Scabies : Mengobati dan Pencegahannya pada Anak - Jurnal Hati

Selasa, 02 Maret 2021

Scabies : Mengobati dan Pencegahannya pada Anak



Anak-anak termasuk dalam golongan paling rentan terhadap penyakit. Tak terkecuali dengan penyakit kulit. Banyak orang masih saja abai terhadap kulit mereka. Banyak anggapan bahwa penyakit kulit itu bisa sembuh secara sendirian. 

Padahal yang namanya penyakit kan mau seringan apapun ya harus diobati kalau sudah masuk dalam tubuh. Sesuatu yang ringan namun diabaikan lama-lama kan akan memperparah. Bisa jadi dampak dalam tubuh tidak begitu terasa. Namun tetap saja mengganggu. 

Salah satu penyakit kulit yang sering menyerang anak anak adalah scabies. Scabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh kutu kecil disebut sarcoptes scabiei. Kutu ini tak bisa dilihat dengan mata telanjang. Kutu ini bisa menyebabkan gatal yang intens membuat anak-anak rewel karena tak nyaman. 

Gejala yang timbul saat anak terkena scabies adalah :
1. Gatal parah. Biasanya gatal itu memburuk pada malam hari atau setelah mandi air panas.
2. Terdapat bentol atau lepuhan pada kulit tempat kutu bersembunyi.
3. Kulit kemerahan dan muncul ruam.
4. Kulit bersisik atau berkerak. 

Gejala tersebut baru biasanya muncul sekitar 4-6 minggu setelah kutu tersebut menyerang kulit anak. 

Coba cek anak-anak anda. Biasanya bentol scabies di anak berusia dua tahun ke atas muncul di tangan, sela-sela jari, pergelangan tangan, pinggang, paha, pusar, daerah selangkangan, dan ketiak. Sementara pada anak di bawah dua tahun benjolan sering kali timbul di kepala, leher, telapak tangan, dan telapak kaki. 


Mengobati scabies pada anak 

Jika anak anda mengalami gejala tersebut segera bawa ke dokter untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan. Biasanya untuk memastikan diagnosis, dokter akan melihat kondisi kulit anak untuk menemukan tanda-tanda scabies. 
Setelah dipastikan anak anda terkena scabies biasanya dokter akan meresepkan obat-obatan seperti di bawah ini:
1. Krim dan lotion yang mengandung permethrin, lindane, sulfur, atau crotamiton.
2. Obat antihistamin untuk membantu meringankan rasa gatal.
3. Obat ivermectin untuk scabies yang luas dan berat.
4. Antibiotik untuk mengobati infeksi bakteri pada kulit anak-anak 

Biasanya pengobatan ini membutuhkan waktu kurang lebih empat sampai enam minggu sampai penyakit ini sembuh dan gejalanya hilang. Yang perlu diingat jangan menghentikan pengobatan tanpa anjuran dokter. 

Pencegahan Scabies pada Anak 

Penyakit scabies adalah penyakit kulit yang mudah menular ketika seseorang yang sehat mengalami kontak langsung pada bagian kulit yang mengalami scabies. Tidur berdekatan atau menggunakan alat pribadi bersama dengan pengidap scabies pun bisa menjadi jalan penularan. 

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua untuk mencegah scabies pada anak yaitu: 

1. Memperhatikan lingkungan bermain anak
2. Cuci bersih barang milik anak dengan bersih. Jika barang-barang milik anak pernah dipakai bersama orang lain segeralah dicuci dengan air panas untuk menghilangkan kutu penyebab scabies.
3. Menjaga kebersihan lingkungan bermain anak dengan sering menyapu lantai dan mengepel lantai dengan pembersih lantai.
4. Jika memiliki hewan peliharaan perhatikan juga kebersihan hewan dan kandangnya. Scabies juga bisa ditularkan melalui hewan. O ya, ada baiknya hewan peliharaan pun diberikan vaksin supaya kesehatannya terjaga 

Jika artikel ini belum memberikan informasi yang dibutuhkan, ada baiknya anda membuka www.halodoc.com. Website ini memberikan begitu banyak informasi kesehatan. Mulai dari penyakit yang sangat ringan sampai penyakit berat akan anda temukan informasi yang lengkap beserta solusinya. 

Anda pun bisa mengunduh halodoc melalui aplikasi di ponsel anda. Banyak fitur bermanfaat yang bisa anda gunakan. Tak hanya informasi ataupun saran kesehatan. Konsultasi dengan dokter secara jarak jauh pun bisa anda lakukan. 

Yuk, lakukan tindakan preventif bagi kesehatan. Lebih baik mencegah daripada mengobati bukan?




Tidak ada komentar: