Jurnal Hati Irfa Hudaya

Senin, 03 Juli 2023

Ke Bukit Cinta Aku akan Kembali
Rawa Pening Baru Klinting


“Ayah besok ke Semarang ya?”
“Aku ikut boleh? Aku libur sampai Ahad lho?”
“Yo ayok.”
“Kalau Kakak ikut aku ya ikut.”
“Lho ... Kok ke Semarang semua? Bunda ikutlah.”

Paksu cuma diem aja. Niatnya antar pesanan kebab beberapa pax. Ternyata yang lain mau ngintilin. Laba nggak seberapa, rugi iya kalau kudu naik mobil. Si Kakak kayaknya bisa membaca pikiran ayahnya.

“Kita naik motor aja yuk? Sekali-kali ngerasain perjuangannya ayah naik motor Semarang Muntilan?” usul si Kakak.
“Gassss ...”

Obrolan di awal Juni lalu membuat kami benar-benar melakukan touring. Ini adalah pengalaman Kakak dan Adek naik motor ke Semarang. Tentu saja bikin mereka excited dengan perjalanannya. Sejak malam sebelum jalan mereka sudah mempersiapkan apa saja yang harus dibawa. Biasanya mereka langsung taruh barang di koper. Hari itu kami harus mempersiapkan segala sesuatunya dalam tas ransel.

Awalnya kami nggak punya tujuan. Pokoknya asal nyampe Semarang ajalah. Saya sudah membayangkan anak-anak bakal mengeluh dengan perjalanan kali ini. Bukan sesuatu yang ringan naik motor sejauh hampir 100 km yang biasa ayahnya tempuh dalam waktu tiga jam.

Dari awal Paksu sudah kasih briefing ke anak-anak. Kami sepakat setiap satu jam sekali akan berhenti untuk beristirahat. Akan tetapi kami juga menghitung waktu bahwa hari itu adalah hari Jumat sehingga Paksu menargetkan untuk sampai di Masjid Jami’ Istiqomah Ungaran untuk shalat Jumat.


Perjalanan menuju Semarang


Kami berangkat jam 09.30. Saya bonceng Paksu, Kakak bonceng Adek. Kalau melihat ekspresi mereka sih kelihatannya bahagia di awal perjalanan. Kecepatan motor pun standar aja, paling nggak 50 atau 60km/jam. Itu pun sudah bikin saya nengok melulu ke belakang.

Satu jam perjalanan kami sampai di depan Masjid Miftahul Jannah Banaran Desa Bedono Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang. Kami pun berhenti untuk beristirahat. Ada sebuah saung yang berada di sisi utara masjid. Saung itu pun cukup luas ketika kami tempati berempat. Adek langsung tidur tengkurap di ikuti Kakak yang berbaring di sebelahnya.

“Pegel,” katanya sambil tertawa.

Perjalanan touring menuju Semarang


Di sebelah saung, berjejer beberapa penjual jajanan. Ada bakso, dawet, mie goreng, serta siomay. Harganya pun murah banget. Paksu memesan bakso empat mangkok. Satu mangkoknya seharga Rp. 5.000,-. Rasanya lumayanlah, apalagi untuk harga segitu.

Suasana di situ cukup sejuk. Mungkin karena berderet pohon-pohon tinggi yang menjadi hutan buatan. Sesekali terdengar suara burung yang terbang melintas di pohon-pohon yang tinggi menjulang. kami beristirahat sekitar 20 menit. Lantas kembali melakukan perjalanan.

Salah satu pemandangan favorit ketika melintas di area Banaran adalah kebun kopi. Mungkin juga ada pohon cokelat. Dulu pernah melihat di area itu pun ada tanaman cokelat. Terhampar luas sampai beberapa kelokan jalan. Meskipun saya hidup di desa. Melihat sawah dan pepohonan di tempat lain pun saya masih merasa takjub dengan keindahan tersebut.

Melintasi jalan utama Semarang Magelang ini sempat terganggu dengan pelebaran jalan di daerah Jambu. Sempat terjadi macet panjang. Salah satu keuntungan perjalanan kali ini adalah dengan mengendarai sepeda motor kami masih bisa mencari celah di antara kendaraan-kendaraan berstang bundar. Sempat khawatir kalau Adek dan Kakak tertinggal jauh karena Paksu yang lincah mencari celah. Saya dan Kakak pun saling mengirim shareloc terkini supaya sama-sama terpantau.

Tak berapa lama motor kami sudah berurutan. Paksu agak mempercepat laju kendaraan bermotor untuk mengejar waktu shalat Jumat. Benar saja. Saat kami memasuki halaman masjid Jami’ Istiqamah Ungaran adzan sedang berkumandang.

Turun dari sepeda motor, Kakak nggelendot ayahnya sebentar.

“Ayah kok kuat naik motor seminggu sekali bolak balik gini. Makasih ya, Yah,” kata Kakak sambil menatap ayahnya dengan rasa sayang.

Paksu tertawa dan mengelus kepala Kakak sekilas. Saat Paksu dan Adek masuk ke dalam masjid, saya dan Kakak istirahat di teras. Beberapa perempuan terlihat menunggu di sepanjang teras masjid tersebut. Kakak langsung menggelosor, mengistirahatkan punggungnya. Tak berapa lama terdengar dengkur halus si Kakak. Selama ini Kakak selalu tidur jika perjalanan ke Semarang. Sering kali lima menit mobil baru jalan ia sudah terlelap dan terbangun sudah keluar pintu tol Gayam Sari. Kali ini ia terpaksa terjaga sepanjang perjalanan.

Setelah Paksu dan Adek shalat Jumat kami melakukan perjalanan kembali. Silaturahmi ke adik suami, ke rumah eyangnya anak-anak, dan terakhir menyambangi kakak sepupu saya di Bukit Semarang Baru. Kami menginap di sana. Kami pun merencanakan sesuatu saat perjalanan pulang esok hari.

Perjalanan Menuju Bukit Cinta, Rawa Pening


Kami berangkat lebih lambat 30 menit dari rencana awal. Kakak sepupu saya ngajak olah raga dulu di danau buatan di depan cluster perumahannya. Dari BSB kami menyusuri jalan tembus menuju Ungaran via Gunungpati. Meski jalan berkelok dan naik turun lumayan tajam. waktu tempuh 25 menit kami sudah sampai di pertigaan Jalan Ungaran – Cangkiran.

perjalanan wisata Kabupaten Magelang

Kali ini kami tanpa istirahat langsung menuju sebuah tempat wisata di area Banyubiru Kabupaten Semarang. Melewati jalan lingkar setelah melewati terminal Bawen. Dari kejauhan kami sudah bisa melihat Rawa Pening yang legendaris itu.

Bukit Cinta adalah tujuan kami. Setelah satu jam perjalanan kami pun sampai di depan Gerbang Bukit Cinta dimana kita juga bisa melihat keindahan Rawa Pening. Masih sepi sih, karena kami sampai sana sekitar jam 08.30. Agak kesel lupa nggak foto area masuknya. Ada sedikit kendala saat mau masuk ke area parkir karena sistem barrier gate nya error.

Saya harus membayar Rp. 60.000,- untuk empat orang jika ingin masuk ke area wisata Bukit Cinta. Di beberapa tempat terlihat berbagai patung dan relief dari hikayat Baru Klinting. 

Rawa Pening


Tahu kan siapa si Baru Klinting? Kalau kalian suka baca cerita legenda pasti nggak asing lagi dengan si naga besar salah satu tokoh penting dalam legenda terjadinya Rawa Pening. Ada berbagai versi tentang legenda terjadinya Rawa Pening. Dan inilah salah satu cerita yang banyak berkembang di masyarakat.

