Kamis, 21 September 2017

Aplikasi Yang Mendukung Aktivitas Ngeblog Saya

aplikasi : Phonto


Ngobrolin tentang blog, sebenarnya malu banget nih. Udah lama punya blog, udah TLD pula. Cuma malesnya minta ampun. Dua tahun umur si blog, DA/PA masih segitu-gitu aja. Ada aja alasan buat jadi pembenar nggak ngisi blog. Padahal kalau mau, ide mah bisa datang dari mana aja. Ya nggak sih?

Kali ini Mbak Nyi Penengah Dewanti dan mbak Alfarezie Rahma ngasih tantangan nih. Aplikasi apa aja sih yang mendukung aktivitas blogging saya?

Ada beberapa aplikasi yang biasa saya gunakan untuk mendukung aktivitas ngeblog ini.

Aplikasi dari PC


1. Microsoft Word

Saya lebih nyaman mengetik via laptop. Mata usia cantik emang lumayan repot untuk melihat font dan memperhatikan tulisan di arena ponsel. Melalui microsoft word saya bisa mengecek berapa banyak kata ataupun karakter hingga memudahkan jika saat blogging mensyaratkan berapa jumlah kata yang sudah ditentukan. Tentunya menggunakan Ms Word jempol saya tak begitu capek karena terbantu dengan jari-jari yang lain.

2. Microsoft Office Picture Manager

Biasanya aplikasi ini saya gunakan untuk mengubah ukuran gambar ataupun mengurangi jumlah pixel dan ukuran file. Biasanya saya mengubah ukuran file ini untuk keperluan mengunggah gambar.


Aplikasi dari ponsel


Sekarang ini banyak banget aplikasi yang bisa didapatkan dan diunduh gratis dari Play Store. Beberapa aplikasi ternyata menjadi pendukung saya saat ngeblog. Kebanyakan sih lebih ke tampilan foto

1. Phonto
Aplikasi sederhana ini saya gunakan untuk menambahkan teks pada sebuah foto. Atau jika ingin mengunggah quote di instagram, saya menggunakan aplikasi untuk menulis quote. Ada banyak font yang bisa dipilih untuk membuat quote lebih cantik dan artistik.




2. Pics Art
Aplikasi ini saya gunakan untuk kolase foto, mengatur ukuran foto atau memberikan efek blur pada sebuah foto.
mengatur ukuran


memberikan efek blur


kolase foto


3. Snapseed
Saya menggunakan snapseed untuk mempercantik foto. Dengan menggunakan snapseed saya bisa mengoreksi segala kekurangan yang ada dalam foto asli yang saya ambil melalui kamera ponsel.

foto asli


foto dikoreksi dengan aplikasi snapseed


4. VSCO
Pengen dong, punya foto-foto keren kayak punya selebgram? Tone warna fotonya cantik banget kan? Tapi kita mesti ulet milih filter yang paling cocok buat diri kita, karena setiap filter beda warnanya.


foto asli

editing menggunakan VSCO 



Masih banyak lagi lho aplikasi gratis yang bisa diunduh melalui Play Store. Saya kalau pas selo banget suka tuh unduh aplikasi, dicoba, kemudian di-uninstall kalau bosen. Kalau nggak nyobain nggak bakalan tau kan? 

Rabu, 30 Agustus 2017

Nyai Ahmad Dahlan : Review dan Kritik Sebuah Tuntunan yang Berbalut Tontonan


Keberanian Iras Film untuk memproduksi kisah Nyai Walidah atau lebih kita kenal dengan sebutan Nyai Ahmad Dahlan patut diacungi jempol ditengah maraknya film-film Hollywood serta film nasional bergenre komedi dan romance yang wara wiri di cineplex Indonesia. Semangat memberikan film yang tak hanya sebagai tontonan namun juga menjadi tuntunan patut diapresiasi setinggi-tingginya.

Keterlibatan insan-insan seni dalam film ini, diluar para pemain saya hanya mengenal Dyah Kalsitorini penggiat literasi yang saya kenal namanya sejak saya remaja. Beliau sudah menulis ratusan cerpen dan puluhan buku yang diterbitkan penerbit besar di Indonesia. Saat ini beliau lebih banyak berkecimpung menulis naskah FTV. Selebihnya saya masih asing membaca nama-nama mereka.

Namun itu tak masalah bagi saya. Saya ingin mengenal Nyai Ahmad Dahlan lebih jauh. Selama ini meski tak begitu aktif di Aisyiyah, saya mengagumi akan sosok founder dari organisasi perempuan Islam yang pertama di Indonesia. Keingintahuan saya mengenal sosok pendamping pendiri salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia ini makin tinggi saat membaca novel biografi Kyai Ahmad Dahlan, “Bara Yang Tak Padam” karya salah satu teman saya, Haidar Musyafa.

Rabu, 23 Agustus 2017

Jual Mobil : Simak Solusi Memperoleh Mobil dengan Murah dan Mudah Secara Online




Mobil merupakan alat transportasi yang memang banyak dicari oleh masyarakat Indonesia, akhir-akhir ini, selain dapat memberikan kenyamanan pada saat perjalanan, mobil juga mampu mengakomodasi jumlah penumpang yang lumayan, sehingga akan lebih menghemat dana perjalanan yang dilakukan. Bagi Anda yang memang membutuhkan sebuah mobil sebagai alat transportasi bagi Anda dan keluarga, mungkin Anda dapat memanfaatkan promo jual mobil murah baik dalam kondisi bekas maupun baru, sebagai solusi dalam mendapatkan mobil impian. Promo penjualan mobil ini, biasanya akan dapat Anda peroleh dengan harga murah, ketika terdapat pameran mobil dan otomotif yang diselenggarakan secara berkala oleh asosiasi pengusaha otomotif Indonesia. Selain harga murah, berbagai gift menarik terkait dengan pembelian mobil pun dapat dengan mudah Anda miliki.

Untuk dapat memperoleh info mengenai pameran otomotif yang diselenggarakan oleh asosiasi pengusaha otomotif ini, Anda dapat memperoleh informasinya melalui media masa baik dalam kategori cetak ataupun media sosial. Pameran otomotif ini, biasanya akan diselenggarakan secara berkala dengan pemilihan tempat-tempat tertentu, sebagai tempat penyelenggaraannya. Baliho, pamflet dan banner mengenai penyelenggaraan pameran ini pun, akan dapat Anda lihat disekitar wilayah jalan protokol tempat Anda berdomisili, karena pada umumnya mendekati waktu penyelenggaraan pameran akan terdapat banyak iklan mengenai event ini.

Selain mobil baru, mobil bekas pun biasanya juga akan banyak ditawarkan pada pameran ini, namun tidak semua dealer yang mengikuti pameran akan menawarkan mobil setengah pakai kepada para pengunjung. Ketika menghadiri event pameran otomotif ini, lebih disarankan bagi Anda untuk mengetahui terlebih dahulu harga pasaran dari mobil-mobil yang ingin Anda miliki, agar nantinya Anda dapat memilih dealer mana saja yang memberikan keringanan harga pembelian mobil bagi Anda.

Selain melalui pameran otomotif yang diselenggarakan secara berkala, harga mobil murah pun dapat Anda dapatkan melalui penawaran iklan pada situs-situs jual beli online. Pada umumnya situs jual beli online ini, banyak digunakan oleh para pemakai mobil langsung yang memang ingin menjual mobil mereka karena kebutuhan. Jika Anda beruntung, maka Anda akan dapat memperoleh harga murah dari sistem jual mobil online tersebut, dengan kondisi mobil yang masih terawat karena memang dipakai langsung oleh pemiliknya.

Untuk dapat memperoleh harga murah dari sistem jual beli mobil online, berikut ini beberapa hal yang memang harus Anda perhatikan dalam pembeliannya, yang diantaranya adalah:

  • Pilihlah terlebih dahulu jenis mobil yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan Anda dalam membelinya, kemudian carilah informasi lengkap mengenai harga pasaran dari mobil tersebut.
  • Filterisasi pencarian Anda dalam situs penjualan mobil online, sesuai dengan jenis mobil yang Anda inginkan, kemudian pilihlah harga yang murah dan bersaing dengan harga pasaran.
  • Hubungi penjual secara langsung, kemudian lakukan pengecekan kondisi mobil secara langsung ke TKP, pastikan mobil dalam kondisi yang baik dan istimewa

Sistem jual mobil online yang banyak dilakukan oleh situs-situs jual beli secara online ini, juga memungkinkan Anda untuk menemukan penjual sesuai dengan domisili mereka. Oleh karenanya manfaatkanlah fasilitas ini, untuk menemukan penjual yang memang ingin menjual mobil mereka kepada Anda dengan wilayah domisili yang sama, sehingga nantinya akan memudahkan Anda dalam kepengurusan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan kepemilikan mobil yang akan Anda beli tersebut. Pastikan Anda bertemu terlebih dahulu dengan penjual dan mobil yang ingin Anda beli, sebelum melakukan transaksi apapun.


Jumat, 18 Agustus 2017

Tiga Bisnis Yang Ingin Saya Ikhtiarkan



Sering kita dengar beberapa orang berkata,
”Nggak usah takut kekurangan rezeki, Allah telah menjamin setiap hamba yang meminta akan dicukupkan oleh-Nya.”
Saya yakin, Allah pasti akan memberikan rezeki pada kita sesuai porsinya. Banyak pintu rezeki dari Allah yang siap kita jemput. Dan sebagai manusia, kita wajib berikhtiar untuk menjemput rezeki ang Allah telah siapkan. Tak mungkin juga kan tanpa ikhtiar tiba-tiba saja rezeki turun dari langit?

Saya telah beberapa kali memulai usaha. Dari tahun 2009 sampai sekarang, saya masih berjualan buku anak ke PAUD-PAUD di kota kecil saya. Hasilnya buat saya lumayan sih, bisa untuk beli lipstik atau bedak, serta beberapa kebutuhan sekunder lain.

Minggu, 13 Agustus 2017

[Sponsored Post] Menu Baru di Lezatto



Assalamualaikum Temans,

Beberapa waktu lalu saya diundang oleh pemilik Warung Ramen Lezatto di gerai terbarunya. Sebelumnya Lezatto membuka gerai pertamanya di Jalan Lingkar Muntilan Jogja. Nah ... untuk gerai terbarunya ini memilih daerah Pulosari Salam sebagai area bisnis terbaru. Mengapa daerah ini yang dipilih padahal area tersebut adalah area jalur cepat bagi pengendara kendaraan lintas provinsi?

Senin, 07 Agustus 2017

Memaafkan itu melegakan, Nak


Assalamualaikum Temans,
Sudah lama Kakak susah banget kalau diajak ke Masjid. Dalam sebulan bisa dihitung dengan jari Kakak mau ikut ke Masjid. Berkumpul dengan remaja masjid pun ogah-ogahan. Banyak banget alasannya. Ada yang capek lah, nggak ada temen yang seangkatan lah, mati gaya lah, kalau udah keabisan alasan Kakak terus menangis bikin saya geregetan. Tiap ditanya apakah ada masalah dengan teman di masjid selalu menggeleng.

Padahal si Kakak ini saat masih SD aktif ikut kegiatan di masjid. Sampai dengan awal kelas tujuh pun ia masih aktif. Mungkin ini ego saya sebagai orang tua. Saya risih setiap kali habis pertemuan remaja masjid ada yang mengatakan ke saya,” Yang nggak ikutan cuma Anya lho. Kenapa sih ga mau ikut? Kalau nggak didorong ikut kegiatan, bablas lho nggak punya temen.”

Duh ... Saya kurang apa ngedorong si Kakak ikutan kegiatan. Wong saya sering juga sampai nemenin ikutan rapat remaja masjid. Tapi si Kakak ini memang bukan kayak saya yang sanguinis, gampang nyari temen atau ngajak ngobrol duluan. Dia bukan anak yang suka menonjolkan diri kayak saya. Kalau saya mah jangan ditanya. Banci tampil kayaknya bawaan dari orok.

Film Religi Pertama Yang Saya Tonton


Ngobrolin tentang film, Hollywood tetaplah jagonya. Gimana enggak, semua genre bisa bagus banget pengerjaannya. Mulai film romance, thriller, suspence sampai animasi pun tetap bikin saya terkagum-kagum. Jaman saya kuliah, saya takjub banget Hollywood bisa bikin film kolosal semacem Independence Day yang dibintangi oleh Bill Pullman dan Will Smith. Atau saya bisa nangis bombay lihat perjuangan Sang legendaris William Wallace yang dimainkan dengan keren oleh Mel Gibson. Dan saya pun bisa baper parah gara-gara nonton While You were sleeping yang cute abis dengan Sandra Bullock, Peter Galagher serta Bill Pulman sebagai pemeran utamanya. Nggak lupa juga, saya ngakak berat nonton aktingnya Robin Williams dan Nathan Lane yang berperan menjadi pasangan gay waktu nonton The Birdcage.

Selasa, 25 Juli 2017

Novel yang menginspirasi saya untuk menjaga komitmen




Pertengahan Ramadhan lalu, saya menangisi seorang teman. Meski ia bukan termasuk teman terdekat dalam inner circle saya. Namun menjadikan saya tempatnya mencurahkan hati buat saya ini sebuah kehormatan.

Ia sedang banyak belajar tentang hal yang berkaitan dengan agama. Berdialog dengan Tuhan Yang Maha Esa menjadikannya sebuah harapan untuk mengharap seluruh ridho-Nya. Ekspektasinya besar untuk bisa berserah dengan segala kesulitannya. Salah satunya adalah menjaga hati.

Kamis, 20 Juli 2017

Lima keluarga yang ingin saya ajak traveling



Assalamualaikum temans,

Alhamdulillah, sudah mulai sehat nih, meski gerak masih dibatasin seputar Muntilan aja, tapi kalau naik motor udah ga berasa pusing dan mual. Emang ya, namanya kesehatan tuh harus dijaga. Kalau enggak, kita mau kegiatan seringan apapun pasti membuat badan nggak fit.
Ngomong-ngomong tentang traveling yang tertunda, ada kabar baik nih dari suami. Bulan depan kemungkinan kantor suami mau ngadain family gathering. Meski masih seputaran Jawa Tengah mendekat ke ibu kota provinsi, setidaknya ngerasain nggak tidur di rumah ☺

Ngomongin tentang traveling, kebetulan nih, Mbak Dwi Septia dan Mbak Winda memberikan tema tentang siapa saja yang ingin diajak traveling. Dan ini nih, yang pengen banget saya ajakin. Mungkin suatu hari bisa tercapai ya? Aamiin.

Selasa, 18 Juli 2017

Ayam Panggang Saus Lemon So Good Pilihan Anak-Anak


Adek tuh suka banget sama olahan ayam kering. Padahal untuk sayuran dia suka banget masakan berkuah. Kata Adek, olahan ayam kering itu nggak terasa eneg. Kalau kuah dia merasa ada bau-bauan amis.

Tadi pagi, dia nggak komen ketika saya masakin ayam berkuah. Mungkin karena pagi, makanya dia nggak sempat untuk protes. Tadi pagi soalnya dia agak keburu. Biasalah, belum tune in untuk ritual sekolah karena masih dua hari efektif pembelajaran di sekolah. Namun sore hari, melihat masih ada ayam beku di kulkas, ia merengek minta dibuatin ayam tanpa kuah.


Saya memang memilih ayam potong So Good jika pagi hari nggak sempat ke pasar. Khawatir aja, kalau saya beli dipasar setelah jam sembilan pagi. Dari seorang teman yang memiliki peternakan ayam pernah  bercerita biasanya peternakan memotong ayam sekitar jam 2 sampai jam 3 dini hari. Sementara ayam yang telah dipotong dalam suhu ruang selama empat jam akan mulai membusuk. Untuk menjaga kesegarannya itulah maka ayam harus segera dibekukan sempurna dalam waktu yang cepat. Jadi khawatir kan dengan kesegaran ayam jika ke pasar sudah kesiangan?

Dua Resep Ayam So Good Dari Luar Jawa



Assalamualaikum temans,

Liburan telah usai. Waktunya kembali ke rutinitas seperti biasa. Bangunin anak-anak lebih awal, ngomelin jika dua ABG saya leletnya minta ampun, juga turun ke dapur lebih awal. Iya dong, anak-anak masuk jam 06.30. Meski rumah deket sekolah, tapi kan yang namanya prepare anak-anak sekolah kadang bikin suara saya naik oktaf kalau leletnya kumat.

Nah, supaya saya nggak kerepotan nyiapin bekal untuk anak-anak sekolah, saya biasanya nyetok bahan makanan atau makanan siap saji bikinan sendiri. Daripada ntar kebingungan harus belanja di pagi hari. Pastinya makan waktu dan keburu-buru.

Kemarin pas saya diajak temen untuk mempersiapkan perhelatan organisasi keagamaan dimana saya berkecimpung, kok ya beliau ngajak mampir ke supermarket sebentar. Jadi keinget si Adek pengen banget dibikinin olahan ayam yang belum pernah dibuat.

Saya pun menuju ke area makanan beku. Nggak mau salah pilih, saya nyari dong yang sudah bersertifikat halal. Nggak mau gambling ah, urusan makanan yang masuk ke dalam tubuh keluarga saya. Tentunya pengen makanan yang berkah kan?

Selasa, 11 Juli 2017

Uri-cran, solusi mudah mengatasi anyang-anyangan


Assalamualaikum Temans,
Sepuluh tahun lalu, saya pernah terkena infeksi saluran kemih. Beuh ... Jangan ditanya rasanya. Yang dominan saya rasakan saat itu adalah rasa sakit di pinggang kiri sampai tembus ke depan dan keinginan untuk buang air kecil dan terus menerus. Sebenarnya saya termasuk orang yang bisa tahan terhadap rasa sakit. Namun saat itu saya sampai menangis, nggak kuat menahan rasa sakitnya.

Saat itu saya kira kena infeksi lambung. Saking sakitnya saya sampai nggak bisa bedain dominan sakit di pinggang atau di lambung. Rasanya nyiksa banget. Wakti itu saya coba untuk mengkonsunsi obat yang dijual bebas untuk infeksi lambung. Tentu saja hal itu tak menolong.

Barulah ketika saya ke dokter dan diperiksa semua gejalanya, dokter mendiagnosa bahwa saya terkena infeksi saluran kemih. Dengan penanganan yang tepat, alhamdulillah sembuh dan mencoba saran dokter untuk banyak minum air putih dan tidak menahan keinginan untuk BAK.

Minggu, 09 Juli 2017

Lima Hal Yang Berkesan Bagi Si Kakak Di Libur Lebaran Tahun Ini


credit : www.pixabay.com 


Ketika Mbak Muna si mom traveler dan Wuri si cenat cenut reporter ini memberi tema liburan yang paling berkesan, saya musti mikir keras karena setiap kami pergi ke suatu tempat kesannya sama, menyenangkan. Namun nggak wow banget. Kenapa? Karena jarang banget dapet waktu bisa liburan sampai berhari-hari. Pun seperti liburan idul fitri ataupun liburan akhir tahun. Selain itu saya dan anak-anak sering merasa kasihan dengan si ayah yang bekerja di luar kota, sehingga jika pulang kami memberi kesempatan untuk si ayah untuk beristirahat di rumah.

Rencananya, liburan kali ini kami sudah berencana untuk berwisata. Selain waktu libur yang panjang karena Idul Fitri berbarengan dengan liburan sekolah, kebetulan ponakan-ponakan dari seberang datang semua. Obrolan  tentang destinasi wisata pun sudah dirancang jauh-jauh hari.

Sayangnya, H-7 Idul Fitri saya positif kena tifoid. Saya pun harus bedrest 2 minggu. Rencana berwisata pun kami batalkan. Namun bagi si Kakak, liburan kali ini ia bisa mengambil hikmah. Ada kesan tersendiri di liburan yang mungkin saja nggak dia temuin di liburan-liburan lain. Ada lima hal yang membuat Si Kakak hepi-hepi saja meski batal piknik.

1. Baby Sitting

Kakak lebih sering momong Dik Attar. Karena Tantenya lumayan kerepotan ditambah lagi hamil muda, Interaksinya dengan Dik Attar pun makin sering. Apalagi Dik Attar nya emang ciwelable. Umur 15 bulan perbendaharaan katanya sudah banyak. Sesekali sudah bicara dua kata yang membuat Dik Attar bisa diajakin ngobrol secara sederhana. Udah gitu Dik Attarnya juga enggak rewelan. Jadinya seneng banget main sama Dik Attar.



2. Berkreasi dengan memasak

Karena saya harus banyak berbaring, mau nggak mau urusan dapur si Kakak yang handle ketika tante-tantenya belum mudik atau sudah ngikut arus balik. Meski kadang masih nanya melulu. Kalau enggak googling resep, si Kakak malahan bikin resep sendiri. Di kota kecil seperti Muntilan gini, kesulitan banget kalau mau nyari makanan yang dipengenin banget, misalnya pizza. Belum ada fasiilitas delivery order maupun go-food yang memudahkan. Kakak juga belum saya ijinkan belajar naik motor. Akhirnya berkreasi dengan bahan seadanya yang ada di kulkas. Contohnya, bikin pizza tahu. :D

pizza tahu :D


3. Lebih banyak ngobrol dengan simboknya

Bedrest berarti berbaring di tempat tidur. Saya nggak kemana-mana. Turun dari tempat tidur Cuma kalau urusan toilet dan ibadah. Makan pun kadang saya lakukan sambil berbaring. Sama sekali nggak pergi ke luar rumah. Jadinya si Kakak kalau pengen ngobrol gampang banget, tinggal masuk kamar ibunya, ikutan tiduran, ngobrol deh semau-maunya. Bisa sambil mijetin, atau sambil mainan ponsel. Jarang-jarang lho simboknya 24 jam available di rumah. :D

4. Silaturahminya nggak pake lama

Ketika saya mulai enakan, yang namanya lebaran mau nggak mau silaturahmi ke tetangga maupun saudara tetap harus dilakukan. Biasanya kalau ke tempat saudara apalagi ke adik-adiknya Mbah Uti ditahan lama-lama. Suka dicurhatin kayak Ibuk saya dulu. Nah, kondisi pemulihan ini jadi alasan supaya nggak lama-lama silaturahminya. Ternyata hal itu bikin si Kakak seneng. Biasanya bete banget nungguin. Apalagi daerah rumah adik-adik Mbah Uti kebanyakan fakir sinyal. Buat ABG seperti dia dan Adek hal itu bener-bener bikin mati gaya.

5. Nungguin simbok kopdar

Si Ayah, Kakak, dan Adek paham banget kalau saya ketemu temen, sakitnya kayak apapun bisa nahan. Ketawa ngakak sampai ngobrol sambil dlosoran bisa membuat saya kayak nggak ngerasain apa-apa meski nanti sampai rumah harus bener-bener posisi berbaring lagi.  Makanya ketika komunitas saya di Jogja mau kopdar di rumah salah satu anggota, mereka support saya untuk dateng. Seneng sekaligus trenyuh. Gimana nggak trenyuh ketika tiga cinta saya ini dengan sabar nungguin saya ngobrol dan ketawa dari jam 11.00 sampai jam 16.00?

credit: Titin Septiana R

Credit : Indah Novita Dewi


Lima hal itu yang berkesan buat Kakak di libur lebaran kali ini. Bagaimana dengan kalian?



Rabu, 21 Juni 2017

Kue kering yang mudah di buat : Good time cookies

credit : www.pixabay.com

Idul Fitri tinggal beberapa hari lagi. Namun saya masih saja harus bedrest untuk proses penyembuhan sejak seminggu lalu dinyatakan positif tiphoid. Padahal si Kakak sudah pengen banget bikin kue kering untuk persiapan sepupu-sepupunya datang.

Tahun ini adik-adik saya alhamdulillah bisa mudik semua. Krucil-krucil sudah gedean. Saya bisa ngebayangin gimana rumah yang biasanya isinya tiga orang, baru empat orang kalau weekend, beberapa hari ke depan rumah saya isinya 12 orang termasuk krucil-krucil.

Toples mesti full dong. Lha wong 12 manusia ini kalau di rumah sudah kayak penggilingan semua. Tahun kemarin aja rumah isi 8 orang toples tujuh buah yang awalnya full semua bisa ludes tanpa sisa cuma dalam waktu 3 hari aja.

Selasa, 20 Juni 2017

Modis (Modal Diskon)

source : www.pixabay.com

Siapa yang suka bela beli barang dengan angka persen besar di hanging tag nya? Kalau ada yang tanya gitu ke saya, langsung deh ngacung tanpa malu. Meski saya bukan orang yang hobi shopping memanjakan mata dan keinginan, namun saya hampir selalu memilih barang dengan diskon yang besar jika belanja ke pertokoan. Kenapa? Saya pengen beli barang dengan kualitas bagus. Dan biasanya, barang yang sudah didiskon besar adalah keluaran pabrik setaun belakang atau beberapa bulan doang.

Kejebak diskon dong Buk?
Ah, enggak juga. Saya bukan model orang asal lihat diskon besar langsung syahwat belanja saya naik. Lha wong saya ke mall aja dalam setahun bisa diitung pake jari. Saya benar-benar jika butuh barang baru beli. Dengan modal diskon tentunya.

Sabtu, 17 Juni 2017

Mengelola THR yang terbatas


Setelah sekian waktu banyak beredar meme tentang THR, tentunya bagi para pekerja saat ini sudah bisa bernapas lega karena yang diharapkan sudah masuk ke rekening. Bagi pekerja yang mendapatkan THR dua kali gaji tentunya punya spare yang lebih lega untuk merencanakan membeli kebutuhan dan menggunakan dana di hari raya ini. Namun bagi penerima THR satu kali gaji tentunya harus lebih bijak untuk menggunakan dana supaya tak langsung ludes begitu saja. Salah-salah begitu lewat hari raya, dompet sudah melompong dan kebingungan karena defisit. 

Jumat, 16 Juni 2017

Ayam tulang lunak, menu buka puasa yang mudah dibuat


Buat saya, bulan Ramadhan ini membuat makin sering turun ke dapur. Setiap dini hari dan menjelang sore menjadi jadwal tetap saya ngendon di dapur. Nggak. Ada males-malesnya. Padahal saya juga harus mikir apa saja yang harus saya sajikan untuk buka puasa.

Untungnya, anak-anak bukanlah picky eater. Apa saja yang tersaji mereka lahap tanpa protes. Meski kadang nggak cocok.

Saya menghargai usaha mereka untuk menyenangkan hati saya. Makanya sebisa mungkin saya menyiapkan menu yang mereka suka. Apalagi untuk menu buka puasa. Apa yang diminta mereka saya usahakan untuk tersedia di meja.

Sudah beberapa buka puasa ini anak-anak meminta dibuatkan spicy chicken wing ala korea. Saya belum bisa mendapatkan resep yang maknyus. Saya anggap masih gagal lah uji coba saja. Nah... Kebetulan kemarin anak-anak minta menu ayam. Karena lagi nggak sehat, saya bikin menu yang bumbunya paling mudah dicari dan selalu tersedia di rumah.

Rabu, 14 Juni 2017

Soto, kuliner yang selalu ada di setiap tempat


Soto, meskipun di semua kota mempunyai kuliner ini, namun tetap saja diburu oleh banyak kalangan. Mau di kota besar maupun kota kecil, soto selalu menjadi salah satu destinasi kuliner. Mau anak-anak atau orang dewasa, soto menjadi makanan yang ramah baik di lidah maupun di kantong.

