April 2018 - Jurnal Hati

Sabtu, 07 April 2018

Inilah Produk Susu SGM untuk Anak-anak yang Bisa Dipilih Sesuai dengan Umurnya
cr: www.pixabay.com


SGM merupakan merk susu produksi dalam negeri yang telah lama dipercaya masyarakat Indonesia untuk sumber energi dan nutrisi bagi anak-anak. SGM telah digunakan puluhan tahun oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk membentuk anak yang sehat dan aktif sedari kecil. Meski kini banyak produk susu lain baik buatan lokal maupun import, namun kepercayaan masyarakat pada SGM tetap tinggi terbukti dengan produksi SGM yang terus bertambah dengan varian-varian baru. Bagi Anda yang memiliki anak kecil dan masih kebingungan dengan susu pendamping yang akan diberikan, produk susu SGM bisa menjadi pilihan yang tepat dan bijaksana. Berikut ini adalah beberapa produk SGM yang dikhususkan untuk anak-anak dimana Anda bisa memilih yang mana pilihan tepat sesuai kebutuhan si kecil. 


1. Usia anak 1 - 3 tahun. 
Jika anak Anda berusia antara 1 hingga 3 tahun, maka produk SGM yang tepat untuk si kecil adalah SGM eksplor 1+. Diformulasikan khusus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan sebagai minuman pendamping ASI bagi anak usia 1 hingga 3 tahun. mengandung presinutri plus dengan Omega 6 dan protein tinggi untuk anak yang sedang di masa pertumbuhan emasnya. Terdiri dari 3 varian rasa yaitu plain, madu dan vanilla. Bagi anak yang memiliki kesulitan atau kurang suka untuk makan buah dan sayuran, SGM juga memiliki varian SGM eksplor 1+ dengan buah dan sayur bagi mereka. 

2. Usia anak 3 hingga 5 tahun. 
Untuk usia anak 3 hingga 5 tahun, SGM memiliki produk SGM Eksplor 3+ dengan presinutri. Memiliki kandungan mineral dan vitamin lengkap untuk menunjang kebutuhannya yang selalu ingin aktif serta mengeksplor berbagai hal baru. Kandungan vitamin D, kalsium dan zat besinya lebih tinggi untuk membentuk kepadatan tulang dan gigi yang sehat. Susu SGM eksplor 3+ juga hadir dengan varian mengandung ekstrak buah dan sayur seperti pada SGM eskplor 1+. 

3. Usia 5 tahun hingga 12 tahun. 
Untuk perkembangan anak usia sekolah, SGM memiliki produk SGM eksplor 5+ dengan rasa madu dan coklat. Vitamin b lengkap untuk menunjang metabolismenya yang selalu aktif dan penuh kegiatan di sekolah. 

Selain pilihan susu dari SGM di atas, Anda juga bisa memberikan si kecil produk lain dari SGM jika ternyata anak Anda memiliki alergi terhadap susu sapi. Pilihan produk SGM di atas menggunakan derivat protein susu sapi yang tidak boleh diberikan pada anak dengan alergi susu sapi. Sebagai gantinya, SGM memiliki produk SGM susu Soya yang menggunakan derivat protein susu kedelai sehingga putra-putri Anda yang memiliki alergi pun bisa tumbuh dan sehat seperti anak lainnya. SGM Soya hadir untuk usia anak 1 hingga 5 tahun dengan rasa madu dan vanilla. 

Sebagai susu yang telah digunakan oleh masyarakat Indonesia selama puluhan tahun, susu SGM telah membuktikan manfaatnya dengan menjaga pertumbuhan putra-putri Indonesia hingga kini dewasa dan meraih cita-cita. Selain memiliki kandungan gizi lengkap dan seimbang yang telah sesuai dengan standar kesehatan untuk produk susu anak, SGM juga memiliki harga jual yang bersaing dan terjangkau. Bahkan jika Anda beruntung, berbelanja SGM di situs belanja online terpercaya seringkali mendapatkan bonus berupa potongan harga untuk belanja yang lebih hemat. Berbagai varian dari SGM akan memudahkan Anda untuk memilih yang mana susu untuk si kecil agar ia bisa tumbuh dengan sehat dan sempurna sesuai dengan usianya. Tunggu apalagi, segera belanja SGM untuk putra-putri sehat Anda.

Jumat, 06 April 2018

Merencanakan Liburan ke Pulau Cinta Bersama Skyscanner
cr : radargorontalo.com

Dari tahun 2017 sampai hari ini, rasanya keluarga kami memang kurang piknik. Selain karena masalah-masalah kesehatan saya yang tahun kemarin sering ngedrop, Kakak dan Adek memang lagi fokus banget menghadapi Ujian Negara. 

Qodarullah, Kakak dan Adek tahun ajaran depan berganti seragam. Kakak dari seragam putih biru menjadi putih abu-abu. Sementara Adek sebelumnya memakai putih merah akan segera berganti menjadi putih biru. Hal itu membuat kami harus benar-benar mengencangkan ikat pinggang banget untuk mempersiapkan semuanya. 

Dalam hati kecil saya sebenarnya sudah nggak nahan pengen refreshing dengan berkunjung ke suatu tempat. Kepala ini udah mau meledak rupanya karena hampir setahun kami tak menyediakan waktu untuk traveling ke suatu tempat. Pada akhirnya saya pun harus puas untuk memanjakan mata saya dengan mengunjungi beberapa tempat wisata via dunia maya. 

Dari sekian banyak tempat wisata yang saya lihat di beberapa artikel wisata online, rupanya saya jatuh cinta pada sebuah tempat yang mulai ramai dijadikan destinasi wisata. Memang tak seheboh Raja Ampat atau Labuan Bajo. Namun tempat yang indah ini ingin sekali saya datangi dan nikmati bersama keluarga.


Tempat itu bernama Pulau Cinta. 

Pulau Cinta tepatnya berada di selatan Gorontalo tepatnya Kabupaten Boleamo. Menurut informasi jika kita hendak ke sana kita akan melewati perjalanan darat selama tiga jam. Tempat yang dituju bernama Pantai Bolihutuo. Eh ... ini belum sampai di akhir perjalanan. Masih sekitar 25 menit perjalanan melalui laut untuk sampai ke sana. Ada perahu nelayan yang siap mengantar kita ke Pulau Cinta. 

Pulau ini berbentuk hati. Bentuknya aja udah romantis gitu ya? Gimana kalau kita sudah sampai di sana? Sepertinya ini alert untuk para jomblo supaya menunggu sampai berpasangan dulu sampai ke Pulau Cinta. Supaya nggak baperan pas di sana ngeliat banyak pasangan yang menikmati keromantisan Pulau Cinta. 

Nuansa romantis itu tak lepas dari sejarah Pulau Cinta sendiri. Konon di jaman penjajahan Belanda ada seorang pangeran Gorontalo yang terpikat oleh kecantikan seorang gadis keturunan Belanda. Tentu saja hubungan tersebut tak ada restu dari kedua belah pihak. Lantas keduanya sering bertemu diam-diam di sebuah tempat yang kemudian di kenal sebagai Pulau Cinta. 

Karena pesona surga yang tersembunyi di Gorontalo ini, dinas pariwisata setempat pun mengembangkan potensi wisata ini dengan membangun berbagai fasilitas supaya wisatawan pun merasa nyaman saat berkunjung. Salah satu kenyamanan yang ditawarkan adalah eco resort yang dibangun mengelilingi Pulau Cinta. Ada 15 cottage yang dibangun dengan jembatan-jembatan yang mengelilingi Pulau Cinta, yang pada awalnya adalah sebuah gundukan pasir. 

Bisa ngapain aja ya kalau ke Pulau Cinta? 

  • Pastinya spot-spot kece ada di sana. Menikmati laut dari kamar cottage tentu saja satu hal yang jarang banget terjadi. Berfoto merupakan hal wajib untuk mengabadikan kenangan. Siapa tahu berkunjung ke Pulau ini hanya sekali seumur hidup kan? 
  • Tempat ini ternyata memberikan fasilitas juga untuk para pecinta diving dan snorkeling. Memandang keindahan bawah laut dengan berbagai kekayaan hayati milik tanah air ini bisa jadi sebuah privilege kalau buat saya. 
  • Kita juga bisa trekking lho di sana. DI seberang Pulau Cinta terdapat hutan yang rindang. Di sana ada suku Bajo masyarakat setempat yang akan menyambut kita dengan ramah. Selain bereksplorasi kita juga bisa bersilaturahmi dengan suku asli di sana. Tak lupa, masih ada lho bangunan-bangunan ala Belanda yang masih berdiri di sana. Sekalian kita bisa belajar sejarah juga di sana ya? 
  • Menyusuri Pulau Cinta, kita bisa memandang keindahan lain di tempat sekitarnya. Dengan berperahu kita bisa melihat Gulf of Tomini, Memandang Pulau Lito Mahupombo Kiki atau keindahan Pulau Bajo. 
Mupeng banget ya? 

Duh ... pengen deh segera berburu tiket ke sana. Pengen deh nyari tiket, booking hotel lalu sewa kendaraan dalam satu klik aja. Ada nggak ya? Pasti ada dong. Gara-gara menyusuri tempat-tempat wisata via internet jadilah saya berkenalan dengan skyscanner

Apaan sih skyscanner? 

Skyscanner adalah sebuah mesin pencarian untuk tiket penerbangan, hotel serta penyewaan mobil. Jangan salah lho ini bukan seperti agen travel online yang menjual tiket penerbangan, hotel dan lainnya. Situs pencarian ini menyediakan perbandingan harga secara online dan cepat di lebih dari seribu maskapai penerbangan, penyewaan mobil dan hotel. Pilihan pencarian skyscanner yang fleksibel membuat kita bisa menjelajahi harga dalam waktu dengan rentangan satu bulan bahkan bisa satu tahun untuk mendapatkan penawaran yang terbaik. Yang terpenting bagi kita adalah kita bisa memesan langsung kepada maskapai penerbangan atau agen perjalanan sehingga mendapatkan harga bersaing tanpa biaya ekstra. 

Gimana sih caranya kalau mau make skyscanner? 

Gampang kok. Misalnya nih, saya kan tinggal di Magelang. Naik pesawatnya tentunya dari Jogja dong kalau mau ke Gorontalo. Tinggal klik ‘tiket pesawat’ lalu klik juga nama kota atau nama bandaranya. Pilih aja rute penerbangan yang kita inginkan serta kelas kabin yang kita inginkan. 

cr : skyscanner.co.id

pilihan rute penerbangan


Kalau pergi jauh pengennya sih naik pesawat yang nyaman. Pengen deh naik pesawat dengan pelayanan yang prima. Banyak dari teman-teman yang sering menggunakan tiket pesawat Garuda Indonesia

Mengapa memilih Garuda Indonesia? 

Karena Garuda Indonesia adalah maskapai penerbangan full service airline dengan rute penerbangan lebih dari 133 tujuan di 14 negara. Garuda Indonesia saat ini memiliki 136 armada yang melayani destinasi wilayah nasional maupun internasional. 

For Your Information Garuda Indonesia sedang ada tiket promo nih. Bisa loh, kita dapet tiket pesawat Garuda berdasarkan kategori terbaik, waktu keberangkatan saat pulang dan pergi, harga termurah atau tercepat lebih dahulu, atau maskapai dan pemberhentiannya. 

Nah, cara ngedapetin info tiket promonya bisa kita lihat di bawah ini : 
  • Cek aja halaman Skyscanner tiap hari. Ada update setiap hari tentangg harga tiket promo yang tersedia. 
  • Berlangganan newsletter skyscanner dengan mendaftarkan surat elektronik terlebih dahulu. 
  • Pasang aplikasi skyscanner di gawai. 
  • Manfaatkan layanan fitur info harga untuk selalu mendapatkan informasi terbaru setiap harinya. 
  • Kunjungi halaman promo di situs resmi Garuda Indonesia 
  • Bergabunglah dengan GarudaMiles untuk ngedapetin potongan harga. 
  • Gabung juga ke Wonderful Indonesia Travel Pass dari Garuda Indonesia untuk mendapatkan penawaran eksklusif. 
  • Mencari informasi melalui pameran-pameran travel 
  • Promo dari penyedia biro perjalanan 
  • Promo dari perbankan. 

Lalu gimana dengan pemesanan hotel dan sewa kendaraan? 

Caranya hampir sama kok dengan pemesanan tiket pesawat. Tinggal pilih klik aja hotel atau sewa mobil. Untuk mencari hotel jangan lupa untuk memasukkan jenis hotel yang sesuai dengan budget kita. Dari bintang satu sampai bintang lima semua tersedia. 


pilihan hotel di skyscanner.co.id


Yuk ah ... kekepin dompet biar bisa nabung dan ngitung budget liburan tahun ini. Kayaknya traveling tahun ini hukumnya wajib deh apalagi udah tahu kalau ada tiket promo. 

Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan oleh ID Corners dan Skyscanner 
#JelajahNusantaraSkyscanner 



Selasa, 03 April 2018

Menikmati Long Distance Marriage


Idealnya yang namanya keluarga ya ngumpul jadi satu. Ada ayah, ibu dan anak-anak. Kalau anaknya udah gede wajar aja kalau kemudian kos di kota lain karena menuntut ilmu. Namun kalau suami dan istri berpisah kota wajar nggak sih? 

Sekarang kayaknya makin banyak pasangan yang menjalani long distance marriage (LDM). Dua alasan terbesar para pasangan itu berani menjalani LDM yang pertama adalah karena pekerjaan, sementara yang kedua alasan birrul walidain. Di luar dua alasan tersebut pastinya masih ada. Namun kebanyakan yang saya temui dari pasangan yang menjalani LDM karena dua hal tersebut. 

Saya sudah menjalani Long Distance Marriage selama 14 tahun. Lama ya? Awalnya saya menjalani karena saya ingin melahirkan anak pertama dekat dengan ibu saya. Rencananya sih setelah melahirkan saya akan ikut suami. Namun qodarullah, ibu saya terkena stroke pertama. Setelahnya adik saya persis mendapatkan pekerjaan di provinsi sebelah sementara adik bungsu saya kuliah di kota yang sama dengan kakaknya. Nggak disangka pula, si adik yang sudah bekerja pindah kerja di pulau seberang dengan gaji yang lumayan menggiurkan. Karena kondisi itulah lantas saya yang mengurus ibu pasca stroke. Waktu itu alhamdulillah banget suami mengijinkan. 

Sampai kemudian LDM saya di usia 11 tahun, ibu saya meninggal. Namun anak-anak sudah settle dengan lingkungan dan sekolahan. Suami malah meminta saya tetap tinggal di rumah ibu. Selain karena peninggalan ibu nggak ada yang ngurus, suami melihat di rumah ibu lingkungan sangat bagus dan kondusif. Lingkungan rumah masih di pedesaan dengan halaman luas, pohon yang masih banyak, dan sawah pun masih bisa ditemui di sekitar rumah. Meski begitu, akses untuk ke perkotaan juga nggak terlalu jauh. Mau nonton, ngemall, atau hangout cukup ditempuh dengan 30 menit berkendaraan roda empat. 

Lingkungan yang membentuk religiusitas anak pun tersedia. Masjid yang ramah dan makmur oleh anak-anak dekat dengan rumah. Sekolahan yang bagus baik dari sisi akademik, pembangunan akhlak serta potensi non akademik hanya berjarak 200 m. Sekolah lanjutan dengan kriteria bagus pun tak jauh. Ini yang menjadi poin penting suami meminta saya tetap tinggal di kota kecil ini. 

Namanya rumah tangga itu baiknya ya jadi satu. Lengkap. 

Banyak yang menyarankan saya untuk ikut suami atau suami yang pindah pekerjaan di kota kecil ini. Biar tenang, nggak banyak godaan, dan pengeluaran juga satu pintu aja. Iya sih, kayaknya enak banget kalau bisa ngumpul bareng di rumah tiap hari. Etapi ... 

Kami sudah mengusahakan beberapa kali lho. Di tempat kerja suami yang terdahulu, udah sampai 4 kali suami mengajukan pindah ke kantor cabang yang setidaknya bisa ditempuh dalam 30 menit aja. Bahkan sampai yang terakhir SK pindah udah turun. Suami udah mulai pamitan sama temen-temen di kantor. Udah hepi banget mau pindah. Kurang empat hari doi pindahan, tau-tau turun SK baru dirolling ke cabang lain. Kan bikin patah hati. 

Lantas dua tahun lalu suami keluar dari kerjaan. Ujiannya berat banget. Tawaran pekerjaan di kota tempatnya bekerja sebelumnya datang melulu. Di tolak kan sama suami? Doi mencoba bertahan untuk tetap tinggal bareng kami. Suami pun nyobain usaha yang bisa doi lakukan dari kota kecil ini. Namun yang namanya usaha, mulai dari nol banget, belum tahu kek gimana kedepannya, akhirnya kan tabungan juga habis buat makan dan sekolah anak-anak. Mau tetap bertahan, tetapi inget ada perut yang harus dikondisikan serta biaya sekolah yang tak bisa ambil cuti bayarnya. 

Setahun kami barengan, lantas mulai tahun kemarin kami resmi LDM lagi. Kalau tahun-tahun sebelumnya saya banyak mengeluh meski cuma ngebatin, sekarang udah setrong hati. Keluh datang biasanya karena banyak membandingkan. Ngebandingin nikmatnya bisa bagi tugas sama suami, sukanya ditungguin suami, dan hal-hal yang bisa dilakukan bersama suami jauh lebih banyak. 


Emak Setrong 


Menurut saya LDM membuat emak single parent temporary jadi perempuan tangguh. Waktu anak-anak masih usia balita, emang kerasa banget capeknya. Abis melahirkan Adek secara sectio, dua minggu kemudian saya udah harus ngejar-ngejar Kakak yang larinya mulai kenceng. Gendong Adek yang masih bayi merah nyambi nyuapin Kakak yang nggak bisa anteng. Kalau makan bisa tuh sampai muterin lingkungan RT biar maemnya cepet habis. Harusnya sih membiasakan si Kakak makan dengan manis di meja ya? Cuma saya yang sering nggak sabar kalau si Kakak malah ngeberantakin maemnya sendiri. Akhirnya lumayan lama saya musti nyuapin Kakak sambil gendong Adek atau dorong stroller sampai si Kakak masuk PAUD. 

Itu pas Adek masih bayi ya? Masih bisalah digendong dan disambi-sambi. Lha pas si Adek udah jalan dan punya kemauan yang beda sama kakaknya, jadilah pertunjukan Tom & Jerry di rumah yang setiap hari tayang. Nangis satu nangis semua. Sibling rivalry nya kental banget. Mau pergi kemana-mana dua bocah harus ikut semua. Di saat itulah saya yang ngerasa capek ati banget dan emosi juga gampang naik. Gini banget ya, yang namanya punya anak dengan jarak yang pendek itu. 

Banyak hal harus dilakukan sendiri. Mulai dari ngurusin rumah, urusan anak, urusan RT dilakukan sendiri. Ya iyalah, kan nggak ada yang bisa dimintain gantian ngurusin rumah. Bangun di pagi hari tuh schedule nya udah kelihatan. Mulai dari masak, nyuci piring, ngerendem baju, nyiapin sarapan bisa loh dikerjain dalam satu waktu. Setelah itu nganterin si Kakak sekolah, balik lagi terus anterin si Adek berangkat sekolah. 

Lega? 
Belum. Urusan halaman rumah belum dikelarin. Kebetulan ART di rumah cuma tetangga sendiri. Kerjaannya cukup cuci baju, setrika dan bersih-bersih rumah. Abis itu belanja untuk masakin bekal anak-anak. Kalau saya ada urusan sih, bekal makan siang dibawain dari pagi. Kalau tahu saya nggak kemana-mana, dua anak itu maunya maemnya disusulin. Pokoknya dimasakin, meski masakan yang sederhana sekalipun. Abis belanja, masak dong tentunya, setelah itu nyusulin maem siangnya anak-anak. Kalau makan siang udah terkirim rasanya lega. Bisa nih buat istirahat. Ceki-ceki kerjaan atau kegiatan sosial yang lagi diurusin. 

Sore hari jemput si Kakak, balik ke rumah, lalu anterin dianya les. Dua krucil mau ujian begini kok yo minta les semua. Okelah kalau begitu. Untungnya tempat les Adek deket sekolah, jadi saya nggak harus nganterin. Tapi pulangnya dia mewajibkan saya untuk menjemput. Setengah jam dari menjemput adek, saya pun menjemput si Kakak pulang les. Seminggu tiga kali, dalam waktu 1,5 jam saya melewati jalan yang sama sebanyak 8 kali. Judulnya cuma satu. Antar jemput anak :D 

Selesai? 
Waaah ... masih jauh. Nyiapin makan malam, ngebarengin anak-anak tilawah, menemani mereka belajar meski seringnya saya ngorok duluan masih berada di depan mata. Belum lagi menyediakan telinga jika mereka pengen banget curhat. Kalau udah begitu, energi terkuras banget rasanya. 

Itu baru urusan anak. Urusan domestik lain semacem urusan lampu mati atau mobil mogok mau nggak mau pun dihandel sendiri. Beberapa kali mogok di tempat sepi atau di jalan tol pun pernah. Teteplah dijabanin. Urusan lampu sih nggak seberapa kalau cuma naik-naik kursi ngeganti bohlam. Kalau urusan mobil mau nggak mau diinget sendiri apa gangguannya. Apalagi yang namanya mobil tua. Si Ujang, mobil peninggalan orang tua saya kalau minta ‘opname’ palingan ya seputaran kampas kopling yang habis, karburator yang kotor, radiator minta dibenerin. Atau ganti seal jika tiba-tiba kopling nyeplos. Yang namanya kopling udah berasa ringan banget, buka deh kap mobil, ngecek oli rem dan oli kopling. Kalau habis artinya seal nya minta ganti. Alhamdulillah sih, Ujang rewelnya seputar itu. 

Untuk urusan anak, ada perjanjian yang tak tertulis sama suami. Hari Senin sampai hari Jumat semua urusan anak jadi tanggung jawab simboknya, Sabtu dan Ahad jadi urusan suami. Tetapi yang namanya anak, meski udah dibilangin juga kalau ada sesuatu yang keluar dari mulut mereka pasti, “Ndaaaaaa..!” 


Hepi nggak ngejalanin Long Distance Marriage nya? 




Kalau sekarang sih, saya sudah ikhlas banget ngejalaninnya. Mungkin karena umur semakin bertambah sehingga susunan prioritas dalam kepala pun banyak yang berubah. Apalagi Kakak dan Adek sudah mulai remaja. Meski sesekali masih berantem, tapi untuk kakak beradik beda jenis kelamin mereka termasuk rukun untuk ukuran saya. Allah memberikan kami kenikmatan berjauhan begini tentu saja karena Allah punya maksud. Bagaimana sebagai hamba-Nya keluarga kami bisa berpikir positif dengan keadaan kami. 


