Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Wujud Nyata Indonesia Inklusif - Jurnal Hati Irfa Hudaya

Sabtu, 28 Agustus 2021

Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Wujud Nyata Indonesia Inklusif


Indonesia inklusif


Assalamualaikum Temans, 24 Agustus 2021 lalu saya mengikuti live streaming youtube yang diadakan oleh NLR Indonesia dan KBR (Kantor Berita Radio) yang bertema Yang Muda Yang Progresif untuk Indonesia Inklusif. Acara yang disiarkan ulang oleh 100 jaringan radio di seluruh Indonesia ini dimulai pukul 09.00 - 10.00 WIB.

Webinar Yang Muda Yang Progresif untuk Indonesia Inklusif

NLR Indonesia



Narasumber kali ini adalah Mbak Widya Prasetyanti, Program Development & Quality Manager NLR Indonesia serta Mbak Agustina Ciptarahayu Founder & CEO PT. Botanina Hijau Indonesia.

Fyi, Botanina adalah produsen produk kesehatan dan kecantikan. Sesuai namanya, Botanina memproduksi produk kecantikan dan self-care menggunakan bahan alami atau organik untuk menjaga kesehatan badan dalam jangka panjang.

Dalam webinar tersebut Mbak Tina, panggilan akrab founder & CEO PT Botanina Hijau Indonesia ini menegaskan bahwa Botanina berkomitmen untuk memberi peluang bagi mereka penyandang disabilitas. Kesempatan supaya bisa memberikan andil positif untuk kemajuan hidup dan usaha terkait.

Mbak Tina bercerita bahwa salah seorang karyawan yang selama ini menjadi tangan kanannya dalam produksi menyandang disabilitas juga yaitu low vision. Namun ia memiliki penciuman yang sangat tajam.

Selain di sisi produksi, Botanina pun memiliki karyawan disabilitas dalam divisi lain. Salah seorang karyawan yang bertugas mengemas produk adalah seseorang yang biasa disebut autis. Namun ia memiliki fokus dan kecermatan yang sangat tinggi. Alhasil pengemasan produk sebagai paket merchandise dikerjakan dengan sangat rapi mirip dengan paket ala Jepang.

Mbak Tina menyadari bahwa Tuhan itu Maha Adil. Saat Ia memberikan keterbatasan pada seseorang, di sisi lain menganugerahkan kemampuan istimewa.

Salut banget nih buat Botanina yang memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk berkarya. Satu bukti bahwa dunia usaha pun bisa kok membantu pembangunan inklusi di Indonesia. Yang terpenting adalah karya, kecuali satu pekerjaan membutuhkan mobilitas tinggi sehingga membutuhkan kondisi fisik yang prima. Akan ada nilai tambah yang bisa ditawarkan ke pasar jika ada kisah kisah menarik dibalik sebuah produk. Dan angkat topi setinggi tingginya buat Botanina yang memberikan apresiasi. Semua orang bisa berpartisipasi dalam kerja sama dan menitikberatkan pada skill.


Widya Prasetyanti selaku Program Development & Quality Manager NLR Indonesia dalam webinar ini menegaskan bahwa penyandang disabilitas lain pun sudah semestinya mendapat peluang yang sama agar bisa berkiprah. Selain untuk memajukan hidupnya juga memberikan sumbangsih positif bagi lingkungan sekitar.

Mbak Widya mewakili NLR Indonesia menegaskan pentingnya pendampingan terhadap Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK) Ada 3 pendekatan yang digunakan oleh NLR yaitu :

1. zero transmission (nihil penularan)

2. zero disability (nihil disabilitas)

3. zero exclusion (nihil eksklusi).

NLR Indonesia berkomitmen untuk memberikan dukungan bagi perbaikan taraf hidup penyandang kusta. Memberikan dorongan agar mereka bisa sembuh, mendapatkan layanan kesehatan dan hak ketenagakerjaan baik formal maupun dalam skema kewirausahaan.

Mbak Widya juga mengingatkan bahwa 11% dari 16.000 kasus baru kusta per tahun diderita oleh anak berumur 15 tahun ke bawah. Oleh karena itu Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK) menjadi prioritas karena dampak penyakit ini cukup signifikan terhadap kehidupan si penderita. Terlebih bagi pemuda. Andai dibiarkan, mereka bisa kehilangan kepercayaan diri sehingga kehilangan kesempatan kerja untuk berkarya.

Selain pendampingan terhadap pasien kusta NLR juga menyediakan kesempatan magang bagi OYPMK di kantor NLR Indonesia. OYPMK pun mendapatkan pelatihan menjadi konselor. Hal ini dilakukan supaya mereka bisa melakukan peer counseling atau konseling bagi teman sebaya yang menderita penyakit ini untuk tetap semangat dan bangkit membangun mimpi.


Kisah seorang OYPMK


Ini adalah cerita mengenai salah seorang pemuda yang bergabung dalam webinar tersebut. Namanya Gaby. Ia berasal dari NTT. Ia pernah menyepelekan penyakit kusta. Gaby tak memiliki pengetahuan yang memadai terhadap penyakit ini.

Saat menyadari kondisinya sampai mengalami lumpuh ringan. Dari NLR Indonesia inilah Gaby makin mengenal kusta.

Kusta adalah penyakit yang menyerang sistem syaraf. Penyakit ini menyebabkan kemampuan fisik terbatas. Dalam kondisi lumpuh otomatis aktivitas pun jadi terhambat.

Gejala yang dialami ada bercak keputihan menyerupai panu atau bercak kemerahan. Bercak kurang terasa atau kebas, tidak berkeringat, rambut sekitar kulit rontok, tidak gatal. Jika mengalami hal demikian maka sebaiknya mengunjungi puskesmas terdekat untuk berkonsultasi.

Saat ini Gaby sedang menjalani terapi di sebuah yayasan sosial. Ia sudah mulai bisa berjalan sendiri walaupun belum stabil. Ia menyadari bahwa kondisi fisik sangat dibutuhkan untuk mencari penghidupan tanpa membebani orang lain. Sambil menunggu pemulihan, Gaby pun kini tengah belajar menenun untuk membangun skill dan kepercayaan diri.

Harapan Bagi Penyandang Disabilitas

Harapan penyandang disabilitas


Kusta bisa disembuhkan. Masih banyak kok harapan untuk bisa kembali sehat seperti semula. Yang terpenting adalah tidak berputus asa apalagi menyerah. Bisa kok bersama memperjuangkan inklusivitas dengan menolak stigma negatif dan diskriminasi bagi OYPMK dan penyandang disabilitas lainnya.

Untuk itu NLR Indonesia membuka diri bekerja sama dengan kampus atau sekolah untuk mengedukasi publik tentang kesadaran mengenai kusta. Bisa langsung menghubungi kontak NLR yang saat ini berada di 34 kota/kabupaten di 13 provinsi. Bukan hanya edukasi mengenai OYPMK, namun disabilitas lain pun bisa tergantung konteks persoalan yang ada di tiap wilayah.

NLR Indonesia bisa jadi jembatan kesenjangan informasi mengenai skill tenaga disabilitas atau bursa pekerja difabel yang tersedia. Hal ini perlu diketahui oleh pengusaha juga. Tak ada salahnya mereka aktif dalam kegiatan non profit untuk membangun networking dan penjajakan bagaimana penyandang disabilitas sangat bisa menjadi tenaga yang terampil di perusahaan.

Perusahaan lain bisa mencontoh Botanina. Para penyandang disabilitas pun memiliki perannya masing-masing dalam kemajuan usaha perusahaan. Mbak Tina pun mengajak entitas usaha lain bisa memberikan peluang bagi para difabel yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Inilah saatnya saling memberikan energi positif dan memperluas kesadaran. Agar penyandang disabilitas pun mendapatkan hak setara dengan yang lain terutama dalam layanan kesehatan dan ketenagakerjaan.
















Tidak ada komentar: