2017 - Jurnal Hati

Rabu, 20 Desember 2017

Piknik Tipis-Tipis

Assalamualaikum Temans, 
Liburan begini rasanya tipis harapan saya, Kakak dan Adek untuk bisa berlibur. Namun kami maklum banget. Akhir tahun begini adalah hari-hari tersibuk untuk Ayah. Sudah hampir 12 tahun kami tak pernah merasakan liburan akhir tahun. Lha gimana mau berlibur? Tanggal 31 Desember itu jadi hari keramat bagi pengabdi perbankan seperti si Ayah. Ngantor bahkan bisa sampai lebih dari 12 jam.

Tapi dinikmati sajalah. Hikmah dari segala ketiadaan waktu buat kami di akhir tahun adalah tak mengeluarkan banyak biaya untuk liburan. Kami juga nggak harus kena macet yang bikin bete orang se Indonesia Raya di perjalanan.  Paling pol makan-makan berempat doang di tanggal 1 Januari karena si Kakak ulang tahun.

Karena sudah tahu kalau kami nggak akan kemana-mana di akhir tahun, si Ayah sering ngajak kami jalan sekedar menghilangkan penat. Paling sering sih mengunjungi sawah peninggalan orang tua yang tak jauh dari rumah. Kadang ikutan metikin hasil tanam, atau ikutan menanam padi. Meski nantinya dicabutin lagi sama si penggarap sawah karena nggak karuan alurnya.

Dua minggu lalu, ayah mengajak kami jalan ke Balkondes BNI di area Wanurejo Borobudur. Beberapa perusahaan membangun Balai Ekonomi Desa di area itu sebagai salah satu alternatif destinasi wisata dengan di kelola oleh desa setempat.Di tempat itu, kami bisa melihat Candi Borobudur dari kejauhan. Melihat postingan teman-teman saya yang pernah berkunjung mereka menunggu sunset di Balkondes tesebut.

Bisa ngapain aja di Balkondes BNI?
Beberapa perusahaan sudah mempergunakan Balkondes sebagai area outbound. Dua pendopo, satu bangunan utama dan tanah yang masih lumayan lapang berbentuk huruf L memungkinkan kita membawa anak-anak untuk bermain di sana. Apalagi di sana kita juga bisa menemukan beberapa permainan anak-anak seperti dakon, hulahop, bakiak raksasa, dan mainan anak-anak lain yang terbuat dari bambu misalnya kitiran.




Ada juga dua buah egrang yang bisa dipakai untuk mengetes keseimbangan kita. Melihat egrang membuat saya merasa kembali ke masa kanak-kanak. Jaman saya kecil sering banget main egrang bareng temen-temen di kampung.



Saya nyobain main egrang langsung jatuh. Badan sudah nggak lentur lagi kayaknya. Beda banget sama Adek yang sekali dipegangin terus bisa jalan pakai egrang kemana-mana. Ayah dan Kakak pun mencoba main egrang, namun tetap nggak ada deh yang bisa ngalahin Adek.

Yang menjadi favorit Kakak saat di sana adalah kami bisa main jemparingan (panahan jawa). Ada satu busur panah dan papan target yang bisa digunakan secara bergantian. Saat kami di sana memang antri agak lama untuk bisa main panahan.


Saya baru sekali itu mencoba jemparingan. Meski tak begitu berat busurnya, namun agak kesulitan juga untuk bisa memasang anak panah di busurnya saat pertama kali menggunakan. Kayaknya sih udah bener narik tali busur sampai ke telinga. Begitu di lepas, eh ... anak panahnya nggak mau melesat. Ternyata ada teknik-teknik tertentu saat memanah.



Lagi-lagi Adek juaranya untuk aktivitas fisik. Kata Adek kalau anak panahnya ingin melesat, maka memanahnya diarahkan sedikit lebih ke atas. Meski nggak berada tepat di tengah-tengah papan target, tapi anak panah yang dilesatkan Adek bisa menancap nggak jauh dari tengah target.

Sore itu kami bisa sepuasnya main jemparingan karena pengunjung sudah mulai banyak berkurang. Anak-anak muda yang berkunjung di Balkondes lebih tertarik pada spot wifi dan fotografi. Di tempat itu kami benar-benar menyimpan gadget. Memakai gadget sekedar untuk foto-foto doang. Waktu bersama keluarga pun berkualitas banget.

Udah berencana kemana aja liburan kali ini? Kalau Mb Uniek dan Mamak Domi mau kemana?


Rabu, 13 Desember 2017

7 Macam Produk Perawatan Dan Pewarna Bibir Yang Perlu Diketahui Para Wanita


Gegara main ke rumah temen saya jadi ngeh tentang berbagai macam alat make up yang selama ini jarang banget saya punyai. Jarang banget datang ke acara-acara resmi gitu sih ya, jadinya kalau di seputaran rumah kalau mau bepergian  paling ngolesin pelembab, alas bedak, baru make bedak tabur. Itu kalau perginya agak lamaan. Kalau cuma sekedar seputaran rumah misalnya cuma ke sekolah anak, ke bank, atau keluar rumah sebatas dua jam doang palingan cuma pake pelembab dan bedak tabur tambah lipstik tipis warna nude. Udah gitu aja.

Ngomongin alat make up, saya cuma nyimpen pelembab, foundation, bedak, eyes shadow dua warna doang, dan blush on. Ada pensil alis yang jarang banget terpakai dan dan eyeliner. Kenapa pensil alis jarang banget kepakai? Karena saya selalu nggak bisa balance bikin gambar alis. Selain nggak balance saya juga nggak rapi kalau ngisi warna alis. Jadi daripada kelihatan kayak tempelan lakban, mendingan nggak pakai aja sekalian. 

Nah ... ngomongin pewarna bibir, saya punya beberapa lipstik yang warnanya cocok dengan kepribadian saya. Nggak ada yang beli nih, kebetulan gretongan semua. Bersyukur banget deh, punya temen yang mendukung pengiritan saya. Sayangnya, nggak semua lipstik itu cocok di saya. Ada yang kelihatan halus dan nyaman dipakai karena mengandung minyak, namun ada pula yang membuat bibir kelihatan kering dan membuat bibir malah terlihat pecah-pecah sehingga nggak rata dipakai. 
Karena main ke rumah temen itu, saya baru ngerti bahwa ada beberapa produk perawatan dan perona bibir yang sekarang ini bisa ditemukan di pasaran. Ada yang namanya lip butter, lip balm, lip gloss, lip tint, lipstick, lip liner dan lip cream. Katrok banget ih, yang begitu nggak ngerti ya? 


1. Lip Butter
Lip butter tuh teksturnya creamy, mengandung banyak minyak karena diproduksi untuk konsistensi dan intensif melembutkan bibir. Lip butter ini tahan lama ketika dipakai. Nah, produk ini cocok banget kita gunakan kalau punya bibir kering dan pecah-pecah. Oleskan lip butter ini  setiap malam sebelum tidur untuk menyehatkan bibir. Biasanya sih ada beberapa varian rasa dan warna yang bisa kita pilih jika akan menggunakannya.

2. Lip Balm
Tesktur lip balm ini mirip dengan lilin padat namun tetap creamy dan biasanya mengandung SPF dan vitamin E yang berfungsi untuk mencegah bibir menghitam karena sinar matahari. Seperti lip butter, lip balm pun memiliki beberapa varian warna dan rasa. Bahkan sekarang ada juga yang kemasannya lucu-lucu. Produk lip balm terbaru saat ini lip balm sudah ada yang berwarna meski hasilnya jika dioleskan agak samar. Lip balm cocok dipakai sehari-hari dan sangat ringan di bibir. Atau bisa dipakai juga 10 menit sebelum mengoleskan lipstik untu warna yang lebih tahan lama dan menjaga bibir tetap lembab. 

3. Lip gloss
Lipgloss adalah produk make up pewarna bibir yang mengandung tinggi minyak. Efek dari lipgloss ini selain mewarnai juga membuat bibir terlihat lebih mengkilat. Meski menjaga kelembaban kulit namun efeknya tak sebesar lip balm apalagi lip butter. Untuk menambah elegan atau glamour dari  si pemakai lipgloss bisa ditambahkan setelah mewarnai bibir dengan lipstik.

4. Lip Tint
Fungsi yang dimiliki lip tint sebenarnya sama dengan produk pewarna bibir lainnya. Hanya saja kandungan utamanya adalah air, gel ataupun alkohol. Karena bentuknya yang cair maka lip tint tidak mengandung minyak ataupun lilin yang membuat warna lebih pekat.

5. Lipstick
Produk pewarna bibir ini memiliki pilihan warna yang lebih pekat. Bentuknya yang seperti lilin padat ini kandungan minyaknya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan lip gloss. Warna yang ditinggalkan lipstick di bibir biasanya berefek glossy, satin ataupun matte. 

6. Lip Liner
Lip liner ini digunakan jika kita memiliki bibir yang kurang sempurna. Fungsi lip liner ini mengoreksi bibir kita lebih proporsional. Fungsinya untuk membingkai bibir, dan penggunaannya dikombinasikan dengan lipstik.

7. Lip cream
Lip cream merupakan produk pewarna bibir, sama dengan lipstik, hanya saja bentuknya lebih creamy sehingga penggunaannya menggunakan kuas untuk merapikan bentuk bibir. Lip cream cocok untuk kita yang mempunyai bentuk bibir yang kecil dan tipis karena akan memberikan efek penuh pada bibir kita. Lip cream juga mengandung lilin dan minyak. Namun tingginya kandungan lilin terkadang membuat bibir terasa kering. 


Dari sekian banyak produk, saya lagi penasaran dengan lip cream makeover nih. Dari cerita temen saya produk ini rekomended karena pilihan warna yang keren dan tidak membuat bibir terlalu kering seperti produk lain. Ada yang tahu informasinya?







Rabu, 06 Desember 2017

Bahagianya ibu yang bisa ngirit

Saya nggak pernah ngebayangin loh kalau pada akhirnya saya jadi ibu yang bekerja di rumah. Ketika belum menikah, berderetan deh keinginan jika saya punya anak nanti. Pengen banget ntar kalau udah punya anak, masih tetep ngantor. Pengen deh kalau udah punya anak badan masih langsing. Pengen juga dong kalau udah punya anak ntar bisa ke salon merawat wajah kalau udah mulai timbul vlek di wajah.

Ternyata keinginan itu buyar semuanya. Pengennya ngatur jarak kehamilan, eh ... si Kakak belum selesai ngASI Allah udah ngasih rejeki lagi dengan datengnya si Adek dalam perut. Pas Adek lahir, badan udah langsing, eh ...mertua sayang banget nyetokin makanan hingga saya merasa eman banget kalau makanan dianggurin. Nggak kerasa aja badan pelan-pelan mulai naik angka di timbangan.

Sempat deh ngalamin bener-bener nganggur ga ada pemasukan. Kebetulan saat itu pas mulai rame-ramenya facebook. Kalau nggak salah sih sekitar hampir 10 tahun tahun yang lalu lah ya? Jadilah saya ibu yang alay. Ibu yang kadang nyinyir sama kebahagiaan orang lain. Semua-muanya lapor ke facebook. Mau nyuapin anak, nyetatus dulu. Galau, meratap di facebook. Berdoa ya sempet aja via facebook. Pokoknya malu-maluin banget deh. 

Beruntungnya sih, saya nggak lama-lama amat jadi ibu alay di medsos. Ibu alay di dunia nyata katanya sih masih, versi anak-anak. Bukannya apa-apa. Kata suami kan, seorang ibu itu jadi matahari di dalam rumah. Kalau ibunya ceria, sering ketawa, dijamin keluarganya ikut aura keceriaan ibunya. Coba kalau ibunya sedih atau sakit. Di dalam rumah pasti auranya negatif. Gitu sih kata suami. Jadilah saya ibu yang tukang ngebanyol di rumah. Ngepoin kegiatan anak-anak. Bikin lucu-lucuan di rumah bareng anak-anak. Kadang halu biar kedengeran ketawanya anak-anak. Atau pas suami pulang di becandain biar lepas dari beban kerjaan.

Rumah juga jadi kantor buat saya. Dan jam kantor saya juga nggak jelas waktunya. Tapi kayaknya sih lebih banyak jam nganggurnya sih, sehingga saya masih bisa ngepoin akun gosip hehehe. Nah ... biasanya kalau saya sudah mulai ngepoin akun gosip, artinya saya lagi nggak banyak kerjaan. Kalau nggak banyak kerjaan, artinya lagi nggak banyak income dari pekerjaan. Artinya lagi saya harus makin irit untuk urusan belanja. Nggak cuma belanja buat diri saya pribadi, buat keluarga juga.
Untungnya nih, saya ibu dengan gaya hidup irit garis keras. Semua hal berbau “me time yang berbayar” saya pasti bilang nehi. Saya cuma ketawa aja kalau ada temen ngajak ke salon untuk perawatan wajah sampai jutaan rupiah. Beli krim ini dan itu, lantas dipakai berkala. Duh ... eman, duit segitu untuk perawatan muka doang. Duit segitu kalau dibelikan beras udah dapet berapa kilo kan? (ibu perhitungan)

Harusnya saya nggak nyinyirin temen yang perawatan wajah sampai duit jutaan sih. Mestinya saya bersyukur aja. Alhamdulillah saya diparingi kulit yang nggak gampang jerawatan. Vlek di wajah juga masih lebih banyak temen saya yang perawatan ke salon sampai jutaan rupiah (ketawa devil) meski wajah saya juga nggak mulus-mulus amat. Kulit wajah juga lumayan nggak dekil-dekil amat. Kayaknya sih masih wangun digandeng sama suami lah ya?

“Emang sama sekali nggak pernah perawatan wajah mbak?” tanya seorang temen.

Ya ... Sampai umur saya meninggalkan usia 40 tahun seingat saya baru sekali aja saya facial. Itu pun pas mau walimahan. Setelah itu saya malas merawat wajah ke salon. Kalau nggak rutin perawatan wajah ke salon kulit wajah saya malah terasa kasar. Cukup deh cuci muka pakai sabun mandi. Beneran!

Mulai usia 30-an, ibuk alm mengenalkan saya untuk merawat wajah tanpa banyak biaya. Bisa dilakukan di rumah. Dan terbukti vlek di wajah saya nggak begitu banyak di usia saya sekarang. Sampai sekarang masih sering saya lakukan.

1. Membasuh wajah dengan air cucian beras
Air cucian beras mengandung oryznol yang membantu dalam merawat kulit dari dampak yang diakibatkan sinar ultraviolet. Oryzanol ini berfungsi sebagai pemudar warna kulit yang menghitam akibat paparan matahari.
Saya makenya kalau pas inget sih hahaha ... Kalau mau menanak nasi, cucian beras pertama saya tampung. Saya rada males mengendapkannya. Jadi langsung saya pakai untuk membasuh muka. Saya biarin sampai kering, lalu bilas dengan air bersih. Gitu doang.

2. Membasuh wajah dengan air teh basi
Saya baca sih, air teh mengandung vitamin E yang bisa mencerahkan kulit dan menjaga kehalusan. Selain itu vitamin E juga mengandung anti oksidan sehingga bisa mengencangkan kulit wajah.
Saya biasanya membasuh wajah dengan air teh kalau ada yang bikin teh. Biasanya kalau suami pulang dari Semarang. Paling nggak seminggu dua kali saya membasuh wajah dengan air teh basi.

