Harapan tahun ini : menjadi rekanan ISC sebagai penyedia produk - Jurnal Hati Irfa Hudaya

Senin, 01 Maret 2021

Harapan tahun ini : menjadi rekanan ISC sebagai penyedia produk




Assalamualaikum temans,

Sedih nggak sih, pandemi sudah setahun, tapi virusnya masih ada di sekitar kita? Kalau dulu awal pandemi rasanya masih di awang-awang, kayaknya nggak mungkin nyamper jauh sampai pedesaan. Nggak tahunya,tuh virus deket banget sama kita. Di tempat saya aja, samping kanan, kiri dan belakang rumah semuanya sudah terpapar covid. 

Masalah kesehatan begitu memprihatinkan. Belum lagi kalau bicara tentang perekonomian. Banyak banget masyarakat yang kehilangan mata pencaharian. 

Dulu jalan menuju arah rumah saya sepi pedagang. Paling ada satu atau dua pedagang, itu pun penduduk sekitar dan sudah lama mencari nafkah lewat jual beli. Namun hampir setahun ini pinggir jalan itu penuh pedagang. Hampir setiap 20 meter ada pedagang yang mencoba mengais rezeki. Apapun ada di jalan itu. Tak hanya makanan, jualan pakaian pun ada, dan semuanya dijual dengan harga yang kompetitif. 




Sayangnya, tak semuanya mendapatkan peruntungannya. Banyak sudah pedagang yang datang dan pergi atau mengganti dagangan. Kalau yang memiliki modal lumayan sih mungkin nggak terlalu khawatir. Yang kasihan justru pedagang-pedagang kecil yang modalnya mungkin nggak sampai jutaan. Bahkan ratusan ribu pun tak sampai. Prihatin juga. Yang bisa saya lakukan salah satunya ya membeli aja jualan mereka. Niatnya bukan jajan. Nglarisi aja. Siapa tahu uang yang saya belanjakan itu ternyata memang dibutuhkan banget. 


Usaha dari rumah

Saya pernah juga kok ngerasain hidup yang prihatin banget. Ketika suami resign dari pekerjaan di kantor lama. Dengan modal seadanya saya dan suami kulakan emping kemudian kami packing kecil-kecil. Lalu kami titipkan ke warung-warung. Waktu itu kami belum paham bagaimana mengemas produk dengan kemasan yang lebih bagus. Istilahnya orang jawa 'waton.' seadanya. Alhasil emping manis jualan kami jarang dilirik orang. 

Sedih itu ketika suami pulang bawa uang hanya cukup untuk belanja sayur dan lauk untuk makan sehari. Padahal kebutuhan dan perut itu nggak bisa nunggu. Namun kami yakin, Tuhan nggak bakalan diem aja. Pasti rezeki akan dilimpahkan di waktu yang tepat. 

Benar saja. Bersamaan dengan suami bekerja di kantor sekarang. Mulai jualan hanya di kala Ramadhan dan menjelang idul fitri. Setiap tahunnya mengalami peningkatan. Kami pun memutuskan hanya mengemas emping manis dalam ukuran 250gr saja. Secara harga pun tidak terlalu memberatkan. Dan yang penting nggak harus ditaruh di toples karena bisa dicemil rame-rame dan dalam sehari bisa langsung habis. 

Cobaan datang saat pandemi datang. Lebaran kemarin kami hanya menjual 25% dari jumlah yang terjual tahun sebelumnya. Namun lagi-lagi Tuhan memberi jalan yang nggak disangka. Setelah lebaran kami dipertemukan dengan produsen-produsen cemilan dalam skala kecil. Akhirnya terkumpullah produk-produk teman yang kami pasarkan. Produk-produk tersebut kami jual dengan merk Mas Fay, seperti emping manis kami. 

Karena terkumpul beberapa produk akhirnya sosmed kami yang tadinya menggunakan emping mas Fay sebagai nama akun akhirnya kami ganti. Warung Mas Fay adalah akun tempat kami berjualan online. 




Bersyukurnya kami, saat ini kami berjualan setiap hari. Meski masih mengandalkan customer di kantor suami. Tapi kami punya dua reseller untuk produk-produk kami. Alhamdulillah. Meski sedikit-sedikit setidaknya dari warung online ini kami memiliki pendapatan lain. 

Sejujurnya kami tak hanya ingin berhenti di sini. Pengen sekali bisa bergabung dengan rantai penjualan besar. Kalau kami bisa menjadi supplier, tentunya produsen-produsen kecil rekanan kami pun bisa ikut berkembang dan tentunya memiliki pendapatan yang lebih dibanding saat ini. Emping manis pedas, emping asin, usus goreng, kacang bawang, puyur (emping singkong), slondok, peyek lombok, tape ketan dan cobek batu bisa menemukan peminatnya dengan jangkauan yang lebih luas. 



Dan mungkin ini jalan Tuhan juga ketika saya membaca tulisan teman tentang ISC Globe. 



Indo Supply Chain Globe

Mungkin saya yang kudet selama ini tidak mengenal ISC Globe, sebuah perusahaan penyedia barang-barang kebutuhan dasar seperti beras, minyak dan barang kebutuhan lainnya. PT Indo Supply Chain (ISC), yang berkantor pusat di MTH Square, Jakarta Timur, didirikan di tahun 2017. ISC memiliki visi yang menarik yaitu membantu masyarakat untuk mendapat kehidupan yang lebih baik.

ISC memberikan alternatif solusi untuk mendapatkan produk serta sumber penghasilan dari penjualan langsung produk produk kebutuhan dasar dengan dasar kemitraan dan semangat gotong royong. 

Siapapun bisa bergabung sebagai mitra. Hanya dengan modal minim kita bisa bergabung dan bersama mengembangkan bisnis ini. Yang istimewa lagi, bisnis ini bisa diwariskan. 

Pada tahun 2018 PT Indo Supply Chain meluncurkan aplikasi mobil (Mobile Application) ISCGlobe untuk mempermudah proses kemitraan. Calon mitra usaha bisa dengan mudah melakukan pendaftaran secara daring baik melalui aplikasi mobil atau website. 

Tak hanya pendaftaran mitra saja, pemesanan produk pun bisa dilakukan secara daring. Sampai akhir tahun 2020, ISC terus memperluas jangkauan area pengiriman ke beberapa kota seperti Karawang, Tasikmalaya, Cirebon, Pekalongan, Yogyakarta, Solo, Sidoarjo dan Malang.

Ini yang paling menarik bagi saya. ISC tidak hanya fokus pada pengembangan bisnisnya saja. ISC memiliki misi membantu perkembangan UKM lokal di Indonesia. Saat ini ISC telah bekerjasama dengan puluhan UKM sebagai penyedia produk ISC. UKM yang menjadi supplier ISC tersebar di Pulau Jawa dan Bali. 

Inilah yang dinamakan dengan prinsip gotong royong yang menjadi semangat bagi ISC dalam mengembangkan usaha. Cocok banget dengan prinsip masyarakat di Indonesia bukan?

Dengan mengenal ISC ini saya jadi memiliki harapan. Kita nggak pernah tahu darimana pintu rezeki dibukakan oleh-Nya. Pengen juga bisa menjadi rekanan ISC sebagai penyedia produk. Saya yakin produk-produk saya kompetitif kok dari segi kualitas produk dan harga. 

Setelah menulis ini saya langsung hubungi ISC ah. Setidaknya kalau peluang menjadi penyedia produk kecil, masih bisalah menjadi mitra bisnis tanpa modal. Lumayan juga kan, belanja dengan jumlah nggak banyak bisa dapet komisi? 





















































Tidak ada komentar: