Jurnal Hati Irfa Hudaya: resep
Tampilkan postingan dengan label resep. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resep. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 September 2022

Kebab Isi Telur dengan Kraft Quick Melt
Camilan rumahan menggunakan keju leleh



Assalamualaikum temans
Buat saya kata September Ceria memang memiliki makna. Di bulan September ini akhirnya luka pasca operasi Tumor Mamae Sinistra (Tumor Payudara Sebelah Kiri) sudah menutup semuanya. Pengobatan pun dinyatakan selesai. Hal ini seperti memberi harapan baru untuk kembali beraktivitas seperti biasa.

September ini pun saya harus terbiasa untuk melepas Kakak kos. Meski kuliahnya hanya di Jogja, yang bisa saya tempuh kurang dari satu jam, namun karena dua tahun ini sudah terbiasa 24 jam barengan barengan jadi terasa berat rasanya. Apalagi saat saya sakit saya memang totally tergantung padanya.

Kakak, Kuliah dan Kos

Sekarang sudah mulai terbiasa memelihara rindu. Saat ia pulang rasanya seperti berpuluh tahun lalu saat pujaan hati datang berkunjung. Berbunga-bunga mendengar suara motornya masuk ke garasi. Menyambutnya di depan pintu meskipun yang ia bawa adalah baju kotor. Menyiapkan telinga saat ia riuh bercerita dengan seluruh kegiatan di kampusnya.

Senang mendengarnya bercerita. Anak yang dulu introvert parah ini sekarang sedang berusaha membuka diri. Perkuliahan, aktif di Dewan Perwakilan Mahasiswa serta pertemanan yang lebih luas membuatnya makin bersemangat mengeksplorasi kemampuan dirinya.

Tak ketinggalan cerita-cerita seputar anak kos yang kudu ngirit uang bulanan supaya bisa ‘selamat’ sampai akhir bulan. Sarapan sekadar minum susu, makan siang yang dirapel dengan makan malam. Atau jika pengen banget makan makanan yang harganya lumayan berbunyi maka ia akan membagi lauk itu dalam beberapa kali makan.

Setiap kali ia hendak pulang ke rumah saya menyiapkan sesuatu yang istimewa untuk dihidangkan di meja makan. Meskipun menggunakan apa yang sudah tersedia di kulkas. Namun selalu berusaha memahat kenangan di lidah supaya ia selalu merasa kangen dengan masakan ibunya.

Terkadang ia request makanan atau lauk jika ia pulang. Tentunya akan saya usahakan. Biasanya kami akan memasak bersama. Sambil bercerita yang muternya kayak sampai ujung dunia. Dan tentunya menerbitkan tawa.

Beberapa kali saat ia pulang kami juga membuat camilan. Biasanya sih bahan-bahannya yang ada di dapur aja. Kami menghindari keluar rumah kalau sudah punya rencana membuat sesuatu. Biasanya kalau Kakak dan saya keluar rumah ujung-ujungnya terdampar di sebuah tempat makan atau ngemall. Balik-balik sudah nggak ingat kalau mau bebikin.

Tempo hari saat saya iseng-iseng beli tortila. Saat itu saya nggak kepikir mau bikin apa. Karena saya berkunjung ke teman yang jualan frozen food. Nggak enak kalau nggak belanja di sana. Melihat tortila dengan jumlah tak banyak dan harga yang murah meriah membuat saya pun membawanya ke rumah.

Membuat camilan dengan bahan yang tersedia di rumah

Saat Kakak pulang akhir pekan lalu ia mengatakan jika ingin membeli kebab di tempat langganan kami. Saya jadi teringat kalau punya tortila di rumah. Membuka kulkas ternyata ada bahan-bahan sederhana untuk membuat kebab. Nggak papa isinya telur aja. Nanti jika ditambah dengan keju Kraft Melt tentunya akan jadi hidangan istimewa.

Si Kakak yang jiwa ngiritnya sudah mirip sama saya pun girang menemukan tortila di rumah. Ia pun segera menyiapkan bahan-bahannya. Lantas kami pun mengeksekusi bahan-bahan yang telah tersedia.

Resep Kebab isi telur

Bahan-bahan :
Kulit tortila

Isian :
Telur dadar di potong pendek
Selada diiris sedang
Bawang bombay diiris tipis
Tomat diiris tipis-tipis
Keju Kraft Quick Melt diparut

Saus :
Saus tomat
Saus sambal
Mayonaise

Kebab isi telur dengan Kraft Quick Melt



Cara membuat :

kebab dengan isian Kraft Quick Melt


  • Ambil selembar tortila. Tata di atasnya dengan telur dadare, selada, tomat serta bawang bombay yang telah diiris tipis. Setelah itu tambahkan saus tomat, saus sambal, dan mayonaise. Tak ketinggalan taburi dengan parutan Keju Kraft Quick Melt. Gulung tortila perlahan, jangan sampai tortila retak. Sisihkan.
  • Panaskan wajan dengan sedikit minyak. Goreng kebab dengan api kecil. Bolak balik sehingga warnanya kuning kecoklatan secara merata. Tak perlu waktu lama karena tortila mudah matang.
  • Hidangkan.

Mudahkan? Si Kakak pun hepi banget. Apalagi melihat lelehan Keju Kraft Quick Melt dari dalam kebab. Siang itu pun kami nggak makan nasi. Kekenyangan makan kebab isi telur dengan lelehan Kraft Quick Melt.

Sebenarnya tak hanya kebab isi telur yang kami buat. kami juga membuat Kebab isi pisang coklat plus lumeran Kraft Quick Melt di dalamnya. Sayangnya saya tak sempat memotret penampakannya. Si Kakak sudah nggak sabar memindahkannya ke dalam perut.


Mengapa memilih Kraft Quick Melt?


Keju Leleh dari Kraft



Sejak lama kami selalu memilih Kraft sebagai keju pilihan kami. Ditambah lagi dengan adanya varian Kraft Quick Melt. Meski harga lebih tinggi dibandingkan merk lain, namun lidah kami cocok dengan Keju Kraft. Rasanya pas, tak perlu ditambahkan garam saat menggunakannya di dalam olahan makanan gurih maupun manis.

Keju ini merupakan keju yang lunak, sehingga saat dipanaskan bisa meleleh dengan mudah. Cukup tiga menit maka keju ini akan langsung menggoda lidah. Digunakan sebagai toping pun akan terlihat cantik karena lelehannya tak terlalu encer maupun kental. Serba pas.

Kraft Quick Melt bisa digunakan untuk masakan gurih atau manis. Rasanya nggak bikin eneg. Pekan ini kami akan membuat puding roti. Kami akan mencoba membuat camilan ini dengan teknik memanggang Au Bien Marie. Kira-kira bakal selezat apa ya nanti?

O ya, biasanya ibu-ibu bingung nih mau masak apa di akhir pekan. Coba deh berkunjung ke bundakraft.com untuk nyari-nyari inspirasi. Jangan lupa cus eksekusi ya kalau sudah nemu resep yang cocok?

Rabu, 21 Juni 2017

Kue kering yang mudah di buat : Good time cookies
credit : www.pixabay.com

Idul Fitri tinggal beberapa hari lagi. Namun saya masih saja harus bedrest untuk proses penyembuhan sejak seminggu lalu dinyatakan positif tiphoid. Padahal si Kakak sudah pengen banget bikin kue kering untuk persiapan sepupu-sepupunya datang.

Tahun ini adik-adik saya alhamdulillah bisa mudik semua. Krucil-krucil sudah gedean. Saya bisa ngebayangin gimana rumah yang biasanya isinya tiga orang, baru empat orang kalau weekend, beberapa hari ke depan rumah saya isinya 12 orang termasuk krucil-krucil.

Toples mesti full dong. Lha wong 12 manusia ini kalau di rumah sudah kayak penggilingan semua. Tahun kemarin aja rumah isi 8 orang toples tujuh buah yang awalnya full semua bisa ludes tanpa sisa cuma dalam waktu 3 hari aja.

Jumat, 16 Juni 2017

Ayam tulang lunak, menu buka puasa yang mudah dibuat

Buat saya, bulan Ramadhan ini membuat makin sering turun ke dapur. Setiap dini hari dan menjelang sore menjadi jadwal tetap saya ngendon di dapur. Nggak. Ada males-malesnya. Padahal saya juga harus mikir apa saja yang harus saya sajikan untuk buka puasa.

Untungnya, anak-anak bukanlah picky eater. Apa saja yang tersaji mereka lahap tanpa protes. Meski kadang nggak cocok.

Saya menghargai usaha mereka untuk menyenangkan hati saya. Makanya sebisa mungkin saya menyiapkan menu yang mereka suka. Apalagi untuk menu buka puasa. Apa yang diminta mereka saya usahakan untuk tersedia di meja.

Sudah beberapa buka puasa ini anak-anak meminta dibuatkan spicy chicken wing ala korea. Saya belum bisa mendapatkan resep yang maknyus. Saya anggap masih gagal lah uji coba saja. Nah... Kebetulan kemarin anak-anak minta menu ayam. Karena lagi nggak sehat, saya bikin menu yang bumbunya paling mudah dicari dan selalu tersedia di rumah.

Minggu, 11 Juni 2017

Menu Sahur Cepat Saji
source : www.pixabay.com

Assalamualaikum Temans,

Pernah nggak sih teman-teman bangun telat sehingga waktu untuk menyediakan menu untuk sahur sekeluarga mepet banget? Lalu pernah nggak kondisi begitu disadarkan kalau kehabisan bahan makanan karena lupa belanja sehari sebelumnya?

Dua hari lalu, saya panik banget karena bangun telat untuk nyiapin menu sahur. Udah gitu lupa setengah mati kalau beras habis dan nggak punya stok makanan lain yang langsung bisa dimakan untuk sahur. Kalau saya sih gampang, seadanya bisa dimakan. Kalau anak-anak tuh sahur harus pake karbohidrat. Katanya kelaperan kalau nggak makan karbohidrat. Wajar kan kalau saya jadi panik?

Nyari-nyari bahan makanan di kulkas cuma ada tomat dan kornet yang tinggal tiga sendok makan. Panik yang mulai melanda pun rasanya tercerahkan oleh adanya spagetti yang nyempil dibelakang stok minyak goreng.

Kamis, 08 Juni 2017

Puding, takjil buka puasa pilihan keluarga


Assalamualaikum temans

Bagi saya, Ramadhan adalah bulan kebersamaan. Saya mengurangi keluar rumah dan menemani anak-anak yang pulang sekolah lebih awal. Sebisa mungkin pekerjaan saya lakukan benar-benar dari dalam rumah. Berkumpul bersama anak-anak dari sebelum Dzuhur itu momen langka buat saya karena anak-anak bersekolah di sekolah full day.

Anak-anak sepertinya juga lebih senang saat pulang sekolah menemukan saya masih dalam balutan daster kesayangan. Sofa di ruang tengah ataupun tempat tidur saya menjadi tempat favorit untuk bercerita dan bercanda bersama anak-anak.

Salah satu bahasan yang biasanya muncul adalah menu buka puasa request anak-anak. Request hari ini untuk menu besok sore. Biasanya sih standar aja yang diminta oleh anak-anak. Atau bisa jadi malah terserah apapun masakan saya. Kebetulan anak-anak bukan picky eater, sehingga memudahkan saya saat memasak.

Senin, 29 Mei 2017

Opor Ayam Khas Jogja

Saya paling ribet jika lebaran tiba dan merayakannya di rumah mertua. Kenapa? Karena saya sama sekali nggak suka opor ayam kuah kuning beserta sambal goreng ati sapi campur udang yang biasa disajikan. Bukannya nggak menghargai, tetapi lidah saya memang kurang familiar dengan masakan asin khas pantura. Ditambah lagi saya alergi dengan beberapa seafood membuat saya berhati-hati ketika berada di Semarang. Suami suka sebel karena saya pasti minta keluar rumah kalau lapar. Bukan apa-apa, lebaran hari pertama kan sulit nyari orang jualan meski di kompleks perumahan yang besar.

