Jurnal Hati Irfa Hudaya: review film
Tampilkan postingan dengan label review film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label review film. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 September 2020

8 Drakor Lawas yang Menarik Ditonton



Assalamualaikum temans

Saya penikmat drama korea sejak pertama kali drakor masuk ke Indonesia. Seingat saya drama korea yang pertama masuk ke Indonesia tahun 2000 an adalah Winter Sonata yang dimainkan oleh Bae Young Jun dan Le Min Kyung. Setelah itu ada Endless Love (Autumn in My Heart) yang dimainkan oleh Song Seung Hun, Won Bin dan Song Hye Kyo. Setelah itu ada What Happened in Bali, Hotelier, Jewel in the Palace, Queen Seon Deok, dan banjir drama korea yang masuk ke stasiun televisi Indonesia mulai tahun 2004. 

Selama beberapa tahun entah berapa drakor sudah saya tonton, baik yang tayang di Indonesia atau enggak. Pernah dalam fase laptop nyala semaleman buat maraton drakor. Bener-bener begadang, apalagi kalau sudah baca sinopsisnya duluan di blog-blog yang ngebahas tentang sinopsis drakor (yang cenderung spoiler)

Karena nggak berhenti nonton drakor, nularlah kebiasaan itu ke si Kakak. Dulu saya sama sekali nggak ngefilter apa yang Kakak lihat. Bayangan saya sih, yang penting saya dampingin aja. Si Kakak terpapar drakor sejak usia tujuh tahun. Kebangetan banget deh saya. 

Melihat perkembangan yang kurang baik pada si Kakak karena terpapar budaya asing, akhirnya saya menyapih diri sendiri untuk stop nonton drakor. Hanya saja si Kakak sudah kadung cinta dengan budaya negeri ginseng itu. Nggak cuma drakornya, tapi juga musik dan bahasa. Saat SMP dia sudah bisa nulis dan membaca huruf hangeul. Sekarang sedikit-sedikit ia bisa mengartikan bahasa korea yang tertulis dalam huruf hangeul. Semuanya ia pelajari dengan otodidak. 

Ada beberapa drama korea yang buat saya tak terlupa. Entah karena aktor dan aktrisnya ataupun alur cerita yang menurut saya memikat. Meski sekarang mereka sudah jadi ahjussi dan ahjumma, buat saya mereka tetap terlihat menarik. Coba deh, lihat saja Song Seun Hun yang sekarang berusia 45 tahun, Jo Sang Wook yang sudah berusia 42 tahun, lalu Ha Ji Won dan Soo Ae yang usianya sudah 40 tahun ke atas masih kelihatan awet muda. Coba deh dijejerin sama Lee Jung Suk yang main di W-Two Worlds atau Romance is a Bonus Book. Nggak kelihatanlah kalau umur mereka jauh (maksa banget)

Di luar drama-drama yang akan saya sebutkan masih banyak banget drama-drama lawas yang masih menarik untuk dilihat. Misalnya saeguk semacam The Moon That Embraces The Sun, Empress Ki, Jang Ok Jung, atau K-drama yang berlatar medis semacam Good Doctor. 


Kuy, simak 8 drakor lawas yang menarik versi saya


What happened in Bali (2004)




Drama ini bertabur bintang deh. Ada Jo In Sung, Ha Ji Won, serta So Ji Sub yang saat ini masih eksis menjadi aktor dan aktris papan atas di Korea Selatan. Kehadiran pemain-pemain baru tak membuat nama-nama mereka tenggelam. 

Dari judulnya udah ketahuan kan ya, kalau menggunakan Bali sebagai setting cerita? Setting tempat ini sebenarnya hanya di awal dan akhir cerita saja sih. Meski tak begitu mengekspos keindahannya, namun Bali tak sekadar tempelan belaka. Nuansanya tetap tergambar di film itu. O ya, drama korea ini juga dikenal dengan judul Memories of Bali

Lee So Jung (Ha Ji Won) seorang gadis yatim piatu. Untuk menghidupi dirinya ia bekerja sebagai pemandu wisata. Saat memandu wisata di Bali ia bertemu dengan Jung Jae Min (Jo In Sung, Kang In Wook (So Ji Sub) dan Choi Young Jo (Park Ye Jin) yang sedang berlibur di Bali. Jae Min adalah anak seorang konglomerat yang sudah bertunangan dengan Young Jo. Sementara itu In Wook adalah karyawan dari perusahaan milik keluarga Jae Min. 

Jae Min memanfaatkan So Jung untuk memancing kecemburuan Young Jo. Sementara itu So Jung mau aja didekati Jae Min karena butuh uang. Tak disangka mereka jatuh cinta beneran. Namun keluarga Jae Min tak menyukai So Jung, bahkan ingin melenyapkannya. 

In Wook yang tinggal sebelahan dengan So Jung pun jatuh cinta padanya. Ia berusaha melindungi So Jung dari keluarga Jae Min yang tak menyukainya. Ia berusaha menjauhkan So Jung dan Jae Min dengan segala cara, sampai cara paling licik sekalipun. 

Kalau banyak orang bilang bahwa hidup ini tak seindah drama korea, mereka kudu nonton drakor yang satu ini. Kalau udah nonton, kira-kira masih punya pendapat yang sama nggak ga?


Prosecutor Princess (2010)




Beberapa waktu yang lalu drakor ini ditayangkan kembali oleh salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia. Drama bergenre komedi romantis ini ngulik tentang dunia hukum di Korea Selatan. 

Kim Yo Seon cute banget di drakor ini. Beda banget dengan peran sebelumnya di tahun 2009 sebagai Kim Sun Hwa, seorang agen rahasia Korea Utara di Iris, drama korea yang bergenre action thriller. 

Di Prosecutor Princess ini ia berperan sebagai Ma Hye Ri, seorang jaksa muda yang polos, naif, ceria dan shopaholic. Meski ia adalah lulusan fakultas hukum sebuah universitas terkenal di Korsel tak lantas membuatnya dihargai saat bekerja di kejaksaan. Penampilannya yang mewah dan cheerful membuat semua orang memandang remeh kemampuannya.

Pertemuannya dengan Seo In Woo (Park Shi Hoo) seorang pengacara membuatnya belajar banyak hal. Ia belajar tentang hukum dan kehidupan. Ia tak menyangka persahabatan yang berubah jadi cinta dengan Seo In Woo menjadi rumit karena masa lalu orang tua keduanya.

Pas nonton Prosecutor Princess ini, saya tergila-gila dengan soundtrack nya Good Bye My Princess. Kayaknya dulu sampai hapal deh hahaha ... 

Menikmati drakor ini kayak nikmatin kripik yang crunchy. Renyah namun berasa. Romantisnya dapet, komedinya meski nggak bikin ngakak sengakak-ngakaknya, tapi tetap bikin senyum dan ketawa di banyak episodenya. Ada kesedihan menjelang ending, sempet mrebes mili dikit. Tapi endingnya ya bikin senyum-senyum sih. Ada beberapa part yang lebay sih, tapi nggak lantas ganggu banget. Masih nyaman untuk dinikmati kok.


Cinderella Stepsister (2010)




Moon Geun Young selalu jadi aktris favorit buat saya. Wajahnya yang sendu membuat siapapun bakalan jatuh sayang padanya. Wajahnya menjadi benchmark saya membuat karakter tokoh waktu menulis novel ketiga yang batal naik cetak namun sudah dibeli putus hehehe ...

Moon Geun Young menurut saya sukses memerankan seorang gadis yang cerdas namun sarkas. Gadis yang terlihat tanpa emosi, namun sebenarnya menyimpan kerinduan pada kasih sayang tulus. 

Di drakor ini Moon Geun Young beradu akting dengan Chun Jung Myun, Seo Woo dan Taecyon, anggota boyband 2PM. Meski saat itu masih pendatang baru, Taecyon keren juga mainnya sebagai second male. 

Seo Woo sendiri bermain bagus sebagai seorang gadis manja dan drama queen. Wajahnya yang cantik dan terlihat menyenangkan hati membuatnya terlihat seperti princess. Penampilan mereka sungguh menipu dan membuat penonton gemas.

Harusnya Song Eun Jo (Moon Geun Young) bahagia saat ibunya menikah kembali dengan seseorang yang baik dan kaya. Namun pernikahan itu tak membuatnya lebih baik karena merasa kasih sayang ibunya diambil oleh Hyo Sun, adik tirinya. Ia menjadi gadis pemberontak dan emosional. 

Persaingan antara Eun Jo dan Hyo Sun tetap berlangsung sampai mereka dewasa. Apalagi mereka menyukai laki-laki yang sama, Hong Ki Hoon (Chun Jung Myun) Ditambah lagi sosok Ki Hoon yang menyimpan misteri sedikit demi sedikit terkuak. 

Konflik drama keluarga dibalut dengan percintaan dan dunia usaha dikemas apik dalam melodrama ini. Seperti biasa, saya banjir air mata kayak nonton drakor yang lain pas nonton Cinderella's sister ini. 


Pasta (2010)




Gong Hyo Jin termasuk salah satu aktris drakor favorit saya selain Moon Geun Young dan Kim Tae Hee. Wajahnya yang manis dan aktingnya totalitas banget membuatnya sering mendapatkan penghargaan. Banyak dramanya yang dapet rating bagus, termasuk Pasta, sebuah drama bertema kuliner ini.

Seo Yo Kyung (Gong Hyo Jin) bercita-cita menjadi koki terkenal. Karirnya dimulai dari asisten koki di restoran La Sfera. Ia berangkat paling awal dan pulang paling akhir. Namun ia selalu bekerja dengan penuh semangat. 

Choi Hyun Wook (Lee Sun Gyun) seorang koki lulusan seni kuliner dari Italia menjadi koki baru di La Sfera. Ia seseorang yang keras dan temperamental. Dengan mudah ia membentak atau membanting hasil karya anak buahnya jika plattingnya jelek.

Awalnya Yo Kyung yang takut-takut berhadapan dengan Hyun Wook, kemudian kayak frenemy, lantas saling suka tuh bikin gemoy lah. Belum lagi banyak persoalan di dapur yang harus memisahkan perasaan pribadi dengan urusan kerja. 

Konflik yang terjadi di dapur sebuah restoran ternyata asyik juga dikulik. Yang saya suka dengan drama korea tuh ketika menyajikan drama dengan tema tertentu misalnya kuliner, nggak sekadar tempelan doang. Bener-bener detil. Misalnya istilah sous-chef. Kirain saya sous chef itu adalah chef yang khusus bikin saus. Nggak tahunya itu adalah istilah bagi orang kedua pengendali dapur dibawah executive chef. 


My Princess (2011)




Duh ... Kalau sama Song Seung Hun ini saya sudah jatuh sayang sejak ia main di Autumn in My Heart, drakor yang masuk ke Indonesia sekitar tahun 2000. Makin kesini makin ganteng aja dia, meski masih jomblo di usia 45. 

Di K-dramanya yang ke 13 ini Song Seun Heun bermain dengan Kim Tae Hee, perempuan cantik istri Rain, seorang aktor dan penyanyi dari negara ginseng itu. 

My Princess ini berkisah tentang Lee Seol (Kim Tae Hee), seorang gadis ceria dan lucu. Karena kondisinya yang jauh dari kata berharta, ia bekerja paruh waktu supaya bisa kuliah di sebuah universitas ternama. Ia sering berkhayal menjadi seorang putri kerajaan yang kaya raya. 

Pertemuannya dengan Park Hae Yong (Song Seun Heun) membawanya pada kenyataan bahwa ia adalah cucu buyut terakhir Kaisar Sunjong dari dinasti Chosun. Ia pun dibawa ke sebuah istana yang tertutup dari publik dan harus belajar menjadi seorang seorang putri penerus dinasti Chosun.

Ada cinta segi empat, iri dan dengki, ketamakan, serta ketulusan membawa drama korea ini dalam keseruan. Gelombang emosinya dapet banget. Dari ketawa ngakak, tiba-tiba sebel sama Oh Yon Joo, lalu kayak dapet vitamin ngeliatin Nam Jung Woo. Gado-gado banget lah kalau nonton drama korea ini.

Kim Tae Hee juga berakting natural. Kocak berat saat berperan menjadi Lee Seol. Wajahnya yang cantik tanpa operasi plastik ini emang mempesona. Coba aja sekarang, lihat dramanya di tahun 2020, Hi Bye Mama. Nggak beda jauh kan? 

Drama komedi romantis ini memberi kita banyak pelajaran dalam hidup meski disampaikan dengan cara sedemikian ringan. Bahwasanya kebahagiaan itu tidak melulu diletakkan pada kekuasaan ataupun kekayaan. Ketulusan dan kesetiaan menjadi faktor penting dalam memenuhi tangki hati kita dengan cinta.


Thorn birds (2012)




Drama Korea yang dibintangi oleh Han Hye Jin, Kim Min Jung dan Joo Sang Wook. Drama ini bercerita tentang perjuangan gadis yatim piatu Seo Jung Eun (Han Hye-jin) mencapai cita-citanya sebagai seorang artis terkenal. Bersahabat dengan Han Yoo Kyung sejak kecil. Namun persahabatan itu putus karena sebuah masalah. Yoo Kyung pun pergi ke luar negeri dan kembali dengan posisinya yang cukup bagus di dunia perfilman. Sayangnya ia masih menyimpan dendam pada Jung Eun sehingga berusaha menghalanginya merintis jalan menjadi seorang artis. 

Bertemu dengan Lee Young Jo membuat konflik di antara dua gadis ini meruncing. Silang sengkarut antara persahabatan, rindu, cinta dan benci menjadi bumbu dari drama korea yang pernah masuk ke Indonesia di tahun 2013.

Drama ini mengajarkan saya arti kasih sayang yang tak terputus oleh apapun. Seberapapun dendam dan benci seseorang, namun akan selalu luluh pada kasih sayang yang tulus 



Queen of Ambition (2012)




Cinta akan menjadi indah jika engkau tulus. Sekali kau mengucapkan emosi tak terkendali akan tumbuh.

Ini adalah salah satu quote yang diucapkan oleh Soo Ae dengan wajahnya yang dingin dalam perannya sebagai Joo Da Hae, seorang perempuan miskin yang memiliki keinginan kuat untuk mengubah nasib. Sayangnya keinginan yang berlebihan itu menjadikannya seorang perempuan yang ambisius, dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.

Hidup yang awalnya menyedihkan untuknya, ditambah pelecehan seksual yang dilakukan oleh sang ayah tiri membuatnya jadi perempuan berdarah dingin, mengorbankan apapun, bahkan suami yang mempertaruhkan hati dan jiwa untuk Joo Da Hae. 

Drakor ini menjadi salah satu drakor favorit saya. Soo Ae, yang berwajah lembut aktingnya luar biasa. Meski berperan menjadi tokoh antagonis, namun tak lantas membuat penonton membenci. Penonton malah mengasihani Da Hae. 

Drama ini berakhir dengan kesedihan. Namun juga kelegaan. Bahwa kejahatan yang disimpan serapi apapun pasti ada celah untuk terbuka. 


49 days (2011)



Drama romantis ini adalah drama korea yang pertama kali ditonton si Kakak. Drama yang dimainkan oleh Nam Gyu Ri, Jung Il Soo, Lee Yo Won, dan Jo Hyun Jae ini menguras air mata sedari awalnya. Sebuah drama fantasi, konsepnya keren banget, dan buat saya unforgetable banget. 

Shin Ji Hyun (Nam Gyu Ri) adalah seorang wanita yang mempunyai hidup yang mendekati sempurna. Ia berwajah jelita, keluarga yang kaya raya, orang tua yang sangat menyayangi, seorang tunangan yang menawan dan mencintainya, serta sahabat-sahabat yang setia. 

Namun semuanya berubah drastis saat Ji Hyun mengalami kecelakaan lalu lintas. Ia mengalami koma. Namun dalam komanya ia diberikan kesempatan untuk dapat hidup dengan syarat bisa menemukan 3 orang yang menangis untuknya dengan hati yang tulus. Ia harus mengumpulkan air mata 'tulus' itu dalam waktu 49 hari. 

Untuk melaksanakan misinya, Ji Hyun meminjam tubuh So Yi Kyung (Lee Yo Won) yang hidup tanpa emosi. Malaikat maut mengawasi apapun yang ia lakukan. Kehidupan yang dijalani Ji Hyun pun menjadi sangat berat karena harus melakukan apapun sendiri menghidupi dirinya sendiri. Hanya sahabatnya Han Kang (Jo Hyun Jae) menjadi penolongnya di masa-masa sulit.

Dalam hidup sering kali kita menemukan hal-hal di luar pemikiran kita. Banyak kejutan yang hadir dalam setiap sketsa hidup yang dihadirkan oleh Sang Maha Kuasa. Sering kali Tuhan memberikan manusia kesempatan untuk memperbaiki kehidupan. Hanya saja manusia mampu membaca kesempatan itu atau tidak. 



Aktor drama korea favorit


Kehadiran Lee Jung Suk, Yoo Ah In, Ji Chang Wook, Park Bo Gum, Kim So Hyun, bahkan Cha Eun Wook atau Nam Joo Hyuk tak membuat saya goyah. Bagi saya Song Seung Heun menjadi aktor drakor favorit saya. Bukan hanya karena wajahnya yang ganteng, namun eksistensinya di dunia entertainment sejak tahun 1995 sampai sekarang masih tetap terjaga. Di tahun ini ia main di drama korea berjudul Dinner Mate yang diproduksi oleh MBC. Harapan saya sih, aktor dan aktris senior ini masih selalu berkarya, apalagi sekarang penikmat drakor nggak melulu anak muda kan? 

Thanks for reading ya temans, stay safe keep healthy ya?













Sabtu, 20 Juli 2019

Mahasiswi Baru, film keluarga berbalut komedi yang kaya pesan moral


Assalamualaikum Temans 

Apa jadinya jika seorang nenek usia tujuh puluh tahun ingin merasakan bangku kuliah? Ada? Ada sih, tapi jarang banget. Contohnya Mooryati Sudibyo, seorang pemilik perusahaan yang bergerak di bidang produk kecantikan melanjutkan kuliah S-3 dan wisuda di usia yang cukup sepuh, 79 tahun. 

Tempo hari saya iseng banget browsing, eh nemu berita tentang Morgan Oey main film komedi. pas baca beritanya amaze juga kalau salah satu pemain film produksi MNC Pictures adalah Widyawati. Siapa yang meragukan kualitas akting perempuan satu ini coba? Berapa penghargaan film yang sudah didapatkan sejak main film di tahun tujuhpuluhan? 

Film yang dibintangi Morgan Oey dan Widyawati itu berjudul Mahasiswi Baru. Selain kedua bintang film yang jaminan mutu kualitas aktingnya, ada nama-nama nggak asing di telinga kaum milenials. Ada Umay Shahab, Mikha Tambayong, Encep Bagus, serta Sonia Alyssa. Ada juga pemain senior seperti Karina Suwandi dan Iszur Mochtar ikut bermain di film ini. Tak ketinggalan mastah perfilman Indonesia, Slamet Raharjo Djarot menjadi pendukung film ini. Wih ... pasti film keren nih, sampai sekelas Slamet Rahardjo Djarot berkenan main meski bukan sebagai lead actor. 

Saya pun langsung meluncur ke youtube. Lihat trailernya dari beberapa detik di awal trailer saja sudah terngakak parah. Si Morgan Oey makin matang aktingnya. Nggak cuma peran gahar atau melodrama yang total ia mainkan. Peran komedi pun ia sikat. 

Umay Shahab yang sudah pernah main film komedi pun kocaknya tetap maksimal. Konyolnya nggak nanggung. Bareng sama Morgan kayaknya klop banget jadi teman satu geng. Ditambah Mikha Tambayong yang tetap jadi cewek yang manis bikin film ini terasa segar. 

Jempol dua tetep buat tante Widyawati deh. Yang tampak di keseharian atau di kamera infotainmen Widyawati selalu terlihat kalem, banyak senyum. Atau terlihat serius di setiap peran filmnya. Namun di film ini, dia harus ngebodor abis. Jadi nenek lincah yang nggak mau kalah dengan anak-anak seusia cucunya. Punya geng, nyontek berjamaah, mbolos kuliah dijabanin demi merasakan keseruan kuliah. 

Di Film Mahasiswi Baru ini Karina Suwandi berperan sebagai anak Widyawati. Kebayang dong peningnya anak ngelihat polah ibunya yang usia tujuh puluh tahun ikut tawuran? Belum lagi ngedenger teman-teman sang ibu yang nggak sungkan memanggil nama doang pada ibunya. Mangkel aja kan, merasa si ibu nggak dihormatin banget. Lha wong dia aja nggak pernah manggil ibunya langsung nama doang. Bisa auto dipecat jadi anak kan ya? :D 

Banyak adegan yang saya yakin bikin ngakak parah. Misalnya ekspresi Widyawati saat dapet contekan tapi nggak bisa ngeliat karena tulisan yang kecil baginya. Widyawati dengan wajah lembut tapi tengil di film ini bilang, “Iya kan geeeeeng?” Atau ekspresi kocaknya saat bilang, “Yoaaa Braaaaayyy!” 

Meski baru nonton trailernya, saya yakin kalau film ini pesan moralnya banyak banget. Kalau kalian tinggal bareng ibu atau ayah pasti relate banget sama peningnya Karina Suwandi. Orang tua yang sudah sepuh biasanya perilaku berubah seperti anak-anak kembali. Contoh aja nih yang pernah saya alamin waktu Ibuk alm masih ada. Beliau bisa loh rebutan remote TV, rebutan wafer, sampai dulu-duluan minta dianterin sama anak saya. Belum lagi minta es krim padahal kalau makan es krim gigi jadi senut-senut, akhirnya kudu ke dokter gigi karena takut minum obat yang dijual bebas. Nah ... hubungan anak dan orang tua yang rumit seperti itu ada di film Mahasiswi Baru. 

Film ini cocok buat kamu yang ngaku mahasiswa. Banyak kehidupan dan kekonyolan mahasiswa dilukiskan di film ini. Kalau menurut saya, film ini patut menjadi film keluarga tahun ini dan ditonton oleh semua kalangan karena konflik yang terjadi di sekitar kita banget. Saya yakin deh, meski ketawa melulu lihat trailernya, pasti ada sesuatu yang bikin kita haru di film ini. 



Tunggu tanggal mainnya ya temans. 8 Agustus 2019 film ini akan hadir di bioskop kesayangan kalian. Ajak deh teman, saudara, ayah ibu atau anak-anak untuk menonton Mahasiswa Baru. Jangan sampai kelewatan ya?