Dulu, saat saya kuliah di Jogja tempat favorit saya dan teman-teman sejurusan untuk makan siang di Soto Klebengan. Soto sapi dengan tempe mendoannya yang gurih masih selalu diingat. Apalagi makannya dibawah pohon rindang yang berada di sebelah warung. Sampai sekarang soto Klebengan masih eksis. Dengan tempat yang lebih besar serta pohon rindangnya yang sudah menghilang. 

Kalau saya ke Semarang, ada soto ayam Tugiyo atau Nasiri di daerah Kranggan  menjadi salah satu tujuan saya untuk sarapan pagi. Meski berbentuk warung tenda, menyantap soto Semarang yang berkuah kental tak mengurangi nikmatnya kaldu yang bercampur dengan bumbu berempah itu. Sampai sekarang, saya masih belum nemu resep yang pas untuk membuat soto Semarang yang manis ini.

Pernah makan soto kerbau? Jangan salah, daging kerbau ternyata enak banget dijadikan campuran soto. Anda bisa menyantap soto kerbau jika menginjakkan kaki di kota Kudus. Bertahun-tahun yang lalu jika saya ke Kudus, untuk mengenyangkan perut saya dan rombongan akan meluncur ke Taman Bojana atau ke soto Pak Denuh yang legendaris itu.

Minggu, 11 Juni 2017

Menu Sahur Cepat Saji

source : www.pixabay.com

Assalamualaikum Temans,

Pernah nggak sih teman-teman bangun telat sehingga waktu untuk menyediakan menu untuk sahur sekeluarga mepet banget? Lalu pernah nggak kondisi begitu disadarkan kalau kehabisan bahan makanan karena lupa belanja sehari sebelumnya?

Dua hari lalu, saya panik banget karena bangun telat untuk nyiapin menu sahur. Udah gitu lupa setengah mati kalau beras habis dan nggak punya stok makanan lain yang langsung bisa dimakan untuk sahur. Kalau saya sih gampang, seadanya bisa dimakan. Kalau anak-anak tuh sahur harus pake karbohidrat. Katanya kelaperan kalau nggak makan karbohidrat. Wajar kan kalau saya jadi panik?

Nyari-nyari bahan makanan di kulkas cuma ada tomat dan kornet yang tinggal tiga sendok makan. Panik yang mulai melanda pun rasanya tercerahkan oleh adanya spagetti yang nyempil dibelakang stok minyak goreng.

Kisah seorang sahabat lama

source : www.pixabay.com

Assalamualaikum Temans, 
Jika ditanya tentang orang-orang terdekat saya setelah suami dan anak-anak saat ini, mudah sekali saya langsung menyebutkan nama mereka yang benar-benar pegang kartu truf saya, Mb Yana dan Vero. Namun jika saya bicara tentang mereka, saya bisa baper abis. Meweknya pake lama, mengingat mereka mendampingi dikala saya berada di titik nadir. Kebahagiaan dan tangis yang tak tampak di permukaan banyak sekali saya bagi dengan mereka.  

Saya lagi nggak pengen baper ah. Ramadhan ini sudah cukup bikin saya banyak mengingat hal-hal yang sedih dan memetik hikmah. Saya lagi pengen cerita tentang seorang sahabat yang lama nggak ketemu meski saya sering wira-wiri ke kota tempat tinggalnya.

Namanya Tjahjo Sasongko Djati. Sederet nama itu tertera di KTP nya. Kakak dan Adek memanggilnya Pakde Cahyo. Dia teman kuliah saya saat diploma di Jogja. Saat kuliah rambutnya gondrong sampai sepinggang. Kaca mata dan rokok menjadi trademark nya.

Kamis, 08 Juni 2017

Puding, takjil buka puasa pilihan keluarga



Assalamualaikum temans

Bagi saya, Ramadhan adalah bulan kebersamaan. Saya mengurangi keluar rumah dan menemani anak-anak yang pulang sekolah lebih awal. Sebisa mungkin pekerjaan saya lakukan benar-benar dari dalam rumah. Berkumpul bersama anak-anak dari sebelum Dzuhur itu momen langka buat saya karena anak-anak bersekolah di sekolah full day.

Anak-anak sepertinya juga lebih senang saat pulang sekolah menemukan saya masih dalam balutan daster kesayangan. Sofa di ruang tengah ataupun tempat tidur saya menjadi tempat favorit untuk bercerita dan bercanda bersama anak-anak.

Salah satu bahasan yang biasanya muncul adalah menu buka puasa request anak-anak. Request hari ini untuk menu besok sore. Biasanya sih standar aja yang diminta oleh anak-anak. Atau bisa jadi malah terserah apapun masakan saya. Kebetulan anak-anak bukan picky eater, sehingga memudahkan saya saat memasak.

Rabu, 07 Juni 2017

Membiasakan anak membaca Al Quran



Assalamualaikum temans,
Bagi kita umat Islam, anak adalah amanah Allah yang harus dijaga. Allah telah memberikan kita sebuah kepercayaan dengan menitipkan umat-umat Rasulullah kepada kita sehingga kita sudah selayaknya memberikan yang terbaik bagi titipan-Nya. Pendidikan adalah hal yang mutlak kita berikan pada anak-anak sehingga mereka menjadi manusia-manusia yang berkarakter dan berakhlak mulia seperti yang telah tertuang pada Al Quran. Salah satu karakter pendidikan yang wajib kita berikan pada anak-anak adalah pendidikan agama.

Al Quran adalah pedoman bagi umat Islam. Semua hukum-hukum Allah berada dalam kitab-Nya. Kewajiban dan hak setiap manusia pun jelas tersurat dalam firman-firman-Nya. Dan wajiblah bagi kita untuk mempelajari setiap ayat dalam semua surah-surahnya. Dan untuk mempelajari dan memahami yang perlu dilakukan adalah membacanya. Dan alangkah baiknya jika membaca Al Quran itu dilakukan sejak dini.

Minggu, 04 Juni 2017

Lezatto, Alternatif Tempat untuk Bukber Bareng Sahabat dan Keluarga


Saya tinggal di sebuah kota kecil di jalur antar provinsi. Kalau orang lain nyari tempat untuk melihat sawah dan rimbunan pepohonan untuk refreshing, itu sudah jadi keseharian saya tuh tiap hari melihat petani membajak sawah atau sedang memanen cabe. Udara yang masih segar serta suasana yang menenteramkan dengan mudah saya dapatkan di lingkungan rumah.

Namun tinggal di kota kecil juga ada nggak enaknya. Bagi saya dan anak-anak yang suka makan, tak terlalu banyak pilihan tempat-tempat untuk sekedar nongkrong atau bukber bareng teman-teman dekat meski kuliner kota kecil ini endes surendes. Pilihan yang ada dari tahun ke tahun ya itu lagi itu lagi.

Selasa, 30 Mei 2017

Ketika Kakak Beradik Tinggal Berjauhan



Kalau bicara sesuatu yang paling dirindukan adalah berkumpul kembali bersama keluarga. Namun apa mau dikata Bapak sudah berpulang 18 tahun yang lalu,  dan Ibuk menyusul lima belas tahun kemudian, tepatnya 3 September 2014.

