Jurnal Hati Irfa Hudaya

Kamis, 31 Maret 2016

Ketika ibu-ibu jadi tukang parkir dadakan
Sebulan yang lalu, Masjid Mujahidin, tempatku dan anak-anak biasanya menikmati kegiatan spiritual gempar. Salah satu motor yang terparkir hilang saat Maghrib. Motor tersebut bukan milik penduduk sekitar pula. Motor itu milik seorang pencari ilmu yang sedang mengikuti tim Dakwah Takmir Mujahidin ke satu tempat.


Tak lama setelah itu, di masjid yang berdekatan dengan Mujahidin pun mengalami kasus yang sama, disusul oleh beberapa kasus serupa. Pastinya bikin resah masyarakat dong ya?
Takmir Mujahidin pun segera menyiapkan korps keamanan. Semua motor disarankan untuk masuk ke lahan parkir bagian utara. Sebelumnya, banyak motor yang sering parkir di sebelah timur masjid. Termasuk motor saya. 

Setiap waktu Shalat Subuh, Maghrib, serta Isya selalu ada dua orang laki-laki yang menjadi pengawas keamanan. Mereka tidak berjamaah dengan yang lain. Mereka akan melakukan shalat berdua setelah ada pengganti yang menjadi pengawas.


Lalu bagaimana ketika Shalat Jumat berlangsung? Bukankah setiap laki-laki wajib mengikuti Shalat Jumat termasuk mendengarkan khotbah?

Selasa, 29 Maret 2016

Intuisi
Awalnya, saya mendengar kata intuisi dari Mbak Yana, mbak saya lain bapak dan ibu. Hehehe ... iya, dia sahabat saya, tapi lama-lama udah kayak sodara sendiri. Ia seorang psikolog. Saya benar-benar mengagumi segala analisa dan firasatnya yang tajam dan hampir 99% tepat. Setiap pikiran saya bisa ia tebak dengan tepat. Di depannya, saya seperti buku yang terbuka. Buku yang siap dibaca.

Dalam bahasa yang lebih familier, intuisi dikenal dengan kata 'firasat'. Coba deh, diingat, pernah nggak sih, ketika kita sedang melakukan sesuatu tiba-tiba ada yang berdesir di hati kita? Pernah kan, tiba-tiba saja kita merasa akan terjadi sesuatu pada diri kita?

Senin, 21 Maret 2016

Menariknya The Voice (versi saya)

Kayaknya semua orang juga sudah tahu kalau di rumah saya TV hanya menjadi pajangan di ruang keluarga. Mungkin sudah lebih dari tiga tahun saya melewati banyak tayangan di kotak ajaib itu. Kadang hal tersebut membuat Anya dan Lilo menjadi 'weird' di kalangan teman-temannya. Mereka kadang jadi nggak nyaman ketika berada dalam kelompok. 

Saya mengijinkan anak-anak untuk googling jika ingin mengetahui apa yang dibicarakan teman-temannya. Saya bolehkan mereka membuka youtube sepanjang saya juga berada di rumah. Saya bisa kontrol dan tau betul yang mereka lihat.

Akhir-akhir ini ketika saya merasa puyeng dengan naskah yang sedang saya kerjain, saya membuka tayangan The Voice di Youtube. Awalnya saya menonton The Voice Indonesia saja, namun sekali saya melihat The Voice di seluruh dunia membuat saya menjadi lebih rajin menonton The Voice.

Kamis, 17 Maret 2016

Cara Mengenali Keaslian Onderdil Motor
Sepeda motor merupakan salah satu alat transportasi yang sangat mudah digunakan. Selain praktis dan dapat membawa kita menuju tujuan, sepeda motor menjadi kendaraan yang digemari di masyarakat karena lebih bersifat pribadi tanpa harus berbagi dengan orang lain seperti di angkutan umum. Maka tak heran perawatan motor  yang maksimal dilakukan oleh pemilik kendaraan roda dua ini agar awet dan enak dipakai. Setiap bulan biasanya pemilik akan melakukan servis pada kendaraannya. Selain itu juga mengganti oli apabila kilometer di speedometer telah menunjukkan angka tertentu serta melakukan perawatan lainnya di bengkel. Namun apabila tidak melakukan perawatan dengan baik, biasanya sepeda motor akan cepat rusak pada bagian tertentu dan harus mengganti onderdil motor tersebut.

Rabu, 17 Februari 2016

Gen W Academy

Di masa remaja, saya pernah berangan-angan. Bagaimana ya rasanya bisa belajar menulis cerpen dengan baik seperti yang biasa saya baca di majalah remaja? Saya sudah cukup bosan dengan pelajaran yang itu-itu aja. Setiap kali bosan dengan pelajaran apapun, saya tinggal membuka bagian belakang buku tulis saya dan sibuk sendiri membuat sebuah tulisan. Apa aja. Entah hanya cerpen beberapa paragraf atau penggalan puisi. 

Saya selalu menunggu setiap pelajaran Bahasa Indonesia. Itu saatnya bersenang-senang. Apalagi jika ada tugas yang kadang membuat teman lain mengeluh. Padahal bagi saya, itu saatnya saya bersorak. Membuat esai, menulis puisi, bahkan membaca puisi menjadi saat yang paling menggairahkan. Bagaimana tidak, di pelajaran tersebut saya terbiasa dengan nilai-nilai tertinggi. Karena pelajaran itulah yang membuat saya menjadi juara II baca puisi tingkat kabupaten saat berada di sekolah menengah pertama. 

Namun itu semua tak membuat saya cukup puas. Saya ingin seperti Donatus A Nugroho, Gola Gong, Nurhayati Pujiastuti, Inun' NA, Jun Kuncoro, Zara Zettira, atau Gustin Suradji yang cerpennya selalu muncul di majalah remaja saat itu. Dimanakah mereka belajar ya? Punya guru privat nggak ya, supaya tulisan mereka mampu mengayun-ayun perasaan pembaca? 

Senin, 01 Februari 2016

Menjadi newbie
Sebenarnya saya masih agak ragu untuk kembali aktif berorganisasi dimana keluarga saya bernaung. Saya merasa sudah cukup saya mengaktualisasikan diri di komunitas menulis yang saya ikuti mulai dari tahun 2013 yaitu IIDN. Saya merasa IIDN adalah rumah saya, baik dalam berkarya maupun berkelompok. Dan saya memang sangat menikmati 'gokil bareng' bersama sahabat-sahabat saya di IIDN. Wadah dimana kami saling support untuk melakukan hal-hal terbaik dan berusaha bermanfaat untuk orang lain.

Awalnya Ibuk almh yang aktif di Aisyiyah. Beberapa tahun lalu pernah ada yang berkata bahwa saya kurang cocok untuk aktif di Aisyiyah. Kata beliau, " Kamu akan kesulitan mengikuti ritme ibu-ibu sepuh di sana. Kamu yang terbiasa bergerak cepat dan dinamis pasti akan bosan mengikuti kegiatan ibu-ibu yang kebanyakan sudah pensiunan dan nggak terlalu banyak aktivitas. Lebih baik kamu aktif di FKMM saja. Kamu akan berkembang nantinya."

Dan memang, saya sama sekali tak bersentuhan dengan anak organisasi dibawah payung Muhammadiyah itu. Selain merasa belum jadi warga Muhammadiyah beneran karena nggak punya NBM :) , saya juga ngerasa belum saatnya bergabung di sana. Masih banyak tempat untuk saya berkelompok yang satu visi dengan saya. Apalagi ada beberapa hal yang membuat saya akhirnya benar-benar menjauh dari aktivitas organisasi itu. Sampai kemudian Ibuk almh meninggal.