Tips Sehat Menghadapi Corona Virus - Jurnal Hati

Rabu, 18 Maret 2020

Tips Sehat Menghadapi Corona Virus



Assalamualaikum temans

Tak bisa dipungkiri wabah virus Corona ini mengubah segala aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Banyak usulan untuk lockdown untuk menghambat wabah virus ini. Namun pemerintah baru memberikan imbauan untuk masyarakat melakukan social distancing, menjaga jarak bagi mereka yang terpaksa untuk bepergian.

Sekolah di berbagai tingkatan dari SD sampai universitas memberlakukan sekolah online selama 14 hari dimulai tanggal 16-28 Maret 2020. Mau tak mau semua kegiatan KBM pun dilaksanakan via online. 

Berbagai aplikasi belajar online seperti Ruang Guru, Zenius atau Quipper pun memberikan fasilitas pembelajaran gratis selama masa social distancing ini. Berbagai provider pun berlomba memberikan quota gratis pada pengguna. Tentunya hal ini memberikan fasilitas bagi pelajar dan mahasiswa saat belajar di masa 14 hari self isolation ini. Tak ada hal yang perlu dikhawatirkan lagi tentang pembelajaran anak-anak dan kesehatannya. Selama menaati imbauan Insya Allah bisa terhindar dari virus yang sedang mewabah di dunia. Namun bagaimana dengan kesehatan mental kita?

Tak bisa dipungkiri, kecemasan dan kekhawatiran membanjiri pikiran masyarakat. Kepanikan berlangsung di beberapa daerah sehingga memicu kesulitan di berbagai pihak. Belum lagi perdebatan tak berujung baik di dunia nyata maupun dunia maya dalam menyikapi adanya wabah ini. Ada yang menganggap bahwa hal ini berlebihan sehingga bersikap nyinyir pada mereka yang mencoba menaati social distancing ini. Ada pula yang mencoba memberikan pemahaman dengan berbagai informasi sehingga yang terjadi adalah banjir informasi sehingga sulit memilih informasi yang valid. Kalau saya memilih untuk menghindari perdebatan dan memilih bersikap preventif terhadap keluarga saya. Bisa saja kan meski pola hidup sehat dijalankan namun abai terhadap wabah ini akan mengakibatkan hal yang lebih buruk lagi. 

Ini menjadi PR tersendiri bagi orang tua. Orang tua harus memiliki mental yang lebih setrong untuk menguatkan anak-anak. Kalau saya sih, ada beberapa tips sehat lahir dan batin saat berada dalam social distancing yang akan saya lakukan.

Menyediakan makanan sehat untuk keluarga
Menyediakan makanan sehat untuk keluarga berarti memberikan gizi seimbang. Apalagi dengan kondisi yang mengharuskan kita memiliki imunitas tubuh yang lebih dibanding hari-hari sebelumnya. Buah dan sayur akan disajikan lebih banyak dibanding sebelumnya. Mau tak mau sekarang mesti stok sayur dan buah lebih banyak lagi. Jika stok sayur lebih banyak di rumah tentunya sudah nggak kepikiran makan di luar rumah kan ya? 

Membiasakan cuci tangan lebih sering daripada sebelumnya.
Meski dalam agama saya diwajibkan berwudhu lima kali dalam sehari, namun mencuci tangan dengan sabun menjadi keharusan bagi kami para penghuni rumah. Saya yang biasanya cuek karena anak-anak sudah menginjak remaja sehingga tak banyak diingatkan, sekarang lebih cerewet lagi mengingatkan cuci tangan dan langsung ganti baju seandainya mereka terpaksa keluar rumah, misalnya beli sesuatu di warung atau fotokopi. 

Mengajak anak-anak berkegiatan di rumah dengan hepi.



Meski sekolah di rumah itu anak-anak harus mengerjakan tugas jauh lebih banyak, setiap pagi saya mengajak anak-anak bermain atau memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk bersantai melakukan apapun yang mereka suka. 'Kelas' di rumah dimulai jam 08.00 dan diakhiri jam 12.00. Empat jam belajar itu diselingi waktu istirahat yang ditentukan mereka sendiri. Alhamdulillah, sampai harj ketiga ini mereka tertib meski si Adek mulai rewel pengen main sepak bola sama temen-temennya.

Menularkan pikiran positif pada anak-anak
Kalau si ibu ngeluh melulu karena nggak bisa melakukan berbagai kegiatan, bagaimana dengan anak-anak? Pasti anak-anak pun memandang negatif dan banyak protes kan? Ini adalah saat-saat dimana orang tua membangun bonding yang lebih dibanding hari-hari biasa. Ajak anak-anak untuk lebih banyak bersyukur memiliki tempat yang nyaman, makanan tak pernah kurang, bahkan mau ngenet secapeknya pun bisa. Pada akhirnya anak-anak bosan dengan gadget dan memilih bersama dengan orang tua melakukan berbagai kegiatan

Mengambil hikmah
Saya yakin semua orang mengambil hikmah dengan adanya Corona virus ini. Setiap orang pasti mengambil hikmah dari berbagai sudut pandang. Begitu juga dengan saya. Apalagi mendengar di kecamatan tempat saya tinggal ada 55 orang yang berada dalam pengawasan. Memang belum tentu juga mereka positif terpapar virus ini setelah mereka melakukan ibadah umrah. 

Bismillahirrahmanirrahiim ... Semangat sehat, selalu waspada, jangan panik karena kepanikan akan menurunkan imunitas tubuh kita. 

Stay strong, keep on spirit ya?

1 komentar:

Siti Faridah mengatakan...

Virus Corona ini membuat resah dan gelisah warga seluruh dunia. Semoga kita semua tetap sehat selalu dengan selalu menjaga kebersihan dan kesehatan.