Cerita Tentang Legenda Rawa Pening

Legenda Baru Klinting


Di sebuah desa bernama Ngasem yang terletak di lembah antara Gunung Telomoyo dan Gunung Merbabu, Semarang, Jawa Tengah. Tinggallah suami istri bernama Ki

Hajar dan Nyai Selakanta, yang sangat dihormati oleh masyarakat sekitar karena sikap ramah dan selalu membantu orang lain. Namun, hidup mereka belum lengkap karena belum dikaruniai seorang anak.

Suatu hari, Nyai Selakanta yang sedang merenung mengungkapkan keinginannya untuk memiliki seorang anak kepada Ki Hajar. Ki Hajar kemudian meminta izin untuk pergi bertapa di Gunung Telomoyo. Pada saat Ki Hajar pergi, Nyai Selakanta merasa mual dan muntah-muntah. Ia menduga bahwa dirinya sedang hamil. Dugaannya benar. Ia pun menyambut dengan suka cita. Ternyata setelah sembilan bulan Nyai Selakanta melahirkan. Seorang anak berupa seekor naga lahir dari rahimnya. Lantas si bayi naga itu diberi nama Baru Klinthing, mengambil nama dari salah satu pusaka suaminya.

Meskipun Baru Klinthing memiliki wujud naga. Ia memiliki kemampuan berbicara seperti manusia. Nyai Selakanta merasa malu melahirkan anak berwujud naga.Perempuan ini pun merencanakan untuk membawanya ke Bukit Tugur agar jauh dari warga desa. Sebelum pergi, Nyai Selakanta merawat Baro Klinthing secara rahasia tanpa diketahui oleh orang lain.

Baru Klinthing tumbuh dewasa dan ingin tahu tentang ayahnya. Nyai Selakanta menceritakan tentang Ki Hajar yang sedang bertapa di lereng Gunung Telomoyo. Ia meminta Baru Klinthing untuk menyusulnya dengan membawa tombak pusaka milik Ki Hajar. Itu sebagai bukti bahwa Baru Klinting adalah anak Ki Hajar dan Nyai Selakanta. Baru Klinthing menemui ayahnya di lereng Gunung Telomoyo dan membuktikan tentang hubungan mereka dengan tombak pusaka. Ki Hajar belum percaya secara sepenuhnya. Ki Hajar kemudian menyuruh Baru Klinthing untuk melingkari Gunung Telomoyo. |Hal itu dilakukan dengan mudah berkat kesaktian Baru Klinting. Ki Hajar akhirnya percaya bahwa naga tersebut adalah anaknya yang lahir dari rahim Nyai Selakanta. Ki Hajar kemudian memerintahkan anaknya untuk bertapa di Bukit Tugur supaya tubuhnya berubah menjadi manusia seutuhnya.

Sementara itu, di desa yang bernama Desa Pathok. Penduduknya kaya dan angkuh. Mereka merencanakan pesta sedekah bumi. Mereka pergi berburu dan menemukan Baru Klinthing yang sedang bertapa. Mereka menangkap dan membunuhnya. Kemudian dagingnya dimasak untuk hidangan pesta panen. Ketika warga desa sedang berpesta, datanglah seorang anak laki-laki yang penuh luka pada tubuhnya dan memiliki bau yang amis. Anak laki-laki ini adalah penjelmaan Baru Klinthing. Baru Klinthing bergabung ke dalam keramaian dan meminta makanan kepada warga, tapi tidak ada satupun warga yang mau memberinya makan. Bahkan, para warga memaki-maki dan mengusir Baru Klinthing karena baunya yang tidak sedap.

Baru Klinthing pergi meninggalkan desa dan bertemu dengan seorang janda tua bernama Nyi Latung. Janda ini kemudian memberinya makanan yang lezat. Melihat perilaku buruk penduduk desa, Baru Klinthing ingin memberi pelajaran pada mereka. Ia berpesan kepada Nyi Latung untuk mempersiapkan lesung, sebuah alat untuk menumbuk padi. Nyi Latung disarankan untuk naik ke lesung jika ada suara bergemuruh. Kemudian Baru Klinting kembali ke pesta panen.

Ia menancapkan lidi ke tanah dan meminta penduduk desa untuk mencoba mencabutnya. Awalnya masyarakat desa Pathok meremehkan. Mereka ramai-ramai mencoba. Tapi tidak ada yang bisa mencabutnya kecuali Baru Klinthing sendiri. Saat lidi dicabut, keluar air yang makin lama membesar dan menimbulkan suara bergemuruh. Semburan itu makin membesar dan menimbulkan banjir. Penduduk desa berlarian mencoba menyelamatkan diri. Akan tetapi derasnya air membuat desa terendam banjir. Desa itu kemudian berubah menjadi danau yang kemudian kita dikenal dengan Rawa Pening

Satu satunya penduduk selamat adalah Nyi Latung yang menjadikan lesungnya sebagai perahu. Baru Klinting pun kembali berubah menjadi naga yang menjaga Rawa Pening.

Setiap cerita yang beredar di masyarakat selalu memiliki pesan kebaikan. Menurut saya cerita ini berbicara tentang kesabaran, kepercayaan, dan kasih sayang. Selain itu, cerita ini juga mengajarkan nilai-nilai seperti ketekunan, kebaikan hati, penghargaan terhadap kemampuan setiap individu, cinta orang tua, memberi kesempatan pada orang lain untuk membuktikan diri, dan kepercayaan pada diri sendiri.

Bukit Cinta, Rawa Pening, Wisata Murah Meriah di Kabupaten Semarang


08.30 suasana di Bukit Cinta di hari Sabtu masih sepi. Di depan kami sepasang laki-laki dan perempuan baru saja melewati loket dan langsung berjalan menyisir pinggir danau. Sementara saya, Adek, dan Kakak naik ke arah pendopo tak jauh dari pintu masuk. Sementara Paksu berjalan-jalan menyisir danau.

“Duh ... pengen pup. Bawa sabun nggak, Nda?” tanya Kakak sambil meringis.
“Waduh, sabunnya ketinggalan di BSB je,” kata saya.
“Waduuuhh ... udah nggak tahan ini. Gimana ya?”
“Ke toilet aja. Siapa tahu ada sabun di sana.”

Si Kakak pun langsung menuju toilet yang tak jauh dari pendopo. Saya dan Adek sama-sama memotret suasana yang ada di sana. Di dekat pendopo, ada sebuah petilasan dimana ada beberapa sesaji di sana. Tertulis di sana “Petilasan Ki Godo Pameling sampai Moksa.” Konon orang-orang meminta barokah dan pesugihan di tempat ini.

Terjadinya baru klinting

Saya dan Adek menikmati pemandangan danau dari area pendopo. Bukit Brawijaya terbentang menjadi background danau Rawa Pening. Bersyukurnya pas saya di sana cuaca begitu cerah. Jadi kontras banget warna biru dan hijau mendominasi keindahan pagi itu.

Tak berapa lama Kakak datang sambil tersenyum.

“Toiletnya nggak ada sabunnya. Sayang lho. Padahal tempat udah bersih begini. Harusnya pengelola tempat ini juga mesti mikirin. Kalau ada para penjual makanan dan kita bisa dine in. Kan ada kemungkinan orang juga pengen buang hajat dan butuh pembersih yang memadai,” kata Kakak.

Iya juga sih. Mungkin itu bisa menjadi saran bagi pengelola untuk menambahkan sabun sebagai perlengkapan kebersihan. Apalagi di area wisata ini masih banyak wastafel-wastafel yang masih berfungsi. Ada baiknya jika disediakan sabun seandainya butuh cuci tangan di area wisata tanpa harus ke toilet kan?

rawa pening


Kami pun turun ke area bawah. Beberapa rombongan keluarga terlihat mulai berjalan-jalan di pinggir danau. Beberapa saya lihat anggota rombongan yang sudah lansia duduk-duduk di saung-saung yang disediakan di bawah bukit. Saung-saung itu terlihat bersih dan lumayan luas kalau digunakan untuk rombongan keluarga. Selain tempat duduk, ada beberapa stop kontak listrik yang tersedia di setiap saungnya. Lumayan juga nih, bisa sekalian ngecas ponsel kalau pas habis baterai.

legenda baru klinting

“Aku pernah baca di Bukit Cinta itu ada mitosnya ya? Tapi aku lupa,” kata Kakak sambil memotret lansekap yang ada di depannya.
“Katanya kalau lagi pedekate jangan dibawa ke sini gebetannya. Ntar nggak jadian,” jawab saya.
“Masa sih?” Kakak memastikan sambil tertawa.
“Mau nyoba?”

Kakak terkekeh. Kemudian lanjut memotret apapun yang menarik perhatiannya.

Daya Tarik Bukit Cinta Rawa Pening

Namanya juga tempat wisata. Seperti sebuah masakan, tentu saja ada signature yang tak dapat dirasakan di kuliner lain. Begitu juga Bukit Cinta. Tempat ini memiliki keistimewaan sebagai tujuan wisata.

Keindahan Alam
Seperti yang sudah saya sebutkan di atas bahwa keindahan pemandangan di area Bukit Cinta ini menjadi salah satu daya tarik. Wisatawan bisa melihat Gunung Telomoyo dan Gunung Merbabu dari kejauhan. Bukit Brawijaya yang mengelilingi kawasan danau bisa menjadi latar belakang. Nggak kalah cantiknya dengan wisata alam lain.

rawa pening


Jembatan Kayu
Menurut saya salah satu spot menarik di Bukit Cinta adalah jembatan kayu di sepanjang pinggir danau. Ada semacam aula yang bisa dipakai untuk kegiatan kesenian ataupun acara resmi. Apalagi untuk acara pernikahan entah akad maupun resepsinya. Wah ... cantik banget kayaknya apalagi pas ada sunset. Fotonya pasti keren banget. Saya banyak berfoto dengan keluarga saat di jembatan itu. Anak-anak pun sempat mengabadikan beberapa spot di jembatan itu.

Rawa Pening


Berperahu di Rawa Pening

berperahu di rawa pening

Sebenarnya sih pengen nyobain vibes naik perahu dan menikmati berada di tengah danau Rawa Pening. Sayangnya tukang perahu belum datang. Selain itu kami memiliki keterbatasan waktu karena bakda Dhuhur Adek ada kegiatan sehingga kami melewati kesempatan itu. Kalau ada kesempatan balik ke Bukit Cinta mau deh nyobain berperahu.

Berperahu di bukit cinta


Di dermaga sudah tertulis tarif-tarif berperahu. Penumpang pun diharuskan memakai pelampung untuk keamanan. Di sana disediakan banyak pelampung kok kalau pas rame-rame mau berperahu. Jadi nggak perlu khawatir tentang keselamatan penumpang ya?

Spot foto yang instagramable
Beberapa wisatawan berfoto di spot yang berada di area belakang dari Bukit Cinta. Salah satunya spot gembok cinta. Nggak cuma anak muda saja yang berfoto di area itu. saat saya ke sana malah ada rombongan keluarga dan ibu-ibu yang berfoto di area itu.

bukit cinta


Playground
Pengelola Bukit Cinta juga menyediakan area permainan anak-anak. Jika anak-anak bosan menikmati pemandangan di Bukit Cinta ajak saja di area ini. ada beberapa permainan anak-anak yang bisa membuat anak-anak bersenang-senang di sana.

Rawa Pening


Di dekat area playground ada sebuah menara. Saya sebenarnya pengen deh naik ke atas menara. Sayangnya menara itu dikunci permanen. Mungkin khawatir ada kejadian yang tak diinginkan ya? Apalagi tempatnya pun bersebelahan dengan area playground dimana anak-anak suka bereksplorasi apa saja.

RAwa Pening


Saat waktu menunjukkan pukul 09.45 kami pun beranjak pulang. Kami harus memutar jauh menuju pintu keluarnya. Kami melewati penunjuk dermaga jetski. Sayangnya belum dioperasikan. Pasti makin menarik wisatawan yang suka dengan wisata air.

Rawa Pening


“Capek Yah, kenapa kita nggak lewat sana aja yang lebih deket ke parkiran motor? Kalau gini kita kayak di prank nggak sih?” keluh Kakak sambil menunjuk loket pintu masuk.

“Namanya pintu masuk dan pintu keluar kan sudah ada jalurnya. Nggak papa sih, sekalian jalan-jalan,” kata Paksu sambil menyeret tangan Kakak.

Kami memang berjalan memutar. Bahkan harus keluar jauh dari parkiran. Bisa jadi hal ini supaya wisatawan juga melewati pedagang kuliner yang ada di area dekat pintu keluar ya? Mungkin perlu ada penataan yang lebih menyenangkan bagi kedua belah pihak. Pedagang mendapat eksposure dan wisatawan juga nggak merasa di prank harus muter jauh banget untuk sampai ke parkiran.

Salah satu wisata kuliner di Kabupaten Semarang  

Sebelum benar-benar pulang kami menyempatkan diri untuk makan di Soto Sedeep yang ada di Jalan Magelang Semarang, tepatnya Jalan Ambarawa-Magelang km. 5, Dedor Ngisrep Jambu di Kecamatan Jambu Kabupaten Semarang. Tempat itu termasuk menjadi favorit kami saat pulang dari Semarang. Tempatnya luas, pilihan lauknya pun beragam. Di tempat itu tak hanya menyediakan soto saja. Berbagai pilihan makanan pun bisa dipesan, misalnya ayam goreng, nasi goreng, Mie Jawa, Gongso dan beberapa menu lainnya.

Kuliner Kabupaten Semarang

Selain itu Soto Sedeep juga menyediakan makanan prasmanan yang menjadi alternatif bagi calon konsumen yang ingin menu rumahan. Berbagai pilihan sayur dan lauk ada di meja khusus yang berdekatan dengan semacam stall gorengan dan lauk.

Kami pun berangkat menuju Muntilan sekitar jam 11.00. Kali ini Kakak yang jadi driver saya. Karena kami tak memiliki kepentingan untuk sampai secepatnya. Kami pun jalan santai di sepanjang perjalanan.

“Ayah kuat banget ya, Nda? Bisa loh motoran kayak gini seminggu sekali. Sekali jalan hampir 100 km loh. Aku yang umurnya jauh di bawah Ayah aja capek banget rasanya. Perjuangan Ayah luar biasa, ya Nda? Jadi makin hormat dan sayang sama Ayah,” teriak Kakak mencoba mengalahkan deru angin supaya saya mendengar kata-katanya.

Matahari kian terik. Namun hati saya kok maknyes gitu denger kata-kata Kakak. Sebuah perjalanan berwisata yang mengandung banyak hikmah. Dan tentunya bakal kami ulangi lagi. Kami merasa belum puas sih eksplorasi wisata-wisata yang tak harus menyita waktu perjalanan. Next kayaknya pengen balik lagi ke Bukit Cinta buat ngerasain berperahu di tengah Rawa Pening. Siapa tahu jetski nya juga sudah mulai beroperasi. Ngebayangin nyobain jetski aja udah bikin hepi. Menurut kalian, kami harus mampir kemana nih kalau pas touring lewat area Kabupaten Semarang?

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti Lomba Blog Pesona Wisata Kabupaten Semarang

Sabtu, 03 Juni 2023

Belajar Berkreasi dan Berempati Melalui Talent Bazaar di Yogyakarta Independent School
Sekolah internasional di Yogyakarta


Assalamualaikum temans,
Sejak anak-anak berada di Kelompok Bermain, saya berusaha menemukan apa yang menjadi bakat kedua anak saya. Saat anak-anak usia balita belum terlihat apa yang benar-benar disukai. Keduanya masih mengikuti apa yang menjadi arahan saya ketika melakukan hal-hal yang menyenangkan untuk mengeksplorasi kemampuan anak-anak.