Tuh kan, irit banget? Sampai kadang nggak bisa bedain mana irit mana pelit yak? Saya sebagai ibu bisa ngirit tuh rasanya bahagia banget loh Hahaha ...
Bahagianya seorang ibu emang sederhana banget ya? Kalau mbak Noorma dan Mbak Chela gimana? 

Senin, 04 Desember 2017

Tips Memanfaatkan Promo Harbolnas 2017 Untuk Membeli Sepatu Kesukaan
  


Jika harus menuruti kebutuhan seorang wanita sepertinya tidak akan pernah ada habisnya. Mulai kebutuhan pokok sampai dengan kebutuhan pelengkap semuanya harus tersedia. Salah satunya adalah fashion. Tidak heran jika angka penjualan bidang fashion wanita saat promo harbolnas 2017 menjadi yang paling tinggi. Satu-satunya alasan kuat adalah karena seorang wanita selalu memerlukan apapun secara sempurna dan terkhusus penampilannya. Jika sudah menyukai suatu barang, harga mahal sekalipun akan dibeli selagi mampu. Apalagi ada kesempatan diskon besar-besaran pasti semakin menjadi-jadi dalam berbelanja.

Cara pemanfaatan adanya voucher diskon akan dimaksimalkan oleh seorang wanita demi mendapatkan sepatu yang diinginkan. Walaupun dalam keadaan diskon besar-besaran, tetap saja Anda tidak boleh sembarangan dalam menentukan. Harus memilih sepatu dengan banyak pertimbangan, salah satunya dengan bentuk badan.

Nah, berikut ini beberapa tips memilih sepatu seorang wanita yang sesuai dengan ukuran badan yaitu:

1. Wanita bertubuh gemuk.

Ukuran tubuh yang besar tentunya membuat kaki Anda mempunyai bentuk yang tidak jauh beda. Untuk mengakali supaya tetap terlihat langsing seorang wanita gemuk bisa menggunakan sepatu yang mempunyai hak tinggi, kurang lebih 3 sampai dengan 5 cm. Walaupun tinggi tetapi akan lebih baiknya Anda tidak menggunakan heels yang berbentuk runcing, karena pastinya tidak akan kuat untuk menopang tubuh yang gemuk.

2. Tubuh tinggi besar.

Lalu bagi Anda yang mempunyai bentuk tubuh tinggi besar akan lebih baiknya menggunakan jenis sepatu flatshoes. Kalaupun harus menggunakan higheels pastikan tidak terlalu tinggi, karena tubuh Anda sudah tinggi jadi membuat terkesan semakin tinggi besar. Lalu pilih sepatu dengan model yang kokoh dan kuat supaya tetap bisa bertahan meskipun menopang beban yang besar.

3. Tubuh tinggi.

Terkadang memang karena hanya melihat model saja wanita sudah langsung tertarik tanpa mempertimbangkan hal lainnya, apalagi saat ada promo harbolnas 2017 yang besar-besaran. Padahal memilih sepatu sendiri tidak bisa sembarangan untuk seorang wanita, salah saja bisa memperburuk penampilan Anda. Seperti Anda yang mempunyai ukuran tubuh lebih tinggi pasti akan terlihat aneh ketika menggunakan sepatu yang memiliki tali pendek, karena akan membuat betis Anda terlihat besar.

4. Bentuk kaki lebar.

Selanjutnya PR sendiri untuk Anda yang mempunyai bentuk kaki lebar, untuk membuat tampilan kaki lebih cantik dan menarik Anda bisa mengenakan sepatu ataupun sandal yang mempunyai bentuk runcing. Jadi kesan langsing pada kaki akan Anda dapatkan, dan ukuran yang lebarpun tidak akan terlihat lagi. Jangan pernah gunakan sepatu yang lentur mengikuti bentuk kaki, karena dapat menyebabkan bentuk sepatu Anda tidak menarik.


Baik untuk perempuan atau laki-laki pada dasarnya mempunyai aturan yang tidak jauh beda dalam mencari sepatu yang tepat. Jadi tetap harus mempertimbangkan banyak hal, apalagi jika Anda melakukan pembelian melalui toko online yang tidak bisa langsung dicoba secara nyata. Jadi alangkah baiknya jika Anda perhatikan terlebih dahulu, pertimbangkan apakah memang sepatu tersebut cocok untuk Anda baik dari model, bahan dan juga harganya.

Kalau bisa Anda mencari pelapak pada Bukalapak yang memberikan garansi, bukan berarti kalau tidak cukup minta diganti. Garansi disini artinya kalau ada kerusakan atau cacat dalam pengiriman sehingga membuat bentuk berubah. Makanya jangan terlalu bernafsu untuk menikmati promo harbolnas 2017 yang sangat gila-gilaan sehingga lupa untuk mengecek kembali barang yang akan dibelinya.



Sabtu, 02 Desember 2017

Mengimplemetasikan GERMAS Dengan Tes Rockport

Assalamualaikum Temans,

Tanggal 27-28 November 2017 Dinas Kesehatan Kota Semarang mengadakan acara Desiminasi Informasi Kesehatan melalui Temu Blogger Kesehatan di The Wujil Resort Ungaran. Dalam acara yang koordinasi oleh DKK Semarang bekerja sama dengan Titik Tengah Partnership ini memaparkan berbagai macam informasi yang saya sendiri masih belum banyak ketahui. Mulai dari Program-program PUSKESMAS yang ternyata telah banyak berinovasi sampai dengan tes kebugaran rockport, yang saya sendiri belum pernah ngelakuin semuanya dipaparkan dan dilaksanakan di acara dua hari itu. Acara yang dimulai dengan pengenalan program PUSKESMAS GAYAM SARI dan PUSKESMAS HALMAHERA ini berlangsung seru.

Desiminasi Informasi Kesehatan ini dibuka oleh Dr. Widoyono, MPH. Pemaparan materi-materi mulai dari Pelayanan puskesmas, Upaya Penurunan Angka Kematian Ibu, GERMAS, PIS-PK, Jaminan Kesehatan Semesta UHC, serta tes kesehatan untuk cek gula darah dan kolesterol dilaksanakan pada hari pertama. Kegiatan yang padat namun penuh dengan informasi berharga ini memang sayang untuk dilewatkan. Bagi saya yang sudah mencapai usia matang memang tertarik banget dengan apa yang berkaitan dengan kesehatan. 

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

Fakta membuktikan bahwa telah terjadi pergeseran penyakit yang paling tinggi menjadi pembunuh manusia. Kalau ditahun 1990-an, penyakit seperti ISPA, TB dan diare bisa menjadi penyakit yang membunuh manusia, mulai tahun 2010 mulai bergeser. Penyakit-penyakit yang tidak menularlah yang menjadi pembunuh di Indonesia. Contohnya saja Stroke, Diabetes, Jantung, serta Kanker menjadi penyakit yang dianggap paling tinggi menjadi penyebab kematian selain kecelakaan.Ternyata hal ini berkaitan dengan pola perilaku masyarakat yang berkembang saat ini. 

Paradigma kesehatan yang saat ini ditanamkan ke masyarakat adalah memberikan pandangan kepada masyarakat bahwa pembangunan kesehatan saling terkait dan mempengaruhi banyak faktor yang bersift lintas sektoral yang diupayakan pada peningkatan, pemeliharaan serta perlindungan kesehatan bukan hanya pada upaya penyembuhan saja.

Upaya penyembuhan hanya 30% saja dari paradigma sehat ini. Di Kodya Semarang ada 1 RSUD, 25 RS, 37 Puskesmas, 53 Klinik serta 407 apotik dan 32 laboratorium yang akan melayani masyarakat untuk penyembuhan penyakit. Selain itu terdapat 2623 dokter praktek, 328 dokter gigi, 540 bidan, serta 2970 perawat. Masih adafasilitas kesehatan lain seperti optik, toko obat 10 OP nakes, dan jamkesmaskot. 70% dari paradigma sehat ini meliputi cuaca, gizi, lingkungan sehat, Kesehatan Ibu dan anak, Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan, penyakit menular dan perilaku dari masyarakat itu sendiri. 

Hidup itu adalah pilihan. Begitu juga dengan kesehatan. Apakah kita akan memilih menjaga manusia yang sehat semakin sehat atau memilih untuk mengobati. Dan semua itu ada di tangan manusia itu sendiri. Derajat kesehatan itu dipengaruhi oleh keturunan, lingkungan, pelayanan dan perilaku dari masyarakat itu sendiri. Sementara itu paradigma sehat itu memposisikan kesehatan sebagai bagian germas dari aktivitas sehari-hari. Promotif preventif dikedepankan oleh paradigma sehat dalam upaya pemberdayaan masyarakat dalam berperilaku sehat yang dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan. 

Tahun 2017 ini merupakan tahun ketiga pemerintah mencanangkan Program Indonesia Sehat. Ada 3 Program Indonesia Sehat yang meliputi :

  • Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang meliputi pelibatan lintas sektor dan seluruh aktor pembangunan termasuk masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan kesehatan. 
  • Pendekatan keluarga yaitu pelayanan kesehatan yang menjangkau seluruh keluarga di wilayah kerja PUSKESMAS.
  • Standar pelayanan kesehatan minimal 

Apa sih yang bisa kita lakukan untuk mewujudkan GERMAS ini? Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan yaitu :

  • Melakukan aktivitas fisik
  • Peningkatan perilaku hidup sehat
  • Penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi
  • Peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit
  • Peningkatan kualitas lingkungan
  • Peningkatan edukasi hidup sehat



Sementara itu fokus Germas di tahun 2017 ini adalah:

  • Melakukan kegiatan fisik
  • Konsumsi sayur dan buah
  • Cek kesehatan secara berkala

Kehidupan dan kesehatan individu memang tergantung pada dirinya sendiri. Kesadaran untuk melakukan aktivitas fisik setiap hari, tidak mengonsumsi alkohol dan zat adiktif lainnya, tak merokok, mengkonsumsi makanan sehat serta buah-buahan, pengelolaan stres secara baik, membudayakan buang air pada tempatnya, serta cek kesehatan berkala setidaknya 6 bulan sekali menjadikan upaya—upaya kita untuk menyukseskan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat ini. 

Di hari pertama kegiatan ini juga ada tes kesehatannya loh. Saya masih dalam batas normal untuk gula darah dan kolesterol. Aman deh. Mengingat beberapa tahun yang lalu sempat mengalami peningkatan kolesterol secara drastis. 

Tes Kebugaran Rockport



Pernah dengar Tes Kebugaran Rockport? Jujur aja saya baru kali ini denger. Tapi begitu diberitahu bahwa tes kebugaran ini biasa dilakukan untuk calon jemaah haji saya paham. Ibuk pernah bercerita tentang hal itu.

Metode ini sebenarnya sederhana karena kita bisa melakukannya sendiri. Tes kebugaran ini disesuaikan dengan kondisi peserta untuk melakukan aktivitas lari, jalan cepat atau jalan santai yang bisa dilakukan sejauh 1 mil. 

Mengapa kita perlu melakukan tes kebugaran sih?

Tes kebugaran ini dapat mengukur tingkat kebugaran kita dengan mengukur volume dalam mengonsumsi oksigen saat latihan dan kapasitas maksimum (VO2 Maks) Sementara VO2 maks sendiri adalah oksigen maksimal yang digunakan oleh tubuh kita untuk melakukan aktivitas yang intensif. VO2 Maks dinyatakan dalam satuan liter per menit atau mm/menit/kgBB. Tes kebugaran ini dalam digunakan untuk mencegah penyakit yang menyebabkan kemunduran kesehatan akibat gaya hidup yang tak sehat atau penuaan.

Sebelum melakukan tes kebugaraan malamnya kami telah mengisi kuesioner tentang kondisi tubuh kami. Ada beberapa dari kami termasuk saya pernah mengalami gangguan atau masalah kesehatan yang ada dalam kuesioner tersebut. Kami pun dipisah menjadi dua kelompok.


Sebelum melakukan pemanasan kami melakukan penghitungan denyut nadi permenit. Setelah itu melakukan peregangan. Kelompok saya pun mulai melakukan jalan cepat sepanjang lintasan. Ada beberapa teman blogger khususnya laki-laki berlari untuk mengukur tingat kebugaran mereka. Saya cukup jalan cepat saja. Setelah sampai garis finish kami pun dihitung waktu tempuh dan kecepatan denyut nadi. 

Kelompok bermasalah kesehatannya ☺


Kelompok tanpa keluhan kesehatan ☺


Setelah makan pagi dan bersih-bersih kami pun melakukan pencocokan klasifikasi kebugaran kami dengan formulir yang telah dibagikan. Berdasarkan usia dan jenis kelamin, kebugaran saya dinyatakan cukup. Lumayan lah untuk ukuran yang usia sudah mulai meninggalkan usia empat puluh. Dari 38 blogger yang mengikuti kegiatan tersebut tak ada yang kebugarannya baik. Paling banter cukup. Itu pun hanya 25%. Sisanya kebugarannya kurang, padahal banyak yang lebih muda-muda dari saya. Efek kerjaan yang bikin mager kali ya? Jadi banyak yang kurang buargitu deh. Hehehe ... agak sombong nih. Biarin aja yak?

Rada malu juga nih, sama Bu Efrida dari Dinas Kesehatan. Usia jauh lebih senior, tapi kebugarannya patut diacungin jempol deh. Ciyus. Dari sekian yang melakukan tes rockport, hanya beliau lho yang dinyatakan kebugarannya baik. Two thumbs up deh untuk Bu Efrida.


Dua hari bersama Dinas Kesehatan Kota Semarang ternyata membuat saya menyadari bahwa banyak hal yang selama ini tak terlihat atau tak saya pikirkan sama sekali bahwa kesehatan itu dipengaruhi oleh diri kita sendiri. Kita sendiri yang harus bertanggung jawab terhadap apa yang menjadi asupan gizi dan perilaku hidup sehat. Sebagai seorang ibu saya tentunya mempunyai tanggung jawab penuh untuk berkontribusi kesehatan keluarga saya.

Tak ada kata terlambat untuk memulai hidup sehat. Asupan untuk memperbanyak buah dan sayur pun akan disegerakan. Aktivitas fisik pun akan diusahakan. Untuk mendampingi keluarga lebih lama.



Terima kasih DKK Semarang. Semoga bisa bertemu kembali untuk edukasi penting dalam kesehatan baik untuk diri sendiri atau masyarakat.



Rabu, 29 November 2017

Celoteh di Hari Guru

Saat saya berada di awal perkuliahan Ibuk alm pernah bercerita tentang harapan beliau terhadap saya dan adik-adik. Ibuk ingin salah satu dari kami ada yang mengikuti jejak Bapak sebagai guru.

“Kenapa Buk?” tanya saya waktu itu.
“Profesi guru itu profesi yang paling ramah untuk perempuan. Jam kerjanya nggak sampai sore. Siang sudah di rumah, jadi bisa mendampingi anak-anak. Kalau murid-murid libur, guru juga ikutan. Bisa dapat tambahan pendapatan dengan memberi les. Yang penting sesuai dengan fitrah perempuan, yaitu mendidik anak-anak.”

Namun yang namanya remaja saat itu profesi guru bukanlah menjadi sebuah pilihan. Kurang menantang, nggak dinamis. Pendapatan juga segitu-gitu aja. Makanya untuk perkuliahan di jaman saya remaja, teknik dan kedokteran menjadi jurusan yang wow. Sementara managemen, psikologi dan Bahasa Jepang menjadi jurusan favorit untuk anak-anak IPS.

Saya kuliah di jurusan Ilmu Komunikasi. Dik Nisa, adik saya persis kuliah di Teknik Arsitektur, sementara Dik Rahma, adik bungsu saya kuliah di jurusan Kimia Terapan. Jauh sudah dari harapan Ibuk untuk memiliki penerus seorang guru di keluarga kami.

Seiring waktu berjalan, ternyata kami bertiga mengamini pendapat Ibuk. Kami bertiga pernah bekerja di luar rumah yang mengharuskan jam 08.00 – 17.00 berada di kantor. Belum lagi Dik Nisa yang bekerja di konsultan bisa saja waktu 24 jam masih kurang untuk menyelesaikan pekerjaannya. Sebuah renungan kecil ketika kami belum mempunyai anak. Kok kayaknya nggak punya banyak waktu untuk anak-anak kami nanti ya?

Dunia tulis menulis mengantarkan saya untuk mengenal dunia mengajar. Mengajar ekstra kurikuler di sebuah SMPIT di Jogja menjadi awal bagi saya sebagai seorang guru. Saya yang bukan tipe public speaker dipaksa untuk menerangkan hal-hal yang lebih banyak saya sampaikan lewat tulisan. Biasa berkarya di jalan sunyi kemudian harus banyak berbicara di depan audiens tentunya ada kesulitan tersendiri. Namun semakin hari saya semakin menikmati. Interaksi antara seorang guru dan seorang murid ternyata menyenangkan juga.

Menjadi seorang guru harus mempunyai kesabaran yang luar biasa. Bagaimana seorang guru bisa tenang menghadapi murid yang berulah atau kelas yang serupa pasar. Bagaimana kesabaran seorang guru diuji saat menghadapi anak yang bermasalah.

Guru serupa orang tua. Ia harus menahan ucapan ketika emosi mulai menaik. Supaya ucapan itu tak menyakiti murid-murid lantas menjadi label bagi si murid itu sendiri. Guru selalu berusaha mengucapkan hal-hal baik supaya menjadi doa bagi murid-muridnya. Ucapan guru biasanya seperti titah raja bagi murid-murid yang mencintainya. Sering kali ucapan gurunyalah yang selalu dituruti seorang anak dibanding ucapan orang tuanya.

Saya jadi memaklumi mengapa sikap murid-murid Bapak sering main ke rumah. Saya lantas memahami mengapa murid-murid Bapak bisa begitu akrab, bahkan kadang cenderung kurang sopan. Karena Bapak guru yang santai. Berbicara dengan murid seperti dengan seorang teman. Dan saya tahu, dari mana asal kesabaran Bapak saat menghadapi masalah.


Ini celoteh saya dalam rangka memperingati Hari Guru tanggal 25 November kemarin. Bagaimana dengan Mba Relita dan Mbak Yuli Arinta?

Selasa, 28 November 2017

Bouncer Bayi, Pilihan Tepat untuk Bayi Tenang dan Riang

 Bayi masih berada dalam tahap perkembangan untuk mencapai pada tubuh yang stabil dan sempurna. Untuk mendapatkan perkembangan tubuh yang optimal, bayi perlu diberikan kenyamanan baik pada saat bayi terjaga maupun saat bayi terlelap. Karenanya saat ini banyak sekali produk perlengkapan bayi yang bertujuan untuk memberikan kenyamanan pada bayi sehingga perkembangan tubuhnya bisa terjadi secara maksimal salah satunya adalah bouncer bayi.   

Bouncer merupakan tempat duduk bayi yang dapat diayun sehingga menyerupai kursi goyang pada manusia dewasa. Karena bayi masih belum bisa menjaga keseimbangan posisinya, bouncer disertai dengan sabuk pengaman yang dikaitkan melilit tubuh bayi di bagian perut dan dada. Dengan sabuk tersebut, bayi akan tetap berada dalam ayunan meski ayunan diberi dorongan dan bergerak berayun. Selain sabuk pengaman, terdapat holder atau pegangan yang memiliki 2 fungsi yaitu sebagai tempat pegangan bayi saat bayi sudah mulai bisa menggenggam serta sebagai pegangan orang tua saat akan memindahkan bouncer ke tempat yang lain.

Ayunan bouncer bisa diciptakan dari dorongan secara langsung menggunakan tangan ataupun ditarik menggunakan tali. Kecepatan ayunan bisa Anda atur sendiri yang disesuaikan dengan beberapa pemikiran yaitu:

  • Usia bayi.
  • Tujuan ayunan apakah untuk menidurkan ataukah untuk menenangkan bayi dari tangisan.
  • Antusias bayi terhadap ayunan.
  • Kegiatan bayi pada saat diayun, apakah sedang bermain, bercanda ataukah sedang disuapi untuk makan.


Bouncer bisa menjadi andalan ibu-ibu untuk menenangkan bayinya karena adanya ayunan yang bisa membuat bayi merasa tenang seperti ketika digendong dan diayun di buaian sang ibu. Bouncer juga bisa dijadikan tempat tidur sementara untuk bayi dengan cara menambahkan ekstra selimut sebagai alas bayi sehingga hangat dan nyaman. Untuk bayi yang sudah bisa bermain, bouncer bayi juga ada yang memiliki mainan putar di meja bagian depan bouncer sehingga anak bisa mandiri bermain dengan aman dan nyaman. Selain itu bouncer yang memiliki meja juga pilihan yang tepat saat bayi akan belajar bermain sesuatu tanpa ibu khawatir bayi merangkak kemana-mana yang berbahaya.

Harga bouncer tidaklah terlalu mahal karena bisa dibeli di angka Rp. 250 ribuan. Ibu bisa memilih warna dan motif bouncer sehingga sesuai dengan jenis kelamin dan usia bayi Anda. Pemilihan akan lebih mudah dilakukan jika ibu membeli bouncer melalui situs jual beli online terpercaya dimana ibu akan diberikan pilihan berbagai jenis bouncer dengan harga yang bervariasi. Ketahanan bahan dan keawetan bouncer sebaiknya menjadi bahan pertimbangan utama karena bouncer akan menopang berat tubuh bayi dalam waktu yang cukup lama. Selain itu bahan kain yang digunakan sebagai alas bayi juga sebaiknya dipikirkan agar ibu mendapatkan bahan yang lembut dan tidak membuat kulit bayi cepat panas.


Ada beberapa pilihan ukuran bouncer bayi yang sebaiknya ibu sesuaikan terlebih dahulu dengan badan putra-putri ibu. Biasanya pemilihan ukuran bisa dilakukan dengan melihat usia bayi dan berat badan bayi. Untuk pembelian secara langsung, ibu bisa mengajak sang bayi untuk mencoba terlebih dahulu sebelum membeli. Sedangkan untuk pembelian online, diharapkan ibu menyebutkan usia dan berat badan bayi pada sang penjual agar mendapatkan referensi yang tepat mengenai ukuran bouncer yang sesuai. Tetap awasi putra-putri ibu meski berada di dalam bouncer agar terhindar dari resiko jatuh atau makan sesuatu yang tidak semestinya karena bouncer berada di dekat meja atau perabot lainnya.

Kamis, 23 November 2017

Ketika pra remaja mendapatkan surat cinta

Assalamualaikum Temans,

Minggu ini Adek mendapatkan surat berwarna pink dan bergambar hati dari teman perempuannya. Isi surat tersebut adalah perasaan yang si gadis kecil kepada Adek. Ini sudah ketiga kalinya Adek mendapatkan surat serupa.

Kalau sebelumnya Adek cool saja nanggepinnya. Entah karena memang tak suka atau belum memahami tentang yang namanya perasaan. Ya kali, waktu itu ia masih klas 4 SD, gejolak hati mungkin tak seperti sekarang ketika ia sudah memahami perasaan suka pada lawan jenisnya.

Kali ini ia bete abis. Awalnya sih biasa aja ketika mendapatkan surat bergambar hati itu. Saya melihat effort gadis kecil itu juga lumayan gede karena ia membuat craft dari kain flanel yang dipakai sebagai amplopnya. Warnanya manis sekali, baby pink. Saat pulang membawa surat itu ia tersnyum kemudian menyerahkan kepada saya.

“Dari siapa, Dik?”

Ia menyebutkan nama. Saya pun tersenyum. Nama itu pernah saya dengar sebelumnya ketika ia bercerita tentang teman-teman sekelasnya. Saya pun membuka surat itu, lantas tertawa juga. Dulu saya mendapatkan surat yang seperti itu ketika saya sudah SMP. Di zaman saya  remaja dulu yang biasa kirim surat ke lawan jenis ya anak laki-laki. Waktu itu malunya setengah mati kalau sampai ketahuan orang jika mendapatkan surat dari lawan jenis.

Sekarang Adek membaca perasaan temannya di kelas 6 SD. Kalau sekarang terbalik. Anak perempuanlah yang mengirim surat kepada anak laki-laki. Dari cerita Adek, banyak dari teman perempuannya yang berani mengungkapkan perasaan kepada anak laki-laki yang disukai.

“Adek suka?”
“Enggak. Cuma aku nggak tega kalau nolak, Nda. Nanti dia malu.”
“Ada yang tahu dia kirim surat ke Adek?”
“Teman-temannya yang tahu.”
“Adek bilang ke temen Adek yang laki-laki?”
‘Enggak. Kasihan kalau dia jadi malu ketahuan kirim surat ke aku.”

Satu hal yang saya garisbawahi adalah Adek mempunyai empati. Ia tak ingin ada yang dipermalukan. Bahkan untuk mengatakan tidak pun ia merasa tak tega.

“Nggak usah dibalas nggak papa Dek. Tapi bilang sama anaknya kalau Adek mau berteman saja. Mau fokus sama pelajaran, nggak mikirin yang lain.”
“Aku tuh nggak bisa ngajak bicara anak perempuan, Nda. Aku ngomong kalau seperlunya aja. Kalau ditanya ya baru kujawab.”
“Berarti Adek mau balas suratnya?”
“Nggak tahu juga, pikir nanti aja.”

Dua hari setelah mendapatkan surat pertamanya,  Adek pulang ke rumah membaw surat lagi dari anak yang sama. Isi surat itu meminta jawaban. Ekspresi datar Adek menandakan ia tak tertarik untuk menanggapi.

“Mau dibalas?”

Ia mengedikkan bahu.
“Aku udah bilang sama temennya, suratnya nggak akan aku balas. Malah minta balasan. Anak perempuan itu kok ribet ya, Nda?”

Saya tertawa.

“Ah ... enggak juga. Kakak nggak kayak gitu juga kan?”
“Temen-temenku perempuan tuh kok banyak yang nyuratin anak laki-laki. Apa nggak mau po yo kalau ditolak.”
“Adek pernah nyuratin?”
“Enggak lah. Takut ketahuan Bu guru. Takut kalau Bunda sampai dipanggil ke sekolah.”
“Takut ditolak juga?” goda saya.

Ia tertawa.

“Kan Bunda pernah bilang kalau suka boleh tapi pacaran enggak. Kata Bunda kalau diterima nanti jadian. Jadian berarti kan pacaran.”

Diam-diam saya bersyukur. Nilai yang saya tanamkan ternyata masih diingat. Buat saya itu penting sekali anak-anak memegang nilai yang kita yakini. Untuk bekalnya menghadapi dunia saat menginjak dewasa nanti.


Nggak saya sangka, sehari kemudian, surat ketiga datang lagi. Kalau yang ini muka Adek kelihatan bete.
“Bunda aja yang baca. Aku besok pagi aja bacanya,” kata Adek sambil membantingkan tubuhnya ke tempat tidur.

Pengen ngelus dada sebenarnya ketika membaca surat yang ketiga. Yang ini sudah mirip debt collector minta balasan surat. Belum lagi Adek di DM oleh teman si gadis kecil ini mendesaknya untuk menerima hati.

“Malesin ya, Nda? Mosok kayak gitu. Kayak kena teror. Bunda dulu gitu juga nggak, nyuratin anak laki-laki yang Bunda suka?”

Tawa saya meledak.

“Nggak lah. Kalau Bunda, pantang perasaan Bunda diketahui duluan oleh anak laki-laki yang disuka.”
“Beda ya sama sekarang? Kids zaman now kebanyakan micin.”
“Lalu mau gimana, Dek?”
“Aku bales aja ya?”
“Emang Adek mau bilang apa?”
“Aku cuma mau bilang, we are just friend. I don’t like you.”

Saya ketawa lagi.

“Kalau Bunda yang jadi dia sakit banget lho dikasih balasan kayak gitu.”
“Kan memang aku nggak suka.”
“Tapi bukan berarti kata-katanya nyakitin Dek. Adek bisalah bicara yang lebih halus lagi.”

Semalam saya menemukan sebuah tulisan di kertas kecil. Sepertinya itu calon balasan untuk gadis kecil yang suka padanya.

Seseorang menyukai lawan jenisnya merupakan hal yang wajar. Tapi untuk sementara ini aku ingin lebih fokus pada pelajaran yang tidak kumengerti. Aku ingin lebih meningkatkan kemampuanku. Aku tidak ingin nilaiku turun seperti waktu kelas 4. Aku meminta maaf dan mengucapkan terima kasih.

Duh ... manisnya. Kalau saya yang dapat surat begitu meski ditolak saya tetep klepek-klepek loh :D

Temans, zaman sekarang kebebasan berbicara memang terbuka bagi siapa saja. Tak terkecuali kaum perempuan. Namun tetap saja untuk hal-hal yang menyangkut perasaan saya kok lebih sreg jika perempuan untuk lebih menahan diri. Saya juga punya anak perempuan. Selalu saya katakan padanya bahwa perasaan indah kita sebagai perempuan pada seorang jangan sampai diketahui banyak orang. Cukup kita, keluarga dan Allah yang tahu. Supaya kita terjaga sampai saatnya nanti.


Dan nasehat itu sampai hari ini masih sering saya sampaikan. 
Selamat hari Jumat ya, Keep on spirit!

Rabu, 22 November 2017

Muhammadiyah Ranting Gunungpring, Pemenang Ranting Terbaik Nasional Muhammadiyah Expo 2017



Assalamualaikum Temans,

Jika teman-teman mendengar sebuah desa bernama Gunungpring, saya yakin sebagian besar takkan mengetahui dimana letak desa yang berada di sebuah Kabupaten Magelang. Okelah, ada sebagian kecil yang tahu. Desa Gunungpring biasanya dikenal orang sebagai daerah Wisata Ziarah yang memang banyak dikunjungi oleh para peziarah dari Jawa Timur.

Namun dari desa ini sebuah prestasi yang tak banyak diketahui oleh masyarakat muncul. Muhammadiyah Ranting Gunungpring menjadi juara 1 ranting terbaik se-Indonesia. Penilaian ini diadakan oleh Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam kurun waktu 2016-2017.

Sebuah prestasi yang membanggakan. Prestasi besar itu tak hanya melibatkan satu atau dua personal saja. Namun semua itu tak lepas dari seluruh stake holder dari Pengurus Ranting Muhammadiyah Gunungpring Sendiri.

Kriteria penilaian sebagai ranting terbaik meliputi pembinaan jamaah, managemen organisasi, kaderisasi, pemberdayaan ekonomi masyarakat, memiliki AUM yang mencerminkan Muhammadiyah yang berkemajuan, serta daya pengaruh ke umat dan penguasaan media.

Penilaian ranting terbaik secara nasional ini tentu saja melewati berbagai tahapan. Di mulai penilaian di tingkat PDM atau setingkat Kabupaten, lantas maju ke tingkat PWM atau setara dengan provinsi barulah ke tingkat PPM atau nasional.

Apa sih yang membuat Ranting Gunungpring bisa menjadi Ranting terbaik?

1. Pembinaan jamaah
Ranting Muhammadiyah Gunungpring mempunyai binaan jamaah sekitar 11 dukuh yang aktif melakukan kajian secara berkala. Ada yang seminggu sekali, atau dua minggu sekali. Kajian ini meliputi kajian fikih, ketauhidan maupun muamalah. Masjid Mujahidin sebagai sentra kegiatan Muhammadiyah di Gunungpring pun makmur oleh kegiatan-kegiatan kajian. Mulai dari kajian anak-anak yang dilakukan setiap hari Kamis, Kajian remaja putra dan putri setiap malam Ahad, Kajian tafhimul Quran yang tak hanya diikuti oleh jamaah Gunungpring saja, namun dari beberapa daerah pun aktif mengikuti, serta kajian khusus ibu-ibu di malam Sabtu. Semua berjalan secara rutin.

2. Managemen Organisasi
Organisasi di Muhammadiyah Gunungpring diisi oleh orang-orang yang mau berjuang. Ketulusan pun menjadi nama tengah bagi mereka yang aktif untuk kemajuan Muhammadiyah. Muhammadiyah Gunungpring mempunyai teamwork yang solid. Saat inovasi diluncurkan, mereka yang mempunyai materi berlebih pun tak sayang untuk digunakan untuk kepentingan Muhammadiyah.
Muhammadiyah Gunungpring mempunyai sumber daya manusia yang profesional di bidangnya. Hal itu membuat masing-masing majelis fokus dalam pengembangannya. Meski begitu, jika ada hal yang urgent, sudah tak lagi berpikir majelis apa yang dipegang. Apa yang bisa dilakukan maka akan dikerjakan.

3. Kaderisasi dan partisipasi anak muda
Hal terberat dari sebuah organisasi, dimanapun itu adalah kaderisasi. Mendorong anak muda untuk berpartisipasi dengan ghirah yang sama besarnya menjadi PR tersendiri bagi pendahulunya. Namun bukan tak mungkin dilakukan. Hal ini sudah diantisipasi oleh Muhammadiyah Gunungpring dengan mengajak kaum muda untuk ikut serta dalam perjuangan Muhammadiyah. Pembinaan kaum muda pun sudah dimulai dengan aktifnya Angkatan Muda Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah serta Ikatan Pelajar Muhammadiyah. Mengikutsertakan mereka dalam kegiatan-kegiatan penting untuk menumbuhkan semangat dan kecintaan mereka pada Muhammadiyah. Tak lupa memberikan wadah bagi kaum muda untuk berkarya dan berkreasi.

4. Pemberdayaan Ekonomi Warga
Muhammadiyah Gunungpring Mempunyai Pondok Zakat Indonesia. Pondok Zakat Indonesia yang sedianya menerima dan mentasyarufkan zakat ternyata juga berfungsi untuk menyediakan permodalan bagi masyarakat sekitar. Pengembangan usaha kecil ini juga didukung oleh pelatihan kewiraswastaan yang dilakukan secara berkala. Upaya saling dukung sesama anggota pun dilakukan. Contohnya, minimarket yang dimiliki oleh beberapa anggota Muhammadiyah Gunungpring membantu pemasaran UKM milih anggota lain dengan memajang produk di minimarketnya.

5. Memiliki AUM unggulan
Muhammadiyah Gunungpring Memiliki beberapa AUM unggulan di bidang pendidikan


  • PAUD dan TK
Ada dua PAUD yakni PAUD Insan Robbani dan PAUD Mentari. Selain itu masih ada TK Aisyiyah Bustanul Athfal Mutihan, TK Aisyiyah Bustanul Athfal Wonosari serta TK Aisyiyah Bustanul Athfal Nepen.


  • Sekolah Dasar
Satu-satunya sekolah dasar Muhammadiyah yang dimiliki oleh adalah SD Muhammadiyah Gunungpring yang biasa disebut SD Mugu. Meski berada di sebuah perkampungan, namun siswa siswinya banyak yang berasal dari luar daerah, bahkan dari beda kabupaten. Hal itu bukanlah menjadi kendala, karena Muhammadiyah memiliki 18 armada antar jemput yang digunakan untuk siswa SD dan SMP.

Masalah prestasi, jangan ditanya deh SD yang punya murid lebih dari 700 anak ini. Lihatlah piala-piala yang menghiasi kantor SD Mugu. Bagaimana dengan  metode pendidikannya? Saya pernah menuliskannya di artikel lain.


  • Sekolah Menengah Pertama
Prestasi SMP yang satu ini jangan pernah diragukan. SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring ini hanya dalam waktu 3 tahun dari masa berdirinya, sudah mampu berada di urutan 3 terbaik ujian nasional untuk SMP negeri maupun swasta se Kabupaten Magelang. SMP yang dipimpin oleh Bp. Hima Sugiyarto ini mentargetkan 10 terbaik SMP negeri dan swasta se provinsi Jawa Tengah untuk siswa dan siswi angkatan 9 ini. Tertekankah dengan target-target tersebut? Sepertinya kok enggak ya? Anak-anak yang bersekolah di SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring terlihat enjoy dan betah di masa pembelajarannya.
Bisa Baca di sini : Full Day School? Why Not?


  • Sekolah Menengah Atas




Sebuah proyek yang wow bagi sebuah ranting Muhammadiyah ketika mendapatkan tantangan untuk membangun SMA Taruna Muhammadiyah Boarding School. Dalam jangka waktu satu tahun SMA ini sudah harus berjalan dan tahun ajaran mendatang sudah harus siap menerima murid baru. Bukan hal yang mudah membuat sebuah sekolah beserta asramanya, untuk 100 siswa pula. Ini Jika bukan orang-orang luar biasa yang terlibat didalamnya, tak yakin juga jika ini bisa berjalan mulus. Bersyukur sekali bahwa keterlibatan warga Muhammadiyah dalam pembangunan ini bukan hal yang main-main.

Mungkin sebagai orang awam mempertanyakan masalah finansial sehingga AUM pendidikan di Muhammadiyah Gunungpring bisa berkembang sedemikian pesatnya. Ternyata Muhammadiyah Gunungpring memberlakukan subsidi silang bagi AUM yang lebih muda. Contohnya ketika pembangunan dan pengembangan SMP Muhammadiyah Gunungpring, SD Mugu membantu sampai bisa AUM tersebut bisa mandiri.  Lantas untuk pembangunan SMA Taruna Muhammadiyah ini, SD Mugu dan SMP Mplus pun yang akan membantu segala pengembangannya nanti. Meski tak menutup mata bahwa bantuan donasi dari personal yang tak bisa dikatakan kecil juga.

Prestasi-prestasi dari AUM Pendidikan ini tak lepas dari tantangan dari Dirjen Pendidikan saat membantu proses berdirinya SMP MPlus. Bahwa sudah tak masanya lagi Muhammadiyah hanya memikirkan kuantitas namun pikirkan kualitas bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah. Dan hal itu dijawab oleh Muhammadiyah Gunungpring.


Muhammadiyah Gunungpring takkan bisa semaju sekarang jika tak dipimpin oleh orang-orang yang think out of the box. Membangun Masjid dengan biaya sekian M, Membangun SMP Mplus, SMA Taruna Muhammadiyah, ditambah lagi sekarang dengan pembangunan Kantor Muhammadiyah Gunungpring merupakan angan semata jika tak ada action yang pasti dari orang-orang yang berani berjuang. Keberanian berspekulasi dari beberapa pengurus Muhammadiyah namun didampingi oleh orang-orang yang memiliki banyak pertimbangan sehingga membuat koridor sendiri dalam bergerak menjadikan Muhammadiyah Gunungpring ini menjadi organisasi yang dinamis.

Semoga organisasi yang digawangi oleh Bp . Rahmad Abdul Gani , Bp Sujono, Bp. Fahmi Hakim,  Bp Hima Sugiyarto,  Bp. Anis Asrono, Bp. Muhajir, Bp. Tranggono Murti, Bp Imron dan masih banyak bapak-bapak lain bisa terus melesat menjadi organisasi yang selalu bermanfaat untuk umat. 



Dan inilah dua orang dari sekian banyak yang menjadi daya ledak di Muhammadiyah Gunungpring. Berbicara dengan beliau berdua membuat ghirah saya pun melesat naik. Kalau Bapak  Muhajir  dan Bapak Tranggono Murti yang sudah purna tugas saja masih memiliki kreativitas dan inovasi yang luar biasa, apa kabar dengan kita?





Kamis, 16 November 2017

Mewujudkan Ide Kreatif Tak Hanya Sekadar Mimpi


Saya dan Kakak hobi banget berkhayal. Suka banget bikin drama satu atau dua babak. Senangnya ngobrol sama remaja begini adalah ide-ide yang keluar meski sering halu tapi bener-bener di luar dugaan. Imaginasi liar namun kreatif. Sering ngetawain, tapi juga merenung. Iya ya, andai saja kehaluan Kakak itu bisa terealisasi.

Contohnya aja gini. Banyak teman Kakak yang mengeluh sulitnya curhat dengan orang tua. Mulai karena orang tua yang nggak asik, orang tua yang otoriter, sampai orang tua yang nggak punya waktu untuk putra putrinya karena kesibukan yang menggunung.  Otomatis pelarian teman-temannya adalah bermain gadget. Karena menurut remaja-remaja ini gadget lebih asyique dibandingin orang tua. Segala aplikasi yang sudah terpasang di gadget lebih bersifat hiburan.

“Ada nggak ya, Nda, aplikasi di ponsel bisa nggantiin peran orang tua yang sibuk atau nggak asik?”

Nah ...loh ... Bingung kan?

Selasa, 14 November 2017

Mengajak Anak Bermain Media Sosial Secara Sehat


Assalamualaikum Temans,

Terkadang kita sebagai orang tua sudah membatasi anak untuk tak terlalu bersentuhan dengan jagat maya. Apalagi untuk anak-anak yang masih berusia dibawah 13 tahun. Namun apa mau dikata, anak malah sering lebih pintar atau lebih update dibanding orang tuanya. Contohnya aja saya. Punya akun instagram tuh setelah Kakak lebih dahulu menggunakannya. Mau tak mau saya pun ikutan menggunakan akun instagram untuk mengontrol apapun yang diunggah oleh Kakak.

Kamis, 02 November 2017

Ini yang Belum Terungkap Saat Berbelanja di Kota Solo
Kota Solo memang terkenal sebagai kota wisata tradisional yang tetap menawarkan beragam keunikan khas, yang tak dapat ditemui di kota lain. Setiap turis lokal yang datang ke Solo pasti berpikiran bahwa berwisata di Kota Solo itu murah meriah. Dari makanan hingga suvenir, dari naik becak hingga bus tingkat. Hal itu menjadi daya tarik sendiri untuk para wisatawan sehingga setiap musim liburan, perjalanan ke kota Solo menjadi favorit.



Source : rubik.okezone.com


Namun ternyata ada triknya bila Anda ingin berwisata unik serta berbelanja lebih murah. Tidak semua tempat belanja di Kota Solo bisa didapatkan dengan murah. Yuk, kita langsung menuju dua lokasi ini.

Minggu, 22 Oktober 2017

Grand Opening ADA Buti 3rd Store Jogjakarta



Saya sebenarnya bukan orang yang hobi belanja. Buat saya belanja ya sesuai kebutuhan aja. Apalagi untuk belanja baju. Lalu bagaimana jadinya jika sebagai perempuan diajak belanja gratis, dan disediain 300 pcs baju yang bisa dibawa pulang tanpa bayar? Mimpi kali. Hoax. Tapi seandainya ada sih, nggak bakalan nolak. Secara perempuan kan hobi sama yang seru-seruan gitu. 

Ternyata ada beneran lho! 

Sabtu, 21 Oktober 2017 kemarin, saya mendapat undangan untuk menyaksikan grand opening ADA Buti Store di Jogja City Mall Upper Ground, Unit 31. ADA Buti Store ini adalah toko ketiga yang berada di Indonesia dan yang ke 75 di Indonesia. ADA Buti Store hadir dengan ”New Concept Fashion Retail” menyediakan pengalaman berbelanja yang berbeda bagi customer. Mereka menghadirkan nuansa homey, comfortable, cozy serta koleksi fashion yang up to date. 



ADA Buti Store mengangkat brand lokal dengan kualitas yang tak perlu diragukan lagi. Mereka menyediakan fashion untuk laki-laki dan perempuan mulai dari jumpsuit, knitwear, shirt, t’shirt, blouse, short, trousers, tank top, cardigan dan masih banyak jenis fashion lain dengan harga yang relatif terjangkau dimulai dari Rp 69.000 – Rp 350.000,- 

Di pembukaan Grand Opening ada Store Jogja City Mall, ADA Buti Store menggelar event 'Gratis Ambil Baju Tanpa Bayar' dimana customer dapat memperebutkan 200 pcs baju yang diberikan secara gratis. Acara yang berlangsung mulai pukul 12.00 – 12.30 ini seru banget. Pengunjung yang rata-rata adalah anak-anak muda berburu tanda free di baju-baju yang tergantung di hanger ataupun yang berada di meja display. 



Saya pun ikut seru-seruan di acara itu. Nggak ketinggalan suami juga ikutan berburu. Sayanya sudah patah semangat ngeliat antrian ke kasir yang sudah mengular, suami ternyata masih gigih mencari tanda free di setiap pakaian. Apalagi saat waktu tinggal menipis, makin seru pengunjung lalu lalang di dalam store. Eh ... nggak nyangka, suami dapet juga baju yang ukurannya pas buat Adek. Alhamdulillah. 



Kalau berbelanja di ADA Buti Store kayaknya bikin betah deh. Tempatnya fotoable banget sehingga ketika berburu baju gratis waktunya sudah selesai masih banyak pula yang berfoto di spot-spot tertentu. 



Selain berfoto di dalam store, banyak pengunjung yang memanfaatkan waktu untuk foto bersama dengan para carnival yang menggunakan kostum cantik di booth yang berada di depan ADA Buti Store.



Grand Opening Ada Buti Store berlangsung seharian. Setelah acara "Gratis Ambil Baju Tanpa Bayar" masih ada acara lain di depan store yaitu live entertainment, fashion show, traditional dancer, carnival performance, acoustic band, DJ performance, serta flashmob dancer

Mumpung masih ada kesempatan buat teman-teman yang pengen belanja belanji outfit keren, masih ada kesempatan untuk mendapatkan diskon mulai 20% hingga 70% di ADA Buti Store sampai tanggal 30 Oktober 2017. 

Happy shopping ya temans!