Memilih Blazer Yang Tepat - Jurnal Hati

Minggu, 19 Juni 2016

Memilih Blazer Yang Tepat

Sumber: MatahariMall
Saya telah meninggalkan blazer berpuluh-puluh tahun sebagai bagian dari busana saya setelah tidak lagi bekerja sebagai marketing di sebuah Perusahaan Media. Blazer saya yang saya beli dengan harga yang lumayan ‘berbunyi’ pun saya hibahkan ke adik saya yang waktu itu masih bekerja sebagai konsultan di belahan Sumatera paling utara. Saya hanya menyisakan satu blazer yang saya suka warnanya, serta modelnya yang klasik.
Ternyata waktu berputar. Blazer nggak hanya dipakai untuk para pekerja kantoran. Saat ini saya melihat beberapa perempuan memakai blazer dipadupadan dengan jeans atau pakaian non formal lainnya ketika hang out atau acara-acara yang nggak resmi. Nyesel? Enggak sih.

Kalau blazer itu masih ada saya pastikan blazer itu tak terpakai sempurna di tubuh saya. Ya iyalah ... dalam rentang waktu 15 tahun dari terakhir kali saya memakai blazer, saat ini tubuh saya sudah memberat sekitar 15 kilogram. Tentu saja blazer klasik itu hanya mubazir tergantung di almari saya bukan?
Sumber : MatahariMall

Jika ingin menggunakan blazer untuk bagian dari fashion kita, toko online yang sekarang ini bermunculan seperti cendawan di musim hujan menawarkan berbagai macam pilihan. Banyak sekali toko online yang menawarkan promo blazer wanita. Yang sekarang sedang populer adalah cape blazer. Buat saya cape blazer ini potongannya unik dan fashionable. Jika anda ingin memadupadankan blazer jenis ini, coba saja anda memakai celana panjang model pipa dan kemeja tipis dan ringan jika ingin menghadiri acara formal. Tak ketinggalan sepatu highheels akan membantu anda terlihat lebih chic. Namun jika acara non formal yang anda hadiri, padu padan cape blazer dengan celana jeans atau miniskirt dapat membuat penampilan anda lebih fresh. Buat saya yang berhijab,  bisa lho memakai cape blazer ini untuk menambah elegan penampilan. Saya bisa menyiasati dengan menggunakan inner.

Bagaimana sih, caranya memilih blazer yang bagus?

Kalau saya, yang pertama kali jadi pilihan saya adalah bahan yang nyaman. Bahan yang nyaman kalau buat saya adalah bahan kain yang lembut,  tidak mudah kusut, dan dapat menyerap keringat. Jika akan memakai blazer untuk bekerja di kantor, saya menyarankan untuk bahan yang sedikit kaku, tidak terlalu lemas.

Yang kedua adalah kualitas jahitan. Blazer yang kualitasnya bagus biasanya jahitannya rapat dan rapi di setiap sisinya, khususnya di bagian lengan pada blazer yang akan dibeli. Jika jahitan pada blazer rapat dan rapi, bisa dipastikan blazer ini akan awet dan tahan lama. Jahitan di blazer biasanya menggunakan benang yang cukup tebal dengan pilihan warna yang senada dengan blazer.

Yang ketiga adalah ukuran blazer. Saat memilih blazer yang pas tentu saja kita akan nyaman dan percaya diri saat menggunakannya. Jangan karena sudah jatuh cinta pada modelnya lantas memaksakan diri menggunakan model tersebut meski ukuran tak pas. Tentunya nggak ingin mendapatkan tatapan heran dari orang yang bertemu di jalan kan?

Warna dan model menjadi pertimbangan terakhir bagi saya jika hendak memilih blazer. Untuk tubuh yang berat badannya melebihi batas normal, warna-warna gelap menjadi pilihan yang tepat karena akan menyamarkan bentuk tubuh yang kurang sedap dipandang. Selain itu warna gelap juga lebih tepat digunakan untuk acara-acara formal. Untuk acara yang lebih santai bisa menggunakan warna terang dan model yang lebih kekinian.

Bulan Ramadhan tinggal 15 hari. Rasanya pengen deh memakai cape blazer yang kemarin saya lihat di MatahariMall untuk lebaran nanti. Sepertinya lagi ada promo blazer wanita nih. Hmmm ... besok kalau pak suami pulang, geret langsung ke depan lepi aja kali ya? Semoga saja kedip manja kali ini bertuah seperti hari-hari kemarin.


Tidak ada komentar:

Mohon tidak meninggalkan link hidup di komentar ya? Terima kasih