Sampai kemudian keduanya di usia SD. Saya menemukan bakat si Kakak. Sejak kecil dia sangat menyukai buku. Bacaannya beragam. Mulai dari pengetahuan umum hingga fiksi. Lama lama saya melihat kecenderungannya menyukai bacaan fiksi. Di luar membaca, ia juga suka menulis cerita. Cerita-cerita sederhana saja sebenarnya. Menulis ulang dari apa yang ia baca atau bercerita tentang kesehariannya. Beberapa kali saya ikutkan lomba belum menuai hasil.

Ketika ia berada di bangku SMP klas tujuh ia mengikuti seleksi Akademi Remaja Kreatif Indonesia (ARKI) yang diadakan Kemdikbud. Ternyata ia lolos. Prestasi tertingginya sebagai finalis kepenulisan skenario. Ia pun berangkat ke Jakarta untuk mengikuti serangkaian acara ARKI. Kebiasaan menulisnya tetap dilakukan. Hingga di bangku SMA klas 10 ia menulis naskah tentang motivasi remaja dan naskahnya diterbitkan oleh penerbit nasional saat ia klas 11. Buku motivasi remaja islami itulah menjadi karya pertamanya.

Sementara Si Adek begitu aktif kinestetiknya. Ia suka dengan kegiatan luar ruang. Memang ia juga suka membaca. Namun rasa sukanya pada buku tak sebesar kakaknya. Semakin lama ia terlihat lebih menyukai kegiatan olah raga. Beberapa kali ia lolos menjadi tim futsal sekolah dan bertanding di mengikuti berbagai kejuaraan. Suatu saat, ia mengikuti seleksi sekolah untuk mengikuti lomba tapak suci. Ternyata ia lolos dan mengikuti kejuaraan di berbagai tingkat. Sampai kemudian ia menjadi juara 1 lomba tapak suci se kabupaten Magelang. Ia pun mewakili Tapak Suci untuk mengikuti lomba Pencak Silat untuk Pekan Olah Raga Daerah dan mendapat peringkat III se Kabupaten Magelang saat di SD maupun SMP.

Jadi orang tua emang kudu sabar mengeksplorasi kemampuan anak-anak. Dan saya suka banget kalau ada sekolah yang support banget dalam mengeksplorasi minat dan bakat siswa dan siswinya.

Talent Bazaar di Yogyakarta Independent School.


Sekolah internasional di Yogyakarta


Setiap kali berkunjung ke Yogyakarta Independent School selalu saja ada yang baru buat saya. Beberapa bulan lalu saya sempat melihat pembelajaran sains dan multikultural melalui kegiatan memasak. Kali ini sekolah internasional di Yogyakarta tersebut mengadakan talent bazaar. Penasaran nggak ada apa di talent bazaar ini?

Talent bazaar adalah sebuah kegiatan bersama antara anak dan orang tua. Kegiatan ini dibuat sebagai penutup ujian akhir tahun akademik untuk anak-anak yang berada di Middle Years Programme. Selain itu talent bazaar menjadi salah satu kegiatan untuk memperkuat ikatan antara orang tua dan anak, juga mempererat civitas akademika Yogyakarta Independent School.

Pada kesempatan ini YIS memberikan ruang kepada semua yang tergabung dalam keluarga Yogyakarta Independent School untuk memperlihatkan minat dan bakat anak-anak serta berbagai kreasi. Mereka pun bisa mengumpulkan dana untuk kegiatan amal.

Siswa, guru dan orang dua pun didorong untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mereka mengisi stan-stan yang disediakan baik secara individu maupun kelompok. Mereka bisa memamerkan dan menjual produk yang mereka buat.

Ada berbagai macam produk yang dijual di talent bazaar tersebut. Ada makanan, minuman, asesoris, buku, mainan, pakaian, bahkan saya melihat ada yang menjual semacam bonsai. Semuanya antusias ketika melakukan berbagai persiapan pagi itu. Dari sekolah menyediakan meja dan kursi untuk masing-masing booth. Mereka pun menghias dan memberikan berbagai properti untuk menarik hati calon konsumen.

Pelaksanaan Acara Talent Bazaar Yogyakarta Independent School

Sekolah internasional di Yogyakarta


Saat sampai di sekolah internasional ini saya disambut oleh gerbang dengan balon-balon yang cukup meriah. Beberapa siswa dan orang tua sedang menata booth-booth yang sudah disediakan. Masuk ke area event saya sudah merasakan vibes dari kemeriahan talent bazaar ini.

Saya senang melihat antusiasme anak-anak berpartisipasi dalam acara ini. Entah dari anak-anak yang tergabung di Primary Years Programme sampai anak-anak yang berada di Diploma Programme sibuk mempersiapkan apa yang akan mereka tampilkan.

Acara dimulai jam 09.00. Penampilan dance dari anak-anak PYP grade 4 membuat acara jadi lebih meriah. Tiga dance dengan lagu-lagu dari Korea menghangatkan suasana. Salah satunya yang sedang viral yaitu Flower dari Jisoo Black Pink membuat beberapa anak dan orang tua bersorak. Diselingi permainan drum dari anak PYP yang mendapatkan applause dari siapapun yang berada di sana.

Setelah itu bazaar dibuka. Para orang tua saling membeli produk anak-anak. Begitu juga anak-anak yang kelihatan excited jajan produk yang dijual temannya. Saya pun ikut larut dalam kegembiraan hari itu. Senang melihat Jian dan Soo Min yang cekatan membuat fruit snacks. Tertawa geli melihat Natyo, Paarth dan Jeevan sibuk membuat burger. Anak-anak ini menyusun burger saking excitednya menumpuk keju slice sampai tiga helai.

Ada Sinyo dan Priyanka di booth tarot. Ternyata cukup rame booth ini. Anak-anak remaja bergantian dibaca nasib percintaannya. Bahkan saya lihat ada orang dewasa pun yang dibaca nasibnya di booth ini. Si pembaca kartu tarot pun maksimal aksinya. Kostum dan make up mendukung banget penampilannya.

Anak-anak yang tak terbiasa jajan pun terlihat begitu hepi belanja dari satu booth ke booth yang lain. Saling membeli antar pemilik booth. Dengan uang sepuluh ribu rupiah mereka bisa mendapatkan produk yang ada di sana.

Hasil dari Talent Bazaar ini sebanyak 10% didonasikan ke Yayasan Hati Gembira Indonesia. Organisasi Nirlaba ini bergerak memperjuangkan pendidikan untuk anak-anak yang berada di daerah tertinggal. Ini menjadi bagian dari MYP Service as Action and DP CAS (Creativity, Activity, Service) dalam belajar melakukan kebaikan. Meskipun ini adalah hal kecil, namun akan menimbulkan manfaat yang besar buat orang lain.

Sebuah pembelajaran bagi anak-anak Yogyakarta Independent School untuk selalu memberikan makna di setiap aktivitas. Mereka belajar untuk berkreasi, membuat inovasi namun juga belajar berempati bagi mereka yang membutuhkan.

Senin, 29 Mei 2023

Dibalik Cerita Bapak Naik Haji
Naik haji bagi yang mampu


Tahun 1998. Saat naik haji tak perlu ada waktu tunggu. Karena merasa lebih sulit mendaftar lewat Kabupaten Magelang. Bapak pun naik haji via KBIH Multazam Jogja. Saat itu belum banyak bimbingan haji seperti sekarang. Keinginan Bapak saat itu berhaji dengan Ibuk. Ongkos Naik Haji beserta uang saku sudah disiapkan.

Sebelum Bapak Naik Haji

“Ir, kalau Bapak naik haji sama Ibuk gimana?”
“Ya nggak papa to wong Bapak jadi ada temennya, nggak cuma sama Bude aja.”

Begitu percakapan saya dan Bapak waktu itu. Pertanyaan itu dilempar ke Dik Nisa yang saat itu masih klas II SMA. Jawabannya pun kurang lebih sama. Dik Nisa pun tak berkeberatan. Apalagi ada saya yang sudah lulus DIII saat itu. Jadi bisa menemani dan mengurusi adik-adik di rumah. Satu langkah lagi, Ibuk akan mendaftar haji bersama Bapak.

Saya ingat betul waktu itu. Ibuk, saya dan Dik Rahma ada di meja makan. Si bungsu ini masih klas II SMP. Anak ragil yang masih mbok-mboken. Yang manjanya nggak ketulungan. Dikit-dikit ngerengek, bikin kesel.

Selesai makan siang, kami masih ngobrol di meja makan. Lalu pelan-pelan Ibuk bertanya pada Dik Rahma.

“Ma, kalau Ibuk tindak haji sama Bapak gimana?”
Senyum Dik Rahma spontan hilang. Matanya mulai berkaca-kaca.
“Boleh nggak?”
Dik Rahma memeluk Ibuk. Tangis yang tadi tertahan ia lepaskan. Ibuk hanya tersenyum sambil menatap saya. Agak lama ia tersedu di pelukan ibuk. Saat sudah tenang saya ikut angkat bicara.
“Nggak papa to Dik? Wong Mbak Ifa ya di rumah kok.”
Dia yang sebenarnya sudah mulai tenang mewek lagi. Kepalanya menggeleng tanda tak setuju.
“Kenapa to, Ma?”
“Mbok naik hajinya satu-satu dulu. Jangan barengan.”
“Emangnya kalau barengan kenapa?”
Dia mewek lagi. Ngeselin.

“Lha kalau nanti ada kejadian di sana trus meninggal semua gimana?”
Saya dan Ibuk ketawa bareng. Memang beberapa tahun sebelumnya ada Tragedi Mina dimana banyak orang yang meninggal karena berdesakan dan terinjak di sana.
“Hidup dan mati itu yang punya Allah, Ma. Jangan mikir kejauhan.”
“Pokoknya aku nggak mau kalau Ibuk naik haji bareng Bapak. Tahun depan aja gantian.”

Karena Dik Rahma benar-benar nggak mau ditinggal. Akhirnya Bapak mendaftar haji hanya bareng dengan Bude Fathonah, kakak perempuan Bapak. Sementara itu ONH yang sudah disediakan dibelikan mobil dagangan. Saat itu Bapak memang lagi belajar jual beli mobil. Pemikiran Bapak saat itu, tahun depannya Ibuk yang naik haji. Biayanya ya mobil itu dijual lagi. Beberapa bulan setelah pendaftaran, Bapak pun berangkat haji.

Cerita Setelah Bapak Kondur Haji

Pulang haji, sekitar 15 hari di rumah. Mobil yang dibeli Bapak dengan uang yang rencananya dijadikan ONH Ibuk disewa orang. Yang melepaskan kunci adalah supir bapak. Nggak tahunya mobil itu dilarikan orang.

Bapak pun berusaha melacak mobil yang dilarikan orang. Wira wiri nggak kenal capek. Seminggu pencarian belum menampakkan hasil. Bahkan polisi yang dimintai tolong pun ngemplang Bapak, minta uang melulu hasilnya nggak ada.

Ujian keluarga kami belum selesai. Adik Ibuk yang ada di Tegal terkena stroke. Mau tak mau Bapak yang baru saja pulang dari Surabaya hanya beristirahat sejenak lalu berangkat lagi ke Tegal. Setelah itu kondisi Bapak tak fit sampai beberapa hari. Lantas ketika periksa, ternyata Bapak terkena hepatitis.

Mulai hari itu. Sampai setahun kemudian. Total Bapak keluar masuk rumah sakit sampai enam kali. Mulai Bulan Juni 1998 sampai Juni 1999. Sempat Bapak masuk kerja selama tiga minggu, namun tak lama kemudian masuk rumah sakit lagi.

21 Juni 1999 Bapak meninggal. Ditunggui oleh kami istri dan anak-anaknya. Aku menalqin di telinga kiri, Ibuk menalqin di telinga kanan. Saudara dan kerabat menunggu di luar ruangan. Bapak pergi dalam pelukan Ibuk.

Yang tak pernah terbayang sampai sekarang. Hal ini membekas di lubuk hati Dik Rahma. Penyesalan tanpa henti selalu keluar dari mulutnya.

“Kalau aku ngebolehin Ibuk naik haji, Bapak mungkin masih sehat.”

Selalu kata-kata itu diulang meskipun kami juga selalu mengatakan bahwa Bapak sedo karena memang takdir Allah menentukan umur Bapak hanya sampai batas 57 tahun. Begitu lama luka batinnya ia bawa.

Ibuk sendiri naik haji pada tahun 2008. Saat itu alhamdulillah pulang dalam keadaan sehat meskipun sebenarnya Ibuk masuk kategori pasien resiko tinggi karena pernah terkena stroke di tahun 2004. Dan Ibuk menyusul Bapak di tahun 2014.

Bapak pergi sudah 24 tahun. Lebaran lalu kami kembali bercerita tentang hal itu. Dik Rahma masih meneteskan air mata. Meskipun ia bilang bahwa ia sudah baik-baik saja. Sudah menerima takdir Allah jika ia mendapatkan kesempatan bersama Bapak hanya sampai usia 15 tahun.

Semoga Bapak dan Ibuk mendapatkan tempat yang paling indah di sisi Allah. Aamiin.

Sabtu, 27 Mei 2023

Coldplay, Lagu, dan Fragmen Kecil di Hidup Saya
Lagu lagu cold play yang terkenal
cr : suara.com


Saya lebih tahu lagunya duluan ketimbang Coldplay sendiri. Karena suka banget nontonin The Voice Amerika dan Inggris sejak tahun 2015. Jadi banyak denger musik berbagai genre. Padahal sebelumnya ya seperti remaja tahun sembilan puluhan yang cinta mati sama classic rock. Saat lagu-lagu Bon Jovi, Gun N Roses, White Lions, Europe atau Firehouse sampai sekarang masih nempel liriknya di kepala. Pada akhirnya di tahun 2015 kenal lagu-lagunya Sia, Coldplay, Beyonce, Taylor Swift, John Legend, Callum Scott, atau Little Mix karena nontonin The Voice di Youtube

Lagu dan Fragmen Kecil di Hidup Saya


Dengerin Viva La Vida pertama kali waktu acara Indonesia’s Got Talent sekitar tahun 2014. Saat itu Ari Lasso menjadi salah satu jurinya. Abe, anak ketiganya memberikan surprise. Abe yang waktu itu baru klas dua SD mau menyanyi di atas panggung padahal sebelumnya sama sekali tak suka memperlihatkan kemampuannya bernyanyi. Ari Lasso terperangah melihat Abe lantas memeluknya haru. Kemudian mereka berdua menyanyikan Viva La Vida, lagu yang disuka oleh Abe.

Fix You sering banget dinyanyiin oleh peserta The Voice di luar The Scientist dan A Sky Full Of Stars. Namun bagi saya Fix You lebih kena di hati. Saya ingat saat itu dua insan yang mencoba menjalani taaruf sebelumnya suka mendengarkan Fix You di ruangan yang sama dengan saya. Laki-laki dan perempuan muda yang sama-sama kecewa dengan kisah sebelumnya. Dalam diam mereka mendengarkan Fix You. Melihat kecondongan hati mereka saya berusaha mengenalkan keduanya lewat taaruf. Saya berhasil mengantarkan mereka sampai tahap lamaran dan tinggal tiga bulan lagi menikah. Sayangnya Allah tak menakdirkan mereka untuk bersama. Alhamdulillah, meski mereka move on nya juga lama. Sekitar dua atau tiga tahunan lah mereka kemudian membuka hati menerima orang lain. Saat ini sudah berbahagia dengan keluarga masing-masing. Bisa dibaca kisah mereka di beberapa postingan saya. Ada Bab I, Bab II dan Bab III.

Selanjutnya ada Something Just Like This, kolaborasinya Cold Play dan Chainsmokers. Sering banget lagu ini ditampilkan oleh paduan suara anak-anak. Mungkin karena lagunya yang terdengar riang dan nadanya juga simpel. Dan lagu ini kena di hati saat saya mengunjungi Yogyakarta Independent School.

Saat itu semua grade yang ada di sekolah itu menampilkan pertunjukan di depan wali murid. Anak-anak dari Principal Years Programme, atau setara dengan SD menyanyikan lagu itu bersama-sama. Ada yang fals, tapi masih terdengar lucu. Dan yang bikin hati saya trenyuh ada anak yang berkebutuhan khusus ikut serta dalam paduan suara itu.

Menurut saya, lagu-lagu Coldplay easy listening. Coba aja dengerin Hymne for the Weekend atau Yellow. Sekali dengar nadanya langsung nempel di kepala. Cold Play juga bekerja sama dengan penyanyi lain seperti di Princess Of China berkolaborasi dengan Rihanna. Atau My Universe yang berkolaborasi dengan BTS, grup musik dari Korea Selatan yang banyak banget fans nya.

Cold Play berencana manggung di Indonesia pada bulan November yang akan datang. Euforianya sudah terasa dari sekarang. Tiketnya ludes bahkan sampai inden. Jangan tanya harga di calo tiket. Itu gila-gilaan banget sih kalau menurut saya. Harga sampai 60 juta masih ada yang ngejar loh. Kalian tim nyari tiket sampai dapet, atau tim nunggu postingan orang fyp di tiktok?

Senin, 22 Mei 2023

8 Hal Ini yang Wajib Dicek Saat Service Motor
servis motor di planet ban



Halo temans,

Ibu-ibu biasanya kalau masalah service motor biasanya ngandelin suami atau anak cowok untuk bawa motor ke bengkel. Pokoknya yang penting motor bisa jalan aja. Terkadang bahan bakar aja nggak dicek. Padahal penting banget service motor secara rutin. Biasanya service motor dilakukan saat motor sudah mencapai jarak tempuh tertentu.

Padahal ada banyak bagian yang wajib banget dicek di antaranya memeriksa saluran bahan bakar, kondisi mesin, rem, gas tangan, oli mesin, oli gardan, ban dan sebagainya. Kenapa sih bagian-bagian itu harus dicek? Seandainya nggak dicek gimana?

8 Bagian yang wajib dicek saat servis motor


1. Oli Mesin
Setiap pengguna motor perlu tahu bahwa oli mesin tuh gunanya sebagai pelumas, pendingin, serta pelindung mesin. Itu kenapa, kita para pengguna motor ini harus banget rutin mengganti oli sesuai jarak tempuh yang tercapai. Biasanya pabrikan merekomendasikan penggantian di 2.500 km. Pengguna motor cukup membayar biaya pembelian oli (harga tergantung merek) dan jasa ganti olinya.
Namun beberapa tahun terakhir sudah ada pabrikan atau retailer otomotif yang berani memberikan rekomendasi penggantian sampai 5000km / 2x lebih lama dari oli biasa. Ini dikarenakan oli yang mereka pasarkan sudah menggunakan teknologi ester. Sehingga wajar sih kalo retailer ini mengklaim bisa 2x lebih lama dari oli biasa, karena memang ini adalah base oil tertinggi di kelas oli.

Servis motor andalan



2. Oli Gardan
Apa sih fungsinya oli gardan? Fungsi oli gardan adalah pelumas gear yang ada di Continuously Variable Transmission (CVT). Waktu penggantiannya menggunakan rumus dua kali ganti oli mesin, lantas dibarengi dengan satu kali ganti oli gardan. Itulah mengapa pengguna motor matic wajib rutin ganti oli gardan.

3. Busi
Kalau motor susah dinyalain, salah satu yang perlu diperiksa adalah busi. Busi adalah bagian motor yang fungsinya mengubah aliran listrik koil menjadi percikan api sehingga mesin bisa menyala. Jika busi tak berfungsi dengan baik menyebabkan motor sulit dinyalakan. Makanya perlu banget busi itu diperiksa pada saat service motor.

4. Kampas Rem
Bisa ngebayangin nggak kalau rem nggak berfungsi? Selain membahayakan diri sendiri hal itu juga membahayakan orang lain bukan? Keamanan dan keselamatan berkendara menjadi faktor utama yang perlu diperhatikan. Nah, Salah satu komponen motor yang pengaruhnya besar pada keselamatan adalah sistem pengereman.
Pengguna motor mesti peka . Jika rem kurang pakem, bisa jadi itu adalah pertanda bahwa kampas rem sudah tipis. Untuk meminimalisir bahaya kecelakaan kondisi kampas rem harus selalu dicek saat melakukan service motor. Kalau memang sudah tipis ya perlu diganti supaya rem bisa berfungsi secara maksimal.\

5. Filter Udara
Coba deh diingat. Pernah nggak motor kita dikendarai rasanya mbrebet bikin jalannya pun tersendat-sendat? Bisa jadi filter udara di motor kita kurang berfungsi. Fungsi filter udara itu menyaring udara yang masuk ke ruang pembakaran supaya kotoran tidak masuk dan menyumbat sistem injeksi dan karburator. Biasanya saat service motor mekanik akan memeriksa dulu sebelum memutuskan perlu tidaknya filter udara harus diganti atau cukup dibersihkan.

6. Aki atau Accu
Fungsi aki dalam kendaraan bermotor adalah menyimpan daya dalam kelistrikan. Jika tak ada atau tak berfungsi busi tak dapat memercikan api dan pembakaran pun tak terjadi. Aki juga menjadi sumber listrik dari komponen lain, misalnya lampu ataupun klakson. Tegangan pada aki idealnya berada pada 12,3-12,6 Volt dalam kondisi mesin mati. Sementara jika mesin menyala, maka tegangan aki berada pada 13,7 - 14,2 Volt. Kalau tegangan aki tak sesuai. ditemukan ada kebocoran, atau kondisi terminal berkarat. Mekanik harus melakukan pemeriksaan secara mendetil. Jika aki sudah tidak layak maka harus segera diganti supaya pemgguna bisa mengendarai motor dengan nyaman.

7. Ban
Kalau pengguna motor terasa goyang saat menikung. Itu tandanya ban motor harus segera diperiksa bahkan jika perlu segera diganti. Pemeriksaan ban juga penting dan dilakukan secara berkala. Bahkan seharusnya sebelum menggunakan kendaraan bermotor pengguna memeriksa kondisi ban terlebih dahulu. Saat service motor, mekanik akan memfokuskan pemeriksaan pada tekanan udara di dalam ban, kondisi ban secara keseluruhan (bannya gundul atau tidak), dan sebagainya.

8. Tune up Motor Rutin
Sesekali sebagai pengguna motor perlu banget memeriksa motor secara keseluruhan tak harus menunggu adanya keluhan pada sepeda motor. Nah, service motor tune up ini adalah servis rutin yang meliputi pemeriksaan semua komponen, terutama komponen-kompenen yang berkaitan dengan kondisi motor secara keseluruhan. Pemeriksaan biasanya fokus pada tekanan ban, kondisi lampu, membersihkan karburator (saringan udara), memeriksa tegangan rantai, rem, dan klakson.
Terkadang tune up disertai dengan ganti oli mesin, ganti oli gardan, atau penggantian sparepart. Biasanya mekanik akan menginformasikan terlebih dahulu kepada pengguna motor. Jika sudah disetujui maka mekanik baru akan mengganti sparepart ataupun melakukan perbaikan.

Bengkel Servis Motor Terbaik

Kalau kita pengen mendapatkan servis terbaik untuk motor kita tentunya kita cari bengkel pilihan yang menjadi jaminan bahwa motor kita bakalan mendapatkan servis dengan hasil layaknya mesin baru. Ada nggak bengkel yang bisa diandalkan memberikan servis terbaik bagi motor kita apalagi dengan biaya yang ramah kantong?

Tentunya ada. Jika ingin performa motor jadi maksimal datang aja ke Planet Ban. Di sana pengguna motor akan mendapatkan servis dengan sistem servis terpadu. Kenapa sih perlu menggunakan sistem ini? Tentunya untuk meningkatkan perfotma dan meng-upgrade ketahanan motor dengan cara yang cepat lagi hemat.

Pemeriksaan ini difokuskan pada pemeriksaan dan perbaikan bagian yang vital. Letaknya tersembunyi dan jarang mendapatkan servis. Termasuk juga jarang dicek atau mendapatkan penyetelan rutin.

Apa saja yang bisa didapatkan jika melakukan servis di Planet Ban?
  • Menggunakan oli dan cairan khusus berteknologi tinggi untuk meningkatkan kinerja motor dan memproteksi mesin. Mesin pun jadi lebih awet.
  • Jika ingin pemakaian menjadi lebih nyaman, tahan lama, mesin dingin, dan tarikan enteng perlu memadukan penggunaan sparepart asli
  • Ganti oli cukup 4-6 bulan sekali saja, atau saat mencapai 5000km. Biaya servis pun jadi lebih hemat.
  • Kita bisa ikut memelihara dan menjaga lingkungan hidup karena emisi dan polusi dari motor berkurang dengan penggunaan oli yang berteknologi tinggi.

Mengapa harus memilih servis motor di Planet Ban

servis motor andalan


Sudah tahu kan manfaat servis motor secara rutin? Jangan sampai telat buat cek rutin motor kalian ya, takutnya kalau kelupaan bisa berabe nih. Apalagi buat kalian yang pakai motor matic. Jangan sampai kelupaan ganti oli motor matic ya? Kalau kehabisan bisa-bisa mesin motor jadi rusak. Daripada turun mesin dengan biaya berjuta-juta, inget-inget aja deh kapan kalian terakhir servis motor kalian.

Gaskeun ya ke Planet Ban kalau kalian pengen servis motor yang performanya jempolan?

Kamis, 18 Mei 2023

Bergerak dan Berdaya untuk Menjaga Bumi Jadi Lebih Baik
Menjaga Lingkungan Hidup
cr : free images


Berpuluh tahun yang lalu kota kecil saya hawanya sejuk banget. Keluar rumah pukul sepuluh pagi saja rasanya masih tak terlalu panas. Sekarang keluar rumah pukul sembilan saja rasanya sudah malas. Apalagi kalau jalan kaki. Rasanya seperti cahaya matahari yang menusuk kulit. Seperti yang saya rasakan saat tinggal di Semarang.

Rasanya bumi ini semakin tua. Bumi juga tak baik-baik saja. Hal ini ditandai dengan berbagai macam perubahan yang ekstrem tentang musim dan cuaca. Dulu begitu mudah kita menentukan bahwa musim penghujan akan datang di bulan Oktober sampai Maret dan Musim Kemarau bakal datang di bulan April sampai September.

Beberapa tahun belakangan saya tak melihat petani di sekitar rumah saya menanam tembakau. Hal ini dikarenakan tembakau bakal mudah layu dan membusuk daunnya jika terkena air hujan. Tentu saja hal itu merugikan petani karena modal awal untuk menanam tembakau sudah cukup besar. Belakangan petani di sekitar rumah saya menanam padi, palawija, ataupun sayur-sayuran dan buah-buahan. Meskipun sebenarnya tanaman-tanaman ini tak aman dari cuaca ekstrim. Sering kali saya lihat tanaman padi tinggal beberapa hari dipanen ambruk karena angin yang sedemikian kencang.

Fakta dan Kondisi Terkini di Indonesia


Saat ini kondisi hutan di Indonesia sedemikian berbeda. Dulu Indonesia dikenal sebagai paru-paru dunia saat Pulau Sumatera, Kalimantan dan Papua masih banyak hutan yang terjaga. Semakin lama dengan perkembangan industri hutan-hutan di Indonesia pun mengalami berbagai eksploitasi. Belum lekang di ingatan kita saat Pulau Sumatera mengalami kabut asap ketika banyaknya pembakaran hutan untuk membuka lahan. Bahkan asap ini sampai mengganggu ke negara tetangga. Data dari IPBES menunjukkan bahawa Indonesia kehilangan 680 ribu hektar setiap tahunnya berubah menjadi lahan perkebunan, tambang dan berbagai macam kebutuhan industri. Luas banget ya?

Adanya alih hutan dan berkurangnya lahan Indonesia ditambah berbagai macam efek perubahan lingkungan dan cuaca mengakibatkan peningkatan jumlah emisi karbon yang berkelanjutan. Tentu saja hal itu berdampak pada manusia, khususnya masyarakat di Indonesia. Berbagai bencana datang silih berganti karena deforetisasi. Kebakaran hutan, kekeringan, longsor, banjir, sampai datangnya gelombang panas adalah sebagian kecil dampak yang timbul karena abai terhadap lingkungan hidup. Apakah manusia akan membiarkan krisis terhadap lingkungan hidup terus berjalan?

Dampak Emisi Karbon

Emisi karbon adalah proses alami ataupun dipicu oleh aktivitas manusia dari karbon dioksida ke atmosfer. Saat ini jumlah jejak karbon di atmosfer sudah pada tahapan tak bisa diserap secara alami. Emisi karbon sendiri merujuk pada pembakaran segala senyawa yang mengandung karbon seperti CO2, kayu dan bahan bakar hidrokarbon.

Ada berbagai dampak buruk yang diakibatkan oleh emisi karbon diantaranya :

Dampak bagi lingkungan
  1. Adanya peningkatan suhu bumi pertahun. Permukaan laut meningkat karena adanya salju di kutub dan cakupan gletser yang akan berkurang. Hal ini meningkatkan potensi banjir di wilayah pesisir pantai dan abrasi juga makin meningkat karena lapisan-lapisan es yang makin mengecil.
  2. Curah hujan yang makin tinggi, potensi hujan lebat dan badai makin sering terjadi. Hal ini menyebabkan potensi banjir pun kian meninggi
  3. Peningkatan frekuensi dan besaran gelombang panas akan mempertinggi resiko terjadinya kebakaran hutan.
  4. Iklim yang tak menentu, terlebih iklim yang hangat akan membuat satwa liar mengalami stress yang cukup parah.
  5. Cuaca yang tak stabil dan timbulnya berbagai bencana alam yang diakibatkan oleh perubahan iklim dan pemanasan global

Dampak bagi kesehatan
  1. Meningkatnya emisi karbon berdampak pada kesehatan tubuh manusia. Naiknya suhu bumi dan kondisi cuaca yang ekstrim sering menimbulkan penyakit baru. Selain itu, ada risiko dehidrasi dan sengatan panas yang bisa berakibat fatal.
  2. Penurunan kualitas udara menyebabkan masalah pernapasan dan kardiovaskular yang serius serta jenis kanker tertentu. Selain itu resiko penyebaran penyakit meningkat melalui air, makanan, dan hewan pengerat

Dampak bagi ekonomi
  1. Adanya dampak ekonomi seiring dengan meningkatnya jejak karbon bumi. Kondisi cuaca yang tidak pasti mempengaruhi lahan, hutan, pariwisata dan kegiatan lainnya.
  2. Efek kesehatan akan meningkatkan beban dan tekanan pada ekonomi dan situasi sosial.
  3. Kondisi cuaca ekstrim yang mengakibatkan peningkatan emisi karbondioksida merusak infrastruktur seperti jalan, jembatan, telepon atau tiang listrik.
  4. Mencairnya lapisan es dan kemungkinan kenaikan permukaan laut lebih lanjut juga mempengaruhi mata pencaharian penduduk lokal dan kesulitan dalam mengembangkan sumber daya alam.

#BersamaBergerakBerdaya meminimalisir emisi karbon dengan membenahi diri sendiri dalam menjaga lingkungan


Kalau sudah mengetahui begitu parahnya bumi kita, tentunya sebagai manusia yang beradab perlu banget kita melakukan hal-hal yang sederhana. Tentu saja tak hanya berbicara saja, tapi memulai langkah-langkah kecil dari diri sendiri. Ada banyak hal kecil yang memiliki dampak besar kok, asal dilakukan secara konsisten

Mengonsumsi makanan sehat
Tahu nggak sih, kalau mengonsumsi buah dan sayuran, dan mengurangi mengonsumsi makanan import menjadi salah satu langkah kecil untuk bergerak dan berdaya dalam meminimalisir emisi dan membenahi diri dalam menjaga lingkungan? Akan lebih baik lagi jika membeli makanan dari petani lokal atau menanam sendiri sayuran dan buah di lahan meskipun terbatas. Selain memenuhi ketahanan pangan untuk keluarga, hal itu juga menjadikan penghijauan untuk lahan terbatas di rumah kita. Semakin banyak penghijauan maka makin banyak oksigen yang dihasilkan oleh tumbuhan. Jangan lupa untuk konsumsi makanan secukupnya saja ya? Jangan sampai ada makanan yang terbuang.

Hemat energi
Mengurangi pemakaian laptop, ponsel, dan perangkat komputer lainnya, atau hanya digunakan sesuai kebutuhan menjadi salah satu cara untuk menghemat energi. Tak lupa untuk mematikan lampu di siang hari serta peralatan listrik jika tak digunakan, seperti televisi, AC, kipas angin, charger ponsel dan lainnya.

Menggunakan kendaraan bermotor secara bijak.
Jalan kaki atau bersepeda merupakan salah satu langkah bijak mengurangi emisi karbon jika bepergian dalam jarak yang kurang dari 2km. Selain membuat tubuh lebih bugar, hal itu bisa membuat kita mengurangi frekuensi penggunaan kendaraan pribadi. Gunakan saja transportasi umum jika hendak bepergian dalam jarak tempuh yang cukup jauh. Jika harus menggunakan kendaraan bermotor, ada baiknya mengajak teman atau pasangan jika bepergian dengan tujuan yang searah. Tak hanya hemat secara finansial. Namun juga mengurangi polusi udara.

Hemat air
Gunakan air bersih sesuai dengan kebutuhan. Tak perlu mandi menggunakan bathub karena air yang akan terbuang cukup banyak. Gunakan shower atau gayung secukupnya saja.

Menggunakan produk daur ulang
Biasakan untuk membawa tas dari rumah saat berbelanja. Hal ini menjadi salah satu cara meminimalisir penggunaan tas plastik yang saat ini banyak dilakukan di berbagai warung, toko, atau pusat perbelanjaan. Jika membeli produk dengan wadah atau toples, sebisa mungkin gunakan kembali barang-barang tersebut, misalnya untuk food preparation. Jangan lupa pula untuk membawa tumbler atau botol minuman sendiri dibanding membeli air dalam kemasan. Tentunya hal itu bisa mengurangi sampah yang tak mudah diurai oleh organisme.

Memisahkan sampah dan pemanfaatan limbah
  • Pisahkan sampah rumah tangga dan sampah non organik. Jika sampah itu tak bisa dimanfaatkan sendiri, ada baiknya diserahkan kepada bank sampah. Relawan bank sampah biasanya akan mengirimkan kepada perusahaan yang mendaur ulang sampah-sampah non organik.
  • Sampah organik bisa dijadikan pupuk kompos. Setelah dipisahkan dari sampah non organik, tempatkan limbah rumah tangga tersebut dalam sebuah wadah, kemudian timbun dengan tanah. Lalu siram dengan air kemudian dicampur dengan arang sekam dan kapur pertanian. Setelah itu disiram dengan air yang telah dicampur dengan cairan pupuk,. Masukkan lagi tanah ke dalam wadah, lalu tutup rapat selama tiga minggu.
  • Menanam pohon dan penghijauan di berbagai tempat meski terbatas untuk membantu mengurangi emisi karbon dan gas rumah kaca yang sering dihasilkan oleh manusia.

Apa yang akan saya lakukan #UntukmuBumiku jika menjadi orang yang memangku jabatan


Berandai-andai jika saya memiliki power dalam pengambilan keputusan negara yang terkait dengan lingkungan hidup. Di luar penanganan sampah yang saat ini belum sepenuhnya tertangani. Sekarang saya lihat sudah mulai banyak pengelolaan sampah organik dan non organik di setiap perumahan atau perkampungan. Ada baiknya kita mencontoh negara tetangga yang mengenakan denda atau hukuman tertentu bagi masyarakat yang tertangkap basah membuang sampah sembarangan. Tentu saja hal itu butuh effort yang tinggi dari berbagai lapisan masyarakat.

Lalu mengenai penyelamatan lingkungan yang paling krusial menurut saya adalah melakukan konservasi hutan secara besar-besaran. Setiap kali ada pembukaan lahan untuk industri, perusahaan yang terkait harus mencari ganti lahan untuk ditanami pohon dan tentu saja memantau perkembangannya sehingga menjadi hutan pengganti untuk lahan yang dibuka untuk industri. Ada pengawasan dari pihak-pihak yang terkait yaitu dengan penegak hukum. Jika mereka melanggar, ada konsekuensi hukum yang berlaku. Dan tentunya harus ada undang-undang yang lebih kuat untuk memiliki ketegasan seperti itu.

Selain tentang hutan, saya dan segenap jajaran dalam departemen lingkungan hidup melakukan konservasi terhadap hewan atau satwa liar. Bekerjasama dengan pihak swasta atau lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang penyelamatan satwa liar. Kan ada juga tuh influencer atau selebritis pecinta satwa. Kampanye tentang lingkungan hidup perlu banget lebih digalakkan melalui berbagai sosial media.

Dan yang terakhir adalah edukasi tentang ketahanan pangan. Bekerjasama dengan dinas-dinas terkait perlu banget pemahaman swasembada pangan kembali digalakkan. Tak hanya berhenti di edukasi saja. Namun ada pelatihan secara menyeluruh tentang ketahanan pangan ini. Setiap rumah diharapkan memiliki lahan meskipun terbatas untuk menanam buah maupun sayuran. Tak hanya terkait dengan pertanian. Perikanan dan peternakan juga perlu banget digalakkan untuk memperbaiki ekosistem yang ada saat ini. Penting bagi masyarakat sekarang tak hanya berpikir tentang perdagangan saja. Namun kembali ke alam untuk konsumsi dan gaya hidup akan banyak mengubah tatanan masyarakat yang saat ini cenderung abai terhadap bumi.

Jadi teman-teman, melihat keindahan dan merasakan kenyamanan dan kesejukan di dunia ini perlu effort yang tinggi lho. Ada peran serta masyarakat secara luas di dalamnya. Gimana, team up for impact? Kalau #BersamaBergerakBerdaya versi kalian apa nih? Boleh dong, tulis di kolom komentar ya?