5 Hal yang Ingin Saya Lakukan setelah Pandemi Berakhir - Jurnal Hati

Sabtu, 18 April 2020

5 Hal yang Ingin Saya Lakukan setelah Pandemi Berakhir



Assalamualaikum temans,

Hari ini adalah hari ke-34 sejak ditetapkan kebijakan physical distancing. Selama itu pulalah anak-anak melakukan sekolah dari rumah. Membosankan, pastinya. Saya sendiri juga hanya keluar untuk kebutuhan penting saja, misalnya belanja kebutuhan bahan pokok dan membayar kewajiban-kewajiban keluarga.

Awal belajar di rumah itu seperti siksaan buat anak-anak, apalagi si Kakak. Tugas-tugas dari sekolah tak berkesudahan. Satu mata pelajaran bisa dua atau tiga tugas. Padahal dalam satu hari minimal ada 3 mata pelajaran. Waktu di rumah memang habis untuk mengerjakan tugas. Terkadang sampai malam hari pun ia masih sibuk.

Sementara si Adek meski tugasnya lumayan banyak juga, namun tak seberat tugas-tugas Kakak. Tugas Adik masih ada sisi 'fun' nya. Ada tugas membuat video, hafalan dan beberapa tugas diapload ke Instagram, jadi tak hanya mengerjakan soal atau tugas tertulis.

Mulai minggu keempat Kakak dan Adek mulai senggang. Tugas tak sebanyak awal-awal School from Home. Banyak gabutnya. Karena di rumah kami tak ada televisi akhirnya ya hiburannya kalau nggak ponsel ya laptop. Itu pun sampai bosan luar biasa. Sering kali kami pun main kartu. Namun lama-lama bosen juga.

Sekarang Kakak dan Adek lagi seneng-senengnya ke dapur. Apa aja dikerjain. Mau bebikin kue, sayur, lauk, atau cuma bebersih mereka betah aja nongkrong di dapur. Kalau enggak, mereka gantian bersih-bersih rumah. Rumah jadi lebih rapi dibanding hari-hari biasa, meski ntar diberantakin lagi. 

Selalu ada hikmah di setiap kejadian. Meski bosannya luar biasa, tetapi saya melihat mereka selalu berusaha untuk bergembira dengan berbagai cara. Saya sih ngelihatnya anak-anak makin solid. Empati dan simpati pun makin besar. Apalagi setelah melihat saya masak dan cuci piring melulu. Tanpa saya minta mereka akan menggantikan pekerjaan saya secara bergantian. Kalau saya tiduran pun mereka akan menawari saya untuk memijit tubuh saya. 

Saya juga lebih mudah berbicara dengan mereka. Terkadang antara orang tua dan anak punya kendala dalam berkomunikasi. Namun dengan adanya wabah yang membuat kami harus di rumah saja itu ternyata mempermudah relasi kami. Dengan obrolan sereceh apapun, nasehat atau pesan moral pun bisa diterima dengan baik, tanpa meradang atau merasa digurui. 


Jika semua selesai ...

After Covid-19, saya pengen banget melakukan beberapa hal dengan anak-anak dan suami. 

Beribadah di Masjid
Rindu sekali saya dengan Rumah Allah. Pengen banget bisa kembali berjamaah dan mengikuti berbagai kajian di Masjid. Bertemu dengan saudara seiman, bisa bersalaman bahkan berpelukan. Ya Allah ... Semoga disegerakan untuk bisa bebas melakukan hal-hal indah tersebut. 

Silaturahmi
Dari dulu saya tuh suka sekali silaturahmi. Mau ke temen atau saudara. Seneng aja rasanya bisa ngobrol dan tau kabar mereka langsung, nggak cuma japrian aja. Yang pertama kali pengen saya datangi tentu saja mertua. Yang kedua budhe saya. Satu-satunya keluarga yang paling dituakan ini meski rumah hanya berjarak 200 m, saya tak berani berdekatan. Meski kadang rindunya luar biasa. Lalu adik-adik saya dan sahabat yang biasa jadi partner in crime. 

Nonton
Hiburan paling mudah dan sering kami lakukan adalah nonton film. Apa aja, pokoknya apa yang diinginkan anak-anak. Meski nanti di dalem nanya melulu karena nggak paham.

Ke Toko Buku
Piknik favorit anak-anak dari mereka usia PAUD itu ke toko buku. Mereka betah banget kalau sudah di toko buku. Entah sekadar baca blurb atau baca buku yang sudah unwrapping. Minimal 2 jam mereka akan berkeliling melihat-lihat buku sebelum membeli.

Staycation
Sebelum adanya wabah, kami sudah berencana untuk staycation di sebuah hotel di Jogja. Kalau buat Kakak dan Adek yang namanya Staycation ya bener-bener stay di hotel dari check in sampai check out. Nggak jalan-jalan sama sekali. Boro-boro kulineran. Mereka akan nyaman banget sekadar nonton TV, ngobrol, ngemil, atau berenang. Pokoknya pindah tidur aja.

Nah ... Teman-teman, kalau kalian pengen kemana?

2 komentar:

Dian Nafi mengatakan...

Subhanallah. Iya bener banget mbak. Semoga aegera berlalu coronanya dan bisa ke masjid lagi ya

Ade Naro mengatakan...

saya ingin travelling setelah pandemi ini berakhir