Jurnal Hati Irfa Hudaya

Minggu, 23 Oktober 2022

5 Hal Yang Membuat Novel Romance Menjadi Buku Favorit Saya
mengapa perempuan suka novel romantis

Assalamualaikum temans, 

Dari enam karya solo saya empat di antaranya sudah terbit. Satu karya sedang dalam proses terbit. Sementara satu naskah non fiksi mangkrak di penerbit. Tiga di antaranya adalah novel biografi Islami.

Sebenarnya proses ini tidak saya sengaja. Sebelumnya karya saya berupa antologi dan mejeng di jaringan toko buku se Indonesia cukup membanggakan. Namun saat karya antologi ketiga terbit saya merasa sudah saatnya harus naik kelas. Saya bertekad untuk membuat naskah solo.

Proses Menulis Karya Solo

Qodarullah, di komunitas IIDN Jogja ada seorang penulis yang membuka bimbingan menulis gratis. Tentunya nggak mau rugi dong. Saya pun mendaftar dan menyetorkan contoh tulisan. Nah, mentor saya ini sebenarnya penulis naskah non fiksi islami. Peserta bimbingan beliau biasanya juga penulis naskah non fiksi islami. Beliau tertarik memberi mentoring ke saya karena dari tulisan saya terasa sekali fiksinya. Lalu beliau mengajak saya diskusi. Tentang genre buku yang saya sukai dan keinginan buku solo seperti apa yang saya inginkan

Jujurly saat itu saya masih galau. Melihat si Kakak yang hobi baca novel. Saya kekurangan referensi. Saya ingin memberikan bacaan sehat untuk anak saya. Lalu beliau menyarankan saya membaca sirah nabawiyah.

Saya disarankan menulis novel biografi. Akan tetapi ambil sisi romantismenya saja. Saya pun memilih profil Aisyah RA, istri Rasulullah yang usianya paling muda. Pertimbangan saya waktu itu, dengan kemudaan yang dimiliki Aisyah tentunya sejalan dengan semangat anak saya yang menginjak usia remaja.

Novel yang telah dan akan terbit

Singkat cerita novel The Beloved Aisyah terbit. Sambutan novel tersebut cukup bagus. Lantas karya saya yang lain terbit, meskipun bukan novel biografi. Sayangnya penjualan novel tersebut kurang nendang meskipun materi novel itu menurut saya layak mendapatkan apresiasi. Setelah Cherish You dan memoar saya Ya Allah Aku Rindu Ibu, kembali terbit novel biografi istri Rasulullah lagi. Kali ini saya memilih Khadijah sebagai tokoh yang saya tuliskan. Khadijah, First Love Never Dies ini di tahun 2020 menjadi nominasi lima novel islami terbaik versi Islamic Book Fair. Nggak nyangka juga bisa bareng-bareng jadi nominasi dengan penulis penulis besar seperti Kang Abik.

Tahun ini saya menulis novel biografi lagi. Kali ini salah satu dari khulafaurrosyidin. Berat banget rasanya menulis novel tersebut. Meskipun ada bumbu romance nya. Tapi tetap saja sisi maskulinitas yang lebih dikedepankan. Saya membaca tak kurang dari 10 buku yang jadi referensi saya dalam menulis. Tiga bulan proses kepenulisan ditambah sebulan revisi itu sungguh melelahkan.

Apakah setelah menuliskan novel bertema sejarah lantas membuat saya jatuh cinta pada buku sejenis?

Ternyata enggak juga. Pilihan buku favorit saya tetap jatuh pada genre romance. Ada beberapa hal yang membuat saya menyukai novel romance :
1. Cerita yang mengaduk emosi
Hampir semua novel romance memberikan gelombang emosi di hati pembaca. Ada bahagia, sedih, kecewa, marah, dan terharu bercampur jadi satu. Membuat pembaca gemes dengan alurnya.
2. Bahasanya ringan dan mudah dicerna
Novel romance tak membuat pembaca kening berkerut karena pilihan diksi yang simpel dan manis. Meski ada bahasa yang bermajas metafora, namun tak membuat pembaca mikir terlalu dalam. Cukup mengikuti yang tertulis di novel tersebut.
3. Karakter di novel romance lebih realistis meski kadang terlihat begitu sempurna.
Banyak novel yang memiliki karakter hitam dan putih. Protagonis dan antagonis. Namun tak jarang juga novel romance yang memperlihatkan sisi abu-abu di setiap karakternya. Hal itu banyak kita temukan di real life sehingga terasa lebih dekat dengan pembaca.
4. Adegan-adegannya manis sering kali menghanyutkan pembaca.
Saya paling tersentuh saat membaca adegan romantis tanpa skinship. Tidak mudah bagi penulis menuliskan adegan seperti itu. Diksinya pasti jempolan jika penulis mampu menuliskan adegan tersebut
5. Pesan moral yang diselipkan tidak menggurui dan terasa ringan.
Pesan moral dalam novel romance terselip dalam adegan atau dialog. Bagi pembaca itu lebih berpengaruh dibandingkan ayat kitab suci maupun motivasi dari motivator paling hebat manapun.

Kalau kalian gimana?

Senin, 17 Oktober 2022

Bisakah Drama Korea Menjadi Referensi dalam Menulis Novel?
alasan apa yang membuat orang suka drama korea


Drama Korea masuk ke Indonesia sekitar tahun 2000. Seingat saya Winter Sonata adalah drama korea pertama yang tayang di Indonesia. Setelah itu berturut turut ada Endless Love (Autumn In My Heart) yang dimainkan oleh Song Seung Hun, Song Hye Kyo dan Won Bin. Lalu ada What Happened in Bali, Hotelier lalu sekitar tahun 2004 ada Jewel in The Palace, Queen Seon Deok dan banjirlah drama-drama Korea tayang di saluran televisi di tanah air

Di sekitar tahun 2010-2012 saya masih gila gilaan nonton drakor. Mantengin blog-blog yang mengulas tentang drama korea terbaru. Jika ada serial yang pengen banget saya tonton lagi on going. Saya pun buru-buru nyari link nya. Kalau sudah ketemu nggak cuma satu saya bisa begadang nonton serial drakor yang lagi tayang di KBS dan teman-temannya. Ada beberapa drakor yang bener-bener nyantol di hati saat itu. pernah saya tulis di blog juga. BACA DI SINI

Di saat gila-gilaan nonton drama korea, si Kakak yang waktu itu usia SD udah mulai ketularan suka nonton drama korea. Saat itu saya belum ngefilter apa yang Kakak tonton. Dalam pikiran saya kalau didampingi pasti aman. Egoisnya saya saat itu. Hanya karena saya ngejar momen saya ngorbanin anak terpapar tontonan yang seharusnya belum ia lihat.

Saya pun menyapih diri sendiri untuk tak melihat drama korea setelah melihat perkembangan yang kurang baik karena terpapar budaya asing. Saya benar-benar stop menonton drama korea. Akan tetapi si Kakak sudah kadung jatuh cinta pada budaya Korea melalui K-Pop nya. Lalu mulailah Kakak belajar menulis dan membaca huruf hangeul. Sekarang si Kakak dikit-dikit bisa nonton Drama korea tanpa harus baca subtitle nya.

Kenapa dulu suka banget nonton drama korea? Ada beberapa alasan mengapa saya suka nonton drama korea :

Jumlah episode yang tidak terlalu panjang.
Di Indonesia jumlah episode dalam satu sinetron bakal sampai ratusan. Sementara di drama korea rata-rata sekitar 16 episode. Kalau toh akan berlanjut tentunya ada sequelnya. Tak lantas digeber terus-terusan sehingga penonton bosan.
Para pemain enak dipandang
Bukan berarti semua cantik dan ganteng. Akan tetapi pemain terasa pas dengan usia tokoh yang dimainkan. Tak tampak make up yang terlalu dituakan sehingga terasa aneh saat dilihat. Kemampuan aktingnya pun bagus dan tak dibuat-buat. Nggak kayak di Indonesia kalau pas akting marah pasti melotot seperti bola mata siap menggelundung.
Alur cerita yang jelas
Karena jumlah episode terbatas, alur cerita pun terasa kuat dan tak bertele-tele. Benar-benar bisa merasakan alur saat mencapai klimaks lalu anti klimaks. Tentunya hal itu didukung oleh skenario yang bagus dan pemilihan cerita yang diminati oleh penonton.
Setting yang bagus dan karakter yang kuat
Di drama korea kayaknya selalu aja dapet pemandangan-pemandangan yang bagus meskipun itu sekadar di cafe atau tempat tinggal. Selalu ada yang menarik dan eye catching banget settingnya drama korea. Karakter si tokoh selalu berbeda satu dengan yang lainnya. Mereka memiliki karakter khas yang tak dimiliki tokoh lain meskipun peran mereka peran kecil.

Sejak saya menyapih diri sendiri, saya termasuk jarang menonton drama korea lagi. Sesekali nonton di saat saya membutuhkan referensi ketika hendak menulis naskah novel bergenre romance. Bisa ya drama korea jadi referensi untuk menulis cerita bernapas panjang?

Apa aja sih yang bisa menjadikan drama korea menjadi referensi saat menulis novel romance?

Tema drama korea sangat beragam. Mulai dari drama rumah tangga, cerita anak sekolah, bahkan sampai drama sejarah begitu apik diolah menjadi tema besar

Penokohan yang kuat. Karakter dari tokoh-tokoh itu selalu berbeda satu dengan lainnya. Bahkan tokoh-tokoh pendamping pun tak ada satupun kemiripannya sehingga mudah dikenali oleh penonton.

Alur cerita kadang tak tertebak. Sering kali plot twist di drama korea bikin gemas para penonton

Gaya bahasa. Di drama korea ini diksi-diksi yang digunakan begitu berwarna. Sering kali apa yang diucapkan oleh tokoh tak terpikirkan oleh para penonton.

Settingnya selalu keren. Dimanapun tempat yang menjadi latar sebuah cerita selalu divisualkan begitu cantik dan detil.

Sudut pandang cerita berganti-ganti sehingga penonton bisa membayangkan seandainya menjadi si tokoh yang ada di dalam drama korea

Pesan moral meskipun ringan pasti ada dalam setiap drama korea yang ditayangkan.

Drama korea banyak adegan-adegan romantis yang minus skinship. Buat saya yang lebih sering menulis novel Islami adegan tanpa sentuhan sangat penting

Itu menurut saya sih. Kalau kalian bagaimana?





Jumat, 14 Oktober 2022

6 Hal Yang Membuat Postingan Jadi Viral
tips membuat postingan jadi viral
cr : pixabay



Dari bulan September lalu banyak banget yang viral di media sosial. Mulai dari Adam Levine & Reza Arap yang selingkuh. Netizen yang menemukan banyak kemiripan di salah satu akun yang diduga adalah akun Alternya Afi Nihaya Faradisa. Lalu seseorang yang membuka aibnya sendiri sebagai selingkuhan orang sampai yang terakhir ini adalah kasusnya Lesty Kejora yang mendapatkan KDRT dari suaminya.

Sekarang ini banyak banget orang yang pengen apa yang ia unggah menjadi viral. Makanya banyak cara yang dilakukan supaya postingannya mendapatkan komen dan like yang tinggi. Mulai dari judul yang clickbait ataupun gambar yang heboh. Dan netizen sepertinya memang menyukai sesuatu yang mengandung S3 marketing meski pada akhirnya kesel sendiri.

Untuk membuat postingan viral ada beberapa hal yang perlu diperhatiikan yaitu :

Kesempatan dan Waktu yang tepat
Setiap orang yang pengen memosting sesuatu mestinya memikirkan saat yang tepat dan kapan kesempatan itu ada. Biasanya orang beraktivitas itu saat selesai liburan. Mereka membutuhkan informasi-informasi teranyar yang bisa mereka dapatkan untuk bahan obrolan di kantor ataupun tempat mereka beraktivitas. Momentum atau kesempatan untuk membagikan hal-hal yang kemungkinan menjadi viral tentunya sesuai dengan konteks postingan misalnya baru saja ada info mengenai Kapolda Jatim yang ditangkap hari ini karena narkoba padahal baru dilantik dua hari

Judul yang menarik
Dengan dukungan judul yang menarik perhatian tentunya akan membuat orang mau klik tautannya. Biasanya judul dan paragraf pertama akan menarik perhatian pembaca. Ditambah lagi kalau isi dari postingan itu provokatif biasanya audiens akan meneruskan membaca postingan itu sampai akhir.

Memiliki emosi
Sebuah postingan yang mengandung emosi seperti gembira, sedih, marah, kecewa biasanya akan menarik perhatian audiens. Pembaca akan ikut hanyut dalam emosi yang dibentuk oleh si penulis. Konten yang memiliki emosi biasanya akan dibagikan oleh sejumlah orang yang memiliki emosi yang sama sehingga akan sampai kepada audiens lebih banyak lagi

Didukung oleh gambar atau video
Gambar atau video akan memberikan ilustrasi visual lebih baik kepada audiens dalam memahami sebuah postingan. Biasanya jika postingan itu sudah menarik perhatian akan mendapatkan lebih banyak lagi saat ada dukungan ilustrasi visual tersebut.

Memiliki manfaat untuk audiens
Konten yang memiliki manfaat misalnya tips & trik, how to, Do it yourself biasanya disukai oleh pembaca. Selain disukai postingan akan sering dibagikan oleh pembaca yang merasa bahwa postingan ini perlu dibaca oleh orang-orang yang membutuhkan informasi yang sama.

Mengandung unsur kepercayaan
Postingan dari orang yang dipercaya memiliki keilmuan yang mumpuni dalam bidangnya biasanya akan mendapatkan perhatian cukup besar dari pembaca. Pengalaman pribadi yang bisa dijadikan referensi pun akan dipercaya oleh pembaca sehingga menaikkan viewers ketika dibagikan oleh orang-orang yang mempercayai hal tersebut.

Kalau kalian gimana-teman-teman, pernah nggak punya postingan yang viral sehingga kalian mendapatkan keuntungan baik material atau immaterial? Cerita di komen ya?

Senin, 03 Oktober 2022

Belajar dari Tragedi Kanjuruhan: Saatnya Orang tua Mengajari Anak Mengontrol Amarah
mengajari anak mengelola emosi
cr : Pixabay


Tragedi Kanjuruhan masih terbayang di benak kita. Begitu banyak nyawa melayang sia-sia. Belum diketahui siapa yang bertanggung jawab atas terjadinya Kanjuruhan berdarah ini. opini-opini pun berkembang liar tanpa kita tahu kebenarannya.

Banyak yang mengatakan bahwa pendukung Arema tak bisa menerima kekalahan mereka dari Persebaya Surabaya. Namun saya membaca sebuah artikel ini bukan perkara puas atau tidak puas terhadap hasil pertandingan. Ini juga bukan perkara tawuran antar pendukung karena pendukung Persebaya pun tak diizinkan masuk ke dalam stadion. Semua yang berada di stadion adalah pendukung Arema Malang.

Lalu salahnya dimana?
Tak ada seorang pun yang bisa memastikan. Menurut versi yang saya baca setelah pertandingan tim Persebaya langsung menuju ruang ganti. Tak ada sedikit pun selebrasi. Tim Persebaya hanya lima menit berada di ruang ganti lantas digiring ke kendaraan taktis yang sudah dipersiapkan keamanan untuk mengevakuasi tim Persebaya jika ada hal-hal yang tak diinginkan. Kalau membaca sampai disitu kelihatannya aman-aman saja kan?

Awal mula terjadinya kerusuhan versi yang saya baca adalah salah seorang pendukung turun ke lapangan memberikan semangat pada tim Arema yang telah mengalami kekalahan. Tak lama kemudian beberapa pendukung pun ikut turun. Pihak keamanan yang tak menginginkan hal-hal buruk terjadi pun menghalau para pendukung untuk turun. Namun halauan dari pihak keamanan tak menyurutkan langkah. Malahan semakin banyak pendukung Arema turun ke lapangan.

Entah siapa yang mulai kondisi jadi represif. Pihak keamanan pun berseteru dengan pendukung Arema. Makin banyaklah pendukung Arema yang turun mengakibatkan pihak keamanan yang jumlahnya tak seberapa kewalahan. Mereka pun menembakkan gas air mata ke arah pendukung. Sayangnya bukan ke arah yang berada di lapangan. Pihak keamanan juga menembakkan gas air mata ke arah penonton yang berada di tribun.

Tentu saja kondisi jadi chaos. Penonton berusaha menyelamatkan diri, namun banyak yang terinjak-injak karenanya. Setelah itu kondisi sama sekali tak bisa dikendalikan dan terjadilah tragedi kemanusiaan ini.

Sebagai seorang ibu dari anak penggila bola hal-hal seperti ini benar-benar meresahkan. Sejak lama saya mengkhawatirkan si Adek kalau dia ingin nonton bola secara langsung di stadion. Untungnya Adek relatif mudah untuk diberikan nasehat. Sehingga ia memilih nonton streaming di media sosial.

Memang yang namanya amarah jika tak bisa dikontrol mengakibatkan banyak kerugian bagi siapapun. Amarah itu merusak hati dan pikiran. Sebagai ibu saya pun berusaha mengajak anak untuk bisa mengontrol kemarahan dimanapun dan kapanpun.

Bisa nggak sih ngajak anak remaja untuk mengontrol amarah sementara ia sudah memiliki kekuatan sendiri?
Bisa bangetlah. Ada beberapa strategi yang digunakan untuk mengontrol amarah anak-anak terutama yang sudah remaja dan menginjak dewasa muda.
  • Anak merasa tak nyaman saat dirinya marah. Sebagai orang tua kita harus mengerti saat dirinya merasa tak berada dalam kontrol dirinya. Tenangkan dirinya karena kemarahan itu membuatnya tertekan. Dan tentunya tenangkan diri kita sebagai orang tua saat menghadapi kemarahan anak. Jangan sampai kemarahan anak kita balas dengan kemarahan yang lain.
  • Usahakan berada di dekatnya saat anak marah. Jangan biarkan anak sendirian dalam jangka waktu yang lama saat berada dalam kemarahan. Tak perlu mengintervensi, cukup berada di dekatnya untuk mengawasi resiko apakah ia menyakiti orang lain atau menyakiti diri sendiri karena terlampau marah.
  • Tak perlu mengajak diskusi saat anak marah. Anak akan mudah menyerang karena menerima input saat ia mengalami kemarahan. Biarkan ia merasa tenang terlebih dahulu sebelum kita ajak berkomunikasi.
  • Cobalah untuk berempati di segala situasi yang ia alami. Tak perlu mencari alasan untuk berargumen dengan anak. Beri waktu dan tenangkan diri kita juga terlebih dahulu. Kalau perlu katakan sekali saja bahwa kita mengerti kalau dia sedang marah.
  • Jika sudah tenang tak apa anak diajak bicara. Jadikanlah komunikasi ini tentang mereka. Bukan saatnya kita memberikan nasehat. Terkadang ada anak yang sulit berbicara langsung. Ia harus melalui media tertentu misalnya melalui email atau WA untuk berbicara. Tanyakan keadaannya, apa yang membuatnya marah, apakah ia tersakiti, ataupun bagaimana menurutnya cara menyelesaikan masalah tersebut.
  • Memperbaiki situasi bersama. Orang tua terkadang perlu untuk mengalah membuka keran komunikasi dengan anak terlebih dahulu. Mendengarkan anak bicara, menerima masukan, dan bersama-sama mencari win win solution. Orang tua perlu membangun kepercayaan anak. Jika anak sudah memiliki kepercayaan pada orang tua pintu untuk kedekatan antara orang tua dan anak akan semakin terbuka.
Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Berikan teladan yang baik untuk anak-anak kita supaya terbentuk karakter mulia anak yang sesungguhnya.

Minggu, 18 September 2022

Pengenalan Sains dan Keragaman Budaya (Multikultural) Melalui Cooking Demo di Yogyakarta Independent School
YIS sekolah internasional di Yogyakarta

Assalamualaikum temans,
Dulu, saat Kakak berusia tiga tahun kami pernah menitipkan anak di sebuah sekolah sekaligus penitipan anak. Bayangan saya waktu itu sangat bagus baginya mengenal teman-teman yang berbeda-beda baik dari ras, suku dan agama. Namun sayangnya waktu itu pengajar mengajarkan doa-doa tak menurut kepercayaan masing-masing. sehingga si Kakak hafal doa agama lain dan menerapkannya di rumah.

Karena saya tak sepakat dengan pengajaran tersebut akhirnya saya pun memindahkannya di sebuah sekolah yang berbasis agama. Usia tiga tahun masuk dalam usia golden age. Apapun bakal diserap olehnya.

Hal-hal yang terkait dengan perbedaan saya mengajarkannya di rumah. Saya membeli beberapa buku bergambar yang saya pilih sebagai alat pembelajaran. Selain itu dalam pertemanan saya memiliki sahabat yang berbeda ras, suku dan agama. Saya sering mengajak anak-anak mengunjungi sahabat saya sehingga dari kecil anak-anak pun terbiasa bagaimana mereka bertoleransi tanpa harus mencampuradukkan perbedaan.

Mengunjungi Yogyakarta Independent School.

Sekolah IB di Yogyakarta
Hari Kamis lalu saya datang ke sebuah sekolah internasional di Yogyakarta. Setiap kali datang ke sekolah ini rasanya adem. Begitu masuk ke dalam gerbang utama sebuah danau buatan menjadi pemandangan saya. Tak ketinggalan pepohonan yang rimbun tertata rapi di areal sekolah tersebut. Kalau kata saya sih, sekolah rasa resort. Udah berasa refreshing tiap kali datang ke sekolah ini.

Masuk ke area halaman joglo yang biasanya digunakan untuk berbagai kegiatan bendera dari berbagai negara berbaris rapi. Mungkin lebih dari lima belas bendera negara yang berbeda berkibar di sana. Sepertinya ini menunjukkan bahwa siswa sekolah internasional ini berasal dari negara-negara tersebut. Bendera Indonesia terlihat menonjol. Ia terkibar dalam tiang yang tertinggi. Saya rasa ini sebuah attitude yang bagus. Dimana bumi dipijak di situ langit dijunjung.

Saya rasa setiap kali berbicara tentang sekolah IB di Yogyakarta, masyarakat pun sudah tahu sekolah yang dimaksud. Di mana lagi ada sekolah yang memiliki area begitu luas dan bisa memandang Gunung Merapi di kejauhan saat cuaca cerah kalau bukan Yogyakarta Independent School.

Di sekolah ini saya melihat langsung pembelajaran Primmary Years Programme terutama untuk grade 3-6. Kebayang nggak sih teman-teman bagaimana Yogyakarta Independent School (YIS) memberikan pemahaman tentang sains bagi anak-anak?

Awalnya saya kira ada praktikum di lab atau apa gitu. Kira-kira apa ya yang dilakukan pendidik di sana untuk mengenalkan sains pada anak-anak?

Sains dalam keragaman budaya di Yogyakarta Independent School

Meski sudah melakukan pertemuan tatap muka 100% YIS tetap menerapkan protokol kesehatan. Pemakaian masker tetap digunakan oleh pengajar dan anak-anak. Fasilitas cuci tangan dengan sabun pun ada di sana. Tak kurang-kurangnya pengajar mengingatkan pada anak-anak untuk mencuci tangan. Sama sekali masker tak dilepas kecuali pada saat anak-anak makan, minum atau kegiatan luar ruang. Itu pun jika benar-benar memerlukan banyak udara yang dihirup lari-larian atau bermain bola.

Hari Kamis, 15 September 2022 anak-anak kelas 3-6 Yogyakarta Independent School belajar tentang sains. Mengenalkan anak-anak tentang sensorik pada tubuh manusia. Mereka belajar tentang indra penglihatan, penciuman, pendengaran, perabaan (sentuhan) serta indra perasa. Bagaimana sekolah yang menerapkan kurikulum International Baccalaureate ini mengenalkan kelima indra itu dipadukan dengan pembelajaran sains untuk anak-anak klas 3-4 dan multikulturalisme (keanekaragaman budaya) untuk anak-anak klas 5-6?

Poori Bhaji

Cooking demo. Tadinya saya belum ‘ngeh’ bagaimana sains dihubungkan dengan memasak. Namanya saya produk generasi X dalam pikiran saya sains ya laboratorium beserta gelas-gelas ukurnya. Namun saat ngobrol dengan pihak sekolah mengenai pembelajaran menghargai keberagaman itu saya baru paham bahwa pembelajaran di YIS ini memang disesuaikan dengan kondisi anak-anak yang berasal dari berbagai kebudayaan di dunia.

Saya jadi ikutan excited. Ibu Lata Duseja, wali murid dari Prisha salah satu siswa di Yogyakarta Independent School ini menjadi narasumber tentang keberagaman budaya yang tertuang dalam makanan India. Menurut Ibu Lata Duseja orang-orang India kebanyakan suka dengan sayur-sayuran karena ada larangan makan daging sapi. makanya di India banyak sekali makanan yang berbahan baku sayuran. Seperti hari Kamis lalu. Ibu Lata Duseja mengajak anak-anak dan para pendidik untuk memasak Poori Bhaji.

Poori Bhaji merupakan kuliner India yang biasanya disajikan untuk sarapan. Roti goreng yang disajikan dengan kentang yang dimasak dengan sayur lainnya. Kentang dan sayur lain yang dimasak dengan rempah-rempah khas India benar-benar menggoda indra penciuman kami yang berada di area sekolah.

Anak-anak begitu excited mengikuti tahap demi tahap Ibu Lata Duseja mengajak mereka memasak. Setelah mengolah kentang dan sayuran anak-anak diajak untuk menggiling bahan roti sampai tipis dan bulat.

YIS

Tak hanya anak-anak. Para pengajar pun mencoba menggiling roti hingga tipis. Pembelajaran yang begitu menyenangkan. Bahkan anak-anak yang tak mau pun tak dipaksa untuk mencoba melakukan yang tak ingin mereka lakukan.

sekolah international di Yogyakarta

“I’m so hungry.”
Teriak beberapa anak membaui masakan yang belum selesai untuk disajikan. Beberapa anak berusaha mendekat ingin melihat lebih dekat lagi. Saat masakan semua telah selesai. Anak-anak pun bergiliran mengambil roti dengan tertib dan makan bersama.

Saya pun ikut mencicipi Poori Bhaji. Rasanya seperti kare, namun ada beberapa rempah yang saya nggak familiar rasanya. Saya pribadi suka dengan roti goreng yang hampir mirip dengan rasa tortilla. Enggak yang crunchy, tapi tetap garing dan tak menyerap minyak.

Beberapa anak makan Poori Bhaji ini sampai tambah tiga kali. Bahkan ada yang makan roti gorengnya sampai 5 buah. Menyenangkan sekali anak-anak ini.

Sekilas Yogyakarta Independent School

Saya selalu terkesan setiap kali mengikuti kegiatan di sekolah internasional ini. Di tahun 2020 saya begitu terkesan dengan sopan santun anak-anak di sekolah ini. Kemarin saya melihat bagaimana seorang pengajar menjadi seorang teman bagi siswa di Primary Years Programme. Saat seorang siswa ingin bicara dengan pendidik, beliau pun berjongkok, supaya sejajar dengan anak didik. Berbicara dengan pelan dan banyak tersenyum.


Apa yang saya lihat itu sesuai dengan kurikulum yang dipakai oleh Yogyakarta Independent School. Sekolah serasa bermain ini menggunakan Kurikulum International Baccalaureate yang berasal dari Swiss. Kurikulum ini ditujukan untuk anak dengan usia 3-18 tahun. Kurikulum ini diterapkan untuk pre-school sampai high school. Program IB yang ditawarkan oleh YIS adalah:
  • IB Primary Years Programme (PYP) untuk usia 3-12 tahun (setara TK dan SD)
  • IB Middle Years Programme (MYP) untuk usia 11-14 tahun (setara SMP)
  • IB Diploma Programme (DP) untuk usia 15-18 tahun (setara SMA)
Kelebihan dari kurikulum ini adalah mengeksplorasi kemampuan anak di berbagai bidang. Kurikulum ini mendorong siswanya untuk berwawasan global, kreatif, mengembangkan kemampuan emosi, intelektual dan sosial. Mereka juga diharapkan berkontribusi positif terhadap lingkungan dan budayanya. Diharapkan anak-anak makin berkembang minat dan bakatnya saat berada di YIS.

Ada empat alasan lain mengapa orang tua yang berada di Yogya perlu mempertimbangkan YIS sebagai sekolah untuk pembelajaran anak-anak di luar kurikulum International Baccalaureate yang dipakai oleh sekolah-sekolah di dunia.
  1. Ada 6,5 Hektar area sekolah yang bisa dijadikan laboratorium alam bagi anak-anak. Luasnya tempat menjadikan anak merdeka dalam bereksplorasi.
  2. Lingkungan belajar yang menarik dan aman tentunya akan mempermudah siswa dalam pembelajaran. Selain itu orang tua pun tak lagi khawatir jika anak-anak melakukan atau mendapatkan sesuatu yang buruk di sekolah
  3. Biaya sekolah yang terjangkau. Untuk fasilitas-fasilitas sekolah yang disediakan dan seluruh pembelajarannya saya rasa masih masuk akal dibandingkan dengan sekolah-sekolah internasional lain.
  4. Masuk ke universitas-universitas dunia. Hal ini dikarenakan kurikulum yang dipakai sesuai dengan pembelajaran sekolah-sekolah terbaik di dunia sehingga alumni Yogyakarta Independent School lebih mudah mendapatkan kesempatan itu.
Sekolah ini emang reccomended banget. Buat teman-teman yang menginginkan putra putri bersekolah di sekolah internasional langsung aja ke kampusnya untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat.

YOGYAKARTA INDEPENDENT SCHOOL (YIS)
Jl. Tegal Mlati No. 1, Jombor Lor, Sinduadi, Mlati, Sleman,
Daerah Istimewa Yogyakarta, 55284, Indonesia 
Telp: (0274) 5305147 | WhatsApp: +628112632442

Sabtu, 03 September 2022

Kebab Isi Telur dengan Kraft Quick Melt
Camilan rumahan menggunakan keju leleh



Assalamualaikum temans
Buat saya kata September Ceria memang memiliki makna. Di bulan September ini akhirnya luka pasca operasi Tumor Mamae Sinistra (Tumor Payudara Sebelah Kiri) sudah menutup semuanya. Pengobatan pun dinyatakan selesai. Hal ini seperti memberi harapan baru untuk kembali beraktivitas seperti biasa.

September ini pun saya harus terbiasa untuk melepas Kakak kos. Meski kuliahnya hanya di Jogja, yang bisa saya tempuh kurang dari satu jam, namun karena dua tahun ini sudah terbiasa 24 jam barengan barengan jadi terasa berat rasanya. Apalagi saat saya sakit saya memang totally tergantung padanya.

Kakak, Kuliah dan Kos

Sekarang sudah mulai terbiasa memelihara rindu. Saat ia pulang rasanya seperti berpuluh tahun lalu saat pujaan hati datang berkunjung. Berbunga-bunga mendengar suara motornya masuk ke garasi. Menyambutnya di depan pintu meskipun yang ia bawa adalah baju kotor. Menyiapkan telinga saat ia riuh bercerita dengan seluruh kegiatan di kampusnya.

Senang mendengarnya bercerita. Anak yang dulu introvert parah ini sekarang sedang berusaha membuka diri. Perkuliahan, aktif di Dewan Perwakilan Mahasiswa serta pertemanan yang lebih luas membuatnya makin bersemangat mengeksplorasi kemampuan dirinya.

Tak ketinggalan cerita-cerita seputar anak kos yang kudu ngirit uang bulanan supaya bisa ‘selamat’ sampai akhir bulan. Sarapan sekadar minum susu, makan siang yang dirapel dengan makan malam. Atau jika pengen banget makan makanan yang harganya lumayan berbunyi maka ia akan membagi lauk itu dalam beberapa kali makan.

Setiap kali ia hendak pulang ke rumah saya menyiapkan sesuatu yang istimewa untuk dihidangkan di meja makan. Meskipun menggunakan apa yang sudah tersedia di kulkas. Namun selalu berusaha memahat kenangan di lidah supaya ia selalu merasa kangen dengan masakan ibunya.

Terkadang ia request makanan atau lauk jika ia pulang. Tentunya akan saya usahakan. Biasanya kami akan memasak bersama. Sambil bercerita yang muternya kayak sampai ujung dunia. Dan tentunya menerbitkan tawa.

Beberapa kali saat ia pulang kami juga membuat camilan. Biasanya sih bahan-bahannya yang ada di dapur aja. Kami menghindari keluar rumah kalau sudah punya rencana membuat sesuatu. Biasanya kalau Kakak dan saya keluar rumah ujung-ujungnya terdampar di sebuah tempat makan atau ngemall. Balik-balik sudah nggak ingat kalau mau bebikin.

Tempo hari saat saya iseng-iseng beli tortila. Saat itu saya nggak kepikir mau bikin apa. Karena saya berkunjung ke teman yang jualan frozen food. Nggak enak kalau nggak belanja di sana. Melihat tortila dengan jumlah tak banyak dan harga yang murah meriah membuat saya pun membawanya ke rumah.

Membuat camilan dengan bahan yang tersedia di rumah

Saat Kakak pulang akhir pekan lalu ia mengatakan jika ingin membeli kebab di tempat langganan kami. Saya jadi teringat kalau punya tortila di rumah. Membuka kulkas ternyata ada bahan-bahan sederhana untuk membuat kebab. Nggak papa isinya telur aja. Nanti jika ditambah dengan keju Kraft Melt tentunya akan jadi hidangan istimewa.

Si Kakak yang jiwa ngiritnya sudah mirip sama saya pun girang menemukan tortila di rumah. Ia pun segera menyiapkan bahan-bahannya. Lantas kami pun mengeksekusi bahan-bahan yang telah tersedia.

Resep Kebab isi telur

Bahan-bahan :
Kulit tortila

Isian :
Telur dadar di potong pendek
Selada diiris sedang
Bawang bombay diiris tipis
Tomat diiris tipis-tipis
Keju Kraft Quick Melt diparut

Saus :
Saus tomat
Saus sambal
Mayonaise

Kebab isi telur dengan Kraft Quick Melt



Cara membuat :

kebab dengan isian Kraft Quick Melt


  • Ambil selembar tortila. Tata di atasnya dengan telur dadare, selada, tomat serta bawang bombay yang telah diiris tipis. Setelah itu tambahkan saus tomat, saus sambal, dan mayonaise. Tak ketinggalan taburi dengan parutan Keju Kraft Quick Melt. Gulung tortila perlahan, jangan sampai tortila retak. Sisihkan.
  • Panaskan wajan dengan sedikit minyak. Goreng kebab dengan api kecil. Bolak balik sehingga warnanya kuning kecoklatan secara merata. Tak perlu waktu lama karena tortila mudah matang.
  • Hidangkan.

Mudahkan? Si Kakak pun hepi banget. Apalagi melihat lelehan Keju Kraft Quick Melt dari dalam kebab. Siang itu pun kami nggak makan nasi. Kekenyangan makan kebab isi telur dengan lelehan Kraft Quick Melt.

Sebenarnya tak hanya kebab isi telur yang kami buat. kami juga membuat Kebab isi pisang coklat plus lumeran Kraft Quick Melt di dalamnya. Sayangnya saya tak sempat memotret penampakannya. Si Kakak sudah nggak sabar memindahkannya ke dalam perut.


Mengapa memilih Kraft Quick Melt?


Keju Leleh dari Kraft



Sejak lama kami selalu memilih Kraft sebagai keju pilihan kami. Ditambah lagi dengan adanya varian Kraft Quick Melt. Meski harga lebih tinggi dibandingkan merk lain, namun lidah kami cocok dengan Keju Kraft. Rasanya pas, tak perlu ditambahkan garam saat menggunakannya di dalam olahan makanan gurih maupun manis.

Keju ini merupakan keju yang lunak, sehingga saat dipanaskan bisa meleleh dengan mudah. Cukup tiga menit maka keju ini akan langsung menggoda lidah. Digunakan sebagai toping pun akan terlihat cantik karena lelehannya tak terlalu encer maupun kental. Serba pas.

Kraft Quick Melt bisa digunakan untuk masakan gurih atau manis. Rasanya nggak bikin eneg. Pekan ini kami akan membuat puding roti. Kami akan mencoba membuat camilan ini dengan teknik memanggang Au Bien Marie. Kira-kira bakal selezat apa ya nanti?

O ya, biasanya ibu-ibu bingung nih mau masak apa di akhir pekan. Coba deh berkunjung ke bundakraft.com untuk nyari-nyari inspirasi. Jangan lupa cus eksekusi ya kalau sudah nemu resep yang cocok?