Jurnal Hati Irfa Hudaya

Minggu, 08 Januari 2023

 Lato-lato & yang Viral di Akhir Tahun 2022
yang viral



Assalamualaikum temans,

2022 baru saja berlalu. Namun berbagai hal gaungnya masih berasa hingga awal tahun 2023. Ada hal-hal yang membuat kita para netizen banyak tertawa. Namun ada pula yang bikin ngelus dada tapi juga memberikan pembelajaran bagi kita bahwa hal-hal yang buruk tak perlu kita lakukan. Cukup menjadi kaca benggala bagi kita.

Yang Viral di Akhir 2022


Lato-lato

Mainan yang dulu pernah ada akhirnya viral lagi di penghujung tahun 2022. Mainan yang terdiri dari dua bandulan bola yang terbuat dari bahan polimer. Cara main lato-lato ini membenturkan dua bandulan bola sehingga menimbulkan bunyi. Mainan yang pernah ada di tahun 90an menimbulkan suara yang cukup keras. Apabila sudah jago, cara mainnya nggak sekadar dibenturkan saja. Namun bisa juga berputar-putar.

Mainan ini sebenarnya diperuntukkan bagi anak-anak. Namun yang terjadi orang dewasa pun ikutan main. Mungkin bagian dari refreshing karena jenuh dengan kegiatan sehari-hari. Meski begitu main lato-lato juga perlu kehati-hatian. Kemarin saya baca di sebuah artikel seorang anak main lato-lato. Qodarullah bandulan bolanya lepas mengenai mata anak yang main lato-lato sehingga harus ada tindakan medis pada matanya.

Seingat saya di zaman itu bola bolanya tak hanya terhubung dengan tali seperti yang saat ini ada. Kalau tak salah dulu ada gagangnya sehingga tak begitu membahayakan seperti sekarang. Penampakannya kayak yang dimainin sama Rayyanza, anak bungsu Raffi Ahmad itu.


Fajar Sad Boy

Anak Gorontalo umur 15 tahun ini patah hati karena ditolak seorang perempuan. Videonya nangis sesenggukan ini diunggah oleh seseorang di media sosial dan menuai berbagai komentar dari netizen. Makin viral lagi saat ia diundang di channel youtube nya Denny Cagur karena ketidakpahaman dan ketidaksesuaian jawaban atas pertanyaan Denny Cagur yang sebenarnya cukup sederhana. Awalnya saya kira gimick. Tapi apa iya anak usia 15 tahun sudah paham bermain dengan persona di atas panggung?

Ternyata ia laris diundang ke berbagai channel youtube orang-orang terkenal macam Ria Ricis dan Ari Untung. Ia pun banyak diundang di berbagai variety show. Rasa-rasanya makin lama ia bisa saja menjadi Vicky Prasetyo KW dengan berbagai macam quote tentang cinta. Anak ini keterampilan bahasanya bagus juga lho.

Sebagai orang tua sebenarnya saya prihatin dengan pertumbuhan jiwa anak ini. Bukan membandingkan. Anak saya dan teman-temannya di usia 15 tahun memang sudah mengenal virus merah jambu. Akan tetapi mereka juga masih sibuk dengan berbagai permainan olah raga seperti basket atau game model balapan atau bola. Mereka juga sedang menikmati pertemanan yang kuat dengan berbagai circle mereka.

Cinta bukanlah berada di urutan pertama. Meski ada satu dua temannya yang mulai berpacaran. Akan tetapi mereka memahami bahwa hidup itu masih begitu panjang dan keras. Belajar aja masih susah, apalagi mau mikirin cinta selayaknya manusia dewasa. Apalagi sampai mewek-mewek begitu. Bukan berarti laki-laki nggak boleh nangis lho ya? Boleh kok, tapi di momen yang lebih tepat.

Melihat Fajar tuh menjadi satu pembelajaran buat saya juga sebagai orang tua. Bahwa anak harus diajari untuk memiliki adversity quotient. Bagaimana anak itu bisa bertahan dengan rasa ketidaknyamanan. Anak harus harus memiliki daya juang untuk keluar dari ketidaknyamanan dan berekspresi dengan tepat ketika mengalami hal-hal yang tak menyenangkan.

Antara Rozi, Norma Risma dan ibu kandungnya.

Buat saya ini nggak masuk akal. Tapi kayaknya sekarang ini sudah akhir zaman ya, sehingga semua kejadian yang terjadi diambil hikmahnya aja. Kisah perselingkuhan antara menantu dan mertua memang nggak sekali ini saja. Ada juga tuh drama korea tentang perselingkuhan bapak mertua dengan menantu perempuannya. Namun kali ini ada di Banten perselingkuhan antara menantu laki-laki dan ibu mertua. Anak menantu yang umurnya separuh dari umur ibu mertua.

Bermula dari postingan Norma Risma rame di tiktok yang membuat ia akhirnya mengklarifikasi berbagai hal yang beredar di media sosial dalam podcast nya bersama Denny Sumargo.
Norma bercerita bahwa ia sudah berpacaran dengan Rozi selama lima tahun. Ia menemukan chat antara ibunya dengan Rozi yang mengarah pada hal-hal berbau seksual. Setelah itu ia menemukan sms panjang ibunya pada pacarnya itu tentang hal yang sama. Rozi mengakui itu namun tak mau pisah dari Norma. Karena Norma cinta banget akhirnya mereka menikah. Setelah beberapa bulan menikah mereka berpindah ke kontrakan baru. Dan ternyata keduanya mengulang lagi tindakan amoral di rumah kontrakan saat Norma bekerja. Keduanya digrebek oleh pemuda setempat karena laporan warga yang curiga. Lalu mereka pun bercerai.

Di awal tahun ini Rozi mengklarifikasi, meski begitu banyak hal yang pada akhirnya malah menguatkan sangkaan berbagai pihak. Baca aja di berbagai media sosial, dan cukup membuat saya beristighfar.

Sebuah peristiwa yang mengingatkan bahwa namanya hubungan laki-laki dan perempuan itu ada adabnya. Bahkan terhadap mertua sekalipun. Batas-batas aurat tetaplah dijaga. Etika dalam berelasi tetap ada batasannya.

Meski mertua harus kita perlakukan seperti orang tua sendiri. Menurut saya physical touch harus dijaga. Sampai sekarang saya masih merasa sungkan untuk memeluk dan mencium pipi bapak mertua saya. Buat saya penghormatan pada beliau cukup dengan cium tangan. Rasanya risih saja melakukan peluk cium bukan dengan suami, meski itu ayahnya sekalipun. Dan suami saya tahu banget tentang hal itu dan memahaminya.

Berharap banget tahun 2023 ini adem ayem, tentrem tanpa banyak gejolak. Apalagi tahun ini adalah tahun politik dimana kampanye bakal masuk ke ruang digital lebih banyak lagi. Pengen ngerasain gitu loh medsos tanpa war wer wor, santai kayak di pantai. Kayaknya mustahil ya?

Senin, 19 Desember 2022

Gathering MPR dan Netizen Yogyakarta : Diskusi Santai tentang Media Sosial MPR RI
Gathering MPR dan Netizen di Yogyakarta



Sabtu 17 Desember 2022 saya dan beberapa blogger di Yogyakarta diundang oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia untuk bincang santai. Acara yang dilakukan di Hotel Porta Ambarukmo Yogyakarta ini baru pertama kali saya ikuti. Sebelumnya MPR Gathering pernah dilakukan di di beberapa kota seluruh Indonesia termasuk Yogyakarta sendiri.

Event kali ini dihadiri oleh ibu Siti Fauziah, SE, M.M selaku Plt Deputi Administrasi sekaligus Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Bapak Muhammad Jaya, S.IP, M.Si selalu Plt Kepala Biro Sumber Daya Manusia MPR RI beserta staf.


Diskusi Santai mengenai Media Sosial MPR RI


Sebelumnya Ibu Fauziah dan Pak Jaya menyampaikan tentang tugas MPR serta tetap mensosialisakan mengenai empat pilar kebangsaan yaitu :

1. Pancasila
2. Undang Undang Dasar 1945
3. Negara Kesatuan Republik Indonesia
4. Bhineka Tunggal Ika

Empat pilar ini masih terus disosialisasikan karena empat hal ini merupakan satu kesatuan dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Semua masyarakat dari berbagai golongan harus memahami empat pilar ini termasuk anak-anak serta golongan muda yang saat ini sudah berbeda generasi sehingga bagaimana cara menyosialisasikan hal ini pasti memiliki cara dan alat yang berbeda

Saat ini media sosial sudah menjadi alat yang paling mudah untuk membagi informasi di seluruh lapisan masyarakat. Instansi-instansi pemerintah dan sejumlah tokoh politik maupun pejabat pemerintah sudah menggunakan media sosial untuk berkomunikasi dengan masyarakat. Begitu juga dengan MPR RI.

Dalam kesempatan ini Ibu Fauziah menyampaikan harapan diadakannya gathering ini. Begitu juga dengan Pak Jaya yang menginginkan adanya inovasi dan ide segar dalam pemanfaatan media sosial serta pengembangannya. Selama ini MPR sudah memiliki akun media sosial hanya saja belum memaksimalkan media sosial khususnya instagram menjadi media informasi bagi masyarakat mengenai apa yang sudah dilakukan oleh MPR.

Saran dari Pegiat Media Sosial dalam Diskusi antara MPR dengan Netizen Yogyakarta

Dialog MPR dan Netizen Yogyakarta



MPR perlu melihat insight yang sudah ada di akun media sosial resmi MPR. Dari insight aku media sosial akan terlihat berapa rentang usia netizen yang berinteraksi, apakah lebih banyak laki-laki atau perempuan yang mengakses media sosial MPR. Dan berbagai data akan terlihat bagaimana seharusnya media sosial milik MPR memberikan informasi dalam masyarakat.

Setelah mempelajari insight yang ada, admin medsos MPR pun perlu mempelajari bagaimana membuat sebuah unggahan yang tak hanya informatif, namun juga humanis. Perlu juga mempelajari bagaimana berbagai medos milik instansi pemerintah mendapatkan respon yang cukup banyak dari berbagai kalangan masyarakat. Mulai dari bagaimana sebuah caption ditulis, pilihan foto serta tone warna dari unggahan medsos MPR.

Karena MPR memiliki keterbatasan dalam mengunggah tone warna supaya tak dianggap sebagai pendukung partai tertentu, MPR perlu memiliki semacam corporate colour khusus untuk unggahan di media sosial yang membuat orang langsung mengenali bahwa warna itu hanya MPR yang menggunakannya.

Memperbanyak foto yang lebih humanis dan memberikan caption yang lebih pendek supaya memberikan efek penasaran bagi pembaca. Selama ini yang dilakukan oleh admin medsos MPR lebih banyak menggunakan rilis yang dikeluarkan dari MPR sendiri. Ada baiknya untuk mengurangi foto pejabat MPR di unggahan media sosial.

Ada figur atau maskot yang dimiliki oleh MPR sehingga dalam setiap grafis unggahan MPR dalam medsosnya sudah menjadi ciri khas bagi MPR itu sendiri

Memperbanyak reel dalam postingan instagram. Saat ini konten video banyak digemari oleh berbagai kalangan. Fitur ini harus diperbanyak apalagi jika terkait dengan acara-acara kenegaraan sehingga video yang pendek menjadi padat informasi.

Ada kuis atau challenge dalam hari yang ditentukan. Tentu saja unggahan itu bersifat santai untuk lebih mendekatkan MPR dengan masyarakat umum.


Mengelola akun media sosial memang perlu perencanaan. Tantangannya adalah bagaimana sebuah konten dalam media sosial menerbitkan rasa ingin tahu di kalangan masyarakat. Keingin tahuan tersebut akan menjadikan masyarakat mencari informasi. Dan saat ini yang paling mudah mencari informasi tentunya dari media sosial.

Harapan saya akan makin banyak inovasi yang dilakukan oleh MPR setelah acara ini. Semoga yang diharapkan oleh MPR dan jajarannya terlaksana dengan berbagai perubahan yang telah disarankan tentang media sosial ini. Senang sekali rasanya, menjadi bagian dari perencanaan perubahan yang dilakukan oleh MPR.

Kamis, 24 November 2022

5 Alasan Mengapa Penulis Buku Perlu Ngeblog
Penulis buku perlu memiliki blog


Assalamualaikum temans.
Tahun ini rasanya banyak waktu saya tersita untuk berurusan dengan penulisan naskah buku. Hal ini membuat saya agak keteter menulis blog. Ada beberapa waktu saya skip ngeblog karena deadline menulis naskah novel rapet banget. Hal ini membuat blog saya sepi dari traffic pembaca.

Lalu saat Gandjel Rel, Komunitas Blogger Semarang yang saya ikuti membuat aktivitas one week one post, saya pun langsung ikutan. Kali ini saya berusaha meluangkan waktu untuk menulis artikel sesuai dengan tema supaya nggak nunggak posting. Nggak ada hukumannya sih. Tapi lebih pada tanggung jawab dan konsekuensi jika saya sudah menyanggupi sesuatu maka saya harus melakukannya tanpa ada alasan apapun. Apalagi waktu seminggu menurut saya ya sudah lebih dari cukup untuk mencari ide dan menuliskan satu artikel minimal 300 kata.

Alasan Penulis Buku Perlu Ngeblog

Ada beberapa alasan yang membuat saya berusaha mengikuti one week one post ini.

Memperlancar kepenulisan
Menulis novel memang beda dengan menulis artikel di blog. Kalau menulis novel banyak metafora bahkan kadang hiperbolik. Sementara menulis artikel adalah memberikan informasi pada pembaca dengan bahasa yang lugas dan jelas supaya pembaca paham apa yang dimaksud oleh penulis. Akan tetapi tujuan menulis sama. Memperkaya diksi dan memperlancar penulis untuk mempraktekkan apa yang dimiliki dalam kepenulisan

Melepas writer’s block
Banyak penulis yang bilang bahwa writer’s block itu nggak ada. Semacam males doang dan alasan supaya penulis nggak perlu susah-susah berusaha kembali menulis. Buat saya, menulis blog di sela-sela menulis novel itu semacam refreshing saat sudah merasa kehabisan imajinasi. Pokoknya asal nulis dan ninggalin rutinitas menulis dengan diksi-diksi indah.

Etalase karya
Di blog, saya bisa mempromosikan karya-karya yang sudah saya tuliskan. Saya juga bisa bercerita tentang behind the story dari sebuah novel yang saya tuliskan. Di blog saya, calon pembaca buku bisa mendapatkan gambaran karya-karya saya lebih dari sekadar blurb di cover belakang buku.

Personal Branding
Di setiap buku selalu ada profil penulis. Jika saya menuliskan profil penulis, semua media sosial yang saya miliki akan saya cantumkan. Mulai dari akun instagram, facebook, twitter, tiktok, dan tak ketinggalan alamat blog selalu saya cantumkan. Pembaca bisa melihat gambaran lengkap saya dari semua media sosial dan web yang saya punya. Dari berbagai tulisan dan gaya bahasa yang saya pakai, pembaca bisa mengenal gambaran seperti apa penulis yang punya nama Irfa Hudaya ini.

Sumber pendapatan lain
Nggak ada salahnya kan, kalau penulis buku memiliki sumber pendapatan lain melalui blog yang dimiliki? Jika konsisten dalam menulis blog tentunya banyak klien maupun agency yang mempercayakan produknya untuk direview. Walaupun sekarang banyak banget blogger di penjuru nusantara ini. tentu saja masih tetap ada celah dimana kita mendapatkan sumber pendapatan dari blog maupun media sosial yang dimiliki.

Tahun ini saya masih akan berkutat dengan naskah buku. Salah seorang relasi yang berprofesi sebagai pendidik sekaligus psikolog anak akan mengajak bekerja sama. Selain itu penerbit yang akan menerbitkan ulang The Beloved Aisyah yang nantinya akan berganti judul menjadi Aisyah, Sirah Kasih Istri Tercinta Rasulullah sudah meminta saya menulis novel biografi wanita pejuang Islam berikutnya.

Akan tetapi jika aktivitas one week one post ini akan dilaksanakan lagi, saya bakal ngacung pertama kali. Kapan lagi nulis postingan tanpa repot mikirin tema karena udah ditentukan. Itu kalau saya sih. Kalian gimana? masih terus kan?

Rabu, 16 November 2022

Kebaya Merah dan Pornografi
mencegah anak terpapar pornografi



Beberapa waktu yang lalu jadi trending topic nih tentang kebaya merah. Kirain tuh tentang pelestarian budaya. Nggak tahunya film bokep yang dibuat secara amatir oleh pasangan kekasih di sebuah hotel di Surabaya. Katanya sih, mereka bikin film bokep itu berdasarkan pesanan. Sudah ada 92 video lagi yang siap diunggah di dunia maya. Satu link video seharga 750 ribu rupiah.

Teknologi informasi yang semakin berkembang sejalan dengan kemudahan akses yang didapat saat ini membuat pornografi bukan lagi hal yang sulit didapatkan. Berbagai cara untuk menanggulangi pornografi tetap saja masih bisa jebol hanya dengan satu kata keyword.

Pernah ngobrol nih dengan salah satu kepala sekolah di SMP yang berbasis agama. Dari survey yang dilakukan pihak sekolah untuk klas 7-9 ternyata 95% anak-anak sudah terpapar pornografi . Ada yang memang sengaja mencari konten pornografi, atau tak sengaja melihat unggahan yang ada di media sosial. Dari 95% anak yang terpapar itu sekitar 2% mereka dapatkan dari laptop atau ponsel milik orang tuanya.

Yang menyedihkan. Orang tua anak anak ini merasa bersalah bukan karena menyimpan konten pornografi akan tetapi hanya karena ketidakhati-hatian dalam menyimpan atau memasang sandi untuk ponselnya. Apa yang salah dengan orang tua zaman sekarang ya, sampai merasa perlu menyimpan konten pornografi di laptop atau ponsel. Kan jadi pertanyaan baru lagi. Ada apa dengan para orang tua ini?

Bagi saya pribadi rasanya kok tak masuk akal bagi orang tua yang masih membutuhkan konten pornografi. Apakah alasannya untuk untuk keharmonisan rumah tangga? Benarkah jika menonton pornografi lantas kehidupan suami istri di tempat tidur dijamin bakal sejahtera? Di luar dari sisi agama yang sudah pasti ada larangan menonton aurat orang lain dan dosa yang akan didapatkan. Apakah akan mendapatkan kepuasan dari pengalaman seksual via virtual saja?

Bagi saya yang pernah ngalamin anak terpapar pornografi di usia SD. Pornografi seperti monster yang tak terlihat namun siap menghancurkan otak anak-anak kita. Meski hanya dalam hitungan detik, ingatan terhadap pornografi itu kuat mencengkeram di benak anak-anak. Keingintahuan terhadap hal-hal yang berbau seksualitas jadi makin besar. Bahkan dulu si Kakak sampai bisa bikin cerita tentang pornografi yang memaparnya. Ceritanya bisa dibaca DISINI

Itu dulu, 8 tahun yang lalu saat akses internet tidak semudah sekarang. Sementara saat ini jika mendengar cerita murid-murid saya di ektra jurnalistik rasanya pengen ngelus dada. Mereka sering sekali cerita jika anak laki-laki di kelas sering kali ngobrolin tentang dirty mind. Sedih nggak sih dengernya?

Apa sih yang bisa kita lakukan sebagai orang tua yang terkait dengan pornografi ini?


Yang terpenting tentu saja memperhatikan pola asuh yang kita berikan untuk anak-anak. Apakah sudah tepat pola asuh kita? Pola asuh yang keliru bisa membuat anak-anak menjadi tak dihargai, pemarah, jenuh, tertekan atau kesepian. Masih banyak lagi hal negatif yang diakibatkan oleh pola asuh yang tak tepat bagi anak-anak kita. Jika pola asuh kita sudah tepat anak-anak akan bersikap asertif. Semua hal dikomunikasikan dengan orang tua, bahkan untuk hal-hal buruk sekalipun.

Lantas saat anak-anak mengakses internet usahakan untuk melakukan pendampingan meskipun sudah melakukan pembatasan akses internet. Berikan pemahaman tentang internet sehat dan aman bagi anak. Buatlah aturan dan kesepakatan saat anak hendak menggunakan gawai. Jika anak hendak menggunakan komputer maupun ponsel, usahakan pengunaan itu berada di ruang keluarga sehingga memudahkan orang tua melakukan pengawasan.

Mengenali teman dan lingkungan serta melatih anak berkata tidak untuk ajakan pornografi. Berikan pengetahuan tentang pendidikan seksual sesuai dengan perkembangannya. Jika anak terlanjur ketahuan mengakses pornografi ajak anak untuk berdialog dan diskusi tentang dampak pornografi.

Pendidikan agama dan moral sangat penting ditanamkan sejak dini sehingga anak-anak paham mengenai konsep benar salah. Agama dan moral akan membentengi anak-anak kita dan membentuk anak-anak memiliki karakter tangguh dan mulia.

Pornografi tuh nggak kerasa langsung dampaknya. Awalnya cuma pengen jadi suka. dari suka jadi kecanduan. Dan kecanduan akan membentuk kebiasaan. hati dan pikiran yang kotor tentu saja menjadikan tubuh dan jiwa tak sehat. 
Kalau menurut kalian gimana?

Minggu, 06 November 2022

3 Film Favorit di Tahun 90an
film-film tahun 90an yang ngehits

Assalamualaikum temans
Di tahun 90an saat saya masih kuliah saya seneng banget nonton film. Selalu apdet film-film terbaru sehingga hampir seminggu sekali saya nonton bareng temen-temen. Seandainya temen nggak ada yang mau pun saya tetap berangkat ke bioskop sendiri.

Jenis film yang saya tonton pun beragam. Mulai romantic film model while you were sleeping yang dibintangi oleh Sandra Bullock, Film Kolosal macam Brave Heart, atau action drama kayak Independence day. Nggak nolak juga nonton L.A Confidential yang dibintangi oleh Russel Crowe dan Guy Pierce. Dan saya juga suka nonton film animasi Seperti Toy Story ataupun Anastasia.

Film-film favorit saya di tahun 90an

Dari sekian banyak film yang saya tonton ada beberapa film yang saya anggap sebagai film favorit selama saya menjalani kehidupan sebagai mahasiswa

English Patient (1997)
Film yang dianugerahi sebagai film terbaik tahun 1997. Besutan Anthony Minghella ini memenangkan 9 dari 12 nominasi dalam 69th Academy Awards. Film yang diangkat dari sebuah novel karya Michael Ondaatje.
Buat saya film ini memberikan penonton tontonan yang ciamik. Perpaduan visual yang cantik dengan alur cerita yang keren dan bikin emosi penonton naik turun ini memberi saya kesan yang dalem. Buktinya sampai sekarang saya masih menganggap film ini adalah salah satu film terbaik yang pernah saya tonton di masa itu.
Film ini memberikan Juliette Binoche sebagai penerima Piala Oscar untuk kategori Best Supporting Actress. Tapi saya kok jatuh cinta sama si Ralph Fiennes yang berperan sebagai si English Patient ini. film yang bercerita tentang Hana seorang perawat di masa Perang Dunia kedua. Ia mengalami kesedihan yang mendalam karena kehilangan kekasih dan sahabatnya. Ia bertemu dengan seorang pasien yang sekarat bernama Count Almasy karena pesawat yang ditumpanginya jatuh. Hana pun merawat pasien ini di sebuah gereja yang terlantar. Mengenal si pasien ini membuat Hana pun kembali menemukan cinta yang hilang dan makna hidup yang pernah terenggut darinya.
Alur cerita yang maju mundur, setting di Gurun Sahara yang indah. Cerita yang tak tertebak. Menyisipkan sisi-sisi religius masyarakat setempat yaitu ibadah shalat. Menurut saya film ini terlihat begitu kaya akan keragaman.


Bird Cage (1996)
Walaupun saya tidak setuju dengan LGBT, namun film ini dulu sempat memberikan value tentang sebuah keluarga yang semestinya diberikan pada seorang anak. Mungkin ini adalah film bertema LGBT pertama. Itulah kenapa saya dulu penasaran seperti apa sih film yang temanya nggak biasa ini.
Film ini bergenre film komedi. Armand Goldman dan Albert pasangan gay yang diperankan oleh Robbie Williams dan Nathan Lane mengadopsi seorang anak. Saat anak mereka tumbuh besar dan memiliki seorang kekasih dan ingin melangkah ke jenjang yang lebih serius. Si anak ingin mereka bertemu dengan orang tua pasangannya.
Untuk memberikan kesan pada orang tua kekasih anak mereka Albert pun berdandan seperti layaknya perempuan. Awalnya pertemuan tersebut berjalan seperti rencana. Namun begitu banyak kejadian kecil yang memicu kekacauan sehingga terbongkarlah bahwa anak mereka bukanlah berasal dari keluarga yang normal.
Kondisi-kondisi yang tak biasa memang memicu kelucuan. Dari dialog, barang-barang mereka yang seharusnya disembunyikan namun malah tak sengaja muncul membuat penonton terbahak-bahak. Komedi situasi ini menurut saya sukses memberikan perenungan bahwa keluarga adalah sebaik baiknya rumah bagi penghuninya.


Face Off (1997)
Film ini diperankan oleh dua bintang besar yaitu Nicholas Cage dan John Travolta. Film yang dibesut oleh John Woo ini menurut saya jadi salah satu film action terbaik di masanya. Meski film ini adalah film action, akan tetapi di sisi dramanya dua pemeran utama itu begitu nampak natural memainkan perannya. Bagaimana dua orang ini bertukar peran dan karakter bagi saya itu luar biasa.
Seorang polisi hendak menangkap pembunuh anaknya. Namun karena kelihaiannya si pembunuh mampu menghindar. Si pembunuh ini memasang bom di pusat kota. Saat hendak menangkap di pembunuh ini penjahat mengalami koma karena tindakan yang berlebihan dari si polisi. Belakangan abru diketahui bahwa pemasang bom adalah adik si pembunuh yang ada dalam penjara. Sementara itu si pemasang bom tak mau bicara kalau tidak dengan kakaknya.
Si polisi cari akal untuk menyelamatkan kota. Ia memiliki ide gila untuk melakukan face off. Bertukar muka dengan si penjahat untuk masuk ke penjara supaya bisa mengorek keterangan dari adik si penjahat. Dan yang tak pernah dibayangkan oleh si polisi penjahat ternyata sadar dari koma dan berkeliaran dengan wajah dirinya.
Adegan kejar-kejaran, banyak peledakan dan kekerasan yang ada dalam film ini ditambah bumbu percintaan, serta akting apik dari pemeran utamanya. Saat itu bikin saya nonton nggak cuma sekali deh.

Pastinya teman-teman pernah nonton film-film itu kan? Ada yang jadi salah satu film favorit kalian nggak?

Minggu, 30 Oktober 2022

Saat anak sudah nggak badmood lagi
tips mengatasi badmood


Assalamualaikum temans

Ngadepin anak-anak yang sudah SMA dan kuliah memang tak serepot waktu anak-anak masih SD. Banyak banget yang berubah. Saat anak mulai SMA tuh sudah kudu banyak negosiasi kalau ada hal-hal yang nggak pas aja antara orang tua dan anak. Semuanya masih bisa diobrolin.

Tapi tetep aja ada tuh yang kadang bikin kesel. Kalau mereka pas bad mood sedikit aja bikin mereka kesel, langsung menarik diri dan mengeram di kamar. Nggak bisa nyalahin juga sih. Daripada marah-marah nggak jelas kan ada baiknya juga mereka masuk kamar menenangkan diri.

Dulu sayanya suka nggak peka. Anak-anak lagi badmood malah saya ajak bercanda. Jadinya kan kesel banget. makanya daripada saya berusaha tapi nggak berhasil bikin anak-anak baikan. Mendingan saya nunggu mood mereka membaik dengan sendirinya.

Saya jadi hapal kebiasaan anak-anak kalau lagi bad mood. Si Adek kalau bad mood biasanya akan tidur lebih banyak daripada biasanya. Kalau pulang sekolah langsung masuk kamar langsung tidur, biasanya dia lagi nggak mau diganggu. Saya biarin aja, ntar dibangunin pelan-pelan kalau sudah Maghrib.

Sementara kalau Kakak, dia bakal makan lebih banyak dari biasanya. Tiba-tiba aja dia keluar rumah trus balik-balik bawa jajanan segambreng lalu dimakan sendiri di ruang tamu. Dia akan menyendiri untuk beberapa lama. Dan saya biasanya ngebiarin sampai dianya yang datang ke saya.

Anak sudah nggak badmood


Ciri-ciri mood Kakak sudah lebih baik :
1. Bernyanyi mengikuti musik kesukaannya
Kalau pas moodnya jelek rumah jadi sepi banget karena dia nggak nyalain musik kesukaannya yang cenderung up beat. K-pop yang dia suka cenderung lagu dengan notasi tinggi jadi kalau ngikuti dia bakal mengencangkan suara mengikuti musiknya. Kalau dia sudah nyanyi-nyanyi berarti moodnya nya udah balik.
2. Nonton film di ruang keluarga
Kamar jadi tempat privacy buat dia. Jadi ketahuan banget kalau lagi bad mood dia bakal nutup pintu kamar meskipun nggak dikunci. Kalau sudah asik di ruang keluarga berarti dia udah nggak papa.
3. Masak
Masaknya bukan yang ribet-ribet. Seringnya bikin camilan no bake yang gampang dan cepet dimakan. Kalau udah gitu, dia bakal bikin sejumlah orang yang berada di rumah.
4. Olah raga
Kalau udah denger gedebak gedebuk di ruang tamu, berarti dia lagi work out. Dia bakal ngikutin gerakan-gerakan yang ada di channelnya Emy Wong.
5. Ngajak ngobrol
Dia anak yang receh banget. Apa aja bisa bikin dia ketawa. Makanya kalau dia sudah mulai ngereceh berarti dia sudah baik-baik saja.

Sementara kalau Adek sudah moodnya membaik :
1. Tiduran di sofa ruang tengah
Sofa di ruang tengah sering jadi rebutan buat ngapain aja. Apalagi wifi paling kenceng ya di ruang tengah. Kalau Adek udah tiduran di situ ya berarti dia baik-baik aja.
2. Dengerin musik
Bedanya Adek sama Kakak pas dengerin musik ya kalau Adek dengerin doang nggak ngikutin lagunya kayak Kakak. Bahkan kadang dia make headset pas dengerin lagu-lagu kesukaannya.
3. Nge-game
Adek nggak bakalan ngegame kalau nggak enak hati. Salah satu pertanda dia baikan ya dia sudah ngegame meskipun berada di di kamar.
4. Main futsal bareng temen
Dia punya jadwal futsal secara reguler dengan temannya. Kalau pas badmood dia nggak bakal ikutan futsal. Katanya mainnya nanti jelek.
5. Mendekati ibunya dan minta saya bercerita apa aja
Kalau pas saya lagi berbaring di kamar, dia bakalan berbaring di sisi saya. Sesekali memeluk kemudian dia akan meminta saya bercerita apa aja yang bisa bikin dia ketawa. Sejak SMP Adek memang lebih tertutup dibanding saat SD. Akan tetapi setiap kali punya masalah ia akan datang ke saya meskipun tak harus ada solusi. Biasanya dia hanya butuh support yang membuatnya lebih tenang.

Gimana dengan buah hati teman-teman? Ada yang sama dengan anak-anak saya nggak?