2020 - Jurnal Hati

Kamis, 26 Maret 2020

Percaya Diri dengan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash

Assalamualaikum Temans 

Yang paling saya rindukan di masa social distancing ini adalah mengajar kelas jurnalistik. Sudah dua tahun ini saya mengajar jurnalistik di SD Muhammadiyah Karangwaru Yogyakarta dan SD Muhammadiyah Gunungpring, Kabupaten Magelang. Peserta kelas jurnalistik itu klas 3-5 SD. 

Mengajar level yang sama di SD yang berbeda, karakteristik anak tidak jauh berbeda. Mereka sama-sama memiliki keingintahuan yang tinggi dan memiliki semangat belajar menulis yang kuat. Banyak bertanya, komunikatif, dan seru. Komunikasi yang bagus di antara kami inilah membuat beberapa anak-anak di dua SD yang berbeda ini sering meminta waktu untuk curhat. Kalau di SD Muhammadiyah Karangwaru curhatnya privat banget, nggak mau didengerin teman lain. Permasalahan dan bahasa yang digunakan memang remaja banget, persis seperti menghadapi Adek, anak bungsu saya. Sementara di SD Muhammadiyah Gunungpring lebih kalem menghadapi permasalahan. Karakter mereka pun masih terlihat pra ABG sehingga tidak malu untuk curhat barengan. Permasalahan yang dihadapi pun lumayan mirip, sehingga sering kali di kelas jurnalistik saya menyampaikan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat maupun agama yang kami anut. 




Akhirnya, setiap kali kelas jurnalistik, 30 menit saya pergunakan untuk memperkuat karakter anak, 30 menit lagi untuk menulis. Sering kali hal-hal yang sedang viral kami diskusikan lantas saya jadikan materi menulis. Misalnya ketika wabah Corona baru saja muncul di Cina, anak-anak pun ramai bertanya. Terkadang mereka mempertanyakan berita-berita hoax yang berseliweran di dunia maya. Kami pun membincangkan say no to hoax dan tak membagi berita hoax di media manapun. Jadilah artikel dan cerpen tentang say no to hoax serta wabah Corona dari diskusi 30 menit itu. 

Tak hanya kejadian viral yang kami bicarakan. Satu hari ketika berada di kelas jurnalistik SD Muhammadiyah Gunungpring yang pesertanya sebagian besar perempuan. Kami bicara tentang standar kecantikan perempuan Indonesia. Kok bisa? 

Bisalah ... di kelas jurnalistik saya memang membebaskan anak-anak berbicara. Biasanya setelah kelas jurnalistik di hari Sabtu, mereka melakukan kegiatan pramuka. Semua anak yang tergabung di kelas jurnalistik adalah anak-anak yang tak menyukai pramuka. Alasannya capek dan panas. 

“Kalau panas kulit bisa item, Bu. Kan kalau kulitnya item jelek, Bu,” begitu kata Arin. 
“Eh ... kata siapa kulit item itu jelek?” tanya saya. 
“Banyak, Bu. Aku aja suka diejek karena kulitku item. Kan malu, Bu,” kata si manis Keyla. 
“Iya Bu, ada yang bilang aku mirip sama pantat panci. Jadi minder kan, Bu?” celetuk Pratistha. 
“Siapa yang bilang gitu?” saya sangat ingin tahu. 
“Ada, temen sekelas. Anak laki-laki.” 

Ya ampun ... Separah itu ya, mulut anak sekarang ngatain temennya? 

Keyla itu anaknya manis sekali. Bagi saya kulitnya eksotis, garis wajahnya bagus. Sementara Pratistha itu anaknya menyenangkan dan tegas kalau jadi pemimpin. Kulit mereka sebenarnya ya sama seperti kulit orang Indonesia pada umumnya, sawo matang. Kalau saja pandangan kecantikan itu tak hanya mendasarkan pada standar kecantikan industri hiburan, tentu saja banyak yang takkan peduli apa warna warna kulitnya. Dan krim pemutih bakalan nggak laku ya? 



Lalu saya mengajak anak-anak ini berdiskusi. Bahwa kecantikan perempuan itu tak hanya berdasarkan ‘look’ nya semata. Menarik itu bukan hanya berdasarkan pada kecantikan lahiriah atau warna kulit semata. Namun pada akhlak mulia dan hati yang baik. 

“Bagaimana menurut kalian, misalnya wajahnya kayak Lisa Blackpink, tapi hatinya jahat, suka berkata kasar, tak mau berbagi, hobinya nggosipin orang, dan nggak suka kalau temennya berprestasi. Kira-kira masih terlihat cantik nggak?” tanya saya. 
“Enggaaaaakkk,” sahut anak-anak jurnalistik ini kompak. 
“Ada kan, lagunya tentang cantik itu berasal dari hati?” 
“Lagunya siapa, Bu?” tanya Syifa. 
“Lagunya Cherrybelle, judulnya Beautiful. Tahu kan?” 

Mereka berpandangan, kemudian menggeleng. Kok mereka nggak tahu ya, batin saya. 

“Masa kalian nggak tahu? Lagunya Cherrybelle lho. Kan terkenal banget.” 

Saya masih berusaha membangkitkan ingatan anak-anak peserta jurnalistik ini. Namun nampaknya sia-sia. Eh ... tunggu... Cherrybelle itu eksis waktu si Kakak, anak saya yang sulung SD, sekitar tahun 2012 lah. Berarti kan anak-anak ini baru berusia 2 atau 3 tahunan. Ya pantaslah anak-anak ini nggak paham. Saya pun ngikik dalam hati. Kemudian saya memutarkan lagu tersebut via youtube. Beberapa kali saya putar anak-anak pun mulai berdendang dengan lagu ini. 

Jangan memaksakan diri untuk terlihat cantik menurut pandangan orang lain. Namun berusahalah menjadi anak yang menarik karena mencintai kebersihan. Mandi minimal sehari dua kali, memakai pakaian yang bersih dan menutup aurat. Mau kulitnya berwarna apapun namun jika selalu bersih maka akan selalu terlihat menarik. Begitu pesan saya pada anak-anak. mereka yang awalnya terlihat tak bersemangat mengikuti pramuka pun menjadi lebih ceria. 

Ternyata anak-anak pun menginginkan penampilan yang menarik ya? Apalagi orang dewasa? 



Mandi dengan Vitalis Body Wash 

Adanya wabah infeksi Virus Covid 19 ini membuat banyak orang berlomba-lomba menjaga kebersihan. Begitu juga dengan saya. Kapanpun saya habis keluar rumah, apalagi membawa motor untuk bepergian lebih dari satu jam. Sampai rumah pun saya langsung mandi setelah terlebih dulu cuci tangan enam langkah seperti yang diajarkan di berbagai tutorial ,mencuci tangan yang benar. Nggak bisa dipungkiri dengan adanya pandemi ini membuat saya cemas sehingga terkadang jadi over menyikapi banjir informasi yang datang tanpa kendali. 

Disamping demi kebersihan, mandi menjadi alternatif untuk mendinginkan hati. Badan menjadi lebih segar karena bersih dan membaui aroma sabun yang disukai. Karena itu saya selalu memilih sabun yang wanginya saya suka. Kalau hati sudah nyaman saya pasti lebih percaya diri mau melakukan apapun. Nggak serba salah ataupun cemas. 

Wangi sabun saya yakini mempengaruhi mood seseorang. Saya ingat banget, waktu kehamilan dua anak saya. Pas anak pertama saya benci banget dengan aroma salah satu sabun merk terkenal. Dari Kejauhan saja hidung saya bisa membaui aroma tersebut. kalau sudah membauinya, saya bisa muntah muntah. Padahal tidak dengan sabun merk lain. 

Lain halnya dengan kehamilan anak kedua. Saya suka mengendus-endus badan suami. Kalau suami nggak bau sabun, saya bisa marah. Alhasil suami jika di rumah bisa mandi berkali-kali untuk menyenangkan saya. 

Kebetulan yang menyenangkan adalah ketika saya mendapatkan kesempatan mencoba produk dari PT. Unza Vitalis ini. Saya tuh udah nggak asing lagi sama produk-produk Vitalis karena adik saya pernah bekerja sebagai quality control di pabrik Unza Vitalis Salatiga sekitar dua belas tahun lalu. Waktu itu ia sering membawa produk Vitalis, Sumber Ayu dan Enchanteur. Saya dan Ibuk almarhumah suka sekali dengan aroma parfum produk Unza Vitalis. Kalau Ibuk almarhumah paling suka dengan Vitalis body Scent Glamorous varian Dream. Sementara saya suka sekali produk Enchateur baik body lotionnya ataupun Eau De Cologne dengan varian Romantic. Sayangnya setelah adik saya menikah sepuluh tahun lalu dan mengikuti suaminya, saya tidak menemukan produk tersebut di kota kecil saya. 

Nah, saya nyobain nih sensasi mandi keharuman dari Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash


Pagi hari untuk membangun mood tuh saya pakai Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash Fresh Dazzle. Varian berwarna hijau ini diperkaya dengan ekstrak Yuzu Orange dan anti oksidant dari Green tea memberikan manfaat Skin Refreshing sehingga menjaga kulit terasa lebih segar, wangi, halus dan lembut. 


Parfum yang digunakan untuk varian ini diawali dengan segarnya wangi Bergamot, diikuti wangi Floral Bouquet yang elegan feminin dan disukai wanita, ditutup dengan Musk Amber yang longlasting. 

Nah, kalau anak saya yang cowok nyobain sensasi mandi menggunakan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash Soft Beauty. Kebetulan sabun yang biasa dia pakai habis. Di masa anjuran semua orang diminta untuk di rumah aja kan saya juga ngurangin keluar rumah kalau nggak terpaksa. Saya pikir sabun tuh nggak urgen banget karena masih ada yang bisa dipakai. Ngapain juga saya keluar rumah kalau masih ada alternatif lain yang bisa digunakan?


Varian berwarna ungu ini diperkaya ekstrak Avocado dan Vitamin E sehingga memberikan manfaat Skin Nourishing. Kulit pun terasa halus, lembut dan kenyal. Parfumnya dibuka dengan wangi segar yang clean dari Fruity Aldehydic, dilanjutkan dengan wangi Rose & Violet yang feminin, diakhiri dengan manisnya Tonka Bean & Sandalwood yang premium. 


Menurut anak saya yang cowok, wanginya bikin tenang. Saking bikin tenangnya kalau mandi sore pakai vitalis ungu ini nggak lama kemudian ngantuk. 

Kalau saya pribadi, saya paling suka menggunakan Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash White Glow. Varian yang berwarna pink ini memberikan manfaat skin britening.



Dengan kandungan ekstrak licorice dan susu yang dimiliki membantu merawat kulit hingga tampak bersih, cerah, terasa halus dan lembut. aroma fruity dari paduan manisnya Cherry & Raspberry, disusul dengan wangi Marshmallow & Gardenia yang lembut dan elegan, dibungkus dengan kombinasi Woody & Suede yang glamour dan long lasting 



Kok bisa ya, Vitalis Body Wash ini parfumnya bisa tahan lama? 
Ternyata Development research di bidang fragrance mengembangkan produknya dengan memberikan tiga lapis wewangian atau yang lebih dikenal dengan top notes, middle notes dan dry notes. Top notes adalah wewangian yang keharumannya berlangsung sekitar 15 menit. Middle notes merupakan wewangian yang keharumannya memiliki ketahanan sampai 30 menit setelah wangi top notes menguap. Sedangkan dry notes, harumnya bertahan kurang lebih 24 jam. Jadi mandi parfum kan ya?

Saya sudah nyobain tiga-tiganya nih. Ada yang istimewa ketika saya memakai Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash ini. Saya merasakan bahwa moisturizernya terasa di kulit setelah mandi. Terkadang jika sehabis mandi menggunakan sabun merk tertentu kulit terasa kasar bahkan gatal karena sensitifnya kulit saya. Namun menggunakan Vitalis Body Wash ini kulit saya terasa lebih lembab. Bisa jadi  karena Vitalis menambahkan high quality moisturizer ya? 

Mengapa saya paling suka Vitalis pink?
Menurut saya, aroma parfumnya yang kayak permen ini sesuai banget dengan saya yang cheerful dan gampang ketawa. 


O ya, saya dan suami kan menjalani long distance marriage nih. Ketemuannya seminggu sekali. Pas banget ketika weekend kemarin saya mandi mepet Maghrib. Suami pulang sekitar jam 20.00 sampai rumah, aroma parfum Vitalis Perfumed Moisturizing Body Wash masih nempel di tubuh. Dikirain beli parfum baru hihihi ... 
Kalau seperti ini jadi makin percaya diri, kan?


#MandiParfum , #MandiKeharuman
#Vitalisbodywash, #sabunkecantikan, #glamor. 



Referensi : 

Press release Vitalis Body Wash 

Rabu, 18 Maret 2020

Tips Sehat Menghadapi Corona Virus


Assalamualaikum temans

Tak bisa dipungkiri wabah virus Corona ini mengubah segala aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Banyak usulan untuk lockdown untuk menghambat wabah virus ini. Namun pemerintah baru memberikan imbauan untuk masyarakat melakukan social distancing, menjaga jarak bagi mereka yang terpaksa untuk bepergian.

Sekolah di berbagai tingkatan dari SD sampai universitas memberlakukan sekolah online selama 14 hari dimulai tanggal 16-28 Maret 2020. Mau tak mau semua kegiatan KBM pun dilaksanakan via online. 

Berbagai aplikasi belajar online seperti Ruang Guru, Zenius atau Quipper pun memberikan fasilitas pembelajaran gratis selama masa social distancing ini. Berbagai provider pun berlomba memberikan quota gratis pada pengguna. Tentunya hal ini memberikan fasilitas bagi pelajar dan mahasiswa saat belajar di masa 14 hari self isolation ini. Tak ada hal yang perlu dikhawatirkan lagi tentang pembelajaran anak-anak dan kesehatannya. Selama menaati imbauan Insya Allah bisa terhindar dari virus yang sedang mewabah di dunia. Namun bagaimana dengan kesehatan mental kita?

Tak bisa dipungkiri, kecemasan dan kekhawatiran membanjiri pikiran masyarakat. Kepanikan berlangsung di beberapa daerah sehingga memicu kesulitan di berbagai pihak. Belum lagi perdebatan tak berujung baik di dunia nyata maupun dunia maya dalam menyikapi adanya wabah ini. Ada yang menganggap bahwa hal ini berlebihan sehingga bersikap nyinyir pada mereka yang mencoba menaati social distancing ini. Ada pula yang mencoba memberikan pemahaman dengan berbagai informasi sehingga yang terjadi adalah banjir informasi sehingga sulit memilih informasi yang valid. Kalau saya memilih untuk menghindari perdebatan dan memilih bersikap preventif terhadap keluarga saya. Bisa saja kan meski pola hidup sehat dijalankan namun abai terhadap wabah ini akan mengakibatkan hal yang lebih buruk lagi. 

Ini menjadi PR tersendiri bagi orang tua. Orang tua harus memiliki mental yang lebih setrong untuk menguatkan anak-anak. Kalau saya sih, ada beberapa tips sehat lahir dan batin saat berada dalam social distancing yang akan saya lakukan.

Menyediakan makanan sehat untuk keluarga
Menyediakan makanan sehat untuk keluarga berarti memberikan gizi seimbang. Apalagi dengan kondisi yang mengharuskan kita memiliki imunitas tubuh yang lebih dibanding hari-hari sebelumnya. Buah dan sayur akan disajikan lebih banyak dibanding sebelumnya. Mau tak mau sekarang mesti stok sayur dan buah lebih banyak lagi. Jika stok sayur lebih banyak di rumah tentunya sudah nggak kepikiran makan di luar rumah kan ya? 

Membiasakan cuci tangan lebih sering daripada sebelumnya.
Meski dalam agama saya diwajibkan berwudhu lima kali dalam sehari, namun mencuci tangan dengan sabun menjadi keharusan bagi kami para penghuni rumah. Saya yang biasanya cuek karena anak-anak sudah menginjak remaja sehingga tak banyak diingatkan, sekarang lebih cerewet lagi mengingatkan cuci tangan dan langsung ganti baju seandainya mereka terpaksa keluar rumah, misalnya beli sesuatu di warung atau fotokopi. 

Mengajak anak-anak berkegiatan di rumah dengan hepi.



Meski sekolah di rumah itu anak-anak harus mengerjakan tugas jauh lebih banyak, setiap pagi saya mengajak anak-anak bermain atau memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk bersantai melakukan apapun yang mereka suka. 'Kelas' di rumah dimulai jam 08.00 dan diakhiri jam 12.00. Empat jam belajar itu diselingi waktu istirahat yang ditentukan mereka sendiri. Alhamdulillah, sampai harj ketiga ini mereka tertib meski si Adek mulai rewel pengen main sepak bola sama temen-temennya.

Menularkan pikiran positif pada anak-anak
Kalau si ibu ngeluh melulu karena nggak bisa melakukan berbagai kegiatan, bagaimana dengan anak-anak? Pasti anak-anak pun memandang negatif dan banyak protes kan? Ini adalah saat-saat dimana orang tua membangun bonding yang lebih dibanding hari-hari biasa. Ajak anak-anak untuk lebih banyak bersyukur memiliki tempat yang nyaman, makanan tak pernah kurang, bahkan mau ngenet secapeknya pun bisa. Pada akhirnya anak-anak bosan dengan gadget dan memilih bersama dengan orang tua melakukan berbagai kegiatan

Mengambil hikmah
Saya yakin semua orang mengambil hikmah dengan adanya Corona virus ini. Setiap orang pasti mengambil hikmah dari berbagai sudut pandang. Begitu juga dengan saya. Apalagi mendengar di kecamatan tempat saya tinggal ada 55 orang yang berada dalam pengawasan. Memang belum tentu juga mereka positif terpapar virus ini setelah mereka melakukan ibadah umrah. 

Bismillahirrahmanirrahiim ... Semangat sehat, selalu waspada, jangan panik karena kepanikan akan menurunkan imunitas tubuh kita. 

Stay strong, keep on spirit ya?

Selasa, 10 Maret 2020

Wisata Impian  di Sulawesi


Assalamualaikum temans,

Dulu saya sangat takut dengan wisata yang berkaitan dengan air dan pantai. Serius, saya tuh kayak takut aja lihat pantai dengan ombak yang bergulung-gulung. Saya kayak nggak bisa melihat indahnya pantai. Waktu kecil saya sering baca berita-berita tentang anak yang tenggelam di pantai sehingga saya takut main ke pantai. Bahkan sampai saya dewasa sekalipun. Saya lebih baik jauh-jauh dari apa yang namanya pantai. Bahkan saat kuliah ada mata kuliah fotografi sunset, saya bingung bukan kepalang. Musibah yang terjadi di pantai ternyata mencengkeram benak saya begitu lama. 

Dan di suatu waktu akhirnya saya dikenalkan pada wajah pantai yang menyenangkan dan indah. Pasir putih, air yang bening, karang yang kokoh, dan cakrawala yang membiru membuat mindset saya pun berubah. Saya mulai berani mendekat pada riak-riak air yang bermain di sekitar kaki saya. Berani berjalan di pantai dengan pasir putih di sepanjang mata memandang. Menikmati ombak yang berkejaran di kejauhan. Saya pun jatuh cinta pada pantai. Lantas menjadikan pantai sebagai salah satu pilihan destinasi wisata jika liburan tiba. 

Sayangnya, pantai yang saya datangi masih seputar Jogja saja. Mau melakukan perjalanan jauh kok masih agak kesulitan menunggu suami mengambil cuti panjang. Ada pekerjaan yang tak bisa dilakukan oleh rekannya sehingga saya dan anak-anak pun kudu sabar menunggu. Akhirnya yang bisa dilakukan adalah wisata online, melihat berbagai tempat wisata di dunia maya. Berbekal foto-foto ciamik yang tergelar di internet, mau tak mau jadi punya wishlist berwisata ke suatu tempat. Pengen tahu traveling impian keluarga kami nggak?


Traveling Impian

Saya punya beberapa saudara dan sahabat yang tinggal di Sulawesi. Jarang banget bisa ketemu kalau lebaran. Akhirnya pun berandai-andai seandainya sampai di pulau satu ini. ada beberapa tempat yang ingin kami kunjungi, dan semuanya wisata di perairan. Mana saja yang pengen kami kunjungi? Cus lanjut baca yak?



Pulau Sombori


Gara-gara obrolan dengan seorang teman tentang wisata ini, saya langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Pulau Sombori meski baru lewat dunia maya. Pulau Sombori ini berada di Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah. Pulau ini memiliki keindahan alam yang nggak bisa diucapkan dengan kata-kata. Banyak wisatawan lokal maupun mancanegara mengunjungi tempat ini. 

Di Pulau Sombori tidak ada sinyal ataupun listrik yang memadai. Jadi kalau berwisata di daerah itu siap-siap tak bisa dihubungi atau menghubungi orang lain. Namun keindahannya bisa bikin lupa dengan hal itu. Di gugusan Pulau Karang yang ditumbuhi pepohonan rimbun pasti akan mengingatkan kita dengan Raja Ampat di Papua. Meski hanya dikenal dengan miniaturnya saja, Pulau Sombori gak kalah keren dibandingkan dengan Raja Ampat. 

Warna airnya berwarna tosca dan juga pulau karang di sekitarnya membuat pulau ini disebut Phi Phi Island versi Indonesia. Ada juga spot foto yang populer dinamai rumah nenek. Hal itu dikarenakan tempat itu dihuni seorang diri oleh nenek-nenek. Rumah yang dibangun di atas air ini punya view air yang bening banget kayak kristal. Jadi pengen nyebur kan ya?

Banyak yang memprediksi jika Pulau Sombori ini akan jadi destinasi wisata populer di Indonesia karena keindahan yang tak kalah dengan tempat wisata lain. Mantul banget kan ya?


Tanjung Bira


Tanjung Bira berada di Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan, tepatnya 0 km dari Kota Bulukumba. 

Tanjung Bira tak hanya terkenal karena keindahan pantainya saja, namun dikenal sebagai tempat pembuatan kapal tradisional khas Sulawesi Selatan. Wisatawan bisa melihat proses pembuatan kapal tersebut di pinggiran pantai.

Kawasan wisata Pantai Tanjung Bira sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Ada persewaan perlengkapan menyelam, rumah makan, kamar mandi yang nyaman, persewaan motor, dan pelabuhan kapal ferry yang digunakan untuk mengantar para wisatawan yang ingin menyelam di Pulau Selayar. Untuk penginapan pun tersedia villa maupun penginapan yang bisa disewa dengan harga yang variatif, tergantung fasilitas yang ditawarkan.

Wisatawan di kawasan wisata Tanjung Bira bisa melakukan banyak hal di sana. Yang paling diminati tentu saja snorkeling maupun diving menikmati keindahan bawah laut. Ada beberapa spot keindahan bawah laut di pantai ini. Spot di kisaran Pulau Liukang Loe, sebuah pulau kecil di seberang barat Tanjung Bira merupakan salah satu spot terbaik. 

Selain menikmati keindahan bawah laut wisatawan juga bisa saja menghabiskan waktu di Tanjung Bira sekedar berjemur di bawah matahari atau menyaksikan sunrise maupun sunset. .


Wakatobi


Siapa yang tak kenal Taman Nasional Wakatobi. Wisatawan mancanegara pun mengakui bahwa Wakatobi merupakan salah satu surga dunia bawah laut yang berada di Indonesia. Pemandangan yang memukau itu membuat Wakatobi menjadi salah satu destinasi wisata populer di Pulau Sulawesi. 

Keanekaragaman hayati laut dan karang menjadi prioritas konservasi laaut di Indonesia, termasuk di Taman Nasional Wakatobi ini. Apalagi ada 112 jenis karang dan 13 famili yang ditemukan di Wakatobi. Belum lagi kekayaan ikan yang dimiliki taman nasional ini sebanyak 93 jenis ikan yang jarang dimiliki oleh laut lain. Tak ketinggalan beberapa jenis burung laut seperti Angsa batu Coklat, Cerek Melayu, serta Raja Udang Erasia bersarang di sana. Beberapa jenis penyu pun menjadikan taman nasional ini sebagai rumah mereka. 

Mupeng ke sana? Nabung yuk?











Jumat, 06 Maret 2020

Mendampingi Tumbuh Kembang Anak bersama Jogja Medical Center

Assalamualaikum temans, 

29 Februari 2020 lalu saya dan beberapa teman berkesempatan untuk mengikuti sharing session yang diadakan oleh Jogja Medical Center, sebuah one stop family Center for health yang berlokasi di Jl. Gondangraya no 17 Condong Catur Depok Sleman Yogyakarta ini. Tempat ini berada di bawah naungan Budi Mulia Dua Foundation. Begitu masuk ke Entrance hall nuansa modern, comfy dan homy sudah terasa. Harapan dari pengelola adalah pasien bisa merasakan atmosfer positif dalam melakukan upaya prefentif maupun kuratif.



Miss Tazniem Fauzia Rais Direktur Jogja Medical Center dalam pembukaan acara ini menambahkan bahwa keramahan menjadi prioritas bagi staf dan karyawan JMC dalam memberikan pelayanan konsumen. Hal ini sejalan dengan slogan JMC, Peace At Heart. 

Sebelumnya saya hanya tahu jika pelayanan tumbuh kembang anak terlengkap itu hanya tersedia di rumah sakit besar. Namun mengikuti sharing session diteruskan room tour ini membuat saya acung jempol dengan konsep JMC dengan berbagai macam program pelayanan yang mengutamakan upaya tumbuh kembang anak. Hal ini jarang sekali saya temui sebuah klinik memiliki layanan tumbuh kembang anak dengan berbagai macam program yang hanya bisa saya temui di sebuah rumah sakit besar. Bahkan rumah sakit tipe B pun tak selengkap ini. 

Sharing session Sabtu lalu memperkenalkan pada kami tentang layanan yang ada di Jogja Medical Center. Kami pun diperkenalkan dengan para profesional yang menangani tumbuh kembang anak sebelum room tour. 

Yuk kita kulik apa saja yang ada di sana. 

Layanan Poli Gigi 


Dalam pengenalan layanan poli gigi, Dr Ireka Dyah Kusuma Agustina, Sp. Ort menyampaikan tentang kepercayaan diri yang meningkat dikarenakan gigi yang sehat dan rapi. Mengapa? Yang pertama karena gigi yang rapi itu akan menunjang estetika wajah. Kedua gigi yang rapi akan memaksimalkan fungsi pengunyahan secara sempurna. Pengunyahan yang sempurna akan membantu sistem pencernaan yang baik tentunya. Di JMC layanan poli gigi sendiri ditangani oleh spesialis orthodonti yang menangani malokusi (gigi tidak rapi) mengawasi pertumbuhan dan perkembangan gigi serta struktur anatominya. 

Jadi jika kita ke poli gigi di JMC maka kita bisa berkonsultasi mengenai ortodontik preventif untuk menghindarkan pengaruh perkembangan normal gigi, ortodontik interseptif yaitu mengenali adanya malokusi yang sedang berkembang dan mengambil tindakan untuk mencegah malokusi yang semakin parah, dan ortodontik korektif yaitu mengoreksi malokusi yang sudah terbentuk. 

Akan menyenangkan bukan jika gigi kita terlihat rapi, bersih dan sehat? 

Layanan Tumbuh Kembang Anak dan Psikologi 

A. Layanan psikologi dan assesment/screening tumbuh kembang anak 



Miss Raninta Wulanwidanti, M.Psi, Psikolog yang merupakan psikolog klinis akan memberikan layanan psikologi dan assesment bagi tumbuh kembang anak di JMC. Beliau memberikan informasi bahwa assesmen psikologis itu dapat diberikan dalam beberapa konteks yaitu Pendidikan, asesmen yang dilakukan di sekolah atau lembaga pendidikan tertentu untuk mengetahui hasil belajar anak, jurusan pendidikan dan bakat tertentu dari seorang anak. Dalam hal pekerjaan, asesmen bisa dilakukan untuk mengetahui pekerjaan yang sesuai, kenaikan jabatan atau penempatan. Sementara asesmen Klinis bertujuan untuk mendiagnosis, prognosis dan penentuan intervensi secara klinis. Dalam asesmen psikologi klinis pada anak aspek perkembangan menjadi hal utama yang perlu diperhatikan. 

Apa sih yang dimaksud dengan asesmen tumbuh kembang anak? 

Asesmen tumbuh kembang anak adalah serangkaian tes yang bertujuan untuk melihat perkembangan si anak apakah sesuai dengan usia kronologisnya atau belum. Aspek yang diukur dalam rangkaian ini adalah motorik kasar, motorik halus, kemampuan berpikir, keterampilan sosial, kemandirian, serta bahasa-sosial. Itu akan diobservasi lebih lanjut bagaimana perkembangan anak ini. 

Asesmen tumbuh kembang anak itu ada baiknya dilakukan sejak dini. Mengapa? Karena di masa golden age ini pertumbuhan anak sedang pesat-pesatnya sehingga jika ada gangguan tumbuh kembang diketahui sejak dini akan mendapatkan penanganan yang lebih cepat dan tepat. 

Keuntungan melakukan asesmen sejak dini yaitu : 
  • Mendiagnosa atau mengidentifikasi masalah anak sejak awal 
  • Mendapatkan gambaran mengenai tingkat pencapaian kompetensi anak 
  • Mengetahui faktor resiko dan perlindungan yang anak miliki 
  • Membantu dalam menetapkan program atau penanganan yang diberikan 
  • Membantu dalam memberikan gambaran arah akademis 
Berdasarkan penelitian ditemukan bahwa intervensi sejak dini memiliki keberhasilan yang cukup tinggi. 

Proses asesmen ini diperlukan dalam tumbuh kembang anak untuk menentukan apakah anak memerlukan terapi atau tidak. Jika diperlukan maka jenis terapi manakah yang paling tepat untuk membantu perkembangan anak itu sendiri. Jadi asesmen merupakan gerbang untuk mengetahui dan memahami kondisi anak yang sebenarnya. 

Di JMC sendiri selain konsultasi mengenai tumbuh kembang anak juga memberikan layanan lain seperti konsultasi psikologi, Tes Kesiapan SD, Tes IQ, serta tes minat dan bakat untuk semua jenjang pendidikan. 

B. Layanan terapi 

1. Terapi bermain (Play Theraphy) 

Sejujurnya saya belum familiar dengan apa yang dinamakan dengan terapi bermain. Pernah sih membaca postingan salah satu teman blogger mengenai hal ini. Namun saya masih awam juga karena anak-anak sudah gede sehingga saya hanya membaca sekilas. 

Ternyata sang teman blogger adalah terapist di JMC ini. Mbak Grace Melia merupakan play therapist pertama dan satu-satunya yang bersertifikat internasional dari Academy of Play & Child Psychotheraphy (APAC). Beliau terdaftar dalam play therapy international and proffesional standart authority. 



Terapi bermain merupakan intervensi berdasarkan riset yang didesain demikian rupa untuk membantu klien agar bertumbuh dan berkembang sebahagia mungkin dan mampu beradaptasi dengan perubahan dalam hidup sebaik mungkin melalui bermain. 

Mengapa terapi bermain ini cocok untuk anak-anak? Hal ini dikarenakan fitrahnya anak adalah bermain. Mau usia seberapapun anak akan sangat menikmati apa yang dinamakan dengan bermain. Anak-anak belum bisa mengeluarkan perasan secara verbal sehingga mereka membutuhkan bahasa untuk medianya. Ini akan memudahkan anak-anak untuk mengungkapkan apa isi hati dan pikiran dari anak-anak.Terapi bermain ini diperuntukkan pada anak usia 4-16 tahun dengan gangguan perilaku, sosial dan emosional. 

Bagaimana efektivitas dari terapi bermain ini? 
Hal ini terkait dengan berat dan ringannya masalah gangguan yang dimiliki klien. Selain hal itu, support orang tua pun menentukan keberhasilan dari terapi ini. Semakin besar support yang diberikan maka keberhasilan dari terapi ini pun makin meningkat. Dari klien yang pernah melakukan terapi bermain 83% menunjukkan perubahan yang positif. 

Terapi bermain ini bukan bengkel bagi anak yang memiliki gangguan perilaku, sosial dan emosional. Semua terkait dengan mindset yang dimiliki oleh orang tua untuk memperbaiki hubungan dengan anak, bagaimana keinginan orang tua untuk meningkatkan bonding dan kedekatan dengan anak. 

Metode yang digunakan dalam terapi ini adalah : 
  • Tidak memberikan arahan : terapi tidak memberikan instruksi maupun koreksi apapun. Dalam terapi bermain anak melakukan permainan yang mereka sukai. Terapist hanya mengikuti dan mengamati. 
  • Tidak menghakimi : Terapist akan menampung perasaan klien tanpa ada penghakiman sama sekali. 
  • Tidak interpretatif : Terapist tidak bisa langsung memberikan penilaian terhadap klien. Harus melalui 12 kali sesi pengamatan. Setelah selesai bermain maka terapist akan memberikan laporan dan diproses. 
Selain terapi bermain dengan anak, ada tiga kali sesi terapi bermain dengan orang tua. Hal ini untuk interview, asesmen terhadap orang tua. Ini bersifat parents review karena terapist harus menyampaikan perkembangan anak karena orang tua pun ikut berbagi pendapat atau pikiran. 


2. Terapi Wicara 
Miss Titis Hardian Wijaya, S.Tr.Kes, adalah terapist wicara alumni dari DIV Terapi Wicara Poltekkes Kemenkes Surakarta. Disini beliau menyampaikan mengenai salah satu layanan tumbuh kembang anak yang ada di JMC. Layanan terapi wicara merupakan terapi yang digunakan untuk mengatasi permasalahan komunikasi dan menelan. Terapi wicara sebaiknya dilakukan jika kemampuan berbicara atau berbahasa anak tidak berkembang sesuai usia. Hal ini bisa terlihat sejak anak berusia 18 bulan. Jika di usia ini anak belum mampu mengucapkan 10-20 kata dan lebih banyak menggunakan bahasa non verbal seperti menunjuk dan bernyanyi maka ada baiknya segera membawanya untuk berkonsultasi. 


3. Terapi Okupasi 
Untuk layanan ini Miss Stefani Fera Arista menyampaikan mengenai terapi okupasi. Alumni Poltekkes Kemenkes Surakarta ini menginformasikan bahwa terapi ini merupakan pelayanan kesehatan yang membantu orang dalam segala usia agar bisa mandiri secara individu dengan aktivitas yang bermakna serta meningkatkan kemampuan fungsional dan meningkatkan kualitas hidup klien. 

Sebelum dilakukan terapi okupasi biasanya dokter sudah mengidentifikasi sejauh mana pasien mengalami kesulitan menjalani kehidupan sehari-harinya. Dokter akan menentukan diagnosis penyakit yang menyebabkan pasien mengalami hambatan fisik, mental atau sosial. Apabila kehidupan sehari-harinya terganggu, misalnya berpakaian atau makan sulit dilakukan tanpa bantuan orang lain maka terapi okupasi ini bisa dilakukan. Biasanya terapi okupasi ini dibawah pengawasan dokter spesialis rehabilitasi medik. 

Terapi Okupasi yang dilakukan untuk anak-anak diberikan pada kondisi tertentu misalnya: 
  • Anak yang mengalami sindrom Down : Kondisi yang dialami akibat kelainan genetik ini menyebabkan gangguan dalam perkembangan fisik dan mental sehingga mengalami kesulitan dalam belajar apapun. 
  • Anak dengan Cerebral Palsy : Pada anak yang mengalami kelainan pada otak dan sistem syaraf sehingga gerak dan koordinasi tubuh anak menjadi tidak normal pun membutuhkan terapi okupasi. 
  • Anak dengan gangguan Dispraksia : Anak yang mengalami gangguan pada gerakan tubuh dan kemampuan koordinasi tubuh pun memerlukan terapi okupasi. 
  • Anak dengan ketidakmampuan belajar : Anak-anak yang mengalami gangguan tumbuh kembang pun membutuhkan terapi okupasi. Anak-anak dengan kebutuhan khusus ini akan dipandu oleh dokter, psikolog, terapis dan guru di sekolah untuk melakukan aktivitas sehari-hari. 

Selain itu Jogja Medical Center pun memiliki layanan poli umum sehingga orang dewasa pun bisa menikmati layanan di JMC ini. 

Room Tour 

Setelah sharing session kami pun diajak untuk mengunjungi ruang terapi. Menyenangkan rasanya melihat ruangan ramah anak dan nyaman juga untuk orang dewasa. Bisa dilihat deh ruangan yang ada di JMC ini. 



Poli Gigi 



Poli Umum 



Pharmacy 





Mushala 



Ada free snack juga loh di sini. Anak-anak pasti suka 



Consultation Room 



Play Theraphy Room (Ruang Terapi bermain) 



Speech Theraphy Room (Ruang Terapi Wicara) 



Sensory Prosessing Intervention (Ruang Terapi Okupasi) 



Ada ruang laktasi juga loh. Buat para mamah muda yang masih menyusui bisa ke ruang ini untuk lebih leluasi mengASIhi.



Tempat bermain anak 




Jika teman-teman ingin mengetahui informasi lebih detil lagi silakan menghubungi : 
Jogja Medical Center 
Jl. Gondangraya no 17 Condong Catur Depok Sleman Yogyakarta 
Telp. 0811-295-4800

Jumat, 21 Februari 2020

Tips Memulai Bisnis Online Shop


Pada jaman ini, sudah memasuki era dimana segala sesuatu kebutuhan serta kepentingan dapat diakses dengan mudah melalui internet. Seperti salah satu contoh yang dapat diambil adalah ketika kita akan melakukan pengambilan suatu keputusan bersama atau polling, dimana melakukan hal itu tidak harus saling bertemu bertatapan muka, cukup dengan membuka satu aplikasi media sosial yang memiliki fitur tersebut dan pengambilan keputusan akan terlaksana saat itu juga dengan baik. bahkan selain itu yang sangat populer dan digemari banyak orang adalah melakukan jual – beli secara online seperti berbelanja kemaja wanita. Segala keperluan hidup dari ujung rambut hinga ujung kaki ataupun kebutuhan lainnya dapat ditemukan dengan mudah melalui beberapa situs – situ belanja online maupun melalui platform platform media sosial yang dapat digunakan dengan mudah. Lalu dengan kata lain siapapun bisa untuk berkesempatan memulai berbisnis didunia online yang sangat marak ini, bahkan bagi anda yang ingin mencobanya namun masih banyak hal hal di khawatirkan, sebaiknya tidak perlu dipikirkan karna itu hanyak akan membuang buang waktu saja, maka lebih baik langsung saja untuk membaca artikel ini yang mudah-mudahan dapat membantu anda juga memberanikan diri tuk memulai bisnis online yang tentu mengiurkan.

Anda sebaiknya memiliki website resmi terlebih dahulu sebagai tempatnya bernaung produk yang anda jual di internet. Dengan adanya website maka para konsumen akan dengan mudah melihat – lihat produk anda dalam satu halaman di internet. Dengan memiliki website resmi maka akan menjadikan nilai plus bagi produk yang anda jual dibandingkan dengan yang belum memiliki website. Dalam website akan terdapat informasi mengenai toko, alamat, kontak telpon dan identitas penting lainnya yang dapat disimpan di website, kemudian informasi seputar produk secara detail, harga produk, cara memesan dan pembayaran hingga cara pengembalian produk jika terjadi kesalahan. 

Selanjutnya manfaatkanlah media sosial untuk penjualan serta pemasaran produk, mengiklan kan produk pada beberapa platform media sosial yang populer disemua kalangan. Dikarnakan saat ini media sosial sangat berperan aktif dalam memajukan bisnis online, dimana semua konsumen memiliki media sosial dan selalu aktif setiap saat membuka media sosialnya yang tentu merupakan target untuk penjualan bisnis online. Maka pergunakanlah fitur-fitur canggih yang tersedia. Untuk itu agar lebih mudah anda dapat menggunakan salah satu tools yang gunanya ketika anda memposting satu konten yang dapat langsung tersambung dengan banyak akun sosial media, seperti instagram, facebook, twitter dan lainnya yaitu, hootsuite dan bufferapp untuk manajemen media sosial dan juga tools google analytics, google trends yang bermanfaat untuk pemasaran.

Melakukan promosi melalui akun terkenal dari publik figur atau lebih sering dikenal dengan sebutan endorsement. Melakukan promosi yang berulang-ulang dilakukan oleh artis-artis atau seorang influencer lainnya yang dapat mempengaruhi para konsumen lain yang melihatnya sehingga memiliki ketertarikan untuk melihat produk anda. Namun melakukan promosi ini mempunyai tarif yang beragam sesuai dengan jumlah followers dari akun tersebut. 

Agar membuat produk anda lebih menarik maka buatlah suatu desain untuk memasarkan produk anda di media sosial, dapat mengunakan tools canva yang mudah untuk membuat desain dengan beragam template yang tersedia, kemudian dihiasi dengan berbagai tambahan stiker ataupun foto juga caption menarik dan banyak lagi yang bisa anda kreasikan. Walaupun banyak kekurangan dan kelebihan belanja di tempat terpercaya maupun yang baru memasuki dunia bisnis online, namun alangkah baiknya untuk menjadi tempat online shop yang baik juga terpercaya bagi pelanggan, karna hal tersebut akan memberikan reputasi yang baik pada produk.. 




Selasa, 18 Februari 2020

Perempuan Kuat itu Bernama Bunga Citra Lestari
Cr : Instagram @bclsinclair

Masyarakat Indonesia dikejutkan dengan berita meninggalnya Ashraff Sinclair, seorang aktor yang merupakan suami dari penyanyi Bunga Citra Lestari. Sehari sebelumnya keluarga Sinclair baru saja melakukan perjalanan dari luar negeri. Malamnya pun Unge, panggilan akrab Bunga Citra Lestari masih menjadi juri Indonesian Idol. Beberapa jam kemudian ia harus menerima takdir Allah menghendaki kembalinya sang belahan jiwa.

Saya hanya mengetahui mereka lewat media. Namun ternyata saya juga bersedih mendengar berita tersebut. Keluarga Sinclair relatif sepi dari berita miring. Couple goals mereka digadang-gadang menjadi pengganti pasangan Widyawati dan Sophan Sophiaan. Sebagian masyarakat Indonesia menganggap mereka adalah Indonesia' sweetheart. 

Mereka sering membagi kebersamaan bersama keluarga di sosial media. Saya sampai stalking instagram keduanya. Bahkan sampai IG uminya Ashraff. Mereka terlihat saling menyayangi. Bahkan ibu Ashraff pun tak segan memuji menantunya. Mereka keluarga besar yang harmonis. Melihat channel youtube BCL pun saya merasakan kehangatan hubungan keluarga mereka. Ketulusan senyum dan tawa yang hadir di antara mereka. Sentuhan ringan selalu hadir dalam bahasa tubuh mereka. 

Hari ini seperti sebuah mimpi buruk bagi keluarga Sinclair. Begitu mengagetkan ketika sebelumnya Ashraff masih bercanda dengan BCL sebelum Ashraff tidur. Laki-laki berasal dari Malaysia ini pergi dalam tidurnya. 

Saya membayangkan betapa shock nya BCL. Bisa jadi ia pingsan berkali-kali. Apalagi pernah dalam tayangan berita entertainment ia mengatakan tak bisa hidup tanpa Ashraff. Namun tayangan di sebuah liputan berita entertainment yang saya tonton tadi jauh dari bayangan saya. Di parkiran rumah sakit, BCL berdiri kuat. Ia memeluk Noah sang buah hati. Diciumnya berkali-kali pucuk kepala Noah yang terdiam dalam pelukan ibunda. 

Benar, wajahnya sembab. Masih terlihat basah oleh air mata. Langkahnya gontai. Namun ia masih kuat berjalan dengan menggandeng tangan Noah. 

Saya pun mencari berita lain hari ini. Terlihat BCL tabah menerima tamu. Ia masih bisa bercakap dengan pentakziah di sisi jenazah sang suami. Tangannya memegang tasbih. Ia menggerakkan butir tasbihnya dalam keterdiaman. Saya yakin, di hatinya ia sedang berdzikir. Memanggil asma-Nya. Memohon kekuatan. Bahkan saat berada di dalam mobil saat hendak mengantar sang suami dalam beberapa detik pun terlihat tangan lentiknya masih menggerakkan butir tasbihnya. Dengan tatapan kosong. Sesekali memejamkan mata. Saya yakin mata masyarakat yang sedang tertuju padanya pasti meneteskan air mata melihat adegan ini sekilas.

Bunga Citra Lestari tetap begitu kuat berjalan mendekati 'rumah' baru kekasihnya. Ia sangat tegar menerima ucapan dan pelukan sahabat-sahabatnya. Duduk di samping Noah ia sering membisikkan sesuatu di telinga putra satu-satunya ini. Terlihat Noah mengusap air matanya. Ekspresi kehilangan tampak di wajahnya. Namun kekuatan sang ibu menular padanya. Ia mewarisi ketegaran sang ibunda. 

Sungguh luar biasa kekuatannya. Sama sekali ia tak meratap. Saya tak melihat histeria kehilangan nampak di dirinya. Cukup dengan tetesan air mata yang tak berhenti mengalir, semua orang sudah tahu. Kehilangan suami sungguh memukul hati dan jiwanya.

Dalam Islam memang tak dianjurkan seorang perempuan hadir di pemakaman karena dikhawatirkan akan terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Di masa Rasulullah banyak wanita di pemakaman yang menangis menjerit-jerit dan berteriak-teriak karena kesedihannya. Bahkan tak jarang seorang wanita merobek-robek pakaiannya karena hilang kendali. Itulah mengapa perempuan dianjurkan untuk berada di rumah saat pemakaman jenazah dilakukan. Namun jika perempuan mampu mengendalikan dirinya, hal itu dibolehkan. 
Hal itu diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yang disampaikan oleh Ummu Athiyah :
“Kami (para perempuan) dilarang mengiringi jenazah. Namun larangannya tidak terlalu keras bagi kami.”


BCL dan stigma yang melekat
Orang mengenal Bunga Citra Lestari adalah perempuan yang suka mengenakan baju terbuka. Banyak laki-laki mengagumi tubuh dan wajahnya. Saya yakin dalam posisinya saat Ashraff masih berada di sisinya perempuan cantik ini masih banyak yag mencoba mendekat. Namun BCL begitu menjaga hati. Sebelas tahun pernikahan tanpa berita miring merupakan sebuah prestasi dalam dunia entertainment Indonesia yang penuh gimick dan drama. Kesaksian tetangga pun menyebutkan bahwa keluarga Sinclair sering shalat berjamaah di masjid dekat rumah. Itu artinya Unge yang sering dianggap negatif oleh sebagian masyarakat karena pakaian terbukanya masih menegakkan tiang agamanya. 

Ketegarannya menerima takdir Allah inipun menurut saya juga bagian dari pemahaman yang baik tentang agamanya. Walaupun masyarakat akan memaklumi jika saja ia menangis histeris atau meratapi kepergian Ashraff, ia tak melakukan itu. Ia tak hanya menguatkan dirinya sendiri. Ada Noah yang harus ia jaga. Ada orang tua Ashraff yang tak kalah kehilangannya. Dan bagi saya pribadi, semua yang terlihat hari ini adalah Unge tanpa gelar diva Indonesia. Seorang ibu, seorang istri yang memahami bahwa yang ia miliki sesungguhnya hanya titipan Allah. 

Unge, my heart goes with you. Be strong and be brave with Allah. 




Sabtu, 15 Februari 2020

5 Hal Bikin Hepi Gabung di Gandjel Rel

Saya masih baper gegara nggak bisa gabung di perayaan ultah Komunitas Gandjel Rel yang ke lima. Selain gegara sempat bermasalah dengan kaki sehingga dilarang suami naik motor atau mobil jauh-jauh, sudah ada agenda yang dirancang anak-anak di hari itu jauh hari sehingga saya nggak tega mengecewakan mereka. 

Saya udah ngebayangin hepinya ketemu temen-temen Gres. Udah lama nggak ngumpul tuh bikin kangen. Kebayang deh serunya acara tahun kemarin. Pokoknya komunitas Gandjel Rel itu salah satu komunitas terbaik yang pernah saya ikuti. 

Sering loh saya ditanya. Saya kan tinggal di Muntilan. Kok mau-maunya ikutan event atau ngumpul ke Semarang. Nah ... Ini nih lima hal kenapa saya hepi banget ngumpul dengan mereka.

Persaudaraan yang kuat
Saya kenal beberapa member Gandjel Rel udah lama banget. Pokoknya seumuran Alde anaknya mb Dedew deh. Soalnya ketemu pertama tuh pas Mb Dedew masih hamil Alde. Setelah pertemuan pertama jadilah kami sering ketemu kalau pas sayanya ke Semarang. Pokoknya nyari waktu banget untuk ketemuan kalau pas di Semarang. Rugi banget kalau nggak ngumpul. Udah gitu kalau ngumpul wajib sampai sore pula. Terus kalau pas ada teman member Gandjel Rel yang kena musibah, dengan ringan tangan member yang lain ikutan support. 

Nggak pelit berbagi ilmu
Siapapun bisa berbagi ilmu di Gandjel Rel. Mau pertemuan off air atau di WAG sering banget dapet ilmu yang bermanfaat. Mau nanya tentang psikologi ada mb Nia dan mb Rizka Alyna, mau nanya tentang blogging bisa ke mb Untari, mb Marita, atau founder Gandjel Rel yang emang udah lama blogging. Mau nanya tentang asuransi atau keuangan? Bisalah nanya sama Bu Rinas yang expert pengetahuannya. Atau pengen nanya tempat wisata keren? Bisa dong ke Mara, Tina, Erina, Lee, atau mb Ika dan mb Wati. Tentang perbukuan, cus langsung ke Mb Dedew, mb Dian Nafi, atau mb Lia Herliana yang aktif banget nerbitin buku. Pokoknya terlove deh.

Suka bagi-bagi kerjaan
Ini mungkin bagian yang paling disukai. Semua orang bisa bagi-bagi kerjaan. Pokoknya tinggal ngelist aja. Insya Allah listnya bakal disetor ke klien dan di approve. Nggak ada yang pilih kasih. Semua punya kesempatan yang sama untuk dapat kerjaan di grup itu. Oke kan?

No baper baper club
Nggak ada namanya member left grup gegara baper. Misal ada hal yang perlu diomongin ya dijerengin aja di WAG. Beda pendapat biasa aja. Dan senengnya saya tuh ada mb Uniek yang selalu ngingetin supaya jadi pekerja yang profesional di dunia digital. Doi macak antagonis, tapi sebenarnya hatinya lembuut banget. Gampang mewek benernya kalau tersentuh.

Profesional
Meski persaudaraan kuat, masalah pekerjaan tetap dilakukan dengan profesional. Kalau memang tidak memenuhi standar ya jangan harap dapat pekerjaan lagi. Coba deh lihat blog nya member Gandjel Rel. Mulai tampilan blog sampai penulisan dilakukan dengan baik. Konten dan infografis dibuat dengan serius sehingga menghasilkan blogpost yang menyenangkan untuk dilihat dan dibaca. 

Nggak salah kan saya betah aja di Gandjel Rel ini? Pokoknya Selamat Ulang Tahun yang ke lima ya Gandjel Rel? I love you more 3000


Minggu, 09 Februari 2020

Cerita Adek : Ketika remaja memilih bersikap tegas


Sedari SD sepertinya Adek punya daya tarik untuk disukai lawan jenis. Sejak klas 5 SD ada aja anak yang mengiriminya surat atau ngajak ngobrol via Direct Message. Bahkan cerita gurunya, ketika klas 6 dulu, ada beberapa anak perempuan klas 1 sering menunggunya di masjid saat shalat Dhuhur. Hanya sekadar melihatnya keluar, anak-anak itu sudah senang. 

Allah juga memberinya anugerah bahasa tulis yang bagus. Hanya menulis pesan untuk saya pun manis banget. Marah pun lebih sering menulis pesan untuk saya. Meski terkadang saya terkaget-kaget juga dengan apa yang ia tuliskan. Namun ia mampu mengendalikan diri, tidak bersuara keras, ataupun bertindak anarkis. Itu wajib saya syukuri juga, karena dahulu pernah mengalami hambatan emosi sehingga saya harus menemui profesional untuk meminta bantuan. 

Sejak klas lima SD keingintahuan tentang rasa cinta memang besar. Mungkin melihat teman-temannya sudah mulai menggunakan emoji hati merah jambu. Bahkan ada juga yang katanya 'jadian'. Selain bertanya, ia memang banyak cerita. Buat saya itu poin penting menjalin kedekatan dengan anak laki-laki. Saya tahu siapa saja perempuan yang ia sukai dan menyukainya. Sampai ia SMP klas 8, ia tetap banyak bercerita. Ia juga membolehkan saya membuka ponselnya.

Kalau waktu SD ia mendapatkan surat atau direct message di IG dari lawan jenis, sejak awal klas 7 saya lihat WA nya tak pernah sepi dari chat lawan jenis. Modusnya macam-macam. Sampai saya hafal siapa yang benar-benar tulus berteman ataupun modus. Dari bahasa chat nya pun saya tahu siapa perempuan yang tak ia sukai, namun tetap ia balas chatnya. Sopan santun aja, katanya ketika saya tanya mengapa membalas chat orang yang tak ia sukai.


Nah, si Adek ini punya perasaan spesial pada seorang temannya. Teman SD nya yang sekarang beda SMP. Bahkan sampai klas 8 ini rasanya tak berubah. Saya tahu, keduanya punya perasaan yang sama dan kuat. Karena tak pernah sekalipun punya perasaan itu ke lawan jenis yang lain. Yang saya salut, keduanya benar-benar berusaha menahan diri. Obrolan pun hanya sekedar kegiatan sekolah dan pelajaran. Saling memuji pun tidak sama sekali. Chat nya pun hanya pendek-pendek. Terkadang hanya menyemangati saat keduanya mengikuti perlombaan. 

"Semangat ya? Do the best. Chayo Lilo"
"Ok. Thanks."


"Kamu sakit ya? Syafakallah ya?
"Makasih ya? Kamu lagi ngapain?"
"Belajar. Besok ulangan."
"Semangat belajar ya? Biar bagus nilainya."

Sependek itu. Atau jika ada percakapan panjang beberapa kali ketika ia menunggu giliran berlomba. 

Sampai minggu lalu. Si Adek terlihat gelisah. Ia menyimpan ponselnya rapat-rapat. Biasanya ia cuek aja naruh ponsel. Ini kok disimpan terus. Saat saya tanya ia mengatakan tak ada hal yang penting. Lupa naruhnya, begitu alasannya. Namun tiga hari berturut-turut ia membuat story WA hanya sebuah background warna hitam. 

Sampai kemarin. Ia meminta saya membuka ponselnya. Saya diminta melihat seluruh chatnya. Saya menemukan chat dari gadis yang ia sukai. Kemudian scrolling chat nya.

"Aku boleh tanya, Lo?"
"Apa?"
"Jan marah tapi?"
"Ok."
"Kita ini sebenernya gimana?"
"Apanya?"
Emm ... Gimana ya ngomongnya? Kita itu teman atau lebih dari sekedar teman?"

"Teman. Nggak lebih."

Dari pertanyaan sampai ia menjawab 'teman' itu selisih satu jam. Ia berpikir panjang untuk menjawab bagian tersulit ini. 

Saya tahu ini berat untuknya.  Sebenarnya ia bisa memilih untuk mengatakan perasaannya kalau dia memiliki perasaan yang indah untuk gadis itu. Saya yakin gadis itu akan menerima jika Adek mengajaknya untuk merajut hati. Namun Adek memilih untuk memprioritaskan kewajibannya sebagai seorang pelajar. Ia sudah memikirkan dengan matang sebelum mengambil keputusan.

Mungkin salah satunya karena di kelas 8 ini nilainya turun drastis. Saya sih sebenarnya memahami karena ia pengurus OSIS dan sering mengikuti berbagai kejuaraan olahraga dan pramuka. Namun ia yang tak enak hati melihat nilai-nilainya jeblok. Sehingga ia merasa hal terbaik yang bisa ia lakukan untuk mendongkrak nilainya adalah tidak melibatkan urusan hati.

Pagi ini ia bercerita saat saya mengantarnya berangkat sekolah.

"Tiga hari itu aku nggak karuan rasanya. Aku bisa menahan perasaanku. Tapi aku takut dia patah hati terus nilainya jeblok.
"Padahal Adek masih suka banget ya sama dia?"
"Iyalah ... Aku pengen sama-sama fokus sekolah. Bentar lagi klas 9, terus SMA."
"Rasanya jadi anak yang tegas gimana?" Tanya saya.
" Kalau urusan ini yo sakit nggak berdarah to, Nda."
"Adek lega udah nyampein?"
"Iya. Aku galaunya udah lama. Pengen fokus sekolah, tapi yo nggak kuat sama perasaanku."
"Harapannya Adek ke depan apa?"
"Dia nggak WA aku terus, fokus sekolah. Kasihan orang tuanya kalau dia jeblok nilainya."
"Proud of you, Dek. Bunda bangga banget kamu berani bersikap tegas."

Ia tersenyum. 
"Adek nangis pas ambil keputusan?"
"Enggak. Abis itu mataku kok pedih."

Saya tertawa. Ia juga. Masih melihat matanya kurang bercahaya. Namun saya tahu ia mampu melewati semuanya. Ia anak yang kuat hati.

Saya memang melarang anak-anak berpacaran. Namun saya tak pernah melarang anak saya menyukai atau mencintai lawan jenis sejak mereka SD. Buat saya cinta atau suka kepada lawan jenisnya itu fitrah. Semuanya anugerah Allah. Kita nggak bisa meminta untuk menyukai atau mencintai seseorang. Allah lah yang memiliki kuasa atas hal itu.

Kepada anak-anak saya selalu katakan bahwa mencintai sebelum menikah bukan berarti harus memiliki. Karena jika memiliki sering kali manusia bersikap sesukanya. Bahkan terkadang merusak atas nama cinta. 

Cinta sebenarnya itu adanya ya di pernikahan. Saya katakan kalau ingin memiliki berarti siap untuk menikah. Siap menjalani kehidupan yang sering kali tak sesuai dengan harapan. Namun diridhoi oleh Allah. 

Saya katakan pada anak-anak bahwa menahan diri itu jauh lebih baik. Itu artinya kita mampu mengontrol diri dan berpikir jernih saat melakukan sesuatu. 

Alhamdulillah, semua berjalan dengan seperti yang diinginkan baik Kakak maupun Adek. Sampai hari ini. 







Selasa, 04 Februari 2020

Menghargai Ragam Perbedaan versi Yogyakarta Independent School

Assalamualaikum temans,

Jumat 31 Januari 2020 Yogyakarta Independent School atau biasa dikenal dengan nama YIS mengadakan Barongsai Event. Saya termasuk orang yang beruntung bisa hadir dan bergabung untuk mengenal bagaimana sekolah yang ternyata sudah berusia 30 tahun ini mendidik siswa siswinya. Saya dan Vera teman sesama blogger mendapatkan kesempatan untuk berbincang dengan dengan kepala sekolah ibu Kimberly Kingry dan wakil kepala sekolah Ibu Karin Albers. 

Masuk ke lingkungan sekolah internasional di Yogyakarta ini, saya seperti berkunjung ke sebuah ‘dunia kecil’ dimana beberapa suku dan ras di dunia ada di sini. 
Menyenangkan melihat mereka saling menyapa dengan akrab. Saya melihat bagaimana Ibu Karin berinteraksi dengan seorang gadis kecil siswa kindergarten. Kelihatan tulus banget. 

Murid YIS sedang menunjukkan karyanya pada Ibu Karin 
Agak kaget juga saya ketika mendengar siswa Yogyakarta Independent School ini menyapa gurunya dengan sebutan Ibu. Bayangan saya karena sekolah ini berbasis kurikulum internasional, maka panggilan terhadap pengajar ya menggunakan Mr atau Mrs. Ternyata pepatah ‘dimana kaki dipijak disitulah langit dijunjung’ berlaku di sini. Senangnya saya di lingkungan ini. 

Yogyakarta Independent School (YIS) selalu mengadakan kegiatan-kegiatan keagamaan ataupun budaya yang terkait dengan siswa siswi yang bersekolah di YIS. Kegiatan tersebut rutin dilakukan setiap tahunnya. Tak hanya siswa yang terlibat dalam kegiatan ini. Walimurid pun menjadi partner sekolah dalam mempersiapkan setiap event yang berlangsung.

Sebelum acara dimulai saya sempat berkeliling masuk atau sekedar mengintip ke beberapa kelas. Menyenangkan sekali merasakan tempat sekolah yang jauh dari cuaca panas meski di luar matahari sungguh menyengat. Sirkulasi udara gedung YIS bagus banget sehingga di dalam ruangan pun tetap adem. 



Saya sempat masuk ke kelas kindergarten. Fasilitas yang dimiliki kelas sedemikian lengkap. Saya suka sekali dengan pojok buku yang tertata rapi. Karya anak-anak yang tertempel, dan yang menurut saya kece parah tuh waktu anak-anak mengisi absennya sendiri-sendiri. Anak-anak juga kelihatan excited banget dengan kegiatan mereka.



Di papan tulis ditempelkan beberapa kalimat yang biasa digunakan untuk berkomunikasi. Menurut saya magical words itu benar-benar mengajarkan anak untuk bersopan santun antar teman. Ini adalah tindakan nyata dari sekolah untuk menghindarkan kekerasan yang terjadi antar siswa. Jadi membentuk anak yang berkarakter tak sekadar slogan semata. 



Lantas kami diajak untuk melihat berbagai karya anak di kelas yang tingkatannya lebih tinggi. Saya makin kagum aja dengan cara pembelajaran di sekolah ini. Anak diajarkan untuk mengenali dirinya, , passion, dan apa yang mereka inginkan di masa depan. Gerakan literasi dasar pun dilakukan dengan menyenangkan dan membutuhkan kreativitas. 



Di sebuah tembok menuju lantai atas, karya anak-anak yang memiliki passion melukis pun terpajang di sisi tangga. Selain itu beberapa karya anak pun berada di kelas art. Semua karya anak diapresiasi di sini. Semua anak bisa merasa bangga bahwa karyanya dinikmati oleh banyak orang. Saya pun makin kagum dengan keberadaan sekolah ini.



Semua kekaguman saya itu terjawab. Yogyakarta Independent School ini menggunakan kurikulum internasional untuk menyusun teknis pembelajarannya. Ada banyak kurikulum internasional yang dipakai oleh sekolah internasional. Dan YIS memilih menggunakan kurikulum International Baccalaureate.

Kurikulum International Baccalaureate ini berasal dari Swiss. Kurikulum ini ditujukan untuk anak dengan usia 3-18 tahun. Kurikulum ini diterapkan untuk pre-school sampai high school. Program IB yang ditawarkan oleh YIS adalah: 

  • IB Primary Years Programme (PYP) untuk usia 3-12 tahun (setara TK dan SD)
  • IB Middle Years Programme (MYP) untuk usia 11-14 tahun (setara SMP)
  • IB Diploma Programme (DP) untuk usia 15-18 tahun (setara SMA)

Apa sih kelebihan dari kurikulum International Baccalaureate ini?

Kelebihan dari kurikulum ini adalah mengeksplorasi kemampuan anak di berbagai bidang. Jadi nggak hanya seputar sains, matematika, atau bahasa. Tetapi kurikulum ini mendorong siswanya untuk berwawasan global, kreatif, mengembangkan kemampuan emosi, intelektual dan sosial. Mereka juga diharapkan berkontribusi positif terhadap lingkungan dan budayanya. Dengan kurikulum ini diharapkan bakat dan minat anak semakin berkembang. 

Di YIS tempo hari kebetulan sekali saya ketemu Mbak Atik, salah satu sahabat di komunitas menulis. Ngobrol dengan mbak Atik membuat saya yakin kualitas dari YIS sendiri.

Mbak Atiek, walimurid YIS, teman komunitas IIDN Jogja. Tiga putra putrinya di sekolahkan di YIS

Menurut mbak Atik, YIS mempunyai kurikulum IB yg menyiapkan murid-muridnya bisa mengaplikasikan apa yang diperoleh di sekolah ke dalam kegiatan sehari-hari dan dalam kehidupan yang nyata. 

“Kami memilih anak-anak untuk belajar di YIS, karena sebelumnya mereka sudah belajar dengan kurikulum IB, jadi tidak perlu adaptasi lagi dalam proses belajar mengajar. Dalam proses IB dikenal dengan nama UoI (Unit of Inquiry) yang akan dibahas selama beberapa minggu sebagai patokan untuk kegiatan proses belajar. Saya melihat anak-anak saya jadi lebih kreatif dan biasa membahas suatu topik jadi lebih dalam. Sebenarnya di kurikulum sekolah nasional sebenarnya juga sudah dikenal dengan nama tematik. Tetapi saya kurang tahu bagaimana aplikasinya pada sekolah nasional. Kalau di IB standardnya jelas, karena pengawasan yang cukup ketat. O ya, yang menyenangkan lagi guru-gurunya siap membantu setiap saat. Kalau menjelang ulangan dirasa kurang siap, murid akan diajari lebih mendalam, ditambah latihan,” begitu kata Mbak Atik. 

Lalu beliau melanjutkan,”Berbicara tentang YIS, situasi sekolah dan hubungan antar personal begitu akrab. Baik itu antar murid, guru maupun dengan karyawan, semuanya akrab. Bullying dilarang keras dan yang pasti anak-anak saya happy bersekolah di sini.”

Saya jadi tahu sekarang mengapa Mbak Atik menyekolahkan tiga anak beliau di Yogyakarta Independent School. 


Menghargai perbedaan

Diadakannya Barongsai event ini tentu saja terkait dengan tahun baru imlek. Beberapa siswa yang bersekolah di sana merayakannya. Untuk mengajarkan toleransi diantara suku dan ras siswa yang memang heterogen ini YIS pun mendatangkan penari Barongsai. Anak-anak begitu antusias menyambut event ini. Begitu juga dengan para walimurid. Warna merah mendominasi Yogyakarta Independent School hari itu. 

Add caption

Antusiasme anak-anak terlihat saat penari dengan membawa boneka naga mulai menari meliuk liuk disertai dengan formasi yang berubah-ubah. Suara musik yang berasal dari simbal dan drum membuat tarian semakin meriah. Setelah itu baby barongsai dengan warna merah, pink dan biru membuat anak-anak khususnya di tingkat pre-school tertawa terbahak-bahak. Lantas ketika pertunjukan selesai anak-anak ini memberikan angpau kepada pemain barongsai kemudian berfoto bersama.



Ada yang menarik ketika suara musik seni Barongsai berkumandang. Anak-anak SD yang berada di sekolah dekat YIS melongkok melihat dari kejauhan. Pihak sekolah pun mempersilakan anak-anak SD sebelah untuk mendekat. Bahkan disediakan kursi untuk anak-anak dari luar sekolah. Anak-anak dari SD sebelah pun bisa menikmati kesenian barongsai selama mereka mau. Indah bukan?



Mungkin anak-anak belum memahami arti toleransi. Namun saya yakin mereka memahami apa itu berbagi. Contoh nyata pihak sekolah mengajarkan pada anak-anak. Bahwa sebelum mereka mengajarkan kebaikan, mereka memberikan keteladanan. 

Jadi, buat anda yang menginginkan anak-anak bersekolah dengan kurikulum internasional, saya rekomendasi banget sekolah ini, khususnya di wilayah Yogyakarta. Yuk cus ke:

YOGYAKARTA INDEPENDENT SCHOOL (YIS)

Jl. Tegal Mlati No. 1, Jombor Lor, Sinduadi, Mlati, Sleman,
Daerah Istimewa Yogyakarta, 55284, Indonesia
Phone: +6282241044242 // (0274) 5305147 dan 5305148