Minggu, 12 Februari 2017

Perpustakaan Jalanan di salah satu sudut Tugu Jogjakarta


Berpuluh-puluh tahun yang lalu, saat masih tinggal di Jogja dengan status mahasiswi, saya sering berangan-angan bisa berfoto di tengah perempatan yang menghubungkan Jalan Diponegoro, Jalan AM Sangaji, Jalan Sudirman dan Jalan Mangkubumi. Saat itu tak ada yang berani melangkah ke tengah-tengah perempatan itu. Meski sebuah tugu berdiri tegak di sana. Jikalau ingin hunting foto, saya bersama teman-teman hanya berani berdiri di pinggiran yang saat itu masih berupa trotoar di depan toko-toko kecil yang berjualan tiket kendaraan baik kapal maupun pesawat terbang.

Angan-angan saya pun akhirnya terkabul berpuluh tahun kemudian. Dalam sekali seumur hidup saya malmingan di Tugu Jogja beberapa minggu lalu di sela mengisi workshop selama dua hari di Jogja. Di perempatan itu, saya bersama Mbak Indah, sahabat saya si penulis cerita anak ini merasakan sensasi berfoto di tengah perempatan itu. Namanya emak hobi eksis, mau di kanan kiri adanya dedek unyu bin emesh udah nggak peduli. Pokoknya foto sepuasnya.

Rabu, 01 Februari 2017

Karya terbaru: Ya Allah Aku Rindu Ibu



Hanya bisa bersyukur untuk hari ini. Ketika dua hari yang lalu saya dikabari bahwa buku yang dikerjakan keroyokan naik cetak, buku solo yang saya kerjakan dua tahun lalu ini akhirnya terbit juga. Banyak hal yang terjadi di masa itu, Lantas kesabaran pun akan membayar segala perasaan negatif saat itu.

Buku ini adalah persembahan seorang anak kepada sang ibu. Sebuah tulisan untuk menyembuhkan lukanya ketika si anak merasa sangat kehilangan. Ketika si anak mengingat bahwa dirinya menjadi tokoh antagonis dalam hidup sang ibu. Penyesalan dan rasa bersalah yang terus saja membebani hati. Hanya ada dua pilihan saat itu. Menulis, atau menyesal tiada henti.

Pengen ngintip karya terbaru saya? Boleh ... Silakan dibaca prolognya ya?