Mendampingi Tumbuh Kembang Anak bersama Jogja Medical Center - Jurnal Hati

Jumat, 06 Maret 2020

Mendampingi Tumbuh Kembang Anak bersama Jogja Medical Center


Assalamualaikum temans, 

29 Februari 2020 lalu saya dan beberapa teman berkesempatan untuk mengikuti sharing session yang diadakan oleh Jogja Medical Center, sebuah one stop family Center for health yang berlokasi di Jl. Gondangraya no 17 Condong Catur Depok Sleman Yogyakarta ini. Tempat ini berada di bawah naungan Budi Mulia Dua Foundation. Begitu masuk ke Entrance hall nuansa modern, comfy dan homy sudah terasa. Harapan dari pengelola adalah pasien bisa merasakan atmosfer positif dalam melakukan upaya prefentif maupun kuratif.



Miss Tazniem Fauzia Rais Direktur Jogja Medical Center dalam pembukaan acara ini menambahkan bahwa keramahan menjadi prioritas bagi staf dan karyawan JMC dalam memberikan pelayanan konsumen. Hal ini sejalan dengan slogan JMC, Peace At Heart. 

Sebelumnya saya hanya tahu jika pelayanan tumbuh kembang anak terlengkap itu hanya tersedia di rumah sakit besar. Namun mengikuti sharing session diteruskan room tour ini membuat saya acung jempol dengan konsep JMC dengan berbagai macam program pelayanan yang mengutamakan upaya tumbuh kembang anak. Hal ini jarang sekali saya temui sebuah klinik memiliki layanan tumbuh kembang anak dengan berbagai macam program yang hanya bisa saya temui di sebuah rumah sakit besar. Bahkan rumah sakit tipe B pun tak selengkap ini. 

Sharing session Sabtu lalu memperkenalkan pada kami tentang layanan yang ada di Jogja Medical Center. Kami pun diperkenalkan dengan para profesional yang menangani tumbuh kembang anak sebelum room tour. 

Yuk kita kulik apa saja yang ada di sana. 

Layanan Poli Gigi 


Dalam pengenalan layanan poli gigi, Dr Ireka Dyah Kusuma Agustina, Sp. Ort menyampaikan tentang kepercayaan diri yang meningkat dikarenakan gigi yang sehat dan rapi. Mengapa? Yang pertama karena gigi yang rapi itu akan menunjang estetika wajah. Kedua gigi yang rapi akan memaksimalkan fungsi pengunyahan secara sempurna. Pengunyahan yang sempurna akan membantu sistem pencernaan yang baik tentunya. Di JMC layanan poli gigi sendiri ditangani oleh spesialis orthodonti yang menangani malokusi (gigi tidak rapi) mengawasi pertumbuhan dan perkembangan gigi serta struktur anatominya. 

Jadi jika kita ke poli gigi di JMC maka kita bisa berkonsultasi mengenai ortodontik preventif untuk menghindarkan pengaruh perkembangan normal gigi, ortodontik interseptif yaitu mengenali adanya malokusi yang sedang berkembang dan mengambil tindakan untuk mencegah malokusi yang semakin parah, dan ortodontik korektif yaitu mengoreksi malokusi yang sudah terbentuk. 

Akan menyenangkan bukan jika gigi kita terlihat rapi, bersih dan sehat? 

Layanan Tumbuh Kembang Anak dan Psikologi 

A. Layanan psikologi dan assesment/screening tumbuh kembang anak 



Miss Raninta Wulanwidanti, M.Psi, Psikolog yang merupakan psikolog klinis akan memberikan layanan psikologi dan assesment bagi tumbuh kembang anak di JMC. Beliau memberikan informasi bahwa assesmen psikologis itu dapat diberikan dalam beberapa konteks yaitu Pendidikan, asesmen yang dilakukan di sekolah atau lembaga pendidikan tertentu untuk mengetahui hasil belajar anak, jurusan pendidikan dan bakat tertentu dari seorang anak. Dalam hal pekerjaan, asesmen bisa dilakukan untuk mengetahui pekerjaan yang sesuai, kenaikan jabatan atau penempatan. Sementara asesmen Klinis bertujuan untuk mendiagnosis, prognosis dan penentuan intervensi secara klinis. Dalam asesmen psikologi klinis pada anak aspek perkembangan menjadi hal utama yang perlu diperhatikan. 

Apa sih yang dimaksud dengan asesmen tumbuh kembang anak? 

Asesmen tumbuh kembang anak adalah serangkaian tes yang bertujuan untuk melihat perkembangan si anak apakah sesuai dengan usia kronologisnya atau belum. Aspek yang diukur dalam rangkaian ini adalah motorik kasar, motorik halus, kemampuan berpikir, keterampilan sosial, kemandirian, serta bahasa-sosial. Itu akan diobservasi lebih lanjut bagaimana perkembangan anak ini. 

Asesmen tumbuh kembang anak itu ada baiknya dilakukan sejak dini. Mengapa? Karena di masa golden age ini pertumbuhan anak sedang pesat-pesatnya sehingga jika ada gangguan tumbuh kembang diketahui sejak dini akan mendapatkan penanganan yang lebih cepat dan tepat. 

Keuntungan melakukan asesmen sejak dini yaitu : 
  • Mendiagnosa atau mengidentifikasi masalah anak sejak awal 
  • Mendapatkan gambaran mengenai tingkat pencapaian kompetensi anak 
  • Mengetahui faktor resiko dan perlindungan yang anak miliki 
  • Membantu dalam menetapkan program atau penanganan yang diberikan 
  • Membantu dalam memberikan gambaran arah akademis 
Berdasarkan penelitian ditemukan bahwa intervensi sejak dini memiliki keberhasilan yang cukup tinggi. 

Proses asesmen ini diperlukan dalam tumbuh kembang anak untuk menentukan apakah anak memerlukan terapi atau tidak. Jika diperlukan maka jenis terapi manakah yang paling tepat untuk membantu perkembangan anak itu sendiri. Jadi asesmen merupakan gerbang untuk mengetahui dan memahami kondisi anak yang sebenarnya. 

Di JMC sendiri selain konsultasi mengenai tumbuh kembang anak juga memberikan layanan lain seperti konsultasi psikologi, Tes Kesiapan SD, Tes IQ, serta tes minat dan bakat untuk semua jenjang pendidikan. 

B. Layanan terapi 

1. Terapi bermain (Play Theraphy) 

Sejujurnya saya belum familiar dengan apa yang dinamakan dengan terapi bermain. Pernah sih membaca postingan salah satu teman blogger mengenai hal ini. Namun saya masih awam juga karena anak-anak sudah gede sehingga saya hanya membaca sekilas. 

Ternyata sang teman blogger adalah terapist di JMC ini. Mbak Grace Melia merupakan play therapist pertama dan satu-satunya yang bersertifikat internasional dari Academy of Play & Child Psychotheraphy (APAC). Beliau terdaftar dalam play therapy international and proffesional standart authority. 



Terapi bermain merupakan intervensi berdasarkan riset yang didesain demikian rupa untuk membantu klien agar bertumbuh dan berkembang sebahagia mungkin dan mampu beradaptasi dengan perubahan dalam hidup sebaik mungkin melalui bermain. 

Mengapa terapi bermain ini cocok untuk anak-anak? Hal ini dikarenakan fitrahnya anak adalah bermain. Mau usia seberapapun anak akan sangat menikmati apa yang dinamakan dengan bermain. Anak-anak belum bisa mengeluarkan perasan secara verbal sehingga mereka membutuhkan bahasa untuk medianya. Ini akan memudahkan anak-anak untuk mengungkapkan apa isi hati dan pikiran dari anak-anak.Terapi bermain ini diperuntukkan pada anak usia 4-16 tahun dengan gangguan perilaku, sosial dan emosional. 

Bagaimana efektivitas dari terapi bermain ini? 
Hal ini terkait dengan berat dan ringannya masalah gangguan yang dimiliki klien. Selain hal itu, support orang tua pun menentukan keberhasilan dari terapi ini. Semakin besar support yang diberikan maka keberhasilan dari terapi ini pun makin meningkat. Dari klien yang pernah melakukan terapi bermain 83% menunjukkan perubahan yang positif. 

Terapi bermain ini bukan bengkel bagi anak yang memiliki gangguan perilaku, sosial dan emosional. Semua terkait dengan mindset yang dimiliki oleh orang tua untuk memperbaiki hubungan dengan anak, bagaimana keinginan orang tua untuk meningkatkan bonding dan kedekatan dengan anak. 

Metode yang digunakan dalam terapi ini adalah : 
  • Tidak memberikan arahan : terapi tidak memberikan instruksi maupun koreksi apapun. Dalam terapi bermain anak melakukan permainan yang mereka sukai. Terapist hanya mengikuti dan mengamati. 
  • Tidak menghakimi : Terapist akan menampung perasaan klien tanpa ada penghakiman sama sekali. 
  • Tidak interpretatif : Terapist tidak bisa langsung memberikan penilaian terhadap klien. Harus melalui 12 kali sesi pengamatan. Setelah selesai bermain maka terapist akan memberikan laporan dan diproses. 
Selain terapi bermain dengan anak, ada tiga kali sesi terapi bermain dengan orang tua. Hal ini untuk interview, asesmen terhadap orang tua. Ini bersifat parents review karena terapist harus menyampaikan perkembangan anak karena orang tua pun ikut berbagi pendapat atau pikiran. 


2. Terapi Wicara 
Miss Titis Hardian Wijaya, S.Tr.Kes, adalah terapist wicara alumni dari DIV Terapi Wicara Poltekkes Kemenkes Surakarta. Disini beliau menyampaikan mengenai salah satu layanan tumbuh kembang anak yang ada di JMC. Layanan terapi wicara merupakan terapi yang digunakan untuk mengatasi permasalahan komunikasi dan menelan. Terapi wicara sebaiknya dilakukan jika kemampuan berbicara atau berbahasa anak tidak berkembang sesuai usia. Hal ini bisa terlihat sejak anak berusia 18 bulan. Jika di usia ini anak belum mampu mengucapkan 10-20 kata dan lebih banyak menggunakan bahasa non verbal seperti menunjuk dan bernyanyi maka ada baiknya segera membawanya untuk berkonsultasi. 


3. Terapi Okupasi 
Untuk layanan ini Miss Stefani Fera Arista menyampaikan mengenai terapi okupasi. Alumni Poltekkes Kemenkes Surakarta ini menginformasikan bahwa terapi ini merupakan pelayanan kesehatan yang membantu orang dalam segala usia agar bisa mandiri secara individu dengan aktivitas yang bermakna serta meningkatkan kemampuan fungsional dan meningkatkan kualitas hidup klien. 

Sebelum dilakukan terapi okupasi biasanya dokter sudah mengidentifikasi sejauh mana pasien mengalami kesulitan menjalani kehidupan sehari-harinya. Dokter akan menentukan diagnosis penyakit yang menyebabkan pasien mengalami hambatan fisik, mental atau sosial. Apabila kehidupan sehari-harinya terganggu, misalnya berpakaian atau makan sulit dilakukan tanpa bantuan orang lain maka terapi okupasi ini bisa dilakukan. Biasanya terapi okupasi ini dibawah pengawasan dokter spesialis rehabilitasi medik. 

Terapi Okupasi yang dilakukan untuk anak-anak diberikan pada kondisi tertentu misalnya: 
  • Anak yang mengalami sindrom Down : Kondisi yang dialami akibat kelainan genetik ini menyebabkan gangguan dalam perkembangan fisik dan mental sehingga mengalami kesulitan dalam belajar apapun. 
  • Anak dengan Cerebral Palsy : Pada anak yang mengalami kelainan pada otak dan sistem syaraf sehingga gerak dan koordinasi tubuh anak menjadi tidak normal pun membutuhkan terapi okupasi. 
  • Anak dengan gangguan Dispraksia : Anak yang mengalami gangguan pada gerakan tubuh dan kemampuan koordinasi tubuh pun memerlukan terapi okupasi. 
  • Anak dengan ketidakmampuan belajar : Anak-anak yang mengalami gangguan tumbuh kembang pun membutuhkan terapi okupasi. Anak-anak dengan kebutuhan khusus ini akan dipandu oleh dokter, psikolog, terapis dan guru di sekolah untuk melakukan aktivitas sehari-hari. 

Selain itu Jogja Medical Center pun memiliki layanan poli umum sehingga orang dewasa pun bisa menikmati layanan di JMC ini. 

Room Tour 

Setelah sharing session kami pun diajak untuk mengunjungi ruang terapi. Menyenangkan rasanya melihat ruangan ramah anak dan nyaman juga untuk orang dewasa. Bisa dilihat deh ruangan yang ada di JMC ini. 



Poli Gigi 



Poli Umum 



Pharmacy 





Mushala 



Ada free snack juga loh di sini. Anak-anak pasti suka 



Consultation Room 



Play Theraphy Room (Ruang Terapi bermain) 



Speech Theraphy Room (Ruang Terapi Wicara) 



Sensory Prosessing Intervention (Ruang Terapi Okupasi) 



Ada ruang laktasi juga loh. Buat para mamah muda yang masih menyusui bisa ke ruang ini untuk lebih leluasi mengASIhi.



Tempat bermain anak 




Jika teman-teman ingin mengetahui informasi lebih detil lagi silakan menghubungi : 
Jogja Medical Center 
Jl. Gondangraya no 17 Condong Catur Depok Sleman Yogyakarta 
Telp. 0811-295-4800

Tidak ada komentar: