Jurnal Hati

Jumat, 23 Februari 2018

Menilik Pentingnya Menggunakan Tinta Printer Epson Original


Penggunaan komputer di segala bidang dewasa ini akan membuat Anda berurusan dengan mesin printer. Printer merupakan salah satu perangkat keras outputan dari komputer untuk memberikan hasil cetakan dari apa saja yang Anda buat di komputer. Dengan mesin printer Anda bisa mencetak teks atau tulisan hingga gambar dalam berbagai pilihan warna. Tentu saja printer yang digunakan haruslah printer warna yang memiliki pilihan aneka tinta. Salah satu merk printer yang sering digunakan dan mendapat tempat di hari masyarakat adalah printer Epson. Epson dikenal sebagai printer yang awet dan serba guna karena diproduksi dalam beberapa jenis seperti jenis personal dan komersil. Namun apapun jenis printer yang digunakan, pastikan Anda hanya mengisinya dengan tinta printer Epson original.

Sebuah printer akan bisa bekerja jika memiliki tinta di dalamnya. Teks atau gambar tak akan bisa dicetak sempurna jika pilihan warna yang digunakan habis tintanya. Misalnya Anda akan mencetak teks berwarna hitam, namun karena tinta hitam di dalam printer habis, maka pasti teks tersebut akan tak tercetak atau hanya samar saja sesuai dengan ketersediaan tinta warna tersebut. Selain warna utama, jika sebuah warna tinta habis maka juga akan berpengaruh pada hasil printer yang memiliki warna turunannya. Contohnya jika warna tinta kuning habis, maka Anda akan mendapatkan warna orange yang cenderung lebih merah.

Terdapat indikator tinta di bagian pojok kanan bawah pada monitor yang terhubung dengan printer. Selain itu di printer seri tertentu juga terdapat peringatan jika salah satu tabung tinta habis atau tinggal sedikit. Yang perlu Anda lakukan ketika indikator tersebut menyala adalah mengisinya dengan tinta printer Epson. Cartridge pada printer bisa mendeteksi apakah tinta tersebut original dari Epson ataukah tidak sehingga sebaiknya Anda tidak menggunakan tinta lainnya. selain itu penggunaan tinta lain yang tidak ditujukan untuk printer Epson juga akan mengakibatkan printer rusak karena kekentalan dan bahan tinta yang tidak sesuai dengan cartridge bawaan.

Untuk mendapatkan tinta Epson original, Anda bisa membelinya di berbagai tempat penjualan misalnya:
  • Toko kelontong. 
  • Toko buku. 
  • Toko komputer. 
  • Toko online. 
Untuk cara membeli tinta yang benar adalah dengan mengetahui jenis tinta warna apa yang habis dan mencocokkannya dengan seri tinta yang digunakan. Jika Anda kesulitan mengenali seri tinta maka Anda bisa langsung mencari tinta warna tersebut yang disesuaikan dengan seri mesin printernya.

Lalu bagaimana jika Anda menggunakan tinta merk lain akan tetapi juga ditujukan untuk mesin printer Epson? Hal tersebut memang bisa dilakukan karena harga tinta buatan homemade lebih terjangkau. Akan tetapi tentu kualitasnya tak sama dengan tinta original. Selain itu penggunaannya juga akan mengakibatkan garansi printer Anda menjadi hilang karena menggunakan tinta non original. Karenanya hanya gunakan tinta original untuk mendapatkan hasil percetakan yang sempurna.

Harga tinta printer Epson original sekitar Rp, 75 ribu hingga Rp. 85 ribu untuk kemasan botol 75ml. Berhati-hatilah saat Anda akan mengisikan tinta pada cartridge. Pastikan Anda mengisikannya sesuai dengan cara yang diinstruksikan agar cartridge dan printer tidak mengalami kerusakan. Pastikan juga Anda mengisikannya di cartridge yang tepat untuk mencegah bercampurnya warna yang bisa berakibat fatal. Untuk memudahkan Anda mengisi tinta, sekarang ini sudah ada printer jenis infus sehingga Anda bisa mengisikan tinta di tabung infus yang lebih praktis.

Senin, 19 Februari 2018

Teluk Kiluan, destinasi wisata di Sumatera yang ingin saya kunjungi
Assalamualaikum Temans,
Saya tuh waktu kecil takut banget sama yang namanya laut dan pantai. Kebetulan saya tinggal di daerah pegunungan dan waktu itu selalu mendapat referensi tentang laut dan pantai kok mengerikan terus. Tiap baca surat kabar ada yang meninggal waktu berenang di laut lah, ada yang terseret ombak lah, kapal yang oleng di laut membuat saya takut jika diajak ke pantai. 

Saat sudah dewasa dan beberapa kali bareng keluarga atau teman main ke pantai, pandangan saya berubah. Apalagi saat melihat Pantai Indrayanti dengan pasir putihnya. Mindset saya pun berubah. Saya jadi pengen lagi main ke pantai.

Ngomongin air, laut dan pantai saya pengen banget deh ke Teluk Kiluan. Teluk Kiluan merupakan obyek wisata pantai yang terletak di Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung. Di sana saya pengen banget menikmati udara pantai yang bersih, menikmati pemandangan laut yang berdekatan dengan bukit. 


source : yopiefranz.com


Apa saja yang ingin saya lakukan di Teluk Kiluan?

Menikmati atraksi lumba-lumba

source : telukkiluan.com

Saya penasaran banget dengan tempat ini karena pengen naik perahu di tengah laut sambil menikmati lumba-lumba yang berenang bebas di lautan. Saya nggak suka pake banget melihat sirkus dengan berbagai macam hewan yang dikaryakan dan menjadikan mesin uang oleh sebagian orang yang mengambil manfaat secara kurang terpuji dari hewan-hewan yang harusnya hidup bebas di habitatnya.

Di Teluk Kiluan ini kita bisa menikmati atraksi lumba-lumba secara natural. Ada dua jenis lumba-lumba yang hidup di sana. Spesies pertama lumba-lumba hidung botol atau bahasa latinnya Tursiops Truncatus. Lumba-lumba ini dengan badan lebih besar, berwarna abu-abu, namun pemalu. Yang kedua adalah Stenella Longirostris atau biasa disebut lumba-lumba paruh panjang. Tubuhnya lebih kecil dan senang melompat. Kawanan lumba-lumba liar ini menyelam bebas di laut. Mereka ramah terhadap manusia dan senang mendekat jika ada kapal atau perahu yang melintas di laut.



Berenang di Laguna Gayau

source : telukkiluan.com

Laguna Gayau terletak di Balik Bukit Teluk Kiluan. Tempat ini seperti sebuah kolam renang raksasa dengan air yang berwarna biru. Tempat ini terbentuk oleh kontur alam bebatuan dan air di laut di tempat tersebut. Laguna Gayau, lubang batu karang tersebut, berukuran panjang kurang lebih lima meter. Kalau melihat tempatnya saya bisa membayangkan jika berwisata ke sana bersama anak-anak bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk bermain air dan jeprat jepret tempat yang indah dan eksotis ini.


Snorkeling

source : telukkiluan.com

Snorkeling di Teluk Kiluan ini bisa kita nikmati di Pulau Kelapa, sekitar 15 menit berperahu dari Teluk Kiluan. Lokasi spot snorkeling ini tak jauh dari pantai di Pulau Kelapa. Kita bisa menikmati berbagai jenis ikan hias yang menarik. Tak ketinggalan kita bisa menjumpai bintang laut yang berwarna biru. Di tempat ini posisi terumbu karangnya dangkal. Hal ini membuat kita harus berhati-hati karena kita bisa menabrak atau menginjaknya. 


Menikmati sunset

Kayaknya romantis ya bisa menikmati sunset di sebuah pantai? Merasakan embusan angin dan menikmati temaram senja kayaknya jadi catatan penting deh buat saya seandainya saya bisa sampai ke Teluk Kiluan. Sekalian bisa nengokin ponakan-ponakan di Bandar Lampung. Seru kali ya kalau bisa ramean mengunjungi Teluk Kiluan?

Bagaimana dengan kalian Mara dan Erina? Destinasi wisata mana yang pengen banget kalian kunjungi?



Kamis, 08 Februari 2018

Dilan 1990, nasehat ringan untuk remaja milenial

Akhirnya saya terdilan juga. Setelah seharian saya berkegiatan tanpa jeda, namun melihat wajah Kakak yang kelelahan karena kegiatan menjelang UNAS membuat seorang ibu rela mengusahakan sebuah senyum supaya esok pagi ia bersemangat menghadapi esok hari.

“Aku butuh refreshing,” katanya sambil membaringkan tubuhnya sehabis maghrib.

“Mau nge-Dilan?” tanya saya. Mata kakak langsung bersinar. 

Lantas satu jam kemudian kami sudah mengantri di sebuah bioskop di mall di Magelang. Antrian sudah tak terlalu panjang. Mungkin karena nonton pas week days dan malam pula, cineplex pun tak terlalu rame.

Fix. Ini memang film untuk bernostalgia. Barengan saya nonton banyak para bapak dan ibu sepantaran saya. Namun tak ketinggalan anak-anak usia Kakak dan Adek pun lumayan banyak. Kalau para bapak dan ibu ingin bernostalgia dengan setting cerita di tahun 90-an, maka remaja-remaja ini pun bernostalgia dengan pemeran dalam film Dilan 1990.

Siapa nggak kenal Iqbal Dhiafakhri Ramadhan? Mantan anggota Coboy Junior yang dari awal kemunculannya memang dielu-elukan anak SD jaman itu. Bahkan Adek yang saat itu masih TK pun suka dengan Coboy Junior. Jangan ditanya bagaimana Kakak. Antusiasnya nonton film ini saya kira karena wajah pemeran Dilan yang cuteness overload. Jangan lupa, di film itu ada Debo, salah satu mantan idola cilik yang berasal dari Sukabumi yang punya suara jernih. Saya ingat saat itu ia selalu diantar oleh Kakak atau Mamangnya. 

Film ini membuat penonton betah dan tak mengeluarkan ponsel meski sekedar nge-cek WA doang. Saya bernostalgia dengan masa remaja saya. Saya dulu juga membaca buku serial Olga yang ditulis oleh penulis favorit abadi, Hilman Hariwijaya. Milea membaca buku itu di angkot maupun di kamarnya. Lantas melihat kamar Dilan yang memajang majalah Hai, saya pun tersenyum mengingat jaman itu sering saling meminjam dengan teman saya. Saya pinjem majalah Hai nyariin lirik lagu yang lagi hits saat itu, dan temen saya minjem majalah Aneka saya jika pengen baca cerpen. 

majalah tahun '90-an. Ada yang tahu siapa model di majalah tersebut? :D


Tak ketinggalan poster ‘billboard’ dimana saya pun pernah memasangnya di dalam kamar saya. Tak ketinggalan wardrobe untuk milea. Celana selutut dengan suspender. Jeans model baggy. Bener-bener hits di waktu itu.

Senyum saya pun tambah lebar dengan beberapa kesamaan setting film itu dengan kisah masa lalu saya. Riung Bandung, ITB dan nama guru privat Milea. Sama euy sama si mantan yang kuliah di situ dan rumahnya di daerah itu juga. Hahahaha ...

Di sepanjang film sering banget ucapan ‘aaawww’ dari depan atau belakang saya saat ada kata atau hal romantis yang dilakukan oleh Dilan. Si Kakak senyum-senyum penuh arti sementara Adek berbisik di telinga saya,” Dilan itu bikin gemes banyak orang.”

Bener banget kata si Adek. Saya yang udah emak-emak aja terbaper mendengar kalimat-kalimat yang dikatakan oleh Dilan. Seperti ada ribuan kepakan sayap kupu-kupu yang tiba-tiba mengunjungi dada. Hati saya pun terasa hangat. Mungkin sudah lama fakir rayuan gombal. Hahaha ...


Emak pun ikut terbaper, Nak :D


Nggak ada habisnya kalau ngomongin film terbaper tahun ini. Namun di satu sisi ada hal-hal yang menjadi catatan ringan untuk saya. Catatan untuk menasehati anak-anak saya yang sudah remaja. Dari awal berangkat saya sudah katakan pada anak-anak bahwa hal-hal di depan kita ada yang memang bisa dijadikan tuntunan, namun banyak juga yang hanya bisa kita jadikan tontonan.

Bukan hanya yang bisa menjadi tontonan saja tak bisa diambil manfaatnya. Hal buruk malah lebih banyak yang bisa diambil pelajarannya untuk manusia. Supaya manusia bisa jauh lebih baik dari apa yang dihadapi.

Dari Dilan, remaja sekarang bisa belajar tentang bagaimana menjadi gentleman. Laki-laki yang pemberani namun sopan terhadap orang tua. Ia juga berani bertanggung jawab terhadap hal buruk yang ia lakukan. Kasih sayang tak hanya bisa diungkapkan dengan kata-kata. Hal sederhana pun bisa membuat orang lain menaruh respek pada kita. Contohnya, saat Milea sakit, Dilan mengirim tukang pijit untuk memijit Milea. Namun laki-laki tak harus gahar meski untuk mempertahankan harga diri. Saya nggak setuju sih, kalau remaja yang mukul gurunya meski sesalah apapun guru itu. Itu dilakukan oleh Dilan saat Pak Suripto menarik kerah bajunya. Jaman saya SMA dulu mana ada murid yang berani mukul? Ditatap tajam oleh seorang guru aja langsung nunduk, nggak berani ngapa-ngapain.

Nge-gang, tawuran, sepertinya sudah tak ada lagi di kota kecil saya. Namun di tahun 90-an, saya tahu ada geng-gengan, dengan muka gahar seperti yang ada di film Dilan. Setahu saya dulu ada dua geng besar di Jogja dan sekitarnya. Joxzin dan Kizruh. Banyak banget coretan dengan dua kata itu di tembok-tembok di pinggir jalan raya. Itu pengingat bagi Adek, bahwa itu bukan hal yang pantas untuk ditiru. Hanya akan melukai. Dan hal terburuk bisa saja terjadi jika terlibat dalam hal-hal seperti itu. Dan itu catatan bagi kita para orang tua untuk memilihkan lingkungan yang baik bagi anak-anak kita. Tapi saya penasaran deh, apa ya latar belakang Dilan yang pintar, romantis dan dekat dengan ibunya bisa punya lingkungan seperti itu?

Dari Milea, remaja sekarang bisa belajar menjadi anak yang mandiri. Ia punya harga diri ketika Benny, pacarnya yang berasal dari Jakarta melecehkan dengan sebutan yang tak pantas ia langsung memutuskan hubungan.  Milea menutup hati untuk orang yang tak bisa memperlakukannya dengan baik. Ia juga patuh akan kata-kata ayah dan ibunya. Tak ada perlawanan meski ia tak menyukai apa yang dikatakan orang tuanya. 

Namun ada catatan penting saya untuk Kakak dengan karakter Milea ini. Jangan pernah terbuai oleh kata-kata manis. Milea membuka diri dengan kehadiran Dilan sementara ia masih mempunyai relasi dengan Benny. Dalam hal ini, Kakak pun belajar tentang sebuah kesetiaan meski sebenarnya kurang tepat juga. Sebagai perempuan, sekuat apapun perasaan kita, cobalah untuk menahan diri untuk tak terbuka dengan apa yang kita rasakan. Perasaan perempuan terhadap laki-laki yang belum halal adalah aurat. Maka jaga perasaan yang kita punya supaya tak meliar. Dan perasaan itu akan sangat indah jika dipersembahkan untuk laki-laki yang dihalalkan untuk kita.

Film ini juga sebagai pengingat bagi saya. Saya punya anak laki-laki dan perempuan. Dalam urusan anak-anak berelasi, saya kok sepertinya nggak akan deket-deket dengan mereka yang menyukai Kakak atau Adek. Saya nggak akan seterbuka Bunda Dilan sampai mengantarkan Milea pulang dan bertemu dengan Ibu Milea. Apalagi sampai mengajak seorang remaja perempuan masuk ke kamar anak laki-laki kita. Runyam urusannya nanti.

Saya juga takkan mengijinkan Kakak berdua saja dengan lawan jenisnya kalau nggak terpaksa banget. Apalagi sampai malam. Saya akan marah besar jika Kakak main lama di rumah teman laki-laki meski di sana ada keluarganya. Saya takkan membiarkan anak saya dikenal sebagai pacar seseorang. Saya hanya mau anak saya dikenalkan sebagai istri sah dari seorang laki-laki yang bertanggung jawab terhadapnya dunia dan akhirat. (Jadi dalem banget obrolannya)



Lalu apakah film ini aman untuk remaja? Kalau saya sih film ini tetap memerlukan bimbingan orang tua. Daripada melepaskan anak-anak nonton bareng temennya, saran saya sih lebih baik orang tua menemani jika anak-anak ingin nonton film ini. Supaya pertanyaan-pertanyaan yang ada di benak mereka bisa segera terjawab. Seperti saat Adek bertanya,”Jaman dulu kok kalau motoran nggak pake helm ya?”

Rabu, 07 Februari 2018

Ulasan Seputar Alasan dan Keuntungan dari Berjualan Pulsa Online


Saat ini memiliki bisnis tambahan bisa menjadi pekerjaan sampingan yang bisa menambah penghasilan sehingga membuat Anda lebih bisa untuk membeli barang yang diinginkan atau yang dibutuhkan. Salah satu bisnis sampingan yang bisa anda pilih adalah bisnis jual beli pulsa. Bisnis pulsa ini bisa dilakukan secara offline ataupun online. Akan tetapi, bisnis pulsa online saat ini bisa memberikan sedikit peluang yang lebih luas dibandingkan dengan berjualan secara offline.

Ada beberapa alasan mengapa Anda harus berbisnis pulsa secara online. 

Pertama adalah karena target sasaran pasar yang lebih luas. Jika Anda hanya berjualan pulsa secara offline, maka sasaran pasar Anda hanya ke orang-orang tertentu atau hanya orang yang ada di sekitar tempat tinggal Anda. Sedangkan jika berjualan secara offline, Anda bisa mendapatkan konsumen yang lebih bervariasi misalnya dari tempat tinggalnya yang jauh dari tempat Anda.

Kedua adalah tidak perlu repot-repot memikirkan tempat. Umumnya, orang yang berjualan pulsa tidak perlu memikirkan menyewa tempat yang luas kecuali jika Anda tidak hanya ingin membuka counter dengan layanan atau produk yang lebih banyak. Sedangkan jika Anda menjual pulsa secara online, otomatis Anda hanya menyediakan pulsa dengan nominal tertentu yang disediakan oleh provider sehingga Anda tidak perlu repot menyediakan tempat untuk menyimpan kartu perdana ataupun produk lainnya misalnya headset kecuali jika Anda juga membuka toko offline yang menjual produk yang sama yaitu pulsa dan beragam produk lainnya misalnya casing hp.

