Kamis, 03 Desember 2015

Kecerdasan yang dianaktirikan

Bangga sekaligus bersyukur saat Anya dinyatakan lolos menjadi peserta Akademi Remaja Kreatif Indonesia 2015 yang diselenggarakan oleh Penerbit Mizan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Saya nggak nyangka aja. Umurnya belum genap dua belas tahun. Harus bersaing dengan ratusan peserta dari seluruh penjuru remaja dari tanah air, Bisa menjadi bagian dari 100 peserta bagi saya dia sudah menjadi pemenang. 

Awalnya memilih kategori menulis skenario ketika mengirimkan karyanya. Namun ketika lolos, ia masuk ke kategori menulis cerpen bersama 49 remaja lain. Ada 32 siswa SMA dan 18 siswa SMP yang nantinya akan bersaing di kategori menulis cerpen. Saya takkan membebaninya dengan tuntutan apapun. Yang penting dia bisa enjoy dan bersenang-senang di karantina ARKI tanggal  9-12 Desember 2015 nanti. 

Excited pasti. Dan saya sering ketawa dengan pertanyaan-pertanyaan polosnya. Khas cah ndeso. Bagaimana matanya berbinar ketika browsing sendiri dimana ia akan tidur. Ia membayangkan main air di bathub. Berenang di kolam renang. Yang paling bikin saya ketawa ketika ia bertanya,"Kalau tidur di hotel gitu, abis nyuci baju, dimana njemurnya?"