Berasa kangen terus 
Kakak dan Adek selalu merindukan ayahnya. Apalagi saya hehehe ... Setiap saat mereka akan menanyakan kabar ayahnya lewat saya. Setiap hari melakukan video call hanya sekedar menyapa dan ngobrolin hal-hal receh. Kata-kata, ‘Kangen ih, sama ayah’ hampir setiap hari mampir ke telinga saya. Perasaan suami pun tak ada bedanya dengan kami. Setiap kali mengirimkan chat selalu saja merasa kangen dengan rumah. Kan, hati ini rasanya berbunga-bunga melulu kalau nungguin suami pulang pas weekend. 

Jarang bertengkar 
Ya kali, ketemu seminggu sekali mau dipakai buat marahan. Sayang banget dong, waktu dua hari yang semestinya bisa buat family time malah dipake buat diem-dieman. Kalau toh marahan paling cuma sebentar. Jadinya lebih gampang minta maaf maupun memaafkan. Rumah jadi lebih tenang. Jika ramai pun karena kehebohan kami bercerita yang diselingi dengan gelak tawa. 

Bonding ayah dan anak menjadi lebih kuat 
Kehadiran suami yang hanya bisa dihitung dengan jari ini membuatnya berusaha menebus waktu yang hilang bersama anak-anak. Menyadari bahwa anak-anak membutuhkan kehadiran figurnya membuat suami pun mengorbankan keinginan beristirahat lebih banyak dengan ngobrol dengan anak-anak atau berkegiatan bersama. Pas anak-anak main, si ayah akan ikutan, atau ketika anak-anak baca novel maupun komik si ayah pun berada di ruang yang sama. Meski pada akhirnya buku yang dipegang terjatuh karena suami tertidur. 


Meminimalisir gangguan


Meski begitu, yang namanya manusia pasti nggak lepas dari godaan. Apalagi sekarang lagi banyak yang viral di dunia maya tentang pelakor. Kalau ditanya takut nggak kalau suami tergoda, ya wajar kalau saya bilang takut jika suami tergoda perempuan lain. Tapi jangan salah lho, saya juga nggak begitu saja aman dari godaan. Boleh dibilang malahan lebih banyak sayanya yang harus lebih kuat menjaga diri karena lingkungan pekerjaan, pertemanan, dan kegiatan sosial jauh lebih banyak dari suami. 

Lantas yang harus lebih banyak saya dan suami lakukan adalah membatasi komunikasi dengan lawan jenis. Suami meminta saya untuk tak berkomunikasi untuk urusan apapun dengan lawan jenis di atas jam 21.00. Yang saya lakukan adalah tak membalas japri lawan jenis setelah maghrib, kecuali untuk urusan yang sangat penting. Suami pun melakukan hal yang sama kecuali kalau ada orderan emping (rejeki masa ditolak :D) 

Beberapa kali saya mendapatkan protes dari teman-teman lama mengenai hal ini. Kadang ngerasa nggak enak banget mengingat di masa sekolah, kuliah dan bekerja saya lebih banyak mempunyai teman laki-laki dibanding teman perempuan. Namun sekarang kondisi sudah sangat berbeda. Siapa lagi yang akan menjaga komitmen rumah tangga kalau bukan kita sendiri yang mengusahakan? Setiap orang punya caranya sendiri untuk menjaga hati dan komitmennya. Bagi saya, ini adalah hal yang paling tepat dengan membatasi pertemanan dengan lawan jenis. Gimana lagi, banyak banget kan kasus main hati dengan orang yang secara kasat mata kayaknya tak mungkin? 

Saya nggak mau tinggi hati dengan mengatakan tak mungkin saya main hati. Di dunia ini apa sih yang nggak mungkin? Lebih baik menjaga kebersihan hati daripada mengobati hati yang luka. Ya kan? (Apaan seeh? :D) 

Yuk lebih semeleh, lebih ikhlas menjalani jika long distance marriage merupakan satu-satunya pilihan. Tak perlu juga ‘drama’ banget mensikapi hal-hal semacam ini. Ini adalah hidup kita. Kita yang menjalani. Dan kitalah yang menjadi kreator kebahagiaan di sebuah tempat yang bernama rumah tangga.