Ketiga adalah bisa dilakukan siapa saja. Untuk bisa menjual pulsa online, tidak perlu keahlian khusus untuk melakukannya. Anda hanya perlu melakukan sesuai petunjuk dari agen utama dan melakukan prosedur yang ditentukan, misalnya kapan harus transfer dan kapan permintaan pulsa tersebut harus dibatalkan, sebelum akhirnya konsumen bisa mendapatkan pulsa sesuai dengan yang diminta. Karena kemudahan pengoperasiannya tersebut membuat Anda bisa mengalihkan tanggung jawab pengiriman pulsa ke orang kepercayaan Anda misalnya ke kakak atau adik Anda karena Anda sedang tidak bisa melakukannya.

Keempat adalah keuntungan yang menjanjikan. Tidak seperti bisnis lainnya yang akan memberikan Anda keuntungan dalam jumlah besar dalam jangka waktu yang singkat. Bisnis pulsa tidak memberikan keuntungan dalam waktu singkat namun memberikan keuntungan yang konstan. Banyak orang yang membutuhkan pulsa sehingga setiap harinya setidaknya pasti ada orang yang akan meminta untuk dikirimkan pulsa. Dari keuntungan yang kecil tersebut namun sedikit demi sedikit jika transaksi terjadi setiap harinya maka bisa mendapatkan keuntungan yang cukup besar.

Kelima adalah resiko yang kecil. Bisnis pulsa baik secara offline atau secara online termasuk sebagai salah satu bisnis yang beresiko kecil sehingga Anda tidak perlu khawatir mengenai resiko kerugian atau bangkrut dengan nominal yang cukup besar bahkan di awal bisnis tersebut dibangun. 

Keenam adalah Anda lebih hemat biaya dan waktu. Hal tersebut disebabkan bisnis pulsa secara online ini bisa dioperasikan dimana saja dan kapan saja Anda mau asalkan Anda memiliki koneksi internet yang cukup stabil. Sehingga, jika ada permintaan pengiriman pulsa, Anda bisa langsung memprosesnya hingga pulsa tersebut sampai di nomor konsumen tersebut.

Ketujuh adalah modal yang minim. Anda bisa membuka usaha pulsa online dengan modal yang kecil dan kemudian menjualnya kemudian dari pengelolaan keuangan yang baik bisa membantu Anda untuk menjalankan bisnis tersebut dan menambah produk yang bisa Anda jual misalnya dari yang sebelumnya hanya bisa melakukan top up sebanyak Rp 200 ribu menjadi Rp 500.000.

Rabu, 31 Januari 2018

Laptop yang mendukung kebutuhan keluarga


Menjadi seorang ibu dengan dua anak ABG di rumah itu rasanya legit banget. Udah nggak ngurusin popok, makan, mandi, dan segala urusan pribadi sudah dikerjakan sendiri. Kesabaran tingkat dewa pun sudah bisa turunkan karena tingkah polahnya sudah terkontrol seiring dengan semakin dewasanya pemikiran anak-anak. 

Peran di rumah pun sudah berpindah menjadi sahabat. Selalu menyediakan telinga disaat ingin mmbuang keluh. Menyediakan kelapangan hati saat kesah diungkapkan. Apalagi jika berkaitan dengan peran saya yang terkadang masih terlalu mengkhawatirkan mereka. Bagi mereka, saya sudah nggak perlu lagi mengurusi hal-hal yang bagi mereka remeh. 

Namun sebagai seorang ibu tentu saja masalah kebawelan takkan pernah surut. Apalagi yang berkaitan dengan religiusitas, pertemanan serta yang ada kaitannya dengan dunia digital. Saya memang ibu yang strick untuk tiga urusan tersebut. 

Saya memang pernah mengalami hal tak mengenakkan yang berkaitan dengan penggunaan internet. Ini menjadikan sebuah trauma tersendiri ketika salah satu dari anak saya telah terpapar pornografi di usia peralihan dari anak-anak menuju remaja. Tetaplah itu adalah kesalahan saya sebagai seorang ibu telah teledor. Hal ini menjadikan momok tersendiri bagi saya 


Bukan berarti ketakutan saya terhadap hal yang berkaitan dengan pornografi lantas menutup akses anak-anak dengan dunia digital. Tetaplah saya memfasilitasi kebutuhan anak-anak. Apalagi mereka sering mendapatkan tugas yang salah satu bahan dari sumber keilmuannya berasal dari berselancar di jagat maya. Apalagi setelah kami memilih untuk memensiunkan televisi sehingga untuk hiburan pun kami mendapatkannya dari dunia maya. 

Laptop pun menjadi piranti utama dalam keluarga kami. Fungsinya tak lagi sebagai pendukung pekerjaan namun juga menjadi piranti hiburan buat keluarga. Tanpanya tentu saja kami akan kelabakan. Sedikit saja laptop bermasalah Kakak dan Adek pasti sudah merengek supaya segera diservis. 

Mengapa keluarga kami sangat tergantung pada laptop? 

Karena laptop di rumah kami mempunyai peranan dan memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan kami. 


Peran ekonomi (Modal usaha) 

Sebagai penulis buku dan blogger tentu saja laptop menjadi modal utama saya dalam bekerja. Setiap akan menulis buku, biasanya saya akan melakukan riset. Selain membaca buku yang menjadi benchmark nya, saya pun akan mencoba mencari data via internet. Apalagi saat menulis novel dengan setting yang saya sendiri belum pernah berada di sana. Tentu saja saya memerlukan bantuan youtube untuk menonton tempat-tempat yang akan jadikan setting bagi setiap adegan dalam novel. 

Ketika ngeblog, saya perlu software atau aplikasi desain grafis untuk membuat infografis sederhana serta mempercantik foto. Karena kemampuan fotografi yang terbatas itulah membuat saya membutuhkan laptop yang support terhadap desain grafis. Tak hanya waktu ngeblog saja saya membutuhkan aplikasi desain. Saat membuat materi untuk mengisi training kepenulisan pun saya membutuhkan desain grafis untuk membuat slide yang menarik ketika dilihat oleh peserta. 

Lantas pak suami pun membutuhkan software yang ringan seperti office, supaya ia mudah merekap usaha yang sedang dirintis dan melakukan promosi di media sosial. 


Peran Pendidikan 

Laptop pun mempunyai peran pendidikan di rumah kami. Saat ini Kakak dan Adek sedang fokus menghadapi UNAS yang akan dilaksanakan bulan April dan Mei. Tentu saja saat ini sedang giat-giatnya belajar dengan mengerjakan berbagai soal. Nah ... Soal-soal UNAS tahun-tahun sebelumnya bisa diunduh melalui internet. 



Tugas-tugas sekolah pun biasanya mereka kerjakan menggunakan laptop. Saat ini sekolah yang sudah ramah teknologi informasi memasukkan internet menjadi salah satu dari media pembelajaran. 

Selain itu laptop juga menjadi sarana pembelajaran bagi Kakak dan Adek. Kakak sebenarnya mempunyai passion yang sama dengan saya. Ia juga suka menulis. Namun keinginannya berbeda dengan apa yang sudah saya lakukan. Ia mempunyai keinginan untuk menjadi penulis skenario. Ia pun banyak mencari referensi via internet dan berlatih membuat skenario. 

Beda dengan si Adek. Dia anak yang suka banget ngulik. Saya tidak menyangka ternyata ia tertarik pada animasi dan pembuatan film. Saya nggak menyangka kalau ia mulai membuat animasi sederhana menggunakan adobe flash. Saya membuka software tersebut pun tak pernah. Namun Adek ternyata sudah mulai lancar menggunakannya. 

Adek juga suka sekali menggunakan movie maker. Diam-diam ia mengunduh sendiri dan belajar menggunakannya. Beberapa clip sederhana ia buat dengan merangkai berbagai foto, diselingi dengan fade in dan fade out. Tak ketinggalan ia memilih musik yang tepat untuk clip-clip sederhananya. 


Peran Hiburan 

Yang satu ini sih jangan ditanya. Youtube menjadi hiburan favorit bagi kami sekeluarga. Kami bisa memilih konten apa yang ingin ditonton. Biasanya kalau Pak Suami dan Adek akan memilih konten yang berbau sport, sementara Kakak suka dengan musik dan film. Tentu saja yang akan ia tonton akan melewati sensor saya. Bagaimana dengan Saya? Mohon ampun Ya Allah ... kalau saya masih saja mencari konten yang berbau gosip. :D 

O ya, untuk urusan gaming, Pak suami dan Adek sering kompakan tuh. Adek hanya boleh nge-game jika ada Pak suami. Karena saya nggak suka nge-game makanya tugas si ayah yang akan menyeleksi game apa saja yang boleh dimainkan oleh Adek. 

Untuk itulah saya membutuhkan laptop yang tahan banting dan mumpuni untuk menjalani berbagai peran yang ada di rumah kami. Nanya ke temen-temen yang jago dibidang IT rata-rata menyarankan untuk memakai ASUS. 

Well, si Kakak yang paling semangat untuk nyari info. Ketemulah satu piranti yang menurutnya cocok buat kami sekeluarga. Sebuah notebook multimedia AMD dengan grafis dan audio yang dahsyat. ASUS X555QG. 



Kok si Kakak milih ASUS X555QG sih? 


RAM dengan teknologi dual channel 

Menurutnya ASUS X555QG ini mempergunakan RAM 8GB. Jika menggunakan RAM dengan teknologi dual channel bisa loh nambahin satu keping memori RAM lagi dengan ukuran yang sama pada piranti ini. Tentunya dengan RAM yang besar laptop ini akan maksimal banget kemampuannya sehingga kita santai aja kalau menginstal program maupun mengunduh apapun. Kemampuan tetap prima cuy! 

Layar 

Layar gede 15, 6 inch mantep banget deh untuk Kakak kalau pas nonton film. Nyaman banget deh layar dengan resolusi HD (1366×768) buat Adek yang hobi bikin animasi dan ngulik movie maker. Ditambah dengan empat buah mode, Normal Mode, Eye Care Mode, Vivid Mode, dan Manual Mode untuk menyetel layar supaya lebih nyaman di mata. Dengan teknologi ASUS Splendid yang eksklusif ini menyajikan warna dan temperatur
warna yang akurat. 


Gaming 

Kalau nge-game menggunakan ASUS X555QG pasti mainnya makin betah dan cepet soalnya memiliki VRAM sebesar 2GB. Sehingga pada kartu grafis Radeon R7 R5 M430 DX, bisa deh diandelin untuk bermain game-game masa kini. 


Kapasitas Penyimpanan 

Jangan lupa lho dengan kapasitas penyimpanan 1TB. 1 TB itu gede banget. Bayangin, 1000GB! Mau download, nyimpen file gede, nggak akan pusing lagi deh. 

Aaaaakkk ... Mau ah, punya laptop for everyone ini. Semua bisa make. Jadi, kapan nih kita berburu ASUS X555QG ya Pak Suami? 
Artikel ini diikutsertakan pada Blog Competition ASUS AMD – Laptop For Everyone yang diselenggarakan oleh bocahrenyah.com

Selasa, 30 Januari 2018

Dompet Dhuafa, Membentang Kebaikan untuk Menebar Manfaat



Siapa yang tak kenal Dompet Dhuafa? Sebuah lembaga yang menjadi pelopor lembaga zakat yang sudah mempunyai cabang di setiap provinsi di Indonesia. Dompet Dhuafa yang berawal dari rubrik di Harian Umum Republika dalam perjalanannya ternyata mendapat sambutan yang luar biasa. Kolom kecil yang mengajak masyarakat untuk turut serta pada sebuah gerakan kepedulian. 

Ternyata pengumpulan dana di masyarakat lewat gerakan kepedulian yang diinisiasi oleh Harian Republika ini mengalami kemajuan yang signifikan. Hal ini membuat Dompet Dhuafa pun dilegalkan menjadi aktivitas formal yang dikelola oleh Keluarga Peduli di Republika.

Dompet Dhuafa pun makin profesional dalam kepengelolaannya. Makin banyak program-program kepedulian yang tak hanya bersifat lokal namun sudah menasional. Bahkan sudah sampai ke luar Indonesia. Bantuan dana yang disalurkan tak hanya bersifat tunai namun sudah mengembangkan program yang lebih besar seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan dan bantuan bencana. Di tahun 2001, Dompet Dhuafa pun dikukuhkan sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional oleh pemerintah.


Blogger & Journalist Gathering


Tanggal 22-23 Januari 2018 kemarin saya mengikuti acara Blogger and Journalist Gathering. Pertemuan pertama di Lokal Resto Gejayan Yogyakarta tersebut mengusung tema “Eating, Travelling and Share Great Stories with Dompet Dhuafa” ini menghadirkan Bp. Bambang Suherman, Resources and mobilization Director Dompet Dhuafa. 



Pak Bambang menyatakan bahwa keberadaan Dompet Dhuafa di Jogja pada awalnya adalah menginisiasi korban beberapa bencana alam yang terjadi seperti gempa Mei 2006 dimana seluruh kegiatan baik dari sisi ekonomi maupun pendidikan lumpuh total. Lantas adanya erupsi Merapi 2010 yang membuat penduduk harus berada di tempat tinggal sementara sekitar tiga bulan. 

Dompet Dhuafa mencoba untuk recovery aktivitas sosial dan perekonomian dengan masih terus menggalang dana. Dompet Dhuafa pun mengajak keterlibatan korban dalam pemulihan bencana menjadikan obyek menjadi subyek. Dompet Dhuafa membuka ruang bantu dalam mindset masyarakat bahwa nilai kemanusiaan Indonesia adalah tolong menolong. Hal itulah yang dijadikan Dompet Dhuafa konsep untuk penanganan bencana. 

Dompet Dhuafa tentunya tak berjalan sendiri. Ada mitra-mitra yang digandeng untuk syiar kebaikan. Media dan blogger sebagai jurnalis masyarakat menjadi salah satu ujung tombak untuk menebar manfaat. Kolaborasi dengan berbagai media inilah yang diharapkan bisa membangun masyarakat dengan saling memberikan informasi secara benar. 



Care Visit

Hari kedua kami pun diajak untuk care visit. Care visit adalah program kunjungan ke berbagai kegiatan perekonomian binaan Dompet Dhuafa. Care visit ini bertujuan untuk memberikan semangat kepada para binaan. Siapapun yang sudah berusaha dalam berkarya membutuhkan apresiasi dari orang lain. Saat apresiasi yang didapatkan membesar, maka semangat berkarya pun makin terpantik. Selain itu care visit juga menjadi laporan yang tak resmi bagi muzakki. Mereka mengetahui bagaimana zakat, infak, serta shadaqah yang dikeluarkan dipertanggungjawabkan oleh Dompet Dhuafa. 

Jika teman-teman pembaca bekerja di sebuah kantor atau dari instansi manapun, mau komunitas ataupun sekolah-sekolah ingin membuat sebuah kegiatan yang berbeda, bisa lho menghubungi Dompet Dhuafa. Ada kegiatan ‘cuti berbagi’ atau ‘libur berbagi’, sebuah kegiatan tak hanya melulu having fun, namun ada nilai kebaikan yang ditebarkan melalui kegiatan ini. Kegiatan yang biasanya dinamai dengan bakti sosial ataupun dana CSR dari sebuah perusahaan tak ada salahnya sesekali untuk kegiatan social trip semacam care visit ini.

Blogger dan awak media pun berkumpul di hotel Neo+ Awana. Bersama teman-teman dari Dompet Dhuafa Yogyakarta kami diajak untuk mengunjungi sentra batik binaan mereka yang berdekatan dengan makam para raja Jogja. Tujuan kami adalah Sentra Batik Berkah Lestari yang terletak di Dusun Karangkulon, Giriloyo, Wukirsari Imogiri, Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta 55782, telepon 0813-2817-4522. Dengan menempuh perjalanan kurang lebih dua puluh menit kami pun sampai di tujuan. 



Kegiatan ini ternyata berbarengan dengan Scarf Magazine yang bekerjasama dengan Wardah dan Mamahke Jogja yang sedang mengadakan libur berbagi.

Kegiatan dibuka oleh Pak Bambang dan dilanjutkan oleh Mbak Temmy Sumarlin, desainer label fashion muslimah Temiko sekaligus pimpinan redaksi Scarf Magazine. Dan yang terakhir adalah paparan dari Mbak Erni, pengelola Batik Berkah Lestari.

photo by : Siti Hairul


Menurut Mbak Erni, pendahulu dari dusun Karangkulon memang pembatik keraton sehingga yang dihasilkan merupakan motif batik keraton. Di luar itu batik tulis halus yang dihasilkan sangat berkualitas. Ada 50 pembatik dan semuanya adalah perempuan.

Mulai 2007 pasca gempa Jogja 2006 Berkah Lestari mendapat kepercayaan dari Dompet Dhuafa. Mereka diberikan pengetahuan bagaimana mengelola sebuah usaha, sehingga penduduk tak hanya menjadi buruh, namun mengajari menjadi wirausaha.



Saya dan peserta care visit pun diberikan kesempatan untuk belajar membatik. Masing-masing telah diberikan kain yang telah berpola. Tugas kami adalah mengoles pola itu dengan malam yang sudah dicairkan. Memegang canting, mengoleskan malam cair ke kain ternyata butuh kesabaran dan ketelatenan yang luar biasa. Pantas saja kalau batik tulis harganya sedemikian tinggi. Lha wong saya yang baru beberapa menit membatik saja sudah merasa capek dan ingin menyerah. 

hasil batik saya yang sebagian dikerjain pembatik Berkah Lestari :)

Selain pelatihan batik, saya berkesempatan untuk memotret kegiatan yang berlangsung di sana. Eh ... ada photobooth nya lho. Dan photobooth nya pun unik, sesuai dengan kegiatan batik yang ada di sana.



Sungguh mengesankan. Kesan yang saya dapat lebih dalam lagi ketika tiba-tiba muncul Chikita Fauzi, brand ambassador Wardah, seorang public figure putri pasangan artis di era 80-an. Perempuan cantik yang humble dan sungguh santun. Pakaian yang ia kenakan pun longgar dan menutup aurat. Ia tak segan berfoto bersama kami. 

foto berdua yang ke-5. Photo by Dedek Mini

Ia melayani permintaan kami dengan foto bergantian dengan sabar. Kesan pribadi yang hangat pun melekat ketika ia hafal nama anak-anak yang ikut ibunya dalam kegiatan care visit ini.

“Aisha cantik ...”

“Pandan ... Jangan lari! Mau kemana?”

“Aila ... adiknya dijagain, gih!”


Satu lagi yang membuat saya ‘nyes’ di hati. Perempuan murah senyum ini tak meninggalkan shalatnya. Ia pun tak buru-buru kembali memoles bedak di wajahnya.. Ia membiarkan wajahnya polos setelah berwudhu. Dan buat saya melihat hal seperti itu kecantikannya tambah seribu persen.



Terima kasih Dompet Dhuafa, telah mengajak kami untuk mengenal hal lain dalam hidup ini. Seperti kata sebuah hadis :

Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi orang-orang yang bersikap tidak ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain (HR Thabrani dan Daruquthni)