dimakan sendiri di ruang tamu. Dia akan menyendiri untuk beberapa lama. Dan saya biasanya ngebiarin sampai dianya yang datang ke saya.

Anak sudah nggak badmood


Ciri-ciri mood Kakak sudah lebih baik :
1. Bernyanyi mengikuti musik kesukaannya
Kalau pas moodnya jelek rumah jadi sepi banget karena dia nggak nyalain musik kesukaannya yang cenderung up beat. K-pop yang dia suka cenderung lagu dengan notasi tinggi jadi kalau ngikuti dia bakal mengencangkan suara mengikuti musiknya. Kalau dia sudah nyanyi-nyanyi berarti moodnya nya udah balik.
2. Nonton film di ruang keluarga
Kamar jadi tempat privacy buat dia. Jadi ketahuan banget kalau lagi bad mood dia bakal nutup pintu kamar meskipun nggak dikunci. Kalau sudah asik di ruang keluarga berarti dia udah nggak papa.
3. Masak
Masaknya bukan yang ribet-ribet. Seringnya bikin camilan no bake yang gampang dan cepet dimakan. Kalau udah gitu, dia bakal bikin sejumlah orang yang berada di rumah.
4. Olah raga
Kalau udah denger gedebak gedebuk di ruang tamu, berarti dia lagi work out. Dia bakal ngikutin gerakan-gerakan yang ada di channelnya Emy Wong.
5. Ngajak ngobrol
Dia anak yang receh banget. Apa aja bisa bikin dia ketawa. Makanya kalau dia sudah mulai ngereceh berarti dia sudah baik-baik saja.

Sementara kalau Adek sudah moodnya membaik :
1. Tiduran di sofa ruang tengah
Sofa di ruang tengah sering jadi rebutan buat ngapain aja. Apalagi wifi paling kenceng ya di ruang tengah. Kalau Adek udah tiduran di situ ya berarti dia baik-baik aja.
2. Dengerin musik
Bedanya Adek sama Kakak pas dengerin musik ya kalau Adek dengerin doang nggak ngikutin lagunya kayak Kakak. Bahkan kadang dia make headset pas dengerin lagu-lagu kesukaannya.
3. Nge-game
Adek nggak bakalan ngegame kalau nggak enak hati. Salah satu pertanda dia baikan ya dia sudah ngegame meskipun berada di di kamar.
4. Main futsal bareng temen
Dia punya jadwal futsal secara reguler dengan temannya. Kalau pas badmood dia nggak bakal ikutan futsal. Katanya mainnya nanti jelek.
5. Mendekati ibunya dan minta saya bercerita apa aja
Kalau pas saya lagi berbaring di kamar, dia bakalan berbaring di sisi saya. Sesekali memeluk kemudian dia akan meminta saya bercerita apa aja yang bisa bikin dia ketawa. Sejak SMP Adek memang lebih tertutup dibanding saat SD. Akan tetapi setiap kali punya masalah ia akan datang ke saya meskipun tak harus ada solusi. Biasanya dia hanya butuh support yang membuatnya lebih tenang.

Gimana dengan buah hati teman-teman? Ada yang sama dengan anak-anak saya nggak?





Minggu, 23 Oktober 2022

5 Hal Yang Membuat Novel Romance Menjadi Buku Favorit Saya
mengapa perempuan suka novel romantis

Assalamualaikum temans, 

Dari enam karya solo saya empat di antaranya sudah terbit. Satu karya sedang dalam proses terbit. Sementara satu naskah non fiksi mangkrak di penerbit. Tiga di antaranya adalah novel biografi Islami.

Sebenarnya proses ini tidak saya sengaja. Sebelumnya karya saya berupa antologi dan mejeng di jaringan toko buku se Indonesia cukup membanggakan. Namun saat karya antologi ketiga terbit saya merasa sudah saatnya harus naik kelas. Saya bertekad untuk membuat naskah solo.

Proses Menulis Karya Solo

Qodarullah, di komunitas IIDN Jogja ada seorang penulis yang membuka bimbingan menulis gratis. Tentunya nggak mau rugi dong. Saya pun mendaftar dan menyetorkan contoh tulisan. Nah, mentor saya ini sebenarnya penulis naskah non fiksi islami. Peserta bimbingan beliau biasanya juga penulis naskah non fiksi islami. Beliau tertarik memberi mentoring ke saya karena dari tulisan saya terasa sekali fiksinya. Lalu beliau mengajak saya diskusi. Tentang genre buku yang saya sukai dan keinginan buku solo seperti apa yang saya inginkan

Jujurly saat itu saya masih galau. Melihat si Kakak yang hobi baca novel. Saya kekurangan referensi. Saya ingin memberikan bacaan sehat untuk anak saya. Lalu beliau menyarankan saya membaca sirah nabawiyah.

Saya disarankan menulis novel biografi. Akan tetapi ambil sisi romantismenya saja. Saya pun memilih profil Aisyah RA, istri Rasulullah yang usianya paling muda. Pertimbangan saya waktu itu, dengan kemudaan yang dimiliki Aisyah tentunya sejalan dengan semangat anak saya yang menginjak usia remaja.

Novel yang telah dan akan terbit

Singkat cerita novel The Beloved Aisyah terbit. Sambutan novel tersebut cukup bagus. Lantas karya saya yang lain terbit, meskipun bukan novel biografi. Sayangnya penjualan novel tersebut kurang nendang meskipun materi novel itu menurut saya layak mendapatkan apresiasi. Setelah Cherish You dan memoar saya Ya Allah Aku Rindu Ibu, kembali terbit novel biografi istri Rasulullah lagi. Kali ini saya memilih Khadijah sebagai tokoh yang saya tuliskan. Khadijah, First Love Never Dies ini di tahun 2020 menjadi nominasi lima novel islami terbaik versi Islamic Book Fair. Nggak nyangka juga bisa bareng-bareng jadi nominasi dengan penulis penulis besar seperti Kang Abik.

Tahun ini saya menulis novel biografi lagi. Kali ini salah satu dari khulafaurrosyidin. Berat banget rasanya menulis novel tersebut. Meskipun ada bumbu romance nya. Tapi tetap saja sisi maskulinitas yang lebih dikedepankan. Saya membaca tak kurang dari 10 buku yang jadi referensi saya dalam menulis. Tiga bulan proses kepenulisan ditambah sebulan revisi itu sungguh melelahkan.

Apakah setelah menuliskan novel bertema sejarah lantas membuat saya jatuh cinta pada buku sejenis?

Ternyata enggak juga. Pilihan buku favorit saya tetap jatuh pada genre romance. Ada beberapa hal yang membuat saya menyukai novel romance :
1. Cerita yang mengaduk emosi
Hampir semua novel romance memberikan gelombang emosi di hati pembaca. Ada bahagia, sedih, kecewa, marah, dan terharu bercampur jadi satu. Membuat pembaca gemes dengan alurnya.
2. Bahasanya ringan dan mudah dicerna
Novel romance tak membuat pembaca kening berkerut karena pilihan diksi yang simpel dan manis. Meski ada bahasa yang bermajas metafora, namun tak membuat pembaca mikir terlalu dalam. Cukup mengikuti yang tertulis di novel tersebut.
3. Karakter di novel romance lebih realistis meski kadang terlihat begitu sempurna.
Banyak novel yang memiliki karakter hitam dan putih. Protagonis dan antagonis. Namun tak jarang juga novel romance yang memperlihatkan sisi abu-abu di setiap karakternya. Hal itu banyak kita temukan di real life sehingga terasa lebih dekat dengan pembaca.
4. Adegan-adegannya manis sering kali menghanyutkan pembaca.
Saya paling tersentuh saat membaca adegan romantis tanpa skinship. Tidak mudah bagi penulis menuliskan adegan seperti itu. Diksinya pasti jempolan jika penulis mampu menuliskan adegan tersebut
5. Pesan moral yang diselipkan tidak menggurui dan terasa ringan.
Pesan moral dalam novel romance terselip dalam adegan atau dialog. Bagi pembaca itu lebih berpengaruh dibandingkan ayat kitab suci maupun motivasi dari motivator paling hebat manapun.

Kalau kalian gimana?

Senin, 17 Oktober 2022

Bisakah Drama Korea Menjadi Referensi dalam Menulis Novel?
alasan apa yang membuat orang suka drama korea


Drama Korea masuk ke Indonesia sekitar tahun 2000. Seingat saya Winter Sonata adalah drama korea pertama yang tayang di Indonesia. Setelah itu berturut turut ada Endless Love (Autumn In My Heart) yang dimainkan oleh Song Seung Hun, Song Hye Kyo dan Won Bin. Lalu ada What Happened in Bali, Hotelier lalu sekitar tahun 2004 ada Jewel in The Palace, Queen Seon Deok dan banjirlah drama-drama Korea tayang di saluran televisi di tanah air

Di sekitar tahun 2010-2012 saya masih gila gilaan nonton drakor. Mantengin blog-blog yang mengulas tentang drama korea terbaru. Jika ada serial yang pengen banget saya tonton lagi on going. Saya pun buru-buru nyari link nya. Kalau sudah ketemu nggak cuma satu saya bisa begadang nonton serial drakor yang lagi tayang di KBS dan teman-temannya. Ada beberapa drakor yang bener-bener nyantol di hati saat itu. pernah saya tulis di blog juga. BACA DI SINI

Di saat gila-gilaan nonton drama korea, si Kakak yang waktu itu usia SD udah mulai ketularan suka nonton drama korea. Saat itu saya belum ngefilter apa yang Kakak tonton. Dalam pikiran saya kalau didampingi pasti aman. Egoisnya saya saat itu. Hanya karena saya ngejar momen saya ngorbanin anak terpapar tontonan yang seharusnya belum ia lihat.

Saya pun menyapih diri sendiri untuk tak melihat drama korea setelah melihat perkembangan yang kurang baik karena terpapar budaya asing. Saya benar-benar stop menonton drama korea. Akan tetapi si Kakak sudah kadung jatuh cinta pada budaya Korea melalui K-Pop nya. Lalu mulailah Kakak belajar menulis dan membaca huruf hangeul. Sekarang si Kakak dikit-dikit bisa nonton Drama korea tanpa harus baca subtitle nya.

Kenapa dulu suka banget nonton drama korea? Ada beberapa alasan mengapa saya suka nonton drama korea :

Jumlah episode yang tidak terlalu panjang.
Di Indonesia jumlah episode dalam satu sinetron bakal sampai ratusan. Sementara di drama korea rata-rata sekitar 16 episode. Kalau toh akan berlanjut tentunya ada sequelnya. Tak lantas digeber terus-terusan sehingga penonton bosan.
Para pemain enak dipandang
Bukan berarti semua cantik dan ganteng. Akan tetapi pemain terasa pas dengan usia tokoh yang dimainkan. Tak tampak make up yang terlalu dituakan sehingga terasa aneh saat dilihat. Kemampuan aktingnya pun bagus dan tak dibuat-buat. Nggak kayak di Indonesia kalau pas akting marah pasti melotot seperti bola mata siap menggelundung.
Alur cerita yang jelas
Karena jumlah episode terbatas, alur cerita pun terasa kuat dan tak bertele-tele. Benar-benar bisa merasakan alur saat mencapai klimaks lalu anti klimaks. Tentunya hal itu didukung oleh skenario yang bagus dan pemilihan cerita yang diminati oleh penonton.
Setting yang bagus dan karakter yang kuat
Di drama korea kayaknya selalu aja dapet pemandangan-pemandangan yang bagus meskipun itu sekadar di cafe atau tempat tinggal. Selalu ada yang menarik dan eye catching banget settingnya drama korea. Karakter si tokoh selalu berbeda satu dengan yang lainnya. Mereka memiliki karakter khas yang tak dimiliki tokoh lain meskipun peran mereka peran kecil.

Sejak saya menyapih diri sendiri, saya termasuk jarang menonton drama korea lagi. Sesekali nonton di saat saya membutuhkan referensi ketika hendak menulis naskah novel bergenre romance. Bisa ya drama korea jadi referensi untuk menulis cerita bernapas panjang?

Apa aja sih yang bisa menjadikan drama korea menjadi referensi saat menulis novel romance?

Tema drama korea sangat beragam. Mulai dari drama rumah tangga, cerita anak sekolah, bahkan sampai drama sejarah begitu apik diolah menjadi tema besar

Penokohan yang kuat. Karakter dari tokoh-tokoh itu selalu berbeda satu dengan lainnya. Bahkan tokoh-tokoh pendamping pun tak ada satupun kemiripannya sehingga mudah dikenali oleh penonton.

Alur cerita kadang tak tertebak. Sering kali plot twist di drama korea bikin gemas para penonton

Gaya bahasa. Di drama korea ini diksi-diksi yang digunakan begitu berwarna. Sering kali apa yang diucapkan oleh tokoh tak terpikirkan oleh para penonton.

Settingnya selalu keren. Dimanapun tempat yang menjadi latar sebuah cerita selalu divisualkan begitu cantik dan detil.

Sudut pandang cerita berganti-ganti sehingga penonton bisa membayangkan seandainya menjadi si tokoh yang ada di dalam drama korea

Pesan moral meskipun ringan pasti ada dalam setiap drama korea yang ditayangkan.

Drama korea banyak adegan-adegan romantis yang minus skinship. Buat saya yang lebih sering menulis novel Islami adegan tanpa sentuhan sangat penting

Itu menurut saya sih. Kalau kalian bagaimana?





Jumat, 14 Oktober 2022

6 Hal Yang Membuat Postingan Jadi Viral
tips membuat postingan jadi viral
cr : pixabay



Dari bulan September lalu banyak banget yang viral di media sosial. Mulai dari Adam Levine & Reza Arap yang selingkuh. Netizen yang menemukan banyak kemiripan di salah satu akun yang diduga adalah akun Alternya Afi Nihaya Faradisa. Lalu seseorang yang membuka aibnya sendiri sebagai selingkuhan orang sampai yang terakhir ini adalah kasusnya Lesty Kejora yang mendapatkan KDRT dari suaminya.

Sekarang ini banyak banget orang yang pengen apa yang ia unggah menjadi viral. Makanya banyak cara yang dilakukan supaya postingannya mendapatkan komen dan like yang tinggi. Mulai dari judul yang clickbait ataupun gambar yang heboh. Dan netizen sepertinya memang menyukai sesuatu yang mengandung S3 marketing meski pada akhirnya kesel sendiri.

Untuk membuat postingan viral ada beberapa hal yang perlu diperhatiikan yaitu :

Kesempatan dan Waktu yang tepat
Setiap orang yang pengen memosting sesuatu mestinya memikirkan saat yang tepat dan kapan kesempatan itu ada. Biasanya orang beraktivitas itu saat selesai liburan. Mereka membutuhkan informasi-informasi teranyar yang bisa mereka dapatkan untuk bahan obrolan di kantor ataupun tempat mereka beraktivitas. Momentum atau kesempatan untuk membagikan hal-hal yang kemungkinan menjadi viral tentunya sesuai dengan konteks postingan misalnya baru saja ada info mengenai Kapolda Jatim yang ditangkap hari ini karena narkoba padahal baru dilantik dua hari

Judul yang menarik
Dengan dukungan judul yang menarik perhatian tentunya akan membuat orang mau klik tautannya. Biasanya judul dan paragraf pertama akan menarik perhatian pembaca. Ditambah lagi kalau isi dari postingan itu provokatif biasanya audiens akan meneruskan membaca postingan itu sampai akhir.

Memiliki emosi
Sebuah postingan yang mengandung emosi seperti gembira, sedih, marah, kecewa biasanya akan menarik perhatian audiens. Pembaca akan ikut hanyut dalam emosi yang dibentuk oleh si penulis. Konten yang memiliki emosi biasanya akan dibagikan oleh sejumlah orang yang memiliki emosi yang sama sehingga akan sampai kepada audiens lebih banyak lagi

Didukung oleh gambar atau video
Gambar atau video akan memberikan ilustrasi visual lebih baik kepada audiens dalam memahami sebuah postingan. Biasanya jika postingan itu sudah menarik perhatian akan mendapatkan lebih banyak lagi saat ada dukungan ilustrasi visual tersebut.

Memiliki manfaat untuk audiens
Konten yang memiliki manfaat misalnya tips & trik, how to, Do it yourself biasanya disukai oleh pembaca. Selain disukai postingan akan sering dibagikan oleh pembaca yang merasa bahwa postingan ini perlu dibaca oleh orang-orang yang membutuhkan informasi yang sama.

Mengandung unsur kepercayaan
Postingan dari orang yang dipercaya memiliki keilmuan yang mumpuni dalam bidangnya biasanya akan mendapatkan perhatian cukup besar dari pembaca. Pengalaman pribadi yang bisa dijadikan referensi pun akan dipercaya oleh pembaca sehingga menaikkan viewers ketika dibagikan oleh orang-orang yang mempercayai hal tersebut.

Kalau kalian gimana-teman-teman, pernah nggak punya postingan yang viral sehingga kalian mendapatkan keuntungan baik material atau immaterial? Cerita di komen ya?

Senin, 03 Oktober 2022

Belajar dari Tragedi Kanjuruhan: Saatnya Orang tua Mengajari Anak Mengontrol Amarah
mengajari anak mengelola emosi
cr : Pixabay


Tragedi Kanjuruhan masih terbayang di benak kita. Begitu banyak nyawa melayang sia-sia. Belum diketahui siapa yang bertanggung jawab atas terjadinya Kanjuruhan berdarah ini. opini-opini pun berkembang liar tanpa kita tahu kebenarannya.

Banyak yang mengatakan bahwa pendukung Arema tak bisa menerima kekalahan mereka dari Persebaya Surabaya. Namun saya membaca sebuah artikel ini bukan perkara puas atau tidak puas terhadap hasil pertandingan. Ini juga bukan perkara tawuran antar pendukung karena pendukung Persebaya pun tak diizinkan masuk ke dalam stadion. Semua yang berada di stadion adalah pendukung Arema Malang.

Lalu salahnya dimana?
Tak ada seorang pun yang bisa memastikan. Menurut versi yang saya baca setelah pertandingan tim Persebaya langsung menuju ruang ganti. Tak ada sedikit pun selebrasi. Tim Persebaya hanya lima menit berada di ruang ganti lantas digiring ke kendaraan taktis yang sudah dipersiapkan keamanan untuk mengevakuasi tim Persebaya jika ada hal-hal yang tak diinginkan. Kalau membaca sampai disitu kelihatannya aman-aman saja kan?

Awal mula terjadinya kerusuhan versi yang saya baca adalah salah seorang pendukung turun ke lapangan memberikan semangat pada tim Arema yang telah mengalami kekalahan. Tak lama kemudian beberapa pendukung pun ikut turun. Pihak keamanan yang tak menginginkan hal-hal buruk terjadi pun menghalau para pendukung untuk turun. Namun halauan dari pihak keamanan tak menyurutkan langkah. Malahan semakin banyak pendukung Arema turun ke lapangan.

Entah siapa yang mulai kondisi jadi represif. Pihak keamanan pun berseteru dengan pendukung Arema. Makin banyaklah pendukung Arema yang turun mengakibatkan pihak keamanan yang jumlahnya tak seberapa kewalahan. Mereka pun menembakkan gas air mata ke arah pendukung. Sayangnya bukan ke arah yang berada di lapangan. Pihak keamanan juga menembakkan gas air mata ke arah penonton yang berada di tribun.

Tentu saja kondisi jadi chaos. Penonton berusaha menyelamatkan diri, namun banyak yang terinjak-injak karenanya. Setelah itu kondisi sama sekali tak bisa dikendalikan dan terjadilah tragedi kemanusiaan ini.

Sebagai seorang ibu dari anak penggila bola hal-hal seperti ini benar-benar meresahkan. Sejak lama saya mengkhawatirkan si Adek kalau dia ingin nonton bola secara langsung di stadion. Untungnya Adek relatif mudah untuk diberikan nasehat. Sehingga ia memilih nonton streaming di media sosial.

Memang yang namanya amarah jika tak bisa dikontrol mengakibatkan banyak kerugian bagi siapapun. Amarah itu merusak hati dan pikiran. Sebagai ibu saya pun berusaha mengajak anak untuk bisa mengontrol kemarahan dimanapun dan kapanpun.

Bisa nggak sih ngajak anak remaja untuk mengontrol amarah sementara ia sudah memiliki kekuatan sendiri?
Bisa bangetlah. Ada beberapa strategi yang digunakan untuk mengontrol amarah anak-anak terutama yang sudah remaja dan menginjak dewasa muda.
  • Anak merasa tak nyaman saat dirinya marah. Sebagai orang tua kita harus mengerti saat dirinya merasa tak berada dalam kontrol dirinya. Tenangkan dirinya karena kemarahan itu membuatnya tertekan. Dan tentunya tenangkan diri kita sebagai orang tua saat menghadapi kemarahan anak. Jangan sampai kemarahan anak kita balas dengan kemarahan yang lain.
  • Usahakan berada di dekatnya saat anak marah. Jangan biarkan anak sendirian dalam jangka waktu yang lama saat berada dalam kemarahan. Tak perlu mengintervensi, cukup berada di dekatnya untuk mengawasi resiko apakah ia menyakiti orang lain atau menyakiti diri sendiri karena terlampau marah.
  • Tak perlu mengajak diskusi saat anak marah. Anak akan mudah menyerang karena menerima input saat ia mengalami kemarahan. Biarkan ia merasa tenang terlebih dahulu sebelum kita ajak berkomunikasi.
  • Cobalah untuk berempati di segala situasi yang ia alami. Tak perlu mencari alasan untuk berargumen dengan anak. Beri waktu dan tenangkan diri kita juga terlebih dahulu. Kalau perlu katakan sekali saja bahwa kita mengerti kalau dia sedang marah.
  • Jika sudah tenang tak apa anak diajak bicara. Jadikanlah komunikasi ini tentang mereka. Bukan saatnya kita memberikan nasehat. Terkadang ada anak yang sulit berbicara langsung. Ia harus melalui media tertentu misalnya melalui email atau WA untuk berbicara. Tanyakan keadaannya, apa yang membuatnya marah, apakah ia tersakiti, ataupun bagaimana menurutnya cara menyelesaikan masalah tersebut.
  • Memperbaiki situasi bersama. Orang tua terkadang perlu untuk mengalah membuka keran komunikasi dengan anak terlebih dahulu. Mendengarkan anak bicara, menerima masukan, dan bersama-sama mencari win win solution. Orang tua perlu membangun kepercayaan anak. Jika anak sudah memiliki kepercayaan pada orang tua pintu untuk kedekatan antara orang tua dan anak akan semakin terbuka.
Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Berikan teladan yang baik untuk anak-anak kita supaya terbentuk karakter mulia anak yang sesungguhnya.