Yang sudah dipeluk oleh-Nya takkan mungkin bisa kembali. Semua sudah takdir Allah bahwa saat ini sosok-sosok pemersatu dalam keluarga kami telah hilang. Tentu saja hal ini menjadikan kami, putri-putri Bapak dan Ibuk selalu berusaha bertemu setahun sekali.

Kok setahun sekali?
Begitulah. Sejak sebelum menikah,  Dik Nisa adik saya persis sudah merantau ke luar Jawa. Awal perantauannya saat menjejakkan kaki di propinsi paling ujung di Pulau Sumatera, Aceh. Empat tahun ia betah bekerja di sana bersama Lembaga Swadaya Masyarakat untuk pemulihan Aceh pasca bencana tsunami. Cukup lama di Aceh, ia pindah ke Lampung. Setelah lebih dari empat tahun berada di Lampung, ia berjodoh dengan orang Lampung pula. Saat ini ia sudah mempunyai dua cowok ganteng yang memanggil saya binda.


Saya sering baper. Pengen banget bisa deketan sama adik-adik. Kalau pun beda kota namun masih di Pulau Jawa bayangan saya masih bisalah dijangkau dengan transportasi. Kalau beda pulau... Duh... Saya dipisahin oleh lautan yang maha luas #eaaaa

Saya masih punya harapan pada adik bungsu saya, Dik Rahma. Suaminya berasal dari tetangga kecamatan sehingga bisa dipastikan jika setahun sekali ia mudik. Iya... Mudik dari Medan. Saya sempet bilang ke suaminya, kalau bisa pindah ke Jawa. Saya merasa tak kuat jauh-jauhan dengan sodara.  Saya udah mirip orang tua yang kangen pada anak-anaknya.



Saya bisa menarik napas lebih lega. Gosipnya sih, Dik Arif, suami Dik Rahma mau dipindahin ke Jawa. Kalau dipindahin Jakarta, saya lebih hepi lagi karena Dik Rahma, Eza dan Aira anak-anaknya akan tinggal di Magelang.

Sejujurnya, bagi saya perasaan berat ketika jauh dari adik-adik membesar setelah Ibuk tiada. Apalagi suami juga tak selalu berada di rumah karena bekerja di luar kota. Jika masih ada Ibuk, saya masih punya tempat untuk berpegangan saat saya punya masalah. Meski tak selalu sepaham setidaknya ada perasaan lega ketika bercerita pada Ibuk tentang perasaan yang mengganjal. Setiap hari saya punya waktu bicara hal yang remeh temeh. 

Jujur, saya kesepian. Saya sering merasa sendirian. Sebagai anak sulung, saya dikondisikan oleh adik-adik sebagai pengganti orang tua. Dan menjadi orang tua memang selalu ingin dekat dengan anak-anaknya. Ingin selalu berkumpul selagi masih ada kesempatan. 

Benar, saat ini gadget sudah sedemikian canggihnya. Jika kangen saya bisa video call dengan adik-adik melihat wajah-wajah mereka. Namun teknologi tak bisa menggantikan perasaan dicintai ketika kami berpelukan, tertawa bersama, atau nggosip bareng di kamar seperti yang dulu sering kami lakukan ketika belum berkeluarga.

Yah ... baper deh. Nggak papa juga sih, emang dari kemarin udah kangen banget sama adik-adik. Kebetulan banget mbak Rizka Alyna dan Mbak Alley Hardiani malah memberikan tema baper jilid dua dalam arisan kita kali ini. 




Senin, 29 Mei 2017

Opor Ayam Khas Jogja


Saya paling ribet jika lebaran tiba dan merayakannya di rumah mertua. Kenapa? Karena saya sama sekali nggak suka opor ayam kuah kuning beserta sambal goreng ati sapi campur udang yang biasa disajikan. Bukannya nggak menghargai, tetapi lidah saya memang kurang familiar dengan masakan asin khas pantura. Ditambah lagi saya alergi dengan beberapa seafood membuat saya berhati-hati ketika berada di Semarang. Suami suka sebel karena saya pasti minta keluar rumah kalau lapar. Bukan apa-apa, lebaran hari pertama kan sulit nyari orang jualan meski di kompleks perumahan yang besar.

Ngomong-ngomong tentang opor ayam, saya paling cocok sama masakan Ibuk alm. Opor ayam khas Jogja masakan Ibuk selalu menggoda lidah. Mungkin karena saya suka masakan jawa yang manis dan gurih, mau makan berkali-kali pun saya nggak berasa eneg. Namun sejak Ibuk berpulang, saya dan adik-adik boleh dibilang nggak pernah masak opor ayam kalau pas ngumpul. Saya nyetok makanan yang ramah anak dan cepat saji seperti galantin, egg roll maupun nugget yang sengaja saya buat lebih banyak dari biasanya.

Sabtu, 27 Mei 2017

Mau Family Gathering? ke Orang Utan Resto aja ...


Saya baru tahu ternyata Orang Utan Resto satu grup dengan Borobudur Silver maupun BS Resto. Kalau tempat ini sih, saya udah tahu lumayan lama karena pernah dua kali menggunakan paket wisata arung jeram dari tempat ini.

Borobudur Silver, pilihan kerajinan perak berkualitas


Seumur hidup, sama sekali saya nggak pernah menginjakkan kaki saya ke toko-toko kerajinan perak, baik yang dulu banyak bertebaran di sekitar Jalan Mayor Kusen Pabelan Mungkid ataupun di Kota gede Yogyakarta. Bayangan saya ketika membaca art silver ya toko yang menjual perhiasan dari perak. That’s it. Saya sendiri nggak terlalu suka dengan perhiasan, baik untuk menghias rumah ataupun perhiasan yang biasa dipakai oleh perempuan. Kalau toh punya, saya lebih suka menyimpannya sebagai tabungan.

BS Resto, pilihan jamuan kuliner di Kabupaten Magelang


Sumpah!
Saya nggak tahu kalau ternyata ada tempat yang keren untuk menjamu tamu di dekat rumah. Selama ini saya selalu mengajak teman atau kerabat ke Jogja atau ke Magelang jika saya hendak mengajak mereka makan ke tempat yang nggak Cuma memanjakan perut namun juga memanjakan mata. Ternyata, hanya sepelemparan batu (batu raksasa) aja tu tempat yang bisa bikin kita betah berlama-lama di sana.

Tempat ini berada di Jalan Mayor Kusen km 2,4 Pabelan Mungkid, hanya sekitar dua kilometer  dari pertigaan Palbapang, salah satu jalur ke arah Candi Mendut dan Candi Borobudur. Tempat ini mungkin sudah lebih dari seribu kali saya lewati. Bagaimana tidak, jalur ini adalah jalur mondar mandir saya menuju keluarga besar dari kakek dan nenek saya. Bahkan sekedar mengunjungi peninggalan orang tua saya pun saya biasa melewati jalur ini. Benar-benar bikin tepok jidat.
Dan akhirnya saya pun punya kesempatan untuk mengunjungi tempat ini. Untuk yang pertama kali! Setiap kali lewat ngelirik sambil ngebatin, oh ... resto. Gitu doang. Nggak kepikir apa istimewanya tempat ini.

Rabu, 24 Mei 2017

Stok lauk siap saji untuk sahur

Assalamualaikum Temans,

Dua hari lagi kita memasuki Bulan Ramadhan. Masa-masa saya memberikan pemahaman puasa kepada anak-anak sudah lewat. Hanya saja emang lebih banyak ngobrol dengan mereka untuk lebih memperbanyak ibadah lain, contohnya membaca Al Qur’an.


Ramadhan ini Insya Allah lebih mendekatkan kepada keluarga. Biasanya Kakak dan Adek makan pagi berdua karena saya masih rempong di dapur, jika di bulan Ramadhan saya sahur bisa barengan dengan anak-anak di meja makan. Semakin banyak quality time bersama anak-anak.

Senin, 22 Mei 2017

Obrolan Kakak dan Adek: Ditikung dan Menikung



Assalamualaikum Temans,

Gara-gara semalem si Adek cerita mengenai tikung menikung, saya jadi ingat obrolan dengan Kakak dengan tema yang sama. Jadi cerita Adek semalem, beberapa minggu yang lalu tempat duduk Adek di kelas berada tepat dibelakang ’kembang kelas’ nya. Kata si Adek, lebih dari lima orang di kelas Adek yang suka sama si N, kembang kelasnya, termasuk Adek.  

Menurut Adek di antara lebih dari lima anak itu, ada satu yang sukanya sampai banget. Namanya D. Lumayan deketlah si D sama Adek. Tahu sama tahu kalau suka sama N. Dan si Adek lebih sering jadi pendengar curhatan D tentang N dibanding bercerita tentang rasa sukanya. Iya sih kalau saya lihat, Adek itu tipe laki-laki yang cool, pendengar yang baik, nggak banyak ngomong kalau di depan orang. Sementara si D itu tipe pejuang, fightingnya juara. Sampai masalah perasaan pun dia lebih show off.

Minggu, 21 Mei 2017

Tren Millenial untuk JNE : I Love Monday


Dulu, saat saya masih kuliah saya suka melihat perempuan-perempuan yang bekerja di perbankan. Perempuan-perempuan gesit itu bekerja dengan cekatan meski berada dalam balutan pakaian resmi. Blazer yang sesuai dengan corporate colour tampak begitu menyenangkan dipandang.

Saat memasuki dunia bekerja, saya pun diwajibkan memakai pakaian resmi pula karena pekerjaan saya sebagai account executive di perusahaan media cetak perwakilan Semarang. Tentu dong, blazer pun menjadi andalan saya. Bertemu dengan orang-orang yang notabene sebagai pengambil kebijakan membuat saya tak bisa sesuka saya memakai pakaian yang berwarna warni. Padahal saya suka banget sama warna-warna yang cheerfull. Apalagi saat itu dianjurkan menggunakan warna-warna yang elegan sehingga saya pun harus rela meninggalkan warna-warna favorit.

Minggu, 14 Mei 2017

Alternatif oleh-oleh khas Jogja : Mamahke Jogja


Tentang Mamahke Jogja


Assalamualaikum ...

7 Mei 2017 lalu, saya dan beberapa teman blogger, vlogger, media dan citizen journalist lainnya mendapatkan undangan untuk test food di sebuah brand kuliner baru Mamahke Jogja. Jika mendengar kata mamahke Jogja, Apa yang ada di benak kalian?

Sepanjang perjalanan dari Magelang menuju Jalan Tamanan Jogja saya berpikir mengapa kata mamahke Jogja menjadi pilihan bagi Hanung Bramantyo dan Zaskia Adya Mecca sebagai brand dari bisnis kulinernya yang berada di kota destinasi wisata ini. Bayangan saya pertama kali brand itu berasal dari kata ‘Mamah ke Jogja’. Namun ketika saya ingat bahwa Zaskia dipanggil Bia oleh anak-anaknya, saya pun mengutak atik lagi. Penasaran dengan filosofi dari brand ini.

Sabtu, 13 Mei 2017

Biarkan Tangan Tuhan Yang Bekerja

source : www.pixabay.com
Assalamualaikum,
Ketika tema masa kecil disuguhkan oleh Mbak Nia Nurdiansyah dan Mbak Anjar Sundari untuk diceritakan dalam arisan kali ini, saya harus memutar memori lumayan keras karena bagi saya, masa kanak-kanak saya tak begitu membahagiakan. Banyak hal yang kemudian saya lupakan karena dalam alam bawah sadar saya tak menginginkan hal-hal buruk kembali dalam ingatan.
Mungkin saja, hal ini salah satu pertahanan saya untuk bisa survive di masa itu. Bagi sebagian orang, hal itu mungkin bukan satu hal yang besar. Urusan anak-anak. Namun ketika anak-anak mengalami dan terluka, tak pernah disadari oleh orang dewasa sekalipun bahwa hal buruk yang dirasakan ternyata mengendap.
Saat saya bercerita pada suami, saya disarankan untuk menuliskan yang saya rasakan untuk katarsis supaya perasaan negatif dalam hati tersalurkan. Waktu itu saya tak mau. Saya tak ingin ingatan tentang hal buruk hadir dan membuat luka lama terkuak. Namun sejujurnya saya ingin menuliskan hal itu untuk healing saya dari rasa sakit. Mungkin, ini adalah saatnya.

Jumat, 28 April 2017

Alternatif Kuliner Jogja : Bubur Bu Ngademi Pasar Ngasem Jogjakarta


Assalamualaikum temans ...
Buat saya, datang ke Jogja bukan lagi untuk refresing apalagi melancong. Sebagian kegiatan saya berpusat di daerah istimewa ini. Ketika orang lain beramai-ramai datang ke Jogja untuk mengunjungi banyaknya destinasi wisata, kota ini malah menjadi bagian dari beberapa pekerjaan saya sebagai penulis, pengajar, ataupun sebagai blogger.

Tentunya setiap datang ke kota ini selalu ada sesi kulineran. Tergantung dengan siapa saya bertemu dan ngobrol mengenai kegiatan atau pekerjaan yang akan saya lakukan. Setiap komunitas atau teman penerbit saya punya kuliner favorit. 

Rabu, 26 April 2017

Bakti Sosial Yayasan Dharmais di Yogyakarta: Operasi Katarak dan Bibir Sumbing tanpa biaya




Sekilas tentang Yayasan Dharmais


Siapa yang tak mengenal Yayasan Dharma Bakti Sosial atau biasa disebut Dharmais?

Yayasan yang didirikan oleh mantan presiden Indonesia yang ke-2, alm HM. Soeharto bersama H. Moerdiono dan H. Bustanul Arifin ini bergerak di bidang sosial. Yayasan yang berdiri sejak 8 Agustus 1975 ini selalu melakukan kegiatan setiap tahunnya. Di bawah kepemimpinan Bapak Indra Kartasasmita ini secara reguler melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat kemanusiaan dan sosial. Bersama Ibu Titik Soeharto yang selaku putri dari presiden yang digelari Bapak Pembangunan ini meneruskan pelayanan terhadap masyarakat melalui bakti sosial yang diadakan oleh yayasan tersebut.

Yayasan Dharmais secara rutin melakukan bakti sosial setiap tahunnya. Selama lebih dari empat dekade mereka melakukan berbagai kegiatan kemanusiaan yaitu:

1. Operasi Bibir Sumbing/langit-langit
Tindakan operasi yang dilakukan secara cuma-cuma ini bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Ahli Bedah Plastik Indonesia PERAPI) bagi penderita bibir sumbing yang tak mampu.

2. Operasi Katarak
Sampai dengan tahun 2016, tercatat 132.833 masyarakat tidak mampu penderita katarak mendapatkan tindakan medis berupa operasi gratis yang diadakan oleh Yayasan Dharmais bekerjasama dengan Perhimpunan Dokter Mata Indonesia (PERDAMI)

3. Bantuan untuk penderita Thalasemia
Yayasan Dharmais memberikan obat-obatan dan operasi pengangkatan limpa kepada penderita Thalassemia di Indonesia serta pengadaan Syringe pump (peralatan elektromedis yang berfungsi untuk memasukkan cairan obat ke dalam tubuh pasien dalam jangka tertentu secara teratur) untuk rumah sakit tertentu.

4. Penanggulangan Penyakit Kusta
Kegiatan bantuan kesehatan pun mulai tahun ini ditambahkan oleh Yayasan Dharmais untuk penderita kusta. Fokus saat ini masih di seputar Tangerang, dan lebih lanjut akan dilakukan di seluruh Indonesia.

Selain itu berbagai agenda kegiatan yang telah rutin dijalankan adalah :

- Bantuan untuk berbagai panti
Secara berkala Yayasan Dharmais menjadi donatur untuk biaya makan dan kesehatan bagi penghuni panti asuhan, panti wredha serta panti sosial lainnya di seluruh Indonesia. Per tahun 2017 donasi ditingkatkan menjadi Rp50.000 untuk  biaya makan dan Rp15.000 untuk beaya kesehatan.

- Bantuan Paket Pakaian
Bantuan pakaian yang diberikan kepada seluruh penghuni panti diberikan pada hari raya keagamaan serta bingkisan lebaran untuk anggota veteran dan pejuang angkatan ’45.

- Pesantren Singkat Pelatihan Usaha Produktif.
Dengan tujuan membantu pemerintah dalam penanggulangan anak jalanan dan putus sekolah Yayasan Dharmais mengadakan pendidikan selama 60 hari. Para peserta diajarkan menjadi wirausahawan yang sukses. Materi yang diajarkan antara lain kewirausahaan, perbankan dan beberapa jenis ketrampilan yang dibutuhkan oleh masyarakat.

- Bantuan Anak Asuh
Bekerjasama dengan Majelis Taklim Al Ghufron Cakung, Majelis Taklim Al-Wathoniyah serta Yayasan GN OTA, Yayasan Dharmais memberikan bantuan bagi anak asuh dalam rangka menyukseskan program wajib belajar 9 tahun.

- Perpustakaan Yayasan Dharmais
Ada dua unit mobil perpustakaan keliling yang dimiliki oleh Yayasan Dharmais yang kegiatannya dilakukan setiap hari kerja. Mobil tersebut mengunjungi sekolah, daerah pemukiman kumuh, gelanggang remaja pondok pesantren serta fasilitas umum lain yang berada di wilayah DKI Jakarta.


Bakti Sosial di Yogyakarta


Memasuki pertengahan tahun 2017 Yayasan Dharmais bekerjasama dengan Madapala Universitas Ahmad Dahlan, PERDAMI dan PERAPI mengadakan kegiatan berupa Operasi Katarak dan Operasi Bibir Sumbing/Langit-langit. Kegiatan Operasi Bibir Sumbing dipusatkan di Rumah Sakit Khusus Bedah Ringroad Selatan. Dimulai sejak taun 1997 Yayasan Dharmmais berkeliling ke seluruh Indonesia diantaranya ke Pekan Baru, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Flores dan masih banyak lagi. Program ini dilakukan tak hanya sekali dalam setahun. Bahkan bisa sampai empat kali dalam setahun.



Mengapa hal itu dilakukan?


Yayasan Dharmais ingin menggugah hati masyarakat bahwa bibir sumbing itu bukan sesuatu yang memalukan. Untuk itu, tak hanya sampai pada pengoperasian pasien saja, namun dilakukan sampai perawatan hingga dinyatakan sembuh. Program ini pun mencoba untuk menyentuh sisi psikologis pasien. Tidak hanya memperbaiki, namun juga membangkitkan kepercayaan diri pada pasien hingga mampu bergaul dengan masyarakat.




Operasi Katarak di Rumah Sakit Holistica Medika


Sementara itu untuk operasi katarak dipusatkan di Rumah Sakit Holistica Medika. Ahad pagi, 23 April 2017 rumah sakit yang beralamat di Karang Sari Wedomartani Ngemplak Sleman itu terlihat dipenuhi oleh masyarakat berbagai kalangan. Pagi itu hadir Ibu Titik Soeharto, Bapak Indra Kartasasmita, Bapak Kasiyarno, rektor Universitas Ahmad Dahlan, serta GPH. Prabukusumo nampak hadir dalam pembukaan acara tersebut.



Dr. Albanny Nuady, Sp.M sebagai pelaksana kegiatan menyebutkan bahwa ada 18 dokter yang ditugaskan.  Menurut dokter yang akrab dipanggil dr. Alba, saat hendak dilakukan pengoperasian katarak telah melakukan screening sejumlah 170 orang. Yang bisa dioperasi sekitar 70 orang. Akan dilakukan tindakan dengan dua jenis operasi yaitu menggunakan laser dan menggunakan jahitan. Jika operasi dilakukan dengan laser, waktu penyembuhannya sampai dengan 10 hari. Lain halnya jika pasien dioperasi dengan teknik jahitan. 


Meski pasca operasi pasien bisa langsung pulih, namun pihak pelaksana operasi katarak tidak akan berhenti sampai tindakan operasi saja. Ada follow up dari tindakan tersebut berupa pengontrolan di hari kedua, kelima dan keduapuluhdelapan. Dokter akan mengobservasi pasien sampai hari keduapuluhdelapan karena itu sesuatu yang krusial. Jika terjadi komplikasi-komplikasi bisa tertangani dengan lebih awal.



Harapan tergambar dalam mata sayu simbah-simbah tersebut. Keinginan untuk bisa melewatkan hari tua dengan menatap anak cucu serta berkarya ada di depan mata. Semoga saja indahnya dunia segera hadir dalam pandangan mereka. Tak lama lagi.

Yayasan Dharmais
Gedung Granadi Lt 5
Jl. HR. Rasuna Said Kav 8-9
Kuningan Jakarta Selatan 12950
Telp. 021-252275
Fax. 021 – 2521625
http://www.yayasandharmais.or.id