Manfaat serta perbedaan Vitamin D2 dan D3 - Jurnal Hati Irfa Hudaya

Sabtu, 25 September 2021

Manfaat serta perbedaan Vitamin D2 dan D3

Vitamin D3



Beberapa hari lalu saya harus ke dokter karena ada radang sendi di tangan. Namanya ibu rumah tangga ya repot kalau sampai ada masalah di sendi tangan. Sekitar seminggu saya nggak bisa ngapa-ngapain.

Saat ke dokter saya diberikan obat anti radang, anti nyeri dan vitamin tulang. Bayangan saya vitamin untuk tulang pastinya vitamin D. Ternyata dokter meresepkan suplemen kalsium untuk saya.

Menurut satu artikel yang saya baca kalsium dan vitamin D itu sama-sama menjaga kesehatan tulang. Dan saya baru tahu jika Vitamin D itu bermacam-macam ya? Yuk kita kenali apa saja sih Vitamin D ini.

Vitamin D adalah vitamin yang diperlukan untuk menguatkan gigi dan tulang. Vitamin D adalah jenis vitamin yang larut dalam lemak.

Bentuk vitamin D itu ada dua, yaitu vitamin D2 (ergokalsiferol) dan D3(kolekalsiferol)


Perbedaan

Letak perbedaan Vitamin D2 dan D3 adalah sumber makanan yang berbeda. Vitamin D2 berasal dari tanaman. Sementara itu Vitamin D3 terbentuk secara alami ketika kulit terkena sinar matahari. Vitamin D3 juga dapat ditemui dari hewan.


Cara kerja dan efektifitas.

Vitamin D3 terbentuk secara lebih alami di dalam tubuh. Manfaat Vitamin D3 dapat meningkatkan kalsifediol (vitamin D yang ada didalam tubuh) daripada vitamin D2. Setiap satu dosis vitamin D3 hampir dua kali lebih efektif meningkatkan kadar kalsifediol daripada vitamin D2. Kadar kalsifediol yang tinggi menandakan bahwa simpanan zat gizi tubuh tercukupi. Ketika berjemur di pagi hari, tubuh mengolah vitamin D secara alami dan kebanyakan berbentuk vitamin D3. Vitamin D3 lebih efektif membantu tubuh menyerap mineral kalsium lebih cepat. Vitamin D3 juga dapat mengurangi resiko penyakit kardiovaskular, depresi, hingga kanker kulit.


Manfaat vitamin D

1. Mengobati dan mencegah penyakit rakitis dan osteomalacia. Rakitis adalah kelainan pertumbuhan tulang pada anak-anak, sedangkan osteomalacia adalah kelainan pada tulang yang membuat tulang menjadi lunak dan mudah patah.

2. Mencegah osteoporosis. vitamin D3 dapat mengurangi resiko patah tulang.

3. Mencegah perburukan gangguan ginjal. Penyakit ginjal dapat membuat fungsi ginjal dalam menghasilkan vitamin D terganggu. Untuk menambah vitamin D dalam tubuh, penderita gangguan ginjal disarankan untuk mencukupi vitamin D3 dari makanan atau suplemen

4. Mengobati gangguan kelenjar paratiroid. Kelenjar ini bergungsi mengatur kadar kalsium di dalam tubuh. Saat hormon ini dihasilkan, tubuh menghasilkan lebih banyak vitamin D untuk menyerap kalsium lebih banyak. Jika fungsi kelenjar paratiroid terganggu, maka jumlah vitamin D dan kalsium dalam tubuh akan berkurang


Asupan vitamin D yang disarankan

Kebutuhan vitamin D bagi pria maupun wanita adalah 15 mikrogram atau setara dengan 600 IU. Sedangkan lansia disarankan untuk mencukupi vitamin D sebanyak 20 mikrogram atau 800 IU.

Jumlah ini bisa dipenuhi dengan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D. Apabila ingin mengonsumsi suplemen vitamin D3, dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter spesialis gizi untuk menyesuaikan kondisi kesehatan.


Sumber makanan vitamin D

Sumber makanan vitamin D2 berasal dari tanaman contohnya jamur yang terkena sinar uv (jamur shitake) dan makanan yang diperkaya dengan vitamin ini.

Sebenarnya sumber vitamin D3 terbentuk secara alami ketika kulit terkena sinar matahari langsung. Namun Vitamin D3 juga dapat dijumpai di makanan yang berasal dari hewan, seperti salmon, tuna, dan tongkol, minyak ikan dan minyak hati , telur, susu dan olahannya, seperti keju dan yoghurt.

Semuanya sudah tersedia di bumi ini. Namun sayangnya ada banyak orang yang tidak bisa mendapatkan vitamin D secara alami. Contohnya saja seseorang yang menderita penyakit lupus atau orang-orang yang bekerja di dalam ruangan sehingga sangat minim mendapatkan vitamin D3. Jika sudah berkonsultasi dengan dokter tentang asupan vitamin D3, bisa beli ke toko obat terdekat ataupun toko obat online

Tidak ada komentar: