Rabu, 07 Juni 2017

Membiasakan anak membaca Al Quran



Assalamualaikum temans,
Bagi kita umat Islam, anak adalah amanah Allah yang harus dijaga. Allah telah memberikan kita sebuah kepercayaan dengan menitipkan umat-umat Rasulullah kepada kita sehingga kita sudah selayaknya memberikan yang terbaik bagi titipan-Nya. Pendidikan adalah hal yang mutlak kita berikan pada anak-anak sehingga mereka menjadi manusia-manusia yang berkarakter dan berakhlak mulia seperti yang telah tertuang pada Al Quran. Salah satu karakter pendidikan yang wajib kita berikan pada anak-anak adalah pendidikan agama.

Al Quran adalah pedoman bagi umat Islam. Semua hukum-hukum Allah berada dalam kitab-Nya. Kewajiban dan hak setiap manusia pun jelas tersurat dalam firman-firman-Nya. Dan wajiblah bagi kita untuk mempelajari setiap ayat dalam semua surah-surahnya. Dan untuk mempelajari dan memahami yang perlu dilakukan adalah membacanya. Dan alangkah baiknya jika membaca Al Quran itu dilakukan sejak dini.


Alah bisa karena biasa. Ketika anak dibiasakan untuk mengenal huruf-huruf hijaiyah maka kendala membaca Al Quran pun sudah terlewati satu langkah. Ketika sejak bayi anak dibiasakan mengenal huruf hijaiyah dan diajarkan dengan cara yang menyenangkan, anak takkan merasa terbebani.
Ketika sudah lancar membaca dengan huruf hijaiyah tantangan bagi orang tua adalah membiasakan anak untuk membaca Al Quran. Ini bukan hal yang mudah. Butuh perjuangan dan konsistensi orang tua dalam mendampingi anak-anak sehingga saat mulai beranjak remaja dan menjadi dewasa tak meninggalkan bacaan wajibnya.


Apa saja yang bisa kita lakukan untuk membiasakan anak membaca Al Quran?


1. Mengenalkan anak dengan huruf hijaiyah dengan cara yang menyenangkan. 

Sekarang ini banyak sekali media untuk memberikan pemahaman belajar membaca huruf hijaiyah baik berupa buku maupun dengan audio visual.

2. Ajak anak untuk menghafal surah-surah pendek dalam Al Quran.  

Dalam juz 30 terdapat 37 surah-surah pendek yang bisa dihafalkan oleh anak-anak. Berikan tantangan hafalan pada anak. Anak-anak biasanya akan terpacu semangatnya ketika diberikan tantangan. Kemudian berikanlah reward ketika mereka mampu melewati tantangan. Reward tak harus berupa barang ataupun uang. Waktu bermain yang lebih pun bisa dijadikan sebuah reward.

3. Ajak anak-anak ke masjid atau TPA. 

Anak akan lebih senang jika melakukan kegiatan bersama teman-teman sebaya. Mungkin dalam pikirannya adalah bermain. Tak mengapa. Bukankah dunia anak adalah dunia bermain? Memberi pendidikan pada anak tak ada salahnya diselipkan dalam setiap permainan bukan?

4. Memberi waktu wajib bagi anak-anak membaca Al Quran di rumah. 

Hal ini juga bisa melatih kedisiplinan bagi anak karena ada rutinitas di dalam rumah. Biasanya waktu yang paling tepat untuk anak-anak membaca Al Quran adalah setelah shalat Maghrib ataupun Shalat Subuh. Saat shalat Maghrib anak dikondisikan untuk membaca sebelum belajar dan makan malam. Sedangkan setelah shalat Subuh anak dalam kondisi yang bugar karena setelah beristirahat yang cukup.

5. Orang tua memberikan teladan. 

Orang tua adalah role model bagi anak. Jika kita menginginkan anak-anak kita terbiasa membaca Al Quran, maka mulailah dari diri kita sendiri. Anak akan meremehkan apa yang kita ucapkan meski itu sesuatu yang baik jika kita sendiri tak memberi contoh. Namun saat anak melihat apa yang kita lakukan di setiap harinya, anak akan menduplikasi perilaku kita tanpa harus diminta. Cobalah untuk konsisten membaca Al Quran di waktu yang telah disepakati bersama. Insya Allah anak akan terbiasa untuk membaca Al Quran.


7 komentar:

  1. Aku jadi inget dulu mba, dulu aku seneng banget ngikut ngaji tetanggaku hihi :D

    BalasHapus
  2. Reward berupa boleh nonton yutub atau main game di HP juga mereka suka ya mba ��

    BalasHapus
  3. Siip banget dari kecil dibiasakan baca Alquran, sudah dewasa insyaAlloh istiqomah 😊

    BalasHapus
  4. Anakku juga tak biasain ngaji habis magrib mb..barengan ma aku

    BalasHapus
  5. Mbak, Kak Ghifa baru 21 bulan, kalau gak ajak ngaji gitu ada aja. Nyontek Quran lah, diciumi sampai ilernya nempel. Aku sampai mikir, ini gimana caranya biar nih anak bisa anteng kalau ngaji.

    BalasHapus
  6. Alhamdhulilah anakku jg tak biasakan ngaji tiap hari apalagi skolahnya di SDIT kan mbak jd di skolah jg ngaji hafalanya pun skr emaknya udah kalah jauh hehhehe..

    BalasHapus
  7. Tfs mb sharing dan tipsnya. Anakq masih balita, lagi menerapkan poin2 diatas mb

    BalasHapus

Mohon tidak meninggalkan link hidup di komentar ya? Terima kasih