Muhammadiyah Ranting Gunungpring, Pemenang Ranting Terbaik Nasional Muhammadiyah Expo 2017 - Jurnal Hati

Rabu, 22 November 2017

Muhammadiyah Ranting Gunungpring, Pemenang Ranting Terbaik Nasional Muhammadiyah Expo 2017




Assalamualaikum Temans,

Jika teman-teman mendengar sebuah desa bernama Gunungpring, saya yakin sebagian besar takkan mengetahui dimana letak desa yang berada di sebuah Kabupaten Magelang. Okelah, ada sebagian kecil yang tahu. Desa Gunungpring biasanya dikenal orang sebagai daerah Wisata Ziarah yang memang banyak dikunjungi oleh para peziarah dari Jawa Timur.

Namun dari desa ini sebuah prestasi yang tak banyak diketahui oleh masyarakat muncul. Muhammadiyah Ranting Gunungpring menjadi juara 1 ranting terbaik se-Indonesia. Penilaian ini diadakan oleh Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam kurun waktu 2016-2017.

Sebuah prestasi yang membanggakan. Prestasi besar itu tak hanya melibatkan satu atau dua personal saja. Namun semua itu tak lepas dari seluruh stake holder dari Pengurus Ranting Muhammadiyah Gunungpring Sendiri.

Kriteria penilaian sebagai ranting terbaik meliputi pembinaan jamaah, managemen organisasi, kaderisasi, pemberdayaan ekonomi masyarakat, memiliki AUM yang mencerminkan Muhammadiyah yang berkemajuan, serta daya pengaruh ke umat dan penguasaan media.

Penilaian ranting terbaik secara nasional ini tentu saja melewati berbagai tahapan. Di mulai penilaian di tingkat PDM atau setingkat Kabupaten, lantas maju ke tingkat PWM atau setara dengan provinsi barulah ke tingkat PPM atau nasional.

Apa sih yang membuat Ranting Gunungpring bisa menjadi Ranting terbaik?

1. Pembinaan jamaah
Ranting Muhammadiyah Gunungpring mempunyai binaan jamaah sekitar 11 dukuh yang aktif melakukan kajian secara berkala. Ada yang seminggu sekali, atau dua minggu sekali. Kajian ini meliputi kajian fikih, ketauhidan maupun muamalah. Masjid Mujahidin sebagai sentra kegiatan Muhammadiyah di Gunungpring pun makmur oleh kegiatan-kegiatan kajian. Mulai dari kajian anak-anak yang dilakukan setiap hari Kamis, Kajian remaja putra dan putri setiap malam Ahad, Kajian tafhimul Quran yang tak hanya diikuti oleh jamaah Gunungpring saja, namun dari beberapa daerah pun aktif mengikuti, serta kajian khusus ibu-ibu di malam Sabtu. Semua berjalan secara rutin.

2. Managemen Organisasi
Organisasi di Muhammadiyah Gunungpring diisi oleh orang-orang yang mau berjuang. Ketulusan pun menjadi nama tengah bagi mereka yang aktif untuk kemajuan Muhammadiyah. Muhammadiyah Gunungpring mempunyai teamwork yang solid. Saat inovasi diluncurkan, mereka yang mempunyai materi berlebih pun tak sayang untuk digunakan untuk kepentingan Muhammadiyah.
Muhammadiyah Gunungpring mempunyai sumber daya manusia yang profesional di bidangnya. Hal itu membuat masing-masing majelis fokus dalam pengembangannya. Meski begitu, jika ada hal yang urgent, sudah tak lagi berpikir majelis apa yang dipegang. Apa yang bisa dilakukan maka akan dikerjakan.

3. Kaderisasi dan partisipasi anak muda
Hal terberat dari sebuah organisasi, dimanapun itu adalah kaderisasi. Mendorong anak muda untuk berpartisipasi dengan ghirah yang sama besarnya menjadi PR tersendiri bagi pendahulunya. Namun bukan tak mungkin dilakukan. Hal ini sudah diantisipasi oleh Muhammadiyah Gunungpring dengan mengajak kaum muda untuk ikut serta dalam perjuangan Muhammadiyah. Pembinaan kaum muda pun sudah dimulai dengan aktifnya Angkatan Muda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah serta Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Mengikutsertakan mereka dalam kegiatan-kegiatan penting untuk menumbuhkan semangat dan kecintaan mereka pada Muhammadiyah. Tak lupa memberikan wadah bagi kaum muda untuk berkarya dan berkreasi.

4. Pemberdayaan Ekonomi Warga
Muhammadiyah Gunungpring Mempunyai Pondok Zakat Indonesia. Pondok Zakat Indonesia yang sedianya menerima dan mentasyarufkan zakat ternyata juga berfungsi untuk menyediakan permodalan bagi masyarakat sekitar. Pengembangan usaha kecil ini juga didukung oleh pelatihan kewiraswastaan yang dilakukan secara berkala. Upaya saling dukung sesama anggota pun dilakukan. Contohnya, minimarket yang dimiliki oleh beberapa anggota Muhammadiyah Gunungpring membantu pemasaran UKM milih anggota lain dengan memajang produk di minimarketnya.

5. Memiliki AUM unggulan
Muhammadiyah Gunungpring Memiliki beberapa AUM unggulan di bidang pendidikan


  • PAUD dan TK
Ada dua PAUD yakni PAUD Insan Robbani dan PAUD Mentari. Selain itu masih ada TK Aisyiyah Bustanul Athfal Mutihan, TK Aisyiyah Bustanul Athfal Wonosari serta TK Aisyiyah Bustanul Athfal Nepen.


  • Sekolah Dasar
Satu-satunya sekolah dasar Muhammadiyah yang dimiliki oleh adalah SD Muhammadiyah Gunungpring yang biasa disebut SD Mugu. Meski berada di sebuah perkampungan, namun siswa siswinya banyak yang berasal dari luar daerah, bahkan dari beda kabupaten. Hal itu bukanlah menjadi kendala, karena Muhammadiyah memiliki 18 armada antar jemput yang digunakan untuk siswa SD dan SMP.

Masalah prestasi, jangan ditanya deh SD yang punya murid lebih dari 700 anak ini. Lihatlah piala-piala yang menghiasi kantor SD Mugu. Bagaimana dengan  metode pendidikannya? Saya pernah menuliskannya di artikel lain.


  • Sekolah Menengah Pertama
Prestasi SMP yang satu ini jangan pernah diragukan. SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring ini hanya dalam waktu 3 tahun dari masa berdirinya, sudah mampu berada di urutan 3 terbaik ujian nasional untuk SMP negeri maupun swasta se Kabupaten Magelang. SMP yang dipimpin oleh Bp. Hima Sugiyarto ini mentargetkan 10 terbaik SMP negeri dan swasta se provinsi Jawa Tengah untuk siswa dan siswi angkatan 9 ini. Tertekankah dengan target-target tersebut? Sepertinya kok enggak ya? Anak-anak yang bersekolah di SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring terlihat enjoy dan betah di masa pembelajarannya.
Bisa Baca di sini : Full Day School? Why Not?


  • Sekolah Menengah Atas




Sebuah proyek yang wow bagi sebuah ranting Muhammadiyah ketika mendapatkan tantangan untuk membangun SMA Taruna Muhammadiyah Boarding School. Dalam jangka waktu satu tahun SMA ini sudah harus berjalan dan tahun ajaran mendatang sudah harus siap menerima murid baru. Bukan hal yang mudah membuat sebuah sekolah beserta asramanya, untuk 100 siswa pula. Ini Jika bukan orang-orang luar biasa yang terlibat didalamnya, tak yakin juga jika ini bisa berjalan mulus. Bersyukur sekali bahwa keterlibatan warga Muhammadiyah dalam pembangunan ini bukan hal yang main-main.

Mungkin sebagai orang awam mempertanyakan masalah finansial sehingga AUM pendidikan di Muhammadiyah Gunungpring bisa berkembang sedemikian pesatnya. Ternyata Muhammadiyah Gunungpring memberlakukan subsidi silang bagi AUM yang lebih muda. Contohnya ketika pembangunan dan pengembangan SMP Muhammadiyah Gunungpring, SD Mugu membantu sampai bisa AUM tersebut bisa mandiri.  Lantas untuk pembangunan SMA Taruna Muhammadiyah ini, SD Mugu dan SMP Mplus pun yang akan membantu segala pengembangannya nanti. Meski tak menutup mata bahwa bantuan donasi dari personal yang tak bisa dikatakan kecil juga.

Prestasi-prestasi dari AUM Pendidikan ini tak lepas dari tantangan dari Dirjen Pendidikan saat membantu proses berdirinya SMP MPlus. Bahwa sudah tak masanya lagi Muhammadiyah hanya memikirkan kuantitas namun pikirkan kualitas bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah. Dan hal itu dijawab oleh Muhammadiyah Gunungpring.


Muhammadiyah Gunungpring takkan bisa semaju sekarang jika tak dipimpin oleh orang-orang yang think out of the box. Membangun Masjid dengan biaya sekian M, Membangun SMP Mplus, SMA Taruna Muhammadiyah, ditambah lagi sekarang dengan pembangunan Kantor Muhammadiyah Gunungpring merupakan angan semata jika tak ada action yang pasti dari orang-orang yang berani berjuang. Keberanian berspekulasi dari beberapa pengurus Muhammadiyah namun didampingi oleh orang-orang yang memiliki banyak pertimbangan sehingga membuat koridor sendiri dalam bergerak menjadikan Muhammadiyah Gunungpring ini menjadi organisasi yang dinamis.

Semoga organisasi yang digawangi oleh Bp . Rahmad Abdul Gani , Bp Sujono, Bp. Fahmi Hakim,  Bp Hima Sugiyarto,  Bp. Anis Asrono, Bp. Muhajir, Bp. Tranggono Murti, Bp Imron dan masih banyak bapak-bapak lain bisa terus melesat menjadi organisasi yang selalu bermanfaat untuk umat. 



Dan inilah dua orang dari sekian banyak yang menjadi daya ledak di Muhammadiyah Gunungpring. Berbicara dengan beliau berdua membuat ghirah saya pun melesat naik. Kalau Bapak  Muhajir  dan Bapak Tranggono Murti yang sudah purna tugas saja masih memiliki kreativitas dan inovasi yang luar biasa, apa kabar dengan kita?





2 komentar:

  1. Masyaallah, semoga semua istiqomah di jalan-Nya ya..

    BalasHapus
  2. Muhammadiyah mmg berkembang krn keren dlm regenerasi ya mba, jd kegiatan & lembagany khas generasi muda banget.

    BalasHapus

Mohon tidak meninggalkan link hidup di komentar ya? Terima kasih