Ngomong-ngomong tentang opor ayam, saya paling cocok sama masakan Ibuk alm. Opor ayam khas Jogja masakan Ibuk selalu menggoda lidah. Mungkin karena saya suka masakan jawa yang manis dan gurih, mau makan berkali-kali pun saya nggak berasa eneg. Namun sejak Ibuk berpulang, saya dan adik-adik boleh dibilang nggak pernah masak opor ayam kalau pas ngumpul. Saya nyetok makanan yang ramah anak dan cepat saji seperti galantin, egg roll maupun nugget yang sengaja saya buat lebih banyak dari biasanya.

Rabu, 24 Mei 2017

Stok lauk siap saji untuk sahur
Assalamualaikum Temans,

Dua hari lagi kita memasuki Bulan Ramadhan. Masa-masa saya memberikan pemahaman puasa kepada anak-anak sudah lewat. Hanya saja emang lebih banyak ngobrol dengan mereka untuk lebih memperbanyak ibadah lain, contohnya membaca Al Qur’an.


Ramadhan ini Insya Allah lebih mendekatkan kepada keluarga. Biasanya Kakak dan Adek makan pagi berdua karena saya masih rempong di dapur, jika di bulan Ramadhan saya sahur bisa barengan dengan anak-anak di meja makan. Semakin banyak quality time bersama anak-anak.

Jumat, 03 Maret 2017

Gongso telur & Lovestory

Saat ini saya tinggal di Magelang coret, tepatnya di kota kecil yang punya merk Muntilan. Tahu dong, kuliner khas Muntilan?
Emping? Tentu tidak. Jangan harap saya menyebut makanan itu sebagai makanan khas Muntilan meski secara official sering disebut-sebut oleh Mak Uniek sebagai bingkisan wajib *peace MakNik 😃
Ada tape ketan berwarna hijau muda yang manis dan menghangatkan perut, yangko Muntilan yang rasanya mirip moci, krasikan maupun jenang yang bentuk dan rasanya sama dengan dodol. Tak ketinggalan Mie jawa yang endes nya sedemikian rupa dan menurut lidah saya mengalahkan rasa mie manapun se Indonesia Raya.

Namun saat ini saya nggak akan cerita tentang kuliner khas Muntilan dan sekitar. Saya justru pengen cerita tentang makanan khas Semarang, daerah asal suami saya. Sebuah cerita yang mengikuti kuliner semarangan ini yang pada akhirnya menjadi salah satu dari sekian banyak makanan favorit keluarga kami.

Throwback to 17 years ago

Rabu, 18 Januari 2017

Arem-arem Bakmi Mewah ala Emak Malas

Saya dan suami adalah teman sekampus. Teman main basket juga. Sejak kami mulai lebih dekat, teman-teman satu geng sudah menebak kalau kami akan berjodoh. Kata mereka kami mirip. Mata kami sama-sama kecil cenderung sipit, kulit juga sama-sama sejenis dengan kulit orang-orang asia timur, sama-sama banyak ketawa, bahkan se-gigi-giginya pun mirip. Iya, mirip berantakannya.  Tebakan teman-teman kami ternyata benar. Tiga tahun setelah itu kami menikah. Nah ... saat itulah terlihat betapa kami dua pribadi yang jauh dari mirip.


Saya orangnya super berantakan. Namanya bersih-bersih rumah itu malesnya luar biasa. Suami itu paling suka yang namanya nyapu halaman, menata rumah, nyabutin rumput di halaman belakang, pokoknya betah banget yang namanya bersih-bersih. Saya cerewetnya parah, sementara suami kalemnya pol polan. Saya irit garis keras (aka pelit hahaha) sementara suami gampang ngeluarin dompet. Dia kalau mandi lamanya bukan main, sementara saya mandi lima menit kayaknya juga udah cukup bagus.

Belum lagi masalah selera makan. Saya suka makanan manis, dia hobi cemilan gurih. Dia suka masakan berkuah, saya suka yang garing-garing. Dan yang paling parah, dia pecinta mie instan, sementara saya makan sesendok aja sudah sukses bikin saya mual.