Rabu, 24 Mei 2017

Stok lauk siap saji untuk sahur

Assalamualaikum Temans,

Dua hari lagi kita memasuki Bulan Ramadhan. Masa-masa saya memberikan pemahaman puasa kepada anak-anak sudah lewat. Hanya saja emang lebih banyak ngobrol dengan mereka untuk lebih memperbanyak ibadah lain, contohnya membaca Al Qur’an.


Ramadhan ini Insya Allah lebih mendekatkan kepada keluarga. Biasanya Kakak dan Adek makan pagi berdua karena saya masih rempong di dapur, jika di bulan Ramadhan saya sahur bisa barengan dengan anak-anak di meja makan. Semakin banyak quality time bersama anak-anak.

Senin, 22 Mei 2017

Obrolan Kakak dan Adek: Ditikung dan Menikung



Assalamualaikum Temans,

Gara-gara semalem si Adek cerita mengenai tikung menikung, saya jadi ingat obrolan dengan Kakak dengan tema yang sama. Jadi cerita Adek semalem, beberapa minggu yang lalu tempat duduk Adek di kelas berada tepat dibelakang ’kembang kelas’ nya. Kata si Adek, lebih dari lima orang di kelas Adek yang suka sama si N, kembang kelasnya, termasuk Adek.  

Menurut Adek di antara lebih dari lima anak itu, ada satu yang sukanya sampai banget. Namanya D. Lumayan deketlah si D sama Adek. Tahu sama tahu kalau suka sama N. Dan si Adek lebih sering jadi pendengar curhatan D tentang N dibanding bercerita tentang rasa sukanya. Iya sih kalau saya lihat, Adek itu tipe laki-laki yang cool, pendengar yang baik, nggak banyak ngomong kalau di depan orang. Sementara si D itu tipe pejuang, fightingnya juara. Sampai masalah perasaan pun dia lebih show off.

Minggu, 21 Mei 2017

Tren Millenial untuk JNE : I Love Monday


Dulu, saat saya masih kuliah saya suka melihat perempuan-perempuan yang bekerja di perbankan. Perempuan-perempuan gesit itu bekerja dengan cekatan meski berada dalam balutan pakaian resmi. Blazer yang sesuai dengan corporate colour tampak begitu menyenangkan dipandang.

Saat memasuki dunia bekerja, saya pun diwajibkan memakai pakaian resmi pula karena pekerjaan saya sebagai account executive di perusahaan media cetak perwakilan Semarang. Tentu dong, blazer pun menjadi andalan saya. Bertemu dengan orang-orang yang notabene sebagai pengambil kebijakan membuat saya tak bisa sesuka saya memakai pakaian yang berwarna warni. Padahal saya suka banget sama warna-warna yang cheerfull. Apalagi saat itu dianjurkan menggunakan warna-warna yang elegan sehingga saya pun harus rela meninggalkan warna-warna favorit.

Minggu, 14 Mei 2017

Alternatif oleh-oleh khas Jogja : Mamahke Jogja


Tentang Mamahke Jogja


Assalamualaikum ...

7 Mei 2017 lalu, saya dan beberapa teman blogger, vlogger, media dan citizen journalist lainnya mendapatkan undangan untuk test food di sebuah brand kuliner baru Mamahke Jogja. Jika mendengar kata mamahke Jogja, Apa yang ada di benak kalian?

Sepanjang perjalanan dari Magelang menuju Jalan Tamanan Jogja saya berpikir mengapa kata mamahke Jogja menjadi pilihan bagi Hanung Bramantyo dan Zaskia Adya Mecca sebagai brand dari bisnis kulinernya yang berada di kota destinasi wisata ini. Bayangan saya pertama kali brand itu berasal dari kata ‘Mamah ke Jogja’. Namun ketika saya ingat bahwa Zaskia dipanggil Bia oleh anak-anaknya, saya pun mengutak atik lagi. Penasaran dengan filosofi dari brand ini.

Sabtu, 13 Mei 2017

Biarkan Tangan Tuhan Yang Bekerja

source : www.pixabay.com
Assalamualaikum,
Ketika tema masa kecil disuguhkan oleh Mbak Nia Nurdiansyah dan Mbak Anjar Sundari untuk diceritakan dalam arisan kali ini, saya harus memutar memori lumayan keras karena bagi saya, masa kanak-kanak saya tak begitu membahagiakan. Banyak hal yang kemudian saya lupakan karena dalam alam bawah sadar saya tak menginginkan hal-hal buruk kembali dalam ingatan.
Mungkin saja, hal ini salah satu pertahanan saya untuk bisa survive di masa itu. Bagi sebagian orang, hal itu mungkin bukan satu hal yang besar. Urusan anak-anak. Namun ketika anak-anak mengalami dan terluka, tak pernah disadari oleh orang dewasa sekalipun bahwa hal buruk yang dirasakan ternyata mengendap.
Saat saya bercerita pada suami, saya disarankan untuk menuliskan yang saya rasakan untuk katarsis supaya perasaan negatif dalam hati tersalurkan. Waktu itu saya tak mau. Saya tak ingin ingatan tentang hal buruk hadir dan membuat luka lama terkuak. Namun sejujurnya saya ingin menuliskan hal itu untuk healing saya dari rasa sakit. Mungkin, ini adalah saatnya.

Jumat, 28 April 2017

Alternatif Kuliner Jogja : Bubur Bu Ngademi Pasar Ngasem Jogjakarta


Assalamualaikum temans ...
Buat saya, datang ke Jogja bukan lagi untuk refresing apalagi melancong. Sebagian kegiatan saya berpusat di daerah istimewa ini. Ketika orang lain beramai-ramai datang ke Jogja untuk mengunjungi banyaknya destinasi wisata, kota ini malah menjadi bagian dari beberapa pekerjaan saya sebagai penulis, pengajar, ataupun sebagai blogger.

Tentunya setiap datang ke kota ini selalu ada sesi kulineran. Tergantung dengan siapa saya bertemu dan ngobrol mengenai kegiatan atau pekerjaan yang akan saya lakukan. Setiap komunitas atau teman penerbit saya punya kuliner favorit.