Antarkan Kebaikan bersama Paxel - Jurnal Hati Irfa Hudaya

Kamis, 29 November 2018

Antarkan Kebaikan bersama Paxel




Tanggal 24 November 2018 saya bersama para blogger Jogja diajak menghadiri syukuran sekaligus berkenalan dengan sebuah jasa pengiriman sameday service yang bernama Paxel. Acara itu bertempat di Linglung Cafe & Eatery di daerah Condong Catur.
Blogger gathering kali ini sungguh spesial. Kenapa? Banyak hal inspiratif yang saya dengar dari para pembicara.

Acara dibuka oleh Pak Bryant Cristanto, co founder Paxel mengantarkan kami untuk lebih mengenal Paxel. Undangan kepada blogger ini merupakan wujud syukur dari Paxel karena mulai beroperasi di Jogja.

Kemudian Bapak Djohari Zein, sang founder pun berbagi kepada kami. Nggak asing dengan nama Djohari Zein kan? Yup ... Sebelum mendirikan Paxel beliau merupakan CEO dari JNE, sebuah perusahaan yang sudah puluhan tahun eksis di dunia jasa kurir. Setelah mengundurkan diri dan berkedudukan sebagai pemegang saham di perusahaan tersebut, Bapak Djohari Zein masih tetap menginginkan berbuat sesuatu.

Flashback dengan kisah masa lalu Pak Djauhari. Di tahun 1998 ketika Indonesia mengalami krisis ekonomi besar-besaran. Tak terkecuali dengan Perusahaan yang sedang Bp. Djauhari pimpin saat itu . Banyak perusahaan memecat karyawan untuk mengurangi beaya.
Namun tidak bagi Bp Djauhari. Beliau mengingat salah satu surat dalam Al Quran yaitu surrah Al Maun. Isi surrah itu salah satunya adalah anjuran untuk memberikan bantuan dan memberi makan orang-orang yang tidak mampu.

Di saat perusahaan lain memecat karyawan, Pak Djohari membuat kebijakan untuk membagi beras bagi karyawannya. Prinsip beliau bahwa kebaikan yang ditebar akan selalu memberikan lebih bagi manusia yang melakukannya.

10 tahun kemudian online shop pun tumbuh subur. Bagaimana dengan perusahaan yang dikelola Pak Djohari? Tentu saja perusahaan tersebut melesat menjadi jasa pengiriman terbaik di Indonesia.
Saat ini E-commerce berkembang begitu pesat. Hal ini ditangkap sebagai peluang oleh Pak Djohari dan kawan-kawan. Pada prinsipnya, jika ingin melakukan usaha jangan dimasukkan ke dalam keranjang yang sama.

Untuk itulah Paxel hadir. Paxel menjadi berita gembira bagi mereka yang kecewa dengan layanan pengiriman. Kirim paket melalui Paxel akan terkirim dalam waktu 24 jam. Delivery yang akan diantarkan oleh hero bisa diatur jam berapa akan dikirim atau diterima. Jika alamat tak diketemukan, maka kiriman akan masuk ke loker yang disediakan oleh Paxel di area logistik tertentu.



Biasanya ekspedisi tertentu melarang customer mengirim makanan basah. Tidak dengan Paxel. Paxel lebih fleksibel karena kualitas layanannya yang menjanjikan barang diterima di hari yang sama. Bagaimana jika waktu pengiriman terlambat? Akan ada penggantian biaya kirim. Keterlambatan 2 menit sekalipun tak bisa ditoleransi.

Sharing hari itu makin berkesan dengan hadirnya mbak Valencia Mieke Randa, seorang bloger hits dan selebtwit. Beliau bercerita tentang kiprahnya bersama Rumah Harapan, sebuah rumah singgah untuk anak-anak yang sakit dari keluarga yang tidak mampu. Sebuah cerita yang membuat saya merinding adalah kala ada seorang anak yang sudah divonis berumur pendek karena menderita kanker. Saran dokter untuk membuat anak itu bahagia dituruti oleh volunteer dari Rumah Harapan. Anak itu ingin bertemu dengan seseorang yang menginspirasinya menjadi guru Bahasa Inggris. Ketika keinginan anak itu tercapai, ia begitu bahagia.

Kebahagiaan itu ternyata mengiringi mukjizat dari Sang Maha Kuasa. Awalnya berat badan anak itu hanya 15 kg perlahan mulai bertambah. Beberapa bulan kemudian diperiksa oleh dokter. Sang dokter pun gemetar karena tak percaya saat mengecek kesehatan anak itu. Dalam tubuh anak itu bersih dari sel kanker.
Begitu banyak kesempatan untuk berbuat baik. Kitalah menjadi rantai dari kebaikan itu sendiri. Ketika kita menolong orang lain sebenarnya kita sedang menolong diri sendiri. Yakinlah bahwa Tuhan membuka pintu rizki manusia yang mempunyai niat tulus. Karena sejatinya kita bisa menjadi pengantar kebaikan untuk orang lain.

Salah satu yang paling mengesankan di sesi ini adalah .... Twitter saya difollow mbak Valencia (nari-nari panggil hujan)



Ternyata Paxel telah bekerjasama dengan 100 komunitas. Untuk donasi atau pengiriman barang ke komunitas yang disupport tersebut akan digratiskan. Bahkan saat ini jika ada 25 pengiriman, maka akan bertambah lagi 1 orang dalam komunitas itu yang akan disupport penuh oleh Paxel.

Memang, Paxel tak punya dana CSR seperti perusahaan lain. Kenapa? Karena Paxel melakukan kegiatan sosial setiap hari. Kebaikan yang ingin dihadirkan Paxel adalah berkembang bersama untuk berkontribusi terhadap bangsa. Kebaikan dan kebahagiaan memang perlu kita antarkan bagi siapapun yang membutuhkan. Dalam setiap kebahagiaan selalu terselip kebaikan.



Sayangnya saya tinggal di luar kota yang belum terjangkau layanan Paxel. Ketika teman-teman blogger mencoba melakukan pengiriman paket, saya hanya menonton saja. Bukan karena tak mau. Namun saya berempati serta bersimpati jika hero Paxel harus melakukan perjalanan jauh sampai ke provinsi sebelah. Saya memahami akan keterbatasan. Jadi, memberikan empati dan simpati menjadi salah satu bagian dari #antarkan kebaikan bukan?


8 komentar:

  1. Baik ya paxel,banyak kegiatan sosial yang disubsidi, sangat menginspirasi semangat untuk berbagi..tfs mb..

    BalasHapus
  2. Baru dengar nih tentang Paxel. Semoga nanti jangkauannya lebih luas di seluruh Indonesia.

    BalasHapus
  3. Suami aja yang kirim paket via Paxel ke Jogja. Nitip di rumah saudara gitu mba, hihii

    BalasHapus
  4. Mbak Irfaa....Paxel selain bisnis ada sosialnya juga....keren ya

    BalasHapus
  5. Paxel asik..lagi riweh nggak perlu bingung anter paketannya karena di pick up

    BalasHapus
  6. Masyaallah, dimulai dr niat baik akan berbuah baik pula ya

    BalasHapus
  7. Paxel beneran antar kebaikan ya sesuai taglinenya :)

    BalasHapus
  8. Cerita di balik Paxel keren ya mbak. Apalagi cerita tentanh Rumah Harapan, bikin merinding.

    BalasHapus

Mohon tidak meninggalkan link hidup di komentar ya? Terima kasih