4 Cara Mengajari Anak Mengayuh Sepeda Anak Supaya Lekas Mahir - Jurnal Hati

Kamis, 13 April 2017

4 Cara Mengajari Anak Mengayuh Sepeda Anak Supaya Lekas Mahir

picture taken from www.joylawfirm.com


Sebuah penelitian menunjukan ada lebih dari 50% anak yang menginjak usia 6 tahun belum mampu mengendarai sepeda anak. Tentunya fakta ini perlu dijadikan perhatian dan orangtua manapun baiknya mengupayakan mengajari anak sejak dini. Pasalnya anak-anak biasanya sudah siap diajari naik sepeda khusus anak-anak saat menginjak usia 3 atau 4 tahunan. Minimnya waktu memang membuat orangtua kesulitan melatih anak belajar naik sepeda, namun manfaatkan waktu luang secara efisien supaya anak-anak mahir sebelum masuk lingkungan sekolah.


Melirik Manfaat Belajar Bersepeda Pada Anak


Membantu anak belajar naik sepeda sendiri sejak usia batita yakni minimal 3 tahun ternyata memberikan banyak manfaat bagi buah hati. Beberapa manfaat tersebut adalah:


  • Membantu anak belajar mengasah kemampuan motorik kasarnya, motorik kasar adalah keahlian mengkoordinasikan bagian tubuh bersamaan.
  • Melatih anak untuk menjaga keseimbangan tubuhnya.
  • Hadiah terbaik untuk anak sebab keahlian bersepeda ini akan dipakainya seumur hidup.
  • Dan lain-lain.

Anak-anak di zaman sekarang memang sudah mahir mengendalikan sepeda bahkan sejak usia batita, sehingga mengajari buah hati naik sepeda cukup penting. Supaya nantinya lebih percaya diri saat bersosialisasi dengan teman sebayanya karena biasanya muncul rasa iri melakukan atau memiliki apa saja yang temanya lakukan. Mengajari anak bisa memanfaatkan akhir pekan, dan semakin dini diajari semakin mudah dan butuh waktu singkat sebab anak-anak biasanya lebih mudah diajari.

Cara Mudah Mengajari Buah Hati Naik Sepeda


Sebelum membelikan sepeda anak  baiknya memastikan si kecil sudah mahir mengayuh sepedanya sendiri, maka ajari dulu dengan sepeda lama. Kemudian lakukan beberapa cara atau teknik berikut untuk mengajari anak dalam tempo singkat:


1. Kenalkan pada sepeda roda empat atau tiga,
Semakin dini Anda memperkenalkan sepeda pada anak maka akan memotivasi mereka berlatih mengayuh nya. Kenalkan dahulu pada sepeda roda empat atau roda tiga untuk membantu mereka menikmati sensasi bersepeda. Perlahan mereka akan tertarik mengayuh nya sendiri.

2. Ajari anak untuk mengayuh sepeda dan mengerem nya,
Langkah selanjutnya adalah mengajari anak perihal tata cara mengayuh, sehingga anak-anak bisa menyeimbangkan gerakan kakinya. Misalnya mengajari cara menaikkan kaki secara bergantian untuk mengayuh pedal sehingga roda bergerak maju. Selanjutnya ajari anak mengerem sepeda tersebut, maka pastikan rem sepeda berfungsi dengan baik. Tujuannya adalah anak tidak hanya mahir mengayuh namun mengendalikan laju sepeda tersebut dengan kendali rem secara tepat.

3. Pilih lokasi yang landai dan rata,
Soal lokasi pun akan menentukan kenyamanan buah hati dalam belajar mengayuh sepeda pertamanya. Usahakan mencari tempat yang luas misalnya saja lapangan dan pastikan tanahnya rata bukannya menanjak. Lapangan yang datar akan membantu anak mengendalikan sepedanya dahulu, setelah mahir baru bisa mengajak mereka berlatih di jalanan. Mulailah di jalan masuk gang yang tidak dilalui kendaraan besar supaya lebih aman dan anak leluasa belajar sepeda secara maksimal.

4. Biarkan anak belajar sepeda roda dua,
Setelah mental anak mulai berani dan tangkas mengendalikan sepeda, maka roda tambahan bisa dilepas. Sehingga sepeda yang tadinya empat roda kini bisa memiliki dua roda saja yang tentunya membuat buah hati perlu mengasah keseimbangan tubuhnya. Supaya dengan diambilnya roda tambahan sepeda yang dinaikinya tetap berdiri tegak dan bisa dikayuh dengan nyaman. Berikan dampingan sampai anak benar-benar bisa dilepas sendiri, sehingga tetap aman selama berlatih. Kemudian berikan sepeda anak baru sebagai hadiah jika mereka sudah menguasai kendaraan ramah lingkungan ini. 

2 komentar:

  1. Alhamdulillah Thifa udah bisa naik roda dua tinggal Hana nih 😁

    BalasHapus
  2. Betul...penting sekali ketrampilan bersepeda ini ya.. Sekali bisa tak akan terlupa..bgtu bukan?

    BalasHapus

Mohon tidak meninggalkan link hidup di komentar ya